SMM feat Tukul Arwana Gresik #3 – Naik Perdana Usai Mabung, MB Bodrex Rebut Podium Juara Kelas Utama

Tak tanggung-tanggung. Perdana naik gantangan usai rehat pasca mabung, MB Bodrex amunisi Erick LM Kediri langsung turun di kelas utama tiket Rp 3,3 jeti dan berhasil koncer di gelaran SMM feat Tukul Arwana, 4 April 2821 kemarin.

Aksi Bodrex Di Kelas Utama

Keputusan berani diambil oleh Erick LM dengan mendaftarkan Bodrex di kelas utama Tukul Arwana, padahal kelas yang digelar pada sesi kedua atau sesi B itu menjadi kelas pertama yang diikutinya seusai menyelesaikan masa mabung yang dimulai sekitar bulan Desember 2020 silam. Ditambah lagi sebelum turun di SMM yang digebyar di gantangan Gagak Sakti BC Gresik itu, Bodrex belum pernah sekalipun naik gantangan untuk dilombakan atau pun treck.

“Kalau saja aku tau Bodrex didaftarkan di kelas utama, tentu aku akan menolak dan apalagi itu urutan kelas kedua namun sesi pertama yang akan dijalaninya. Karena kita belum tau sama sekali kinerjanya saat di lapangan usai mabung,” ungkap Indra K. sang pemandu bakat MB Bodrex yang diamini oleh Alven LM manajer Langgeng Mulya SF yang ikut mengawal langsung di even SMM kali ini.

Tim LM SF angkat bendera koncer di kelas utama

Dan benar saja. Sesaat usai digantangkan langsung oleh Indra di gantangan nomer 39 yang posisinya berada di sisi paling pinggir, Bodrex seolah-olah melampiaskan kerinduannya untuk bertarung di gantangan dengan menunjukkan kualitas terbaik yang dimilikinya selama ini.

Alven LM (kanan kaos merah) bersama para juara kelas utama

Tetap dengan gaya sujud-sujud yang begitu powerfull yang menjadi ciri khasnya saat memuntahkan lagu-lagu roll tembak, membuatnya terlihat kian mempesona sehingga cukup wajar jika menjadi pusat perhatian Murai mania yang turut menyaksikan aksinya. Menariknya, meski materi lagu dikeluarkan ngotot abis namun tenaga yang dimilikinya seolah tak ada habisnya, padahal durasi penilaian di SMM terbilang cukup panjang.

Di penentuan terakhir, Bodrex nyaris saja mendapat kemenangan sempurna atau meraih juara sejati jika saja satu penancapan bendera terakhir tidak lari ke peserta lain alias hanya mendapat 3 bendera koncer A. Alhasil, kesempatan mendapat hadiah tambahan berupa sepeda motor pun akhirnya pupus.

Alven menerima hadiah Kelas utama

Meski begitu, Alven beserta crew LM lainnya merasa sangat puas dengan penampilan Bodrex walau hanya tampil maksimal sekali aja. “Yang jelas setelah ini kita akan kembali mengistirahatkan Bodrex sampai kondisinya benar-benar kembali pulih dan belum bisa memaksakannya berlomba terus menerus,” celetuk Indra.*

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here