Piala Kerajaan Kediri – Dijubeli 3221 Peserta, Pemain Legendaris Dapat Penghargaan Dari PBI Kab Kediri

Ribuan kicaumania nusantara menjadi saksi suksesnya gelaran tingkat nasional bertajuk Piala Kerajaan Kediri, 22 Nopember 2020 kemarin. Dari data panitia, tercatat 3221 peserta ikut menyemarakkan 64 sesi yang digelar di 2 lapangan.

Semua klas nyaris full

Hal itu tentu setidaknya mampu membayar rasa lelah tim panitia yang dimotori oleh duet Mr Erick LM dan Dwi Jalu selama ini. Betapa tidak. Persiapan yang hanya sebulan, memaksa tim panitia yang dibentuk untuk bekerja extra keras demi mewujudkan impian untuk menggelar even nasional yang bisa dibilang merupakan even dadakan tersebut. Mulai dari penentuan lokasi lomba hingga proses perijinan keramaian dari instansi terkait yang tak mudah mengingat kondisi yang masih dalam suasana pandemi, sampai persiapan keperluan lomba yang harus diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan itu.

Ditambah lagi dengan terpaan isu tak sedap yang begitu santer terdengar di kalangan pecinta burung menjelang digelarnya lomba. Namun berkat aksi tanggap dan kekompakan tim untuk terus mempersiapkan gelaran, mampu menepis isu tersebut. Dan gelaran yang digebyar di area taman Tirtoyoso, jalan A Yani no 123 Kuwak Kediri itu pun akhirnya mampu berjalan dengan sukses dan lancar.

Sambutan ketum PBI Pusat Bagya R didampingi Erick LM dan Dwi Jalu plus Samuri MC

“Kami bersyukur bahwa gelaran kami kali ini mampu berjalan dengan sukup sukses dan lancar mengingat persiapan kami yang cukup singkat dan dilakukan dengan estafet, dan walau memang masih ada kekurangan yang harus diperbaiki yang akan kami perbaiki di even mendatang,” ujar Mr Erick yang diamini Dwi Jalu seraya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak termasuk kicaumania dan kekekmania dari segala penjuru tanah air yang ikut mensupport dan menyemarakkan gelaran. Dan tak lupa untuk menghaturkan permohonan maaf jika ada kekurangan dan kesalahan yang terjadi selama berlangsungnya lomba.

Juri PBI yang bertugas

Dan untuk mengantisipasi membludaknya jumlah peserta yang memadati area lomba, berbagai persiapan pun sudah dilakukan demi menjaga dan mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari pemeriksaan suhu badan bagi semua peserta yang memasuki area lomba, mewajibkan pemakaian masker serta pembagian masker bagi peserta yang tidak kedapatan tidak menggunakannya hingga disediakannya hand sanitizer di beberapa titik.

Bahkan selama berlangsungnya lomba, petugas keamanan yang dibantu oleh pihak Kepolisian dan tim Gugus tugas Covid 19 tak henti-hentinya untuk memberi himbauan kepada kicaumania untuk jaga jarak dan tidak melakukan kerumunan. Begitu juga dengan Ki Samuri MC yang tak pernah lelah untuk terus menyuarakan dari atas panggung akan pentingnya menjaga serta mematuhi protokol kesehatan.

Om Yak (tengah) sesepuh PBI Kediri di era tahun 70an

Yang cukup menarik. Gelaran yang dikemas PBI Kabupaten Kediri yang dihadiri pula para tokoh perburungan tanah air serta ketua umum PBI pusat H Bagya Rakhmadi dan ketua Pengda Jatim Heri Soegiono itu juga memberi penghargaan kepada tokoh dan para pemain legendaris Kediri yang sempat meramaikan kasanah peburungan perburungan tanah air di eranya. Seperti H Soeroso Wates, Eddy Yuwono, Abah Jamal, H Topo Surabaya Cell, Jinhan, Pak Sun hingga Om Yak. Bahkan Om Yak sendiri bisa dibilang adalah sesepuh PBI Kediri sekaligus fungsional juri di era sekitar tahun 70 an. Dan tak lupa pula memberikan penghargaan kepada beberapa penangkar atas partisipasinya dalam pelestarian dan konservasi burung.

Duta Delta Pandawa Sidoarjo juara umum BC
Faizin DM juara umum SF

Di akhir gelaran, panitia menobatkan Duta Delta Pandawa Sidoarjo sebagai juara umum BC dan Faizin DM Tegal sebagai juara umum SF.*

Penghargaan kepada para penangkar

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here