Intip Kegiatan Dwi Jalu SF Kediri, Tetap Ikhlas dan Jalani Hobi Di Rumah

Dwi Jalu Kediri, kumpulkan trophy juara bergengsi dari banyak jagoanya

Hampir tak pernah absen di berbagai even akbar hingga kolosal lintas blok, menjadikan nama Dwi Jalu kian melejit di kalangan dunia perburungan tanah air. Apalagi targetnya selama ini untuk berburu prestasi pun nyaris tak pernah meleset.

Namun dengan rehatnya hingar bingar dunia perburungan khususnya di perlombaan burung berkicau yang menjadi target seorang Dwi Jalu itupun terpaksa harus ditunda. Lantas bagaimana bos dari Jalu SF ini menyikapi kondisi perburungan saat ini di tengah pandemi Covid 19 ?

“Yang pasti kita cukup prihatin, tapi ini memang tidak hanya menjadi bencana Indonesia tapi juga dunia, sehingga kita harus menerimanya dengan ikhlas dan mematuhi segala peraturan pemerintah agar virus ini dapat segera teratasi, sehingga kondisi yang sangat tidak kondusif ini bisa segera reda dan bisa kembali normal,” ungkap Dwi Jalu yang juga lagi menjalankan usaha produksi plywood atau triplek.

Dengan begitu, dunia perburungan yang lagi vakum ini bisa diharapkan bangkit dan meriah kembali dalam waktu dekat. Alhasil, hobinya di dunia perburungan terutama dalam perburuannya mengoleksi tropi-tropi juara di even-even akbar hingga kolosal pun akan kembali tersalurkan.

“Yang terpenting dalam kondisi saat ini adalah gimana agar kita tetap menjaga stamina burung-burung yang kita miliki tetap fit, sehingga ketika dunia burung kembali bangkit maka burung-burung kitapun siap untuk bertarung lagi,” ujar Dwi yang mengaku bahwa dengan kondisi saat ini justru membuatnya waktu berkumpul dengan keluarga jadi lebih lama, selain merawat sendiri beberapa burung andalan yang ada di rumahnya yang bertkp di Kunjang Kediri.

Perawatan harian dan kualitas pakan jadi faktor utama antarkan jago jago Dewi Jalu berprestasi dibanyak lomba besar

Terutama di tengah kondisi cuaca yang kebetulan tidak menentu saat ini, yang tentunya sangat berpengaruh dengan kondisi burung yang rawan ngedrop. Untuk itu, pola pakan dan perawatan harian memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga tubuh burung tetap fit dan prima.

“Untuk pola pakan seperti pemberian jangkrik, kroto hingga voer sih tidak ada yang berubah dan disesuaikan dengan kebiasaan masing-masing burung. Begitu juga dengan penjemuran yang rutin dilakukan setiap paginya,” celetuk Dwi pemilik beberapa burung yang menjadi ikonnya seperti MB Halilintar, MB Kresno, MB Superboy, MB Kingdom, MB Republik, Kacer Raja Getar, Kacer ring Romeo dan Kacer Brantas serta Lovebird Ramayana dan LB Sogol hingga Tledekan Banzer.

Selain itu, yang terpenting menurut Dwi yakni gimana caranya agar burung-burung khususnya Murai Batu dan Kacer bisa tetap melampiaskan birahinya di tengah rehatnya pada ajang perlombaan. Adalah dengan rutin menaruhnya pada kandang tenggaran setiap pagi hingga siang hari.

“Ya setidaknya kalau burung ditaruh di tenggaran menjadikannya sedikit lebih bebas, entah itu beterbangan atau pun mandi dengan sendirinya. Ibarat kalau manusia itu ya refresing sembari olahraga,” celetuk Dwi Jalu seraya berucap bahwa dengan terjaganya kondisi burung yang tetap fit dan prima, maka burung pun akan selalu siap untuk bertarung kembali di lapangan.

Senada dengan perawatan terhadap Murai Batu, untuk perawatan Kacer nyaris tak berbeda jauh mulai dari pengurangan EF nya hingga menaruhnya dalam kandang tenggaran. Namun sesekali juga melakukan treck bersama dengan beberapa penghobi Kacer yang rumahnya tak jauh dari kediamannya.

Dalam kesempatannya, Dwi Jalu juga berharap agar bencana ini dapat segera berakhir sehingga aktifitas dunia perburungan kembali meriah dan perputaran perekonomian terbesar di dunia hobi itu kembali bergejolak. “Yang terpenting saat ini, rekan-rekan sesama hobi tetap diberi kesehatan dan keberkahan serta kemudahan dalam mencari rejeki,” tutupnya.

Raja getar halilintar kresno kacer ring romeo. Superboy, republik kingdom, virus murai, cendet komando n wiro n tledekan benzer n kacer brantas, lb ramayana n sogol.

Melampiaskan birahi agar bebas, mandi sendiri ibarat manusia refresing. Menjaga kondisi n mandi spt biasa n rawatan harian.

“Ya kegiatan kami lebih banyak di rumah saja sembari menjalankan perusahaan seperti biasa dan merawat burung-burung aja,” ujar Dwi Jalu yang juga lagi menjalankan usaha produksi plywood.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here