Gantangan BCBC Solo, Tak Pernah Sepi Penggemar

Panitia PSBC apresiasi kicaumania yang hadir ikuti protokol kesehatan

KONTESBURUNG.com – Medi, punggawa BSBC Solo, terlihat sibuk melayani pemesanan tiket gantangan. Sambil melirik ke arah gantangan beberapa yang ada disebelahnya, pemesan tiket tersebut kemudian menunjuk nomor gantangan yang diinginkan. Bangunan semi permanen tempat pemesanan tiket itu tampak dijubeli para pemesan tiket.

Hari itu, 12 Juli 2020, BSBC atau Bengawan Sewu Bird Club Solo, memang tengah menggelar latihan bersama. Di gantangan yang terletak di lembah sungai Bengawan Solo ini, hari Minggu adalah ‘harinya’ para ngekek mania. Tak heran bila arena latber ini didatangi penggemar latber di seluruh pelosok kota Solo dan sekitarnya. Hampir semua kelas yang dipertandingkan dipenuhi peserta. Lantaran antusiasme yang begitu tinggi, panitia berinisiatif membuka kelas baru.

Banyaknya peminat di latihan ini salah satunya alasannya adalah lantaran di kota Solo banyak gantangan yang tutup karena wabah Corona. “Mungkin karena mereka rindu dengan suasana latihan,” ujar Sambodo, ketua pelaksana sekaligus ketua BSBC.

Semenjak pandemi, di kota Solo, gantangan yang terletak di Kampung Sewu Solo inilah yang paling awal berinisiatif membuka diri, tentu dengan restu pihak keamanan dan lingkungan setempat. “Sebagai orang yang berpikiran positif kita tidak mungkin berpangku tangan terus menerus. Dengan membuka gantangan ini kita secara aktif kembali menggerakkan sendi-sendi perekonomian,” papar Sambodo. Meski demikian, sesuai anjuran pemerintah, gantangan ini tetap menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak dan pakai masker.

Sambodo menambahkan bahwa gantangan ini sejak dulu memang selalu diminati para pecinta lovebird. Meskipun di kota Solo ada even gede, gantangan ini tetap didatangi para penggemarnya. Apa pasal?Sambodo mengatakan bahwa para lovebird mania kota Solo suka dengan platform penjurian BSBC yang sederhana dan fairplay. Sebagai catatan,  gantangan ini pernah mengadakan latpres tahun 2013 yang di hadiri tak hanya penggemar dari kota Solo tapi juga luar kota, bahkan luar pulau. Kepercayaan dari penggemar burung inilah yang tetap dijaga segenap anggota BSBC hingga saat ini

Jadwal latihan ada pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu dan Minggu. Hari Kamis dan Minggu digunakan oleh BSBC sendiri, sedangkan Selasa dan Sabtu Cakra BC feat BSBC. “Untuk sementara kita akan menggelar kelas lovebird dulu. Tapi melihat kondisi yang semakin membaik, agenda ke depan kelihatannya bakal padat,” ujar Sambodo.

Hal senada juga diungkap oleh Febi dari Power Gacor. Menurut warga Manahan Solo ini, gantangan BSBC ini adalah tempat yang nyaman untuk melatih bahan lovebird. Dia bisa seminggu 4 kali datang di tempat ini. Bahkan kadang-kadang lovebird miliknya laku terjual. “Dulu ada nama Gagap dan Krisna yang laku 7 juta di tempat ini,” kisah Febi yang bersama rekan-rekannnya membawa 6 lovebird untuk dilatih diarena ini. Pemburu-pemburu talenta burung memang banyak bertebaran di arena latihan seperti ini.

Dari arena latber, love bird Bimo milik Ari Solo menjadi yang terbaik di kelas BSBC Umum disusul Phantom dan Kafir. Adapun di kelas lovebird Bursa Tempuran, LB Corona milik Herman Arkais menempati podium teratas disusul Lucy dan Yakuza. Sedangkan di kelas Bantaran Bursa dimenangi oleh Messi milik Mr Jodhi dari El Nino SF yang diikuti oleh Imola dan Martell.

Nah agenda selanjutnya di Solo Raya, Pradana BC feat RGN bakal menjamu kicau mania pada tanggal 19 Juli 2020. Sedangkan PBI Sragen bakal menggelar lomba bertajuk Lokal Terkendali PBI 16 Agustus 2020 mendatang. Siapkan burung anda.yon

Suasana lomna rame karena kicaumanila mulai haus lomba
Samuel dan Lb Corona andalanya
Raymond dan kawan kawan nikmati suasana lomba
Anggota power gacor selalu tampil ceria
Panitia PSBC apresiasi kicaumania yang hadir ikuti protokol kesehatan
Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here