Menelisik Perkembangan Area Konservasi Kota Madiun bersama Mr. Catur, Ketua PBI Cab. Madiun

Menelisik Komplek Area Konservasi Burung di kota Madiun ada yang beda di banding beberapa waktu lalu sebelum resmi di jadikan area konservasi.

Beberapa jenis burung terlihat semakin banyak di Komplek Area Konservasi Madiun, tepatnya di komplek Perhutani Corporate University, atau Pusat Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Pusdikbang SDM) Cabang Madiun di Jl. Rimba Mulya No. 11 Madiun.

Glatik Jawa terlihat nyaman dengan alam di kawasan area konservasi Madiun.

Gelatik Jawa atau nama ilmiahnya Padda oryzivora, gini hidup dan berkeliaran dibeberapa sudut area konservasi tersebut. Walau ada di tengah-tengah kota Madiun, namun mereka tetap bisa bebas, hidup dan berkembang biak di alam.

Glatik Jawa, oleh IUCN masuk daftar redlist status Terancam VU (vulnerable/rentan) dan mulai jarang ditemukan di alam bebas.

Area Konservasi Burung Madiun Kluster Perhutani Madiun sendiri diresmikan oleh Walikota Madiun, Maidi, pada awal Januari 2020, yang digagas oleh Perum Perhutani dan Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Madiun. Bahkan pada waktu itu pengurus PBI Pusat, H.M. Samsul hadi (sie bidang penangkaran) dan PBI Pengda Jatim, Budi (korlap) juga menyempatkan hadir dalam pembukaannya.

Kawasan konservasi Jl. Rimba Mulya Madiun menjadi kawasan ramah untuk burung di Madiun.

Ketua PBI Madiun saat di temui pada Selasa (5/5/2020) terkait perkembangan area tersebut mengatakan sangat senang karena burung yang dilepasliarkan sekarang bisa tumbuh dan bisa beradaptasi dengan baik di lingkungannya.

“Senang tentunya, sekarang ada tempat yang bisa di jadikan untuk berkembangbiak dengan aman dan ramah bagi burung-burung seperti Glatik Jawa misalnya. Orang yang berkunjung kesini sekarang bisa dengan mudah melihatnya, “ucap Catur Putsal.

Lebih lanjut ketua PBI Madiun tersebut mengatakan, dalam rangka kelestarian alam di Madiun, burung ini secara bersama-sama diupayakan untuk dilindungi bersama antara Perhutani dengan PBI Cabang Madiun.

“Tetap dalam pengawasan PBI dan Perhutani, nanti kedepan mungkin bisa ditambah lagi dengan jenis-jenis burung yang lainnya. Ya, harapan kami tentu dengan adanya area konservasi ini burung-burung yang sudah langka atau yang hampir punah bisa kami selamatkan agar tetap ada dan menjadi kekayaan keanekaraganan hayati untuk negeri ini, “pungkasnya.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here