Connect with us

Breeding

Peternak LB Warna ATB Bird Farm Arief Sugiarto Denpasar: Pertahankan Spesies, Cetak Kualitas Lomba

KONBUR Tayang

:

Mulai melakukan perburuan love bird warna sejak tahun 2016, hingga akhirnya menemukan Semox yang fenomenal membuat Arief Sugiarto menambatkan hatinya menekuni serius dunia ternak love bird warna. Berbekal dari basic beternak perkutut yang sudah lama ditekuninya, Arief Sugiarto mulai mengembangkan peternakan love bird warna yang akhirnya banyak menetaskan anakan yang moncer di arena beauty contest.

atb

SEMOX: Sang Jawara yang Menjadi Basic Blood Spesies Fischeri di ATB BF

Semox berdarah impor yang didapatkan awal tahun 2017 dengan harga yang cukup fantastis dicoba di berbagai kontes yang ada di Indonesia. Burung yang masuk spesies fischeri dengan postur tubuh besar dan ideal ini langsung mendominasi juara dari Jabar hingga Bali. Di antaranya juara 1 di KLI Cup V sekaligus juara BOB, juara BOB di Lamongan, juara 1 dan BOB di Banyuwangi, juara 1 dan BOB di Bupati Badung Giri Prasta Cup, juara 1 di Pahlawan Cup Surabaya dll.

atb

ATB BF : Banyak Moncerkan Jagoan di Arena Beauty Contest

Semox yang berjenis kelamin betina ini dikawinkan dengan beberapa pejantan  di antaranya turquoise, opaline, dan juga green ficheri yang memeliki identitas spesies yang jelas, begitu juga warnanya sehingga diharapkan menghasilkan kualitas lomba. Baik marking, garis, postur dan lain-lainnya.

atb

INDUKAN: Di ATB BF Siap Tetaskan Anakan Lomba

Terbukti dari perkawinannya dengan beberapa pejantan super menghasilkan anakan yang mampu berbicara di arena beauty contest. Sederet anakan Semox sukses juara seperti di Road to KLI Cup Community Week Park 23 di Tuban meraih juara BOB termasuk di beauty contest 2ND Anniversary GP2S Denpasar belum lama ini. Beberapa anakan Semox tidak saja dikembangkan di Bali juga ada yang sudah keluar sampai ke Jakarta, Samarinda, Madiun, Sulawesi Selatan. Rata-rata diternak sebagai basic spesies.

ARIEF SUGIARTO: Sang Mekanik ATB BF

Selain Semox yang menjadi basic blood di spesies fischeri, ATB BF juga mengantongi green personata  yang diberi nama Buldoser (jantan) yang sempat juara di KLI Cup VI di Surabaya. Namun Arief buru-buru mengawinkan dengan betina unggul dan kini sudah mulai bertelur. ‘’Spesies yang unggul memang kami masukkan ke kandang untuk mendapatkan anakan yang super,’’ ujar Arief.

Baca Juga  Rabu Ceria di Sarang Love Bird GP2S Denpasar: Breed Speed, Bonglet dan Srikandi Terbaik

atb

MUTASI: Di ATB BF Mutasi Tetap Mempertahankan Spesies Aslinya

Love bird klep ada empat jenis fischeri, personata, nyasa, dan black cheehed. Namun di ATB BF hanya mengembangkan tiga jenis kecuali black cheehed. Dari spesies fischeri termasuk dari indukan Semox selain mengembangkan basic blood spesies fischeri juga mencetak mutasi tanpa meninggalkan spesies aslinya. Di antaranya muncul mutasi violet, dominan pied, dominan edge, turquoise, opaline, euwing.

atb

MR. BUDI BAGERO: Banyak Belajar dari ATB BF

Sedangkan dari personata termasuk pejantan Buldozer muncul violet, euwing, dominan pied dan turquoise. Dari spesies Nyasa muncul green dan dominan pied. ‘’Apa yang kami tetaskan di ATB BF, lebih banyak menyempurnakan sesuai dengan aslinya,’’ ujar Arief seraya menegaskan mengembangkan love bird kualitas lomba membutuhkan pemahaman yang benar.  Pertama memperhatikan spesies, kemudian marking, garisnya, warna, postur tubuh atau anatomi,  tingkah laku atau karakter dll. Karena itu, setiap perkawinan selalu memiliki silsilah keturunan yang jelas untuk memudahkan beternak terutama masalah galur murni.

atb

ATB BF: Arief Sugiarto Konsisten Berorientasi Konservasi

Apa pun mutasinya yang penting identitasnya jelas. Ibaratkan kalau spesies itu peragawannya atau modelnya, sedangkan kalau mutasi bajunya. Kadang-kadang di Indonesia orang kebalik. Orang mencari mutasinya tak peduli spesiesnya. Padahal kalau mengacu internasional mereka idenya konservasi. Mereka mempertahankan bentuk aslinya. ‘’Bayangkan jika kita tidak memperhatikan konservasi maka anak cucu kita tidak akan bisa melihat fischeri atau personata yang benar,’’ tegas Arief. Karena acuannya konservasi maka lombanya pun arahnya ke spesies. Kalau pun mutasi maka spesiesnya pun harus jelas.

atb

PERAWAT: Sang Perawat Sangat Penting untuk Mengkondisikan Burung Agar Siap Ke Arena Lomba

Di ATB BF semuanya serba transparan. Bahkan kakek dan neneknya pun jelas bisa diketahui spesies yang mana dan mana yang dominan atau resesif. Sehingga ketika Jika mencoba menyilangkan maka akan dengan mudah bisa mengetahui warna yang akan muncul. ATB juga tidak pernah berhenti mengembalikan ke basicnya untuk mendapatkan postur tubuh yang lebih besar atau ideal serta yang pasti tidak meninggalkan identitas spesies yang selalu menjadi pedoman utama ATB BF.

Baca Juga  Dewata Cup 1 Tabanan Tembus 1.365 Peserta, Nobatkan 8 Burung Terbaik, Batukaru BC, Tabanan BC dan Two Brother Juara Umum

Apa yang dibangun ATB BF melalui tangan Arief Sugiarto, memang terbukti telah menetaskan anakan-anakan super yang siap berlaga di beauty contest yang kini penggemarnya semakin antusias ke arena.

Namun Arief menggarisbawahi bahwa untuk memotivasi para pemula alangkah baiknya juara 1-3 di latber tidak boleh lagi ikut latber berikutnya. Namun boleh ikut di skala latpres. Begitu juga juara 1-3 di latpres tidak boleh ikut di skala latpres tetapi harus naik ke skala cup dan seterusnya sampai lomba skala nasional. Jika kompetisi seprti ini bisa berjalan dengan baik maka kreativitas dari para penggemar love bird warna akan semakin naik. *kb3

Perawatan Burung Lomba ala ATB BF: Perlakuan Khusus dari Piyik Hingga Bangun Karakter

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Breeding

Asika Canary Agus AF Sidoarjo: Kunci Mencetak Kenari Juara, Indukan Harus Kenari Prestasi

Published

on

Breeding Asika Canary Agus AF Sidoarjo

Asika Canary Agus AF Sidoarjo punya trik khusus dalam mencetak kenari juara meski teknik yang diterapkan sederhana. Bagaimana?

Pernah dengar nama Asika Canary Agus AF? Nama tersebut seakan bukan sesuatu yang asing di telinga kicaumania terutama di kawasan Sidoarjo, Gresik dan Surabaya. Memangnya kenapa? Selidik punya selidik, kenari-kenari jebolan “Asika Canary Agus AF” Sidoarjo adalah langganan masuk nominasi 5 besar di setiap even Latber, Latpres maupun lomba nasional. Bahkan di even bersangkutan, kenari wakil dari Asika Canary kerap merebut juara 1.

Breeding Asika Canary Agus AF Sidoarjo
Yazid dengan kenari hasil breedingnya

Setelah ditelusuri, kenari-kenari unggulan dan langganan juara itu adalah hasil bredingan dari Asika Canary Agus AF sendiri. Wajar saja jikalau di setiap even Latber maupun Latpres, kenari-kenar i Asika Canary juara secara bergantian.

Menurut  Yazid, owner Asika Canary Agus AF, bahwa prestasi kenari-kenari miliknya tidak lepas dari proses breeding yang ia lakukan termasuk tahapan-tahapan pengisian suara yang dilakukan secara tepat. Dengan teknik yang ia pakai, kenari-kenari hasil breedingnya selalu masuk nomiasi. Bahkan banyak pula kenari-kenari darinya yang sudah dipinang kicaumania kerap merebut juara pula.

Breeding Asika Canary Agus AF Sidoarjo
Kenari unggul hasil produksi sendiri.

“Mencetak kenari unggul dan juara seperti ini tidak lepas dari proses breedingnya serta proses pendewasaan kenari bersangkutan, mas. Semuanya harus dilakukan dengan tepat seraya mengarah pada kualitas baik secara fisik maupun suaranya,” kata Yazid di farmnya, Perum Pondok Wage Indah I Sidoarjo beberapa waktu lalu

Sampai saat ini ada 30 kandang kenari di farmnya dan masing-masing telah berproduksi secara aktif. “Dalam satu bulan, pihaknya rata-rata bisa menghasilkan anakan kenari sekitar 50 ekor. Dari 50 ekor anakan itu, 75 persen diantaranya adalah berjenis kelamin jantan dan 25 persen berjenis betina,” papar Yazid seraya berujar  jenis kenari yang dikembangkan Asika Canary sejak tahun 1996 itu adalah Yorkser, F1 dan F2.

Baca Juga  Lastrik BC di Pandawa BC Cup 1 Kutuh Badung: Antarkan Krisna Naik Podium di Kelas Murai

Meski produksinya tinggi, Yazid tidak pusing dalam memasarkan kenari-kenari miliknya karena sudah ada pelanggan dari luar kota dan luar pulau. “Sampai saat ini saya rutin melayani kicaumania dari luar pulau khususnya Palembang, Kalimantan dan Sumatera. Sementara pelanggan dari luar kota dan bersifat rutin adalah dari Yogyakarta.dan Jakarta,” paparnya.

Memang jenis kenari yang getol dikembangan Asika Canary Agus AF adalah Yorkser, F1 dan F2. “Semua itu tidak lepas dari trend di masyakarakat sekarang di mana mereka cenderung menyukai Yorkser, F1 dan F2. Jadi kita fokus pada tiga jenis kenari itu untuk diternakkan. Apalagi banderolnya lumayan mahal,” papar pria lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Breeding Asika Canary Agus AF Sidoarjo
Kenari yang dikawinkan mudah sekali jodoh.

Dalam beternak kenari  “juara”, indukan yang dipakai terutama pejantannya adalah benar-benar memiliki suara unggul seperti rajin gacor serta suara tembakan dan ngerol yang menonjol. “Paling tidak calon induk jantannya adalah mantan juara di lomba,” terang Yazid seraya berujar calon indukan jantan di farmnya sekarang adalah kenari juara seperti Raja Timur, Putra Bentar, Extrada dan lainnya. Sedang calon induk betina dipilih dalam kondisi sehat dan sudah bersuara meski ngeriwik saja.

“Adapun syarat calon induk jantan untuk diternakkan harus sudah birahi, berumur minimal 1,5 tahun, rajin gacor dan sehat. Sebaliknya, calon induk betina harus sudah birahi, berumur 1,5 tahun, berbunyi ngeriwik dan sudah bisa membuat sarang di sangkarnya,” terang pria kelahiran Kebumen itu.

Kalau syarat pejantan dan betina sudah terpenuhi, sekarang tinggal menjodohkan saja di sangkar breeding. Awalnya pejantan dimasukkan ke dalam harian, sedang betina dimasukkan ke dalam sangkar breeding. Di sangkar breeding yang ditempati betina, diberi bahan sarang dari serat daun nanas. Bahan sarang itu cukup diletakkan di alas sangkar. “Kemudian amati kenari betina di sangkarnya. Kalau ia kemudian membuat sarang dengan menata serat daun nanas yang telah kita sediakan, maka kita siap-siap mengawinkannya,” papar Yazid lagi.

Baca Juga  Art Bali Cup 1 Bersama Radjawali di Gianyar, Ajang Perang Bintang di Kelas Murai Batu

Cukup Menempelkan Sangkar Jantan dan Betina Ketika Penjodohan

Setelah diketahui kenari betina telah membuat sarang sendiri di sangkarnya, maka sekarang tinggal mengawinkannya dengan teknik berikut:

  • Sangkar harian yang berisi calon induk jantan ditempelkan dengan sangkar breeding yang berisi calon induk betina.
  • Pintu di sangkar pejantan dan pintu di sangkar betina ditempelkan.
  • Masing-masing pintu di sangkar tersebut kemudian dibuka bersama seraya didempetkan sehingga sangkar pejantan berhubungan dengan sangkar betina. Saat itu burung jantan akan meloncat (pindah) dari sangkarnya untuk menghampiri si betina (di dalam sangkar betina).
  • Sangkar pejantan dan sangkar betina yang saling menempel ini dibiarkan selama 5 menit saja.
  • Andaikan kenari jantan dan betina saling merespon dan akhirnya selalu menempel, maka sangkar betina bisa ditutup pintunya seraya digantang di ruangan yang dikehendaki. Sedang sangkar pejantan diambil seraya ditempatkan di ruangan yang dikehendaki pula.
  • Agar birahi si pejantan dan betina bisa sama-sama tinggi, maka di sangkar breeding (sangkar betina) diberi pakan campuran berupa canary seed, niger seed dan biji sawi. Daun sawi juga digantung di dinding sangkar.
  • Tak lupa ditambah telur puyuh matang yang sudah dibilah menjadi dua bagian. Telur puyuh ini diberikan 1 kali dalam sehari yakni jam 7 pagi.
  • Kenari jantan dan betina akhirnya melakukan perkawinan secara ideal. Sekitar 3 – 7 hari dari perkwinan tadi, induk betina akan bertelur.
  • Jumlah telur yang dihasilkan dalam satu masa produksi berkisar 4 butir.

“Mengisolasi” Pejantan Saat Betina Bertelur

Setelah induk betina bertelur satu butir saja, Yazid menyarankan untuk segera mengangkat pejantannya untuk kemudian dimasukkan ke dalam sangkar asalnya. “Angkat saja pejantannya agar tidak mengganggu dan merusak telur yang sudah dihasilkan,” papar yazid.

Breeding Asika Canary Agus AF Sidoarjo
Anakan kenari “produksi” Asika Canary.

Ketika pejantan dipisah, induk betina akan terus bertelur sampai batas maksimal yakni 4 butir. Kemudian induk betina akan mengerami telur-telurnya itu selama 14 hari. Usai pengeraman, telur akan menetas satu per satu menjadi anakan.

Baca Juga  Gamas Cup II Bersama BnR di Gantangan Mawang Gianyar 21/4: Bak Pesta Rakyat, Petarung Bersaing Ketat Rebut Burung Terbaik

“Biarkan seluruh anakan kenari ini dipelihara oleh induknya sampai bisa memakan makannya sendiri.  Waktu yang dibutuhan sang induk hingga sang anakan bisa memakan pakannya sendiri sekitar 1 bulanan,” papar Yazid.

Breeding Asika Canary Agus AF Sidoarjo
Anakan yang sudah dimaster, sudah banyak dipesan kicaumania.

Saat mengasuh anak-anaknya itu, di dalam sangkar breeding perlu diberi pakan tambahan berupa telur ayam kampung yang sudah masak. “Telur ayam kampung ini dibilah menjadi dua bagian dan ditaruh dalam kondisi terbuka. Telur ayam kampung ini nantinya akan dilolohkan sang induk kepada anak-anaknya sampai dewasa atau sampai bisa memakan pakannya sendiri,” terang Yazid detail.

Lanjutkan Membaca

Breeding

U-10 Bird Farm Jakarta: Anakan Murainya Semakin Berkualitas Setelah Disupport Indukan Terbaik dari Mr.Yusuf Chen

Published

on

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Mr.Uten

Sudah hampir 3 tahun  U-10 (baca: Uten) Bird Farm menangkar murai batu. Produknya yang berkualitas membuatnya banyak diminati murai batu mania Jabodetabek dan sekitarnya. Anakannya semakin berkualitas setelah ditambah materi indukan ungggulan dari Mr Chen.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Mr.Yusuf Chen Suport Materi Terbaik

Dengan bertambahnya materi indukan terbaik dari Mr.Yusuf ini semakin menambah kualitas produk-produk U-10 BF. Anakannya bagus-bagus, ini yang membuat peminatnya terus bertambah. “Mudah-mudahan nanti anakan dari indukan materi terbaru berprestasi,” harap dia.

Sebelum menangkar dia memang berlatarbelakang pemain lomba, Meskipun kesehariannya dia berprofesi sebagai guru di salah satu SMK di Jakarta dia masih bisa menyempatkan waktunya untuk budidaya murai batu.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Anakan Bandit

Uten yang mengawali penangkarannya dari hobinya sebagai pemain murai batu dia lebih faham menentukan calon indukan pejantan yang berkualitas. Dari pengalamannya sebagai pemain ini yang membuatnya berhasil mencetak anakan sesuai selera para pelanggannya yang umumnya kalangan pemain lomba.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Anakan Kombes

Tidak banyak indukan yang diternakannya saat memulai menangkar, tidak lebih dari 4 pasang. Namun, meskipun hanya segelintir pasangan indukannya, dia cukup selektif dalam memilih indukan betinanya.

Ketika mengawali menangkar, beberapa peternak disambanginya hanya untuk mendapatkan calon indukan betina pilihan sesuai seleranya, dan akhirnya memang terbukti. “Alhamdulillah, anakannya bagus-bagus,” jelasnya.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Anakan Banci

Baginya, meskipun indukannya sedikit yang penting hasilnya berkualitas. Ini yang membuat Mr.Yusuf Chen tertarik untuk bekerjasama menyediakan beberapa materi indukan pejantan unggulan yang biasa diturunkannya di lomba dengan sejumlah prestasi, seperti Bandit, Kombes dan Brandal untuk diternakan di U-10 BF, yang kini sudah mulai produksi.

Ketiganya kini melengkapi penangkaran U-10 BF dari beberapa indukan lamanya  yang sudah berjalan diantaranya Galaksi, Banci (double Z), Suarez dan Prabu yang sudah lebih dulu banyak mencetak anakan berkualitas.

Baca Juga  Semarak LB Mania Sambut Tahun Baru 2019 di Selasa Spesial De Gadjah Denpasar: Negro dan Pesona A99 Tampil Edan

Anakan Dibesarkan Indukan

Penangkaran U-10 BF  dibangun dengan kandang bersahaja dikediamannya Jl. H Shibi Rt 08/Rw01 No 17, (WA 081386110292) Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatann, kandang petak dibuat beberapa petak kandang kawat masing-masing berukuran lebar 1,2 meter  x panjang 1,8  meter x tinggi 2,7 meter.   

Dengan menggunakan kawat halus masing-masing petaknya ditutup antara satu kandang dengan kandang lainnya. Antara pasangan satu dengan yang lainnya tidak saling melihat.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Indukan Pejantan Galaxy

Proses penjodohannya, lazimnya dilakukan peternak pada umumnya, salah satu calon pasangan (induka betina) yang sudah memasuki umur di atas 9 bulan ditempatkan di sangkar di dalam kandang ternak. Dibiarkan agar keduanya saling mengenal satu sama lain, butuh paling lama satu minggu, selanjutnya disatukan bilamana keduanya sudah tampak rukun berduaan, ditandai sang pejantan ang selalu mendekati calon pasangannya yang ditempatkan di sangkar.

Kotak sarang disediakan, dilengkapi bak mandinya yang selalu dilengkapi air bersih. Kebutuhan pakan utama hanya jangkrik diberikan sebanyak-banyaknya, ditambah kroto dan cacing.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Indukan Pejantan Bandit

Dengan diberikan cacing selain menambah protein hewani yang membuat sang indukan lebih produktif. Pasangan indukan akan berproduksi 2-3 butir telur dan setelah menetas biasanya diasuh sang indukan 7-8 hari.

Anakan  dibersarkan oleh indukannya, hingga bisa makan sendiri. Setelah dipanen, anakan dirawat pemilik, hingga besar. Kebutuhan pakan selain jangkrik anakan juga diberi selingan beberapa ekor cacing. Selama masa pembesaran anakan ditempel jenis-jenis burung masteran atau isian seperti celilin, srindit, lovebird, cucak jenggot, branjangan, platuk, pentet, kinoy, dan lainnya.

Memasuki umur 3 bulan anakan sudah bisa dipasarkan. Harga anakan yang dibanderolnya saat ini dikisaran Rp 3 juta hingga Rp 5 juta untuk seekor anakan trotolan. Kini dia juga bergabung dengan APBN sebuah asosiasi penangkaran burung ditanah air. Bagi kicaumania yang ingin mencoba produknya bisa mengontaknya langsung dialamat diatas. *kb4.

Baca Juga  Gamas Cup II Bersama BnR di Gantangan Mawang Gianyar 21/4: Bak Pesta Rakyat, Petarung Bersaing Ketat Rebut Burung Terbaik

Lanjutkan Membaca

Breeding

Kelompok Jalak Bali Manistutu Jembrana: Galakkan Konservasi Wujudkan Wisata Akrab Lingkungan

Published

on

ma
KETUA DPRD JEMBRANA: Siap Dukung Program Kelompk Jaman Manistutu Bali Kauh Kembangkan Eko Wisata

Dilatarbelakangi potensi alam yang sangat mendukung di wilayah Desa Manistutu Kecamatan Melaya Jembrana, tidak kurang dari 32 masyarakat setempat menyatukan diri membentuk Kelompok Jalak Bali Manistutu Bali Kauh pada awal Januari 2019 lalu. Mereka tidak mau berpangku tangan melihat kekayaan alam yang ada di daerahnya yang dibiarkan terbengkalai. Ketut Ariasa yang didaulat sebagai ketua dibantu Made Wirama sebagai sekretaris dan Ketut Sumantra sebagai bendahara bersama anggota lainnya menyatukan diri mengembangkan wisata yang akrab lingkungan di Desa Manistutu. Selaras dengan program Jembrana pokdarwis yakni kelompok sadar wisata.

ma
KETUA PBI CABANG JEMBRANA BUDI DARMA: Bersama Pengurus Kelompok Jaman Bali Kauh Kembangbiakkan Jalak Bali di Manistutu Dukung Eko Wisata

Kelompok Jaman Bali Kauh kini baru mengembangkan empat objek wisata. Pertama, menyajikan paket wisata jegog, tari makepung dan tari Jalak Bali. Kedua, wisata makepung lampit, sebuah atraksi  lomba makepung yang digelar di lahan sawah berair yang digelar tergantung pemesanan dari wisatawan. Ketiga, pengembangbiakan jalak bali serta keempat, wisata off road yang kini sudah mulai didatangi pecinta off road dari seluruh Indonesia.

Khusus konservasi jalak bali yang kini konsen dikembangkan di Manistutu, Kelompok Jaman Bali Kauh membawa missi dan visi menjaga, melestarikan dan mengembangbiakkan burung jalak bali di habitat di Bali Barat khususnya di Desa Manistutu. Saat ini telah dikembangkan tiga pasang indukan jalak bali oleh Made Wirama, Ketut Darta, Ketut Master dan Putu Astawa. Ketiga indukan jalak bali ini sumbangan dari Ketua PBI Cabang Jembrana Budi Darma, Nandra dan Ketut Jiwa. ‘’Sebenarnya kami masih membutuhkan banyak indukan agar seluruh anggota bisa ikut serta,’’ ujar Ketut Master.

ma
SUGIASA: Punya Kepedulian Besar Terhadap Dunia Perburungan di Jembrana

Untuk menambah indukan, kelompok Jaman Bali Kauh akan memohon bantuan kepada semua pihak yang peduli terhadap konservasi jalak bali seperti ke PCB, Taman Safari, instansi BUMN dan tentunya Pemerintah Daerah Kabupaten Jembrana. Termasuk juga berharap bantuan dari dana desa yang dikucurkan setiap tahun.

Baca Juga  Tut De Ariana JBT di BnR Tabanan Cup 1: Boom Bali dan Celoteh Bikin Ulah

Sementara itu pada 14 Maret mendatang, Kelompok Jaman Bali Kauh bakal mendapat bantuan 2 pasang indukan jalak bali dari pengusaha bernama Heri T dari Kalimantan Tengah. ‘’Kami juga berharap bantuan datang dari penggemar burung yang ada di Bali,’’ harap Ketut Master.

Kelompok Jaman Bali Kauh semakin bersemangat ketika bertemu muka dengan Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ketut Sugiasa, SH M.Si pada perhelatan Bongkar Cup 1, Minggu, 24 Februari 2019 di gantangan Pasti Puas Negara. Sugiasa pada kesempatan itu menyambut baik semangat Kelompok Jaman Bali Kauh yang membangun daerahnya sendiri menjadi objek wisata alam khususnya mengembangkan jalak bali. ‘’Kami mendukung penuh program itu,’’ terang Sugiasa yang meminta agar kelompok ini segera mengajukan surat ke dewan.

Untuk mewujudkan program eko wisata khususnya pelestarian jalak bali, masyarakat mesti berkolaborasi dengan pihak terkait seperti dinas kehutanan dan lingkungan hidup, KSDA, pertanian dll. Sehingga kelak konservasi ini bisa berjalan selaras. Ketika melepas jalak bali di alam dipastikan ketersediaan akan makanan sehingga jalak bali bisa survive di alam. ‘’Ayo, segera bersurat dan saya tunggu,’’ minta Sugiasa yang punya kepedulian besar terhadap masalah lingkungan hidup.

ma
SUGIASA – BUDI DARMA: Satu Visi Tumbuhkan Semangat Kepedulian Terhadap Alam dan Lingkungan

Hal yang sama juga dilontarkan Ketua PBI Cabang Jembrana Budi Darma yang kini menjadi calon legislatif dari Partai Perindo. Budi Darma hampir sebagian hidupnya diabdikan di dunia konservasi. Sebagai Ketua Pelestari Burung Indonesia (PBI) yang marwahnya pelestarian, banyak mendorong lahirnya peternak burung di Jembrana yang tidak saja berdampak besar mengurangi pengambilan burung di alam juga menjadi sumber perekonomian keluarga. ‘’Ke depan kami berharap besar, habitat jalak bali tidak saja di wilayah Bali Barat tetapi juga di seluruh wilayah Jembrana,’’ harap Budi Darma. *kb3

Baca Juga  Art Bali Cup 1 Bersama Radjawali di Gianyar, Ajang Perang Bintang di Kelas Murai Batu

Lanjutkan Membaca