Spesial Sultan Ramadhan Malang – Lomba Terasa Mengasyikkan, Nyaman & Fairplay, MB Alip Ba Ta Bintangnya Lapangan

Terinspirasi konsep lomba ala SMM (Seduluran Murai Mania), gantangan The Sultan Malang sukses menjadi daya tarik kicaumania dari berbagai pecinta burung ocehan. 

Yup benar saja. Mr Dodiet Kober selaku owner dari gantangan The Sultan yang berlokasi di asrama Denpal V/3 Malang itu emang patut diacungi jempol. Pasalnya konsep lomba ala SMM yang terbilang cukup berhasil menyita perhatian pecinta burung Murai Batu, mencoba diterapkan pada pecinta burung lain seperti Cucak Ijo, Kacer, Cendet hingga Hwamei.

Hasilnya pun cukup memuaskan, karena latber rutin yang dikemasnya saban rabu siang dengan harga tiket maksimal Rp 110 ribu mampu menyedot animo pecinta burung ocehan yang tak hanya dari Malang raya tapi juga banyak dari luar kota. Bahkan pada gelaran bertajuk Spesial Sultan Ramadhan, Minggu 25 April 2021 kemarin juga mampu tergelar dengan sukses. Selain 7 kelas Murai Batu yang menjadi favorit saat itu, kelas lainnya seperti Cucak Ijo, Cendet hingga Kacer juga nyaris full di semua kelas yang digelar.

Mr Dodiet Kober (kanan) bercengkrama dengan Egha Prayudi

Menariknya, untuk kelas Kacer dan Cendet yang selama ini kerap mengulur waktu saat proses penggantangan, ternyata bisa lebih tertib atau menggantangkan gaco masing-masing dengan cepat dan serempak, tanpa harus saling menunggu lawan main dalam menggantangkan. Begitu juga dengan penilaian menganut sistem blok G-24 yang berjalan lancar, sehingga hampir sebagian besar peserta mengaku cukup puas dengan kinerja juri. Apalagi selama penilaian berlangsung, suasana gantangan hanya terdengar suara burung dan tak terdengar suara teriakan atau tepuk tangan peserta.

Suasana lomba nyaman

Semakin nyaman lantaran panitia menyediakan fasilitas tempat duduk lengkap dengan meja yang terpasang pada pagar pembatas gantangan. “Kita memang bikin ada kursi plus mejanya, agar peserta bisa menikmati suasana lomba senyaman mungkin sembari minum atau pun makan,” ujar Mr Dodit seraya mengatakan bahwa di setiap nomer gantangan terpasang cctv pengawas yang langsung tertuju pada tiap burung peserta atau total ada 24 cctv.

H Said sukses antar Alip Ba Ta raih juara nyeri dan kuasai kelas utama

Sementara itu dengan banyak berkumpulnya burung-burung terbaik, menjadikan persaingan sengit di tiap kelasnya pun tak bisa terhindarkan. Dan bintangnya lapangan saat itu patut disematkan pada MB Alip Ba Ta yang berhasil double winner dan salah satunya juara di kelas utama Murai Batu Sultan A. Kesuksesan burung besutan H Said Gresik itu tentu setidaknya mampu membangkitkan kembali gairah si empunya, setelah lama vakum gelar di kelas Murai Batu di beberapa even besar.

Akhirnya H Said kembali boyong tropi, setelah sekian lama puasa gelar juara dari kelas Murai Batu

Keberhasilan Alip Ba Ta tentunya tak lepas dari aksi gemilangnya dalam memuntahkan lagu-lagu roll tembak disertai dengan gaya sujud-sujud yang mampu memberi pesona bagi juri yang bertugas. Ditambah lagi dengan kinerjanya yang stabil selama 10 menit penilaian, menjadikannya kian mudah melesat ke posisi puncak, baik di kelas utama maupun di sesi Perang Bintang C.

Kacer Hector rebut juara 1 & 2

Di kelas Kacer. Hector besutan Yudistira Delta Pandawa sukses tampil memukau saat turun di sesi Kacer Komunitas A, dengan membawakan aksi roll disertai dengan gaya dongak ke atas semi ngobra. Hebatnya lagi, meski penjurian cukup lama namun tenaga yang dikeluarkannya seolah tak ada habisnya lantaran mampu bekerja cukup stabil dari awal digantangkan hingga berakhirnya penilaian.

Hector kuasai kelas Komunitas Kacer A

Hingga akhirnya keputusan tepat pun datang dari para juri dengan menancapkan bendera koncer di nomer yang ditempatinya. Di kelas lanjutan sesi Komunitas B, Hector kembali menunjukkan kualitasnya dan tetap berada di jalir juara sebagai runner up.

H Ju’i borong tropi dari kelas Cucak Ijo dan Murai Batu

Aksi borong tropi kali ini ditunjukkan oleh H Ju’i Saber SF, salah satunya ditunjukkan lewat perform CH Joko Tole yang meraih juara nyeri di kelas Cucak Ijo. Tropi pertama diraihnya saat turun di sesi 666 B yang berlanjut dengan menguasai jalannya pertarungan di sesi Komunitas E.

Bahkan Joko Tole nyaris aja meraih juara hattrik, jika saja di sesi Komunitas D posisinya tidak turun ke posisi runner up. Tak cukup sampai di situ, di sesi Perang Bintang A dia berhasil bertengger sebagai juara 3.

H Ju’i saat antar CH joko tole raih double winner

Di kelas Murai Batu, H Ju’i juga tak ketinggalan untuk mengantarkan gacoannya berada di jalur prestasi lewat perjuangan yang dilalui oleh MB Bodrex saat turun di sesi Perang Bintang B sebagai juara 4 dan 5 saat di kelas utama Perang Bintang A.*

Cendet Halilintar tampil powerfull dan raih juara

Dewangga antar gaco andalannya berada di jalur prestasi

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here