Halal Bihalal PBI Kab. Kediri – Persiapkan Agenda Konservasi Dan Lomba Burung Berkicau 

Sempat tertunda dikarenakan pendemi Covid 19, PBI kabupaten Kediri bakal melanjutkan kembali program-program yang telah diagendakan sebelumnya.

Dalam pertemuan para pengurus PBI Kabupaten Kediri yang dikomandoi Mr Erick LM selaku ketua dan Mr Dwi Jalu wakil ketua di rumah makan Bu Leny Gumul Kediri, 25 Mei 2021 kemarin, beberapa hal menarik menjadi pembahasan penting di acara halal bihalal yang dilakukan dengan suasana cukup sederhana itu.

Erick LM ketua PBI Kab Kediri

Diungkapkan oleh Mr Erick, bahwa ini merupakan ajang kangen antar pengurus mengingat telah lama tak berkumpul bareng seperti ini, maka di momen bulan lebaran ini dimanfaatkan untuk kembali menjalin silaturahmi sembari membahas program – program penting agar PBI kabupaten Kediri bisa bersinergi dengan program PBI pusat. “Ya selain membicarakan rencana kedepannya dari agenda PBI Kabupaten Kediri salah satunya yakni tentang lomba, tapi kita juga harus bahas tentang konservasi,” ujar Erick.

Karena seperti diketahui bahwa sejak terbentuknya kepengurusan pada bulan Juli 2019 silam, PBI Kabupaten Kediri memang terbilang cukup getol dalam menggalakkan konservasi. Bahkan pada awal tahun 2020, organisasi yang memiliki ikon lomba bertajuk Piala Sri Aji Joyoboyo dan Piala Kerajaan Kediri itu sudah melakukan pembinaan kepada para penangkar yang ada di Kabupaten Kediri melalui program ring silver PBI.

Menurut Endra Nata sie Penangkaran, setidaknya data yang masuk ada 48 penangkar, namun saat ini ada 13 penangkar yang sudah bergabung dan menjadi penangkar binaan PBI kabupaten Kediri. “Kita memang harus menyeleksi dengan ketat kepada calon penangkar yang akan tergabung, kita harus melihat gimana kredibilatasnya sebagai penangkar selama ini. Dan syukurlah beberapa penangkar yang telah bergabung dengan kami ada yang kebanjiran order anakan,” celetuk Endra.

Oleh sebab itu perlu sekiranya bagi pengurus untuk kembali mempererat kerjasama dengan para penangkar yang telah tergabung. “Agar ada sinergi antara pengurus dengan para penangkar, maka sebaiknya perlu diagendakan pertemuan dengan mereka,” celetuk Ki Samuri yang juga sebagai pengurus PBI Kabupaten Kediri.

Dwi Jalu Waketu PBI Kab Kediri

Dan benar saja, rencananya tak hanya sekedar mengumpulkan para penangkar dan para pengurus, tapi juga akan lebih baik jika dipertemukan pula dengan instansi terkait. Sehingga kedepannya diharapkan bisa ditemukan solusi yang tepat akan permasalahan yang dihadapi penangkar salah satunya tentang proses perizinan.

Untuk konservasi, para pengurus juga sepakat tak hanya fokus kepada penangkaran, tapi juga pada pelepas liaran burung ke habitatnya. Bahkan hutan yang menjadi tempat habitatnya juga perlu untuk dilindungi agar tetap terjaga nan asri, salah satunya dengan melakukan aksi reboisasi. “Konservasi tak melulu pada penangkaran saja, tapi juga pada pelepasliaran burung dan penghijauan hutan kembali,” ujar Erick.

Untuk perencanaan lomba burung berkicau menurut Agus Pia selaku penasehat, bahwa memang perlu diagendakan lomba burung. Dan alangkah baiknya jika perlombaan burung yang digelar cukup setingkat lokalan saja, mengingat kondisi pandemi di Indonesia yang masih merajalela.

Hal itu pun disambut baik oleh Dwi Jalu bersama dengan pengurus lainnya. Dan jika memungkinkan, awal bulan Agustus adalah waktu yang tepat untuk menggelar even di Kediri. Karena itu adalah jarak waktu yang cukup bagi pantia dalam mempersiapkan perlombaan agar lebih matang.

Diakhir acara, segenap pengurus mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang selalu mensupport segala kegiatan yang pernah digelar. Dan semoga kebersamaan dan kekompakan yang terjalin antar pengurus selama ini bisa tetap terjaga.*

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here