Latber Perdana Gantangan LBC Ketat Dengan Protokol Covid, CH Virus dan Gandrung Berebut Tahta Juara

kontesburung.com – Angin segar untuk kicau mania Ledokombo, Gantangan Ledokombo Bird Club (LBC) yang berlokasi di desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, mulai membuka kegiatan Latber perdana pada masa new normal, Kamis (11/6/2020) sore.

Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh kicau mania Jember Timur, setelah tiga bulan lamanya kicau mania vacum akibat pandemic. Kini mereka mulai bergairah kembali untuk setting gacoan-gacoan mereka. Kendati demikian ada beberapa aturan dari panitia LBC yang wajib dilakukan oleh kicau mania terkait masih adanya ancaman virus Corona. Para peserta wajib mengenakan masker dan menjaga jarak minimal satu meter.

Loket tiket dipasang batas plastik dan jarak antrian di berlakukan.

Menurut Andriy Patra pendiri Gantangan LBC, panitia menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, mulai dari loket yang dikasih sekat plastik, menyediakan beberapa titik lokasi cuci tangan dan hand sanitizer, serta mengatur para peserta untuk menjaga jarak.

“Tetap pakai aturan ketat, semua pemain wajib dan harus pakai masker, jaga jarak dan wajib cuci tangan, “kata Andri Patra.

Sejumlah pemain terlihat senang setelah LBC kembali membuka kegiatan perdananya.

Latber perdana ini menurutnya akan dievaluasi bilamana para peserta tertib LBC akan lanjutkan kegiatan rutinnya. Andriy Patra yang juga baru-baru ini membuka Omah Kicau Ledokombo juga bercerita, ia banyak menerima keluh kesah kicau mania Jember Timur yang selama masa pandemic para pelaku ekonomi perburungan, mulai dari peternak burung, juri, pengrajin sangkar, penjual pakan yang omzetnya terjun bebas.

Dengan di bukanya kembali Latber Perdana LBC setelah pandemic ini benar-benar memberikan angin segar bagi para pelaku ekonomi perburungan di Jember Timur dan sekitarnya.

Suasana kelas Cucak Hijau sesi terakir Latber LBC.

“Alhamdulillah, para peserta bisa tertib dalam mematuhi aturan new normal, meski masih ada satu dua peserta yang masih kurang pemahaman. Kedepan akan kami arahkan. Kami juga memakai selogan kusus untuk mengingatkan para peserta yakni “No Masker No Gantang, “tegas Andri Patra.

Sementara itu jalannya latber cukup seru terutama dipartai neraka yakno kelas Cucak Hijau, tak bisa dipungkiri bahwa daerah yang merupakan perbatasan Jember dan Banyuwagi adalah gudangnya burung Cucak Hijau.

Prayit berhasil menerapkan setingan perdana untuk CH Virus dan berhasil menduduki juara pertama.

Sejumlah burung yang sudah lama vakum pun kembali di uji coba oleh kicau mania dengan kembali meraba-raba settingan. Ada yang langsung moncer dengan menyabet hasil menggembirakan, namun tak sedikit yang masih demam panggung dan harus adaptasi kembali dengan gantangan. Maklum selama masa pandemic menurut beberapa pemain, burung mereka bener-benar istirahat total.

Hasilnya Cucak Hijau Virus milik Prayit berhasil mematahkan perlawan sengit dari Cucak Hijau Gandrung besutan Bang Awiek yang harus puas dan rela duduk di urutan runner-up. (Ap/Tj)



Berikut hasil data kejuaraan Latber perdana LBC pasca Pandemic.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here