May Siswa Yudarana Tokoh Burung Situbondo, Pendongkrak Kelas Cendet dan Branjangan Meninggal Dunia

Yuda beberaoa tahun ini masih tetap turun lomba meski dikelas lokalan

Pagi tadi pagi dimedia sosial WhatstApp kicaumania beredar kabar duka tentang meninggalnya sosok pria kurus akrab dipanggil Yuda. Pria yang punya nama lengkap May Siswa Yudarana meninggal hari senen (4/5) malam setelah Magrib di RSUD Situbondo, pria yang dikenal tokohnya burung di Situbondo meninggalkan satu putra dua putri, yang dua diantaranya sudah mandiri.

Barangkali sekarang ini Sosok Yuda asing bagi kicaumania, tapi tapi bagi kicaumania yang menerjuni lomba  burung sejak tahun 95 an, pasti kenal dengannya. Pasalnya pria yang tinggal di Jl. Madura 88 Situbondo termasuk tokoh yang inspiratif dan konsisten dalam menekuni hobi burung mulai muda hinngga akhir hayatnya.

Ia juga termasuk salah satu tokoh burung yang mampu membawa nama Situbondo dikancah perburungan nasional. Lewat team yang bernama The Big Six yang didirikan awal tahun 1995 bersama tujuh tokoh Situbondo, Yuda bersama rekan sukses menjadikan perburungan Situbondo awalnya kurang diperhitungkan menjadi disegani, setelah burung burung tokoh The Big Six sering masuk juara.

Dalam perjalanan waktu the Big Six benar benar menjadi team yang tangguh yang mmampu bersaing dengan banyak team besar lain dalam perebutan juara umum Team. Penulis ingat saat lomba besar Sakura Cup th 1997 di Denpasar Bali yang memberikan hadiah mobil Timor dan Trophy exclusive ukiran khas Bali, the Big Six ikut mensupport kicaumania Situbondo untuk ramai ramai meluruk ke Sakura Cup.

Cukup banyak sebenarnya kesan yang bisa diceritakan dari sosok Yuda, tapi menulis mencoba mengingatkan dengan beberapa saja yakni ia termasuk tokoh yang mempopulerkan kelas Cendet dan Branjangan dilomba yang digelar ditanah air. Sekitar tahun 1997 an kelas cendet sebelum bomming dan  menjadi kelas bergengsi, Yuda salah satu tokoh yang bersemangat meramaikan kelas Cendet. Ia dan rekan teamnya the Big Six selalu membawa banyak cendet kesetiap lomba.

Foto kenangan Yudarana bersama sang Istri Sofi

Baru sekitar tahun 2004 an, saat kelas cendet Bomming banyak cendet-cendet asal Situbondo diburu oleh banyak tokoh burung dari berbagai kota di tanah air, ditambah lagi Cendet Mayoret milik Yuda saat itu sulit mendapatkan lawan alias sering juara, menjadikan banyak tokoh burung dari Jakarta, Semarang dan lainnya berburu cendet dari Situbondo.

Saat bomming itulah Cendet asal Situbondo paling dicari karena diyakini memiliki napas panjang, volumenya kristal dan mentalnya bagus. Karena banyaknya peminat Cendet asal Situbondo, mennjadikan populasi Cendet di Situbondo sempat susut banyak alias nyaris habis karena terus diburu oleh pemikat. Setelah sulit mencari cendet dari Situbondo barulah orang melirik cendet asal Madura yang memiliki iklim mirip Situbondo.

Kemudian sekitar awal tahun 2000 an saat banyak Branjangan di Situbondo, Yuda yang sejak muda memang suka burung muncul ide untuk melombakan kelas Branjangan sendiri, niatnya untuk mengangkat harga Branjangan yang saat itu banyak dipelihara masyarakat Situbondo dikampung kampung. Ia yakin bisa populer karena Branjangan memiliki lagu yang enak didengar dan miji miji,  populasinya saat i tu sangat banyak di kebun sekitar rumah atau kebun tebu.

Secara perlahan tapi pasti akhirnya kelas Branjangan meledak sekitar tahun 2002 an, yang saat sosok Yuda menjabat ketua PBI cabang Situbondo periode tahun 2000 – 2003 an. Karena Branjangan asal Situbondo yang dibawa Yuda bersama rekan The Big Six sering juara, akhirnya banyak tokoh dari berbagai kota besar berburu jagoan dari sana. Dampaknya harga branjangan asal Situbondo langsung terangkat, bahkan Branjangan yang sudah sering juara harganya melejit hingga puluhan juta rupiah.

Karena banyaknya penggemar asal Situbondo meski harganya lebih tinggi dari daerah lain, menjadikan para pemburu makin giat menjaring Branjangan. Saat branjangan di Situbondo habis baru pedagang Branjangan diberbagai kota besar mendatangkan dari NTT. Selama menekuni hobi burung banyak yang telah diperbuat Yuda termasuk sukses menangkar berbagai jenis burung termasuk Tledekan. Selamat jalan kawan semoga semua amal kebaikanmu diterima disisi Alloh SWT, dan Khusnul Khotimah. Penulis adalah mengenal Yuda cukup dekat karena sering bertandang dirumahnya sejak tahun tahun 1994.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here