EvolutionWriters Coupon 2019 wish
Ribuan Kicaumania dan puluhan kuli tinta, hari ini Minggu 11 Maret 2018. Hadir memenuhi area yang sangat-sangat representatif yaitu Kebun Raya Bogor. Bahkan ini merupakan sejarah baru bagi dunia perburungan Indonesia. Pasalnya even nasional bertajuk “Piala Presiden Jokowi”, selain ditempatkan di area yang sangat seteril bagi khalayak umum. Even yang didukung oleh banyak lintas Event […]" /> EvolutionWriters Coupon 2019 wish
Ribuan Kicaumania dan puluhan kuli tinta, hari ini Minggu 11 Maret 2018. Hadir memenuhi area yang sangat-sangat representatif yaitu Kebun Raya Bogor. Bahkan ini merupakan sejarah baru bagi dunia perburungan Indonesia. Pasalnya even nasional bertajuk “Piala Presiden Jokowi”, selain ditempatkan di area yang sangat seteril bagi khalayak umum. Even yang didukung oleh banyak lintas Event […]"> Dibuka Presiden Jokowi, Murai Kitaro Curi Kemenangan Awal - Kontesburung.com EvolutionWriters Coupon 2019 wish
Ribuan Kicaumania dan puluhan kuli tinta, hari ini Minggu 11 Maret 2018. Hadir memenuhi area yang sangat-sangat representatif yaitu Kebun Raya Bogor. Bahkan ini merupakan sejarah baru bagi dunia perburungan Indonesia. Pasalnya even nasional bertajuk “Piala Presiden Jokowi”, selain ditempatkan di area yang sangat seteril bagi khalayak umum. Even yang didukung oleh banyak lintas Event …" /> EvolutionWriters Coupon 2019 wish
Ribuan Kicaumania dan puluhan kuli tinta, hari ini Minggu 11 Maret 2018. Hadir memenuhi area yang sangat-sangat representatif yaitu Kebun Raya Bogor. Bahkan ini merupakan sejarah baru bagi dunia perburungan Indonesia. Pasalnya even nasional bertajuk “Piala Presiden Jokowi”, selain ditempatkan di area yang sangat seteril bagi khalayak umum. Even yang didukung oleh banyak lintas Event […]" />
Connect with us

News

Dibuka Presiden Jokowi, Murai Kitaro Curi Kemenangan Awal

KONBUR Tayang

:

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Juara Murai Batu Ring BnR

skills food EvolutionWriters Coupon 2019 wish
Ribuan Kicaumania dan puluhan kuli tinta, hari ini Minggu 11 Maret 2018. Hadir memenuhi area yang sangat-sangat representatif yaitu Kebun Raya Bogor. Bahkan ini merupakan sejarah baru bagi dunia perburungan Indonesia. Pasalnya even nasional bertajuk “Piala Presiden Jokowi”, selain ditempatkan di area yang sangat seteril bagi khalayak umum.

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Pelepasan Burung

PELEPANSAN BURUNG OLEH PRESIDEN JOKOWI: Tanda dbiukanay lomba

illustration www-groups.dcs.st-and.ac.uk essays Free
Even yang didukung oleh banyak lintas Event Organizer (EO) besar ini, juga dibuka langsung oleh Presiden Jokowi sendiri. Dan tepat  pukul 08.00 WIB, Presiden Jokowi yang didampingi oleh beberapa staf kepresiden. Seperti Menteri KLH  Siti Nurbaya,Teten Masduki dan juga ada Bang Boy selaku Presiden BnR sebagai EO penyelenggara membuka resmi acara tersebut.

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Penjagaan Panpanpres

RING-1 : Penjagaanya cukup ketat oleh Pampanpres

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Para EO

DIDUKUNG BANAYK EO : BnR, Ronggolawe, Radjawali, Indo jaya Nusantara, Oriq jaya, Silabur, BBF, New Rullet dan EO lainyya

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto tim Juri dan Korlap BNR

Dikawal oelh 6 Korlap dan 25 lebih juri BnR

essays yankees Online Assignment Help. The Benefits of Academic Writing Services for Students uk vs and
Dalam sambutanya, Presiden Jokowi sangat mendukung sekali dengan gelaran ini. Karena menurutnya, selain diimbangi dengan pelestarian berupa penangkaran. Nilai ekonomi dari hobi burung ini sangat besar. Insdutri sangakar juga bergerak, jual pakan serta dari hasil penangkaran itu sendiri.

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Para awak Media

KULI TINTA : Diliput oleh puluhan media cetak, online dan tv

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Murai Mania

PARA NURAI MANIA : Siap menggantang sebagai sesi pembuka

company final narrative skills final of We provide great academic assistance
Bahkan perputaran dari industri burung ini senilai 1,7 triliyun dan turut memacu pertumbuhan ekonomi sektor ini. “Sebetulnnya saya hobi burung sudah sejak lama. Tapi yang sering beli burung ibu Jokowi istri saya dan anak saya Kahyang. Dan saya hanya menikmati saja. Tadi yang juara murai saya tawar, tapi sama pemilinya gak di jual,” tutur Persiden kepada awak media kontesburung.com ini.

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Presiden Jokowi

PRESIDEN JOKOWI : Saat akan menuju dan menggantang kelas murai

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Presiden Jokowi

PRESIDEN JOKOWI : Saat menyaksikan panasnya persaingan kelas murai

essays admission.universityofcalifornia favourite How essays uk illustration
Lomba yang dibuka pertama di Lapangan -A Murai Batu ring BnR dan di Lapangan-B kelas Branjangan. Sesi murai yang paling banyak pesertanya, memang jadi kelas yang sangat bergengsi. Sehingga tak keliru kalau banyak jawara-jawara murai tanah air yang sengaja hadir untuk membuktikan diri di Piala Presiden ini.

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Kelas Murai

SESI PEMBUKA KELAS MURAI : Full gantangan

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto Mr-Dede menerima tropy dari Presiden

Mr.DEDE BREBES : Saat menerima Tropy dari Pak Jokowi atas kemenangan murai Kitaro

Dan “Kitaro” yang diusung oleh Mr.Dede dari Brebes. Rupanya mampu membutikannya sebagai jawara murai tanah air. Buktinya, meski dikepung oleh puluhan jago-jago murai papan atas. Namun “Kitaro” mampu lolos dan berhasil mencuri kemengan pertama di sesi Murai Baru Ring BnR.

Kontes Burung,Jakarta Piala Presiden Jokowi,Foto hadiah Utama

HADIAH UTAMA MOBIL ERTIGA : Siapa yang beruntung nanti

Sedangkan “Mahadewa” yang jadi andalan Mr.Dedi Jaya Ban dari Jambi. Juga sukses sebagai runner up di sesi pembuka kelas murai ini. Sementara sampai berita ini dimuat oleh awak kontesburung.com. Lomba masih terus berlangsung, ramai dan sangat ketat persaingannya. Bagaimana hasilnya. Mari kita tunggu berita selanjutnya hanya di media ini.  *tim konbur.

News

Burung Kacamata, Sepi di Lomba Rame di Pasar

Published

on

By

Burung Kacamata
Burung Kacamata, Sepi di Lomba namun ramai di pasar.

Kontesburung.com – Malang, Beberapa tahun ini kelas burung kacamata di arena lomba tidak lagi banyak pesertanya, karenanya belakangan ini banyak penyelenggara lomba yang tidak memasukkan burung kacamata dalam jajaran kelas yang dilombakan. Berbeda dengan saat jaya-jayanya sekitar lima tahun lalu, dimana kelas burung kecil ini selalu penuh meski dimainkan beberapa kali.

burung kacamata
Kacamata lokal asal Lumajang, harga bakalan lebih mahal

Lalu apakah dengan merosotnya kelas kacamata kemudian dagangan burung bakalan ikut menurun?, menurut pengakuan sebagian pedagang bilang memang ada penurunan dibanding saat rame-ramenya dulu. Waktu rame dulu, ratusan bakalan kacamata datang dari beberapa kota bahkan ada yang datang dari luar pulau, dalam waktu seminggu ludes.

Itupun harganya lumayan bagus dibanding sekarang. Tapi kalau dibanding dengan penjualan burung ocehan jenis yang kecil kecil, penjualan burung kacamata cukup bagus dan tetap banyak peminatnya. Buktinya beberapa pedagang di pasar Burung Splindit Malang, selalu mendatangkan secara rutin burung jenis kacamata, karena lebih mudah laku dibanding jenis yang lain.

Burung Kacamata Mataram
Kacamata asal Mataram bodi lebih besar, warna lebih cerah harga lebih murah

Jenis yang datang menurut pedagang sebut saja namanya Rohana, ada dua jenis Kacamata. Yakni jenis lokal yang biasa dipasok dari kota-kota di sekitar Jawa Timur seperti Lumajang, Banyuwangi dan ada yang dipasok dari kota bagian barat Jawa Timur, tapi jumlahnya tidak banyak.

Satunya lagi adalah jenis yang didatangkan dari pulau Mataram Lombok. Antara yang dari Mataram dan Lokal memiliki perbedaan baik dari ukuran, warna sampai harganya. Kalau dari Mataram ukuranya lebih besar, warnannya hijau terang bersih dan harganya lebih murah yakni sekitar Rp 30 ribu per ekor. Sedangkan yang jenis lokal, ukuran tubuhnya lebih kecil warnanya lebih gelap tapi harganya lebih mahal yakni sekitar Rp 40 ribu.

Mengapa beda harganya? Alasan pedagang, untuk burung kacamata lokal, lagunya lebih enak, volumenya lebih kenceng kalau untuk lomba lebih mantap yang lokal. Karena itu ada pedagang menjual dalam kandang hasil seleksian dengan harga sekitar Rp 65 ribu per ekor. Menurut Suhadi yang ditemui kontesburung.com saat memantau Kacamata dikandang Ombyokan, ia mengaku lebih suka beli yang sudah diseleksi pedagang, meski harganya lebih mahal tapi lebih cepat bunyi saat dipelihara.

Menariknya lagi, meski lombanya jarang, ternyata para pembeli bakalan dipasar cukup banyak juga, karenannya pedagang secara rutin mendatangkan bakalan kacamata.

Dan rata-rata pembeli yang ditemui di pasar mengaku hanya untuk peliharaan di rumah saja bukan untuk lomba. “Daripada pelihara love bird lebih enak pelihara kacamata, karena lagunya enak didengar dan rajin, harganya juga murah, perawatan juga mudah, karena pakannya cuma buah pisang atau pepaya, kalau mau kasih kroto atau voer lebih bagus,” terang Suhadi pria asli Malang yang suka berkunjung ke pasar Splindit.

Lanjutkan Membaca

News

Mulai Ngetren, Tebok Krom dan Kayu Asam Jadi Andalan Pedagang

Published

on

By

Tebok Krom Oriq Jaya
Tebok Krom, tampil mewah dan menarik mulai banyak diburu kicaumania

Kontesburung – Sidoarjo, Perkembangan sangkar dan asesoris sangkar ternyata terus berkembangan pesat, hal itu tentunya akan membuat kicaumania yang suka mengkoleksi sangkar unik, langka dan mewah, akan memburunya. Seperti Tebok Love Bird keluaran Oriq dengan motif krom warna silver dan gold. Yang beberapa waktu lalu dibawa oleh pedagang asesoris di lomba Dewa 99 Medaeng Sidoarjo, sempat menarik perhatian love bird mania.

Dia bawa dua buah saja yakni warna silver dan gold, pertama laku yang silver, setelah mau pulang yang gold juga dibeli. Dengan begitu dua tebok yang diproduksi secara terbatas, laris manis. Menurut pedagang asli Surabaya ini, untuk Tebok krom produksi tidak banyak, karena produksinya agak susah, sementara penggemarnya cukup banyak. Meski harganya lebih mahal dari tebok cetakan pada umumnya, peminatnya cukup banyak.

“Jadi kalau kita dapat kiriman beberapa buah, hari minggu dibawa kelomba habis dilapangan, tapi kalau ada yang tahu sudah datang di rumah, biasanya mereka langsung beli dirumah,” ujar pria yang sering bawa dagangan di arena lomba. Barang apa yang saat ini cukup laku? Menurutnya adalah asesoris seperti tangkringan kayu asam, tempat ,minum, krodong atau asesoris lain yang unik dan kualitasnya bagus, dengan harga yang terjangkau.

Tangkringan Kayu
Pak Jo tangkringan, laris kalau bawa yang bagus.

Banyaknya peminat asesoris di lapangan juga dirasakan oleh Bejo, pedagang tangkringan kayu asam asal Surabaya. Pria yang sering mangkal di Pasar Burung Bratang ini sering berdagang keliling dari lomba satu ke lomba lainnya, dan hanya bawa dagangan berupa kayu asam. Karena kayu asam yang dijual kualitas bagus, kayunya lurus-lurus dan tekturnya tebal. Didukung harganya juga relatif murah, maka wajar bila dagangan pak Jo ini selalu jadi jujugan kicaumania yang butuh tangkringan.

Lanjutkan Membaca

News

Waduh! Perdagangan Burung di Splindit Malang Masih Terasa Lesu

Published

on

By

Pasar Splindit
MULAI LESU. Cak Tam, belakangan ini perdagangan burung masih lesu

Kontesburung.com – Malang, Lesunya perdagangan burung bukan hanya terjadi di arena lomba saja, di pasar burung di banyak kota ternyata tak jauh beda. Hanya karena kebanyakan pedagang sudah menjalani profesinya puluhan tahun, ia enggan berganti profesi lain. Seperti yang dirasakan oleh pria yang akrab dipanggil Cak Tam yang berdagang aneka jenis burung di Pasar burung Splindit Malang.

Pria bertubuh besar ini sudah menekuni berdagang burung, sejak pasar Splindit jumlah pedagangnya belum seramai saat ini. Sebagai pedangan yang berkecimpung puluhan tahun ia mengaku pernah merasakan yang namanya jaman enaknya menjadi pedagang burung. Sebelum tahun 2000 an, perdagangan cukup menjanjikan karena jual beli lancar.

Memasuki tahun 2000 an, meski burung impor seperti Hwa Mei, Pok Say, Pek Ling dan lainnya mulai tidak masuk, jual beli burung dibanyak pasar sempat terganggu, namun hal itu tidak berlangsung lama, karena jenis burung lokal yang dimunculkan diarena lomba cukup banyak, seperti Cucak Rante, Decu, Prenjak, Colibry dan lainnya. Sehingga perdagangan burung di pasar tetap bergairah.

Perdagangan mulai terasa lesu setelah muncul Peraturan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen), tanggal 11 Juli 2018. Yang berisi tentang perlindungan beberapa jenis burung yang selama ini dilombakan dan sudah banyak ditangkar seperti Murai Baru, Jalak Suren, Jalak Bali dan Cucak Hijau. Sejak muncul peraturan itu perdagangan burung hampir drop diberbagai kota di tanah air, termasuk di pasar burung Splindit Malang.

Banyak orang takut beli burung karena takut terhadap sanksi dari peraturan tersebut bila ketahuan memelihara burung yang dilindungi. Meski sudah ada revisi, ternyata menurut beberapa pedagang salah satunya H.Hasan belum berpengaruh positif pada perdagangan burung.

“Saya rasakan selama jadi pedagang burung, ya sejak muncul peraturan itu penjualan burung terasa sepi, meskipun sudah ada revisi dampaknya belum memulihkan seperti sedia kala,” ujar pria yang sudah puluhan tahun menekuni perdagangan Kenari dan Burung Impor pada pada reporter kontesburung.com

Bagaimana dengan perdagangan burung lokal? Menurut Cak Tam sama saja, lesu dan tidak bergairah. Sebagai pedagang yang menyediakan burung muda bakalan, baik yang untuk lomba maupun jenis burung peliharaan lain seperti Beo, Jalak Suren mengaku biasanya setiap hari selalu saja keluar satu dua burung.

Bahkan yang namanye Beo muda setiap hari selalu ada yang laku, sekarang seminggu baru laku dua ekor, begitu juga dengan Jalak Suren, biasanya banyak yang cari untuk Masteran atau untuk peliharaan burung rumahan, tapi sepekan ini burung yang sudah dewasa dan cerewet dijual seharga Rp 500 ribu per ekor belum ada yang terjual.

Kalau burung rumahan sepi, biasanya burung bakalan untuk lomba sebagai penolong bagi pedagang, tapi kali ini, burung bakalan dan burung lomba yang di jual Cak Tam, ikut terseret sepinya penjualan burung, sejak munculnya Permen setahun lalu, padahal lombanya sendiri mulai bergairah. “Harapan kami sebagai pedagang, semoga kedepan ekonomi bisa baik agar lomba burung kembali bergairah dan pembeli burung rumahan kembali normal,” terang Cak Tam.

Lanjutkan Membaca