Cara Mudah Rawat Burung Glatik Batu Tangkapan Hutan Agar Cepat Makan Voer dan Rajin Bunyi

Kontesburung.com – Glatik Batu, begitu penggemar burung menyebutnya. Burung Glatik Batu merupakan burung dengan ukuran bodi yang kecil, kurang lebih sekitar 12 cm dengan ciri khas bulu berwarna abu-abu, hitam, dan putih. Bulu pada areal kepala dan kerongkongan berwarna hitam serta terdapat bercak putih di kedua sisi mukanya.

Sura glatik batu pun tak kalah indah dengan kicauan burung yang lain, namun biasanya selain untuk koleksi, para kicau mania lebih sering menggunakan burung ini untuk dijadikan sebagai mastering burung lain.

Ciri lain Burung glatik batu dibagian sayapnya juga terdapat setrip bulu berwarma putih. Sifat burung ini rajin bergerak, energik, lincah, dan hidup berkelompok atau berkoloni saat sedang mencari makan. Di alam liar, Glatik Batu gemar memakan jenis serangga kecil dan berkebang biak pada saat memasuki bulan April – Juni.

Bagi pemula, untuk membedakan glatik batu jantan dan betina pun caranya cukup mudah, yakni burung glatik jantan mempunyai ciri khas bulu yang berwarna hitam melingkar di leher dan memanjang dibagian dada hingga sampai ke ekor. Sementara pada burung glatik batu betina warna tersebut putus hanya sampai di bagian bawah dada.

Bahkan warna hitam pada bagian dada tersebut juga bisa digunakan untuk membedakan burung glatik batu muda. Karena pada burung jantan meski masih muda warna hitam bergaris di bagian dada sampai ke ekor tersebut sudah ada meski warnanya agak samar.

Dalam perawatannya pun burung glatik batu tergolong mudah dan tidak merepotkan. Cukup dimandikan dengan cara di semprot dan di jemur seperti burung-burung kecil pada umumnya.

Nah, khusus untuk bagi pemula jika ingin memelihara burung glatik batu dari hasil tangkapan hutan, sebaiknya perhatikan hal berikut supaya burung cepat makan voer dan tidak mati.

Pertama, siapkan voer halus (kasar boleh asal jangan ukuran besar) kemudian sediakan ulat hongkong dengan perbandingan 70% ulat hongkong dan 30% untuk voer. Sebaiknya pemberian voer pilih voer yang warnanya mirip dengan warna ulat hongkong (coklat).

Memasuki hari ke dua, takaran ulat hongkong dan voer bisa kita kurangi menjadi 50% : 50%. Kemudian pada hari ke tiga, lakukan lagi perubahan menjadi 70% untuk ulat hongkong dan 30% untuk voer.

Selanjutnya memasuki hari ke empat kita bisa memberinya dengan makanan berupa voer total dan glatik batu sudah mulai belajar makan voer. Namun sebaiknya pemantauan sering dilakukan karena setiap burung memiliki karakter berbeda dan tingkat kesetresan yang berbeda pula.

Setelah glatik batu mulai makan voer total, tahap selanjutnya agar burung cepat mau bunyi lakukan juga pengembunan pada waktu pagi hari atau sekitar pukul 05.00. Hal tersebut bertujuan selain agar burung cepat mau bunyi juga bertujuan untuk menurunkan tingkat kesetresan si burung.

Kemudian setelah dilakukan pengembunan, sekitar jam 07.00 atau saat matahari sudah terbit, mandikan burung dengan cara disemprot. Selesai mandi kemudian berikan makan ulat hongkong secukupnya (1 sendok teh) dan jemur burung sampai jam 11.00.

Jika trik di atas dilakukan secara rutin kepada burung glatik batu tangkapan hutan, kurang lebih sekitar 2 minggu burung glatik akan segera mapan dengan lingkungan yang baru dan akan rajin berkicau.

Untuk pemberian pakan pada rawatan harian, berikan ulat hongkong pada pagi dan sorè hari 10-15 ekor. Agar burung tercukupi nutrisinya dan burung mau rajin berkicau pemberian kroto juga bisa dilakukan 2 kali setiap seminggu. Jangan lupa air minum ganti setiap hari dan selalu jaga kebersihan kandang agar burung tetap sehat.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here