Surabaya Cup 4 – Terapkan Larangan Bertukar Nomer Gantangan, Poundsterling Sang Jawara Baru Yang Sulit DiBendung

Sempat mundur dari jadwal semula. Surabaya Cup 4 yang dihelat di Lapangan Armada II Yonif 5 Marinir Ujung Surabaya (3/7) kemarin, tak mengurangi antusiasme Kicaumania untuk menyemarakkan gelaran yang dikemas PBI cab. Surabaya itu.

Dihadiri para petinggi PBI dan tamu undangan

Hadir pula Ketua umum PBI H. Bagiya Rakhmadi beserta jajaran dan pengurus PBI Pusat, Letkol Marinir Harmoko Komandan Armada II Yonif 5 Marinir Ujung Surabaya beserta jajarannya, anggota DPR RI M. Sarmuji, SE.,M.Si serta Heri Soegihono selaku ketua PBI Pengda Jatim.

“Kami dari PBI Cab. Surabaya ingin memberikan sarana atau forum agar teman-teman Kicaumania ini bisa berkumpul untuk bersilaturahmi, sembari menguji hasil rawatannya masing-masing,” ucap Hery Soegihono saat memberikan sambutannya di depan para tamu undangan.

 

Dan yang tak kalah pentingnya dalam penyelenggaraan lomba ini yakni untuk memfasilitasi para pedagang kecil yang ada di seputaran lokasi lomba dan pelaku UMKM yang berkaitan dengan dunia perburungan mulai dari kerodong, sangkar, kaos, asesoris sangkar hingga tangkringan burung.

“Saya ingat betul banyak pohon-pohon bambu di pinggiran kota Surabaya yang dijadikan tempat bersarang burung Manyar serta banyak dijumpai burung prenjak, maka berharap bahwa kehadiran PBI bisa memulihkan kembali kelestarian burung di Indonesia, tidak hanya sebagai penyelenggara lomba tapi bisa melestarikan burung kicauan Indonesia,” ucap Sarmuji yang juga selaku ketua Dewan Penasehat PBI Jawa Timur saat memberikan sambutannya.

Sementara itu, gelaran ini terbilang sukses karena tak hanya diikuti Kicaumania dari berbagai daerah di Jawa Timur saja, namun ada pula yang dari Jateng, Yogyakarta Bali, hingga Jabar dan Jakarta. Burung-burung yang diturunkan juga banyak didominasi burung-burung berlabel bintang di kelasnya masing-masing, tak ayal persaingan sengit untuk memperebutkan tahta juara pun tak terelakkan.

Pembagian doorprize

Namun ada yang menarik pada perhelatan saat itu yakni dengan diterapkannya aturan dilarang tukar nomer gantangan di area gantangan terutama saat penilaian akan berlangsung. Tak ayal, pemandangan peserta saling tukar tempat sekaligus saling mencari korlap untuk memberitahukan penukaran tempat gantangan pun sudah tak ada lagi. Yang ada, peserta menempatkan gaconya sesuai dengan nomer di tiket sistem gesek yang dibelinya.

Respon positif berdatangan dari kicaumania yang hadir dan sekaligus menjadi peserta. Karena hal itu setidaknya bisa mengurangi aksi kecurangan yang dilakukan peserta dengan cara memberitahukan nomer gantangan pada juri yang bertugas.

“Kita setuju banget dengan peraturan dilarangnya tukar nomer di area gantangan, karena hal itu bisa mendisiplinkan pemain dan sekaligus menunjukkan ke fairplay an dalam suatu lomba burung,” ujar Uchin Kuman Mojokerto.

Hal senada juga ucapkan Pia Kediri yang juga mengaku cukup senang dengan peraturan yang dilakukan PBI cab. Surabaya, karena kecurangan dengan memberitahukan nomer gantangan kepada juri bisa diminimalisir. Alangkah baiknya peraturan tersebut juga dicari solusinya lagi terutama jika jumlah pesertanya tidak banyak, sementara burung tidak berkumpul atau saling berjauhan. 

Hal senada juga diucapkan H Nouvi Gresik, bahwa emang perlu dicarikan solusi tepat agar tidak ada burung yang saling berjauhan. “Waktu main di kelas Murai Batu ring silver, burung saya dapat di nomer paling pinggir dan gak ada lawan tarungnya di sekitarnya karena saling berjauhan, yang tentunya hal itu mempengaruhi performanya,” ujarnya.

Menyikapi hal itu, Heri Soegihono selaku ketua PBI Pengda Jatim yang merangkap penyelenggara itu sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan Kicaumania demi perbaikan perlombaan burung berkicau yang dikemas PBI cabang Surabaya. Dan pengevaluasian terhadap lomba emang terus dilakukannya agar bisa tercapai perlombaan yang nyaman dan fairplay.

Diungkapkannya bahwa peraturan dilarangnya bertukar nomer gantangan di area gantangan tersebut sebenarnya sudah diterapkan di even kolosal sebelumnya yakni Pakde Karwo sesi 8 atau terakhir dan Khofifah Cup 2019 silam. Namun hal itu tak jadi permasalahan lantaran jumlah peserta di tiap kelasnya saat itu yang nyaris full semua, yang tentu berbeda dengan di Surabaya Cup kemarin yang ada beberapa kelas yang jumlah pesertanya tak memenuhi kuota.

Heri Soegihono

“Peraturan itu dibuat untuk menghindari aksi kecurangan yang dilakukan pemain dan juri, agar penjurian bisa berjalan fairplay,” ungkap Heri Soegihono yang memberikan keterangannya via medsos.

Diungkapkannya bahwa peraturan itu muncul karena berdasarkan pengalaman dan laporan langsung dari pemain yang melihat aksi curang pemain lain yang selalu bertukar nomer gantangan di setiap kelas yang diikutinya saat itu di even Pakde Karwo. Yang sebenarnya hal itu bertujuan untuk memberitahukan nomer gantangan pada korlap maupun juri.

Bahkan menurutnya, pertukaran nomer gantangan sebenarnya bisa dilakukan dengan sesama pemain atau komunitas saat di luar area gantangan atau sebelum memasuki gantangan.

Kalau masalah sepinya peserta dalam satu kelas, sementara ada beberapa burung yang kebagian tempat yang agak menjauh dari peserta lain dan tidak ada lawan tarungnya. “Saya ibaratkan bermain sepak bola di kondisi hujan dengan lapangan yang becek, maka seorang pemain harus siap dengan kondisi tersebut. Begitu halnya dengan bermain di lomba burung, akan lebih seru jika kita bisa menikmati perlombaan dengan kondisi apapun,” celetuk Heri yang bercerita pengalamannya saat menurunkan 5 gaco Anis Merah dalam satu kelas yang kebetulan posisi nomer gantangannya saling berjejer atau berkumpul.

Abah Paiman sukses antar CH Pounsterling nyeri

Sementara itu, Cucak Ijo Pounsterling yang menjadi perhatian Kicaumania di beberapa even yang diikutinya akhirnya kembali menjukkan kualitasnya. Tak tanggung-tanggung, ikut di 3 kelas, Abah Paiman Malang sukses memboyong 2 tropi juara 1 alias nyeri.

2 anaknya ikut mengawal Pounsterling raih prestasi gemilang

“Burung ini masih sangat muda dan baru 6 bulan lalu ngurak yang pertama usai pastol. Dan selalu juara 1 di beberapa even yang kita ikuti dan sebagian besar kalau ndak juara nyeri ya hattrick,” ujar Abah Paiman yang ditemani 2 putranya.

Duta ARW juara umum BC

 

Sien Ronny juara umum SF

Dan diakhir gelaran, tak hanya mendaulat Duta ARW sebagai juara umum BC dan Sien Ronny sebagai juara umum SF, panitia juga membagi-bagikan dooprize beberapa alat elektronik dan 2 sepeda. Serta memberikan penghargaan kepada beberapa Kicaumania atas dedikasinya terhadap even-even PBI.*

Klik daftar juara :

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here