News

Burung Kacamata, Sepi di Lomba Rame di Pasar

Kontesburung.com – Malang, Beberapa tahun ini kelas burung kacamata di arena lomba tidak lagi banyak pesertanya, karenanya belakangan ini banyak penyelenggara lomba yang tidak memasukkan burung kacamata dalam jajaran kelas yang dilombakan. Berbeda dengan saat jaya-jayanya sekitar lima tahun lalu, dimana kelas burung kecil ini selalu penuh meski dimainkan beberapa kali.

burung kacamata
Kacamata lokal asal Lumajang, harga bakalan lebih mahal

Lalu apakah dengan merosotnya kelas kacamata kemudian dagangan burung bakalan ikut menurun?, menurut pengakuan sebagian pedagang bilang memang ada penurunan dibanding saat rame-ramenya dulu. Waktu rame dulu, ratusan bakalan kacamata datang dari beberapa kota bahkan ada yang datang dari luar pulau, dalam waktu seminggu ludes.

Itupun harganya lumayan bagus dibanding sekarang. Tapi kalau dibanding dengan penjualan burung ocehan jenis yang kecil kecil, penjualan burung kacamata cukup bagus dan tetap banyak peminatnya. Buktinya beberapa pedagang di pasar Burung Splindit Malang, selalu mendatangkan secara rutin burung jenis kacamata, karena lebih mudah laku dibanding jenis yang lain.

Burung Kacamata Mataram
Kacamata asal Mataram bodi lebih besar, warna lebih cerah harga lebih murah

Jenis yang datang menurut pedagang sebut saja namanya Rohana, ada dua jenis Kacamata. Yakni jenis lokal yang biasa dipasok dari kota-kota di sekitar Jawa Timur seperti Lumajang, Banyuwangi dan ada yang dipasok dari kota bagian barat Jawa Timur, tapi jumlahnya tidak banyak.

Satunya lagi adalah jenis yang didatangkan dari pulau Mataram Lombok. Antara yang dari Mataram dan Lokal memiliki perbedaan baik dari ukuran, warna sampai harganya. Kalau dari Mataram ukuranya lebih besar, warnannya hijau terang bersih dan harganya lebih murah yakni sekitar Rp 30 ribu per ekor. Sedangkan yang jenis lokal, ukuran tubuhnya lebih kecil warnanya lebih gelap tapi harganya lebih mahal yakni sekitar Rp 40 ribu.

Mengapa beda harganya? Alasan pedagang, untuk burung kacamata lokal, lagunya lebih enak, volumenya lebih kenceng kalau untuk lomba lebih mantap yang lokal. Karena itu ada pedagang menjual dalam kandang hasil seleksian dengan harga sekitar Rp 65 ribu per ekor. Menurut Suhadi yang ditemui kontesburung.com saat memantau Kacamata dikandang Ombyokan, ia mengaku lebih suka beli yang sudah diseleksi pedagang, meski harganya lebih mahal tapi lebih cepat bunyi saat dipelihara.

Menariknya lagi, meski lombanya jarang, ternyata para pembeli bakalan dipasar cukup banyak juga, karenannya pedagang secara rutin mendatangkan bakalan kacamata.

Dan rata-rata pembeli yang ditemui di pasar mengaku hanya untuk peliharaan di rumah saja bukan untuk lomba. “Daripada pelihara love bird lebih enak pelihara kacamata, karena lagunya enak didengar dan rajin, harganya juga murah, perawatan juga mudah, karena pakannya cuma buah pisang atau pepaya, kalau mau kasih kroto atau voer lebih bagus,” terang Suhadi pria asli Malang yang suka berkunjung ke pasar Splindit.

Related Articles

Back to top button