Sugianto Siap Wujudkan Eksistensi Penghobi dan Peternak Ayam Bekisar di Bondowoso Lewat “Pembesar”

Sejak terpilih sebagai Ketua “Pembesar” (Penggemar Ayam Bekisar) Cabang Bondowoso, pada Minggu 6 Januari 2019 lalu, Sugianto mengaku memiliki misi yang harus segera direalisasikan. “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan teman-teman yang telah mempercayakan saya sebagai ketua “Pembesar” Bondowoso, mudah-mudahan saya bisa mengemban amanah ini dengan baik sesuai harapan bersama,” terang Sugianto.

Lewat musyarawah, Sugianto pimpin Pembesa Cabang Bondowoso

Sebagai salah satu daerah penghasil ayam bekisar, Bondowoso memiliki peran penting untuk terus mensuplai kebutuhan bekisar agar bisa kalangan penggemar dan pemain bisa terus menyalurkan hobinya. Menurutnya hobi bekisar akan bisa terus eksis dan berkembang jika kebutuhan akan ayam bekisar bisa terpenuhi.

Jika ayam sudah bisa dimiliki masyarakat, maka secara otomatis mereka akan senang untuk diajak menekuni hobi. Namun dirinya menyadari bahwa mencetak bekisar apalagi dengan kualitas lomba bukanlah hal yang mudah dan gampang. Tidak sedikit peternak yang belum mampu menghasilkan ternak ayam bekisar dengan kualitas bagus.

Namun demikian bukan tidak ada jalan yang bisa dilakukan. Untuk itulah, Sugianto bersama pengurus Pembesar Cabang Bondowoso dan para peternak serta penghobi selalu rutin melakukan kegiatan, seperti kumpul-kumpul sambil ngerek ayam bekisar. Tujuannya selain untuk mengaktifkan hobi, acara tersebut diisi dengan sharing diantara mereka membahas serta mencari solusi bagaimana memenuhi kebutuhan akan ayam bekisar sesuai kualitas lomba.

Sejak terbentuk organisasi, hobi bekisar di Bondowoso aktif lagi

“Kebetulan di Bondowoso ada sekitar 5 orang peternak ayam bekisar, kami selalu diskusi untuk mencari solusi agar produk kami bisa diandalkan,” lanjut Sugianto. Dari hasil diskusi inilah muncul bahasan bahwa indukan jantan, dalam hal ini ayam hutan dan indukan betina atau babon menjadi hal yang penting untuk selalu menjadi perhatian.

Ayam hutan yang dikenal mudah stres, selama ini masih menjadi kendala yang butuh penangangan. Apalagi jumlah ayam hutan yang tergolong sangat terbatas, seringkali dikeluhkan oleh peternak. Untuk itulah Sugianto bersama pengurus, anggota Pembesar Cabang Bondowoso serta masyarakat setempat ingin melakukan regenerasi ayam hutan agar keberadaannya bisa lebih banyak.

Cara tersebut nantinya bisa memudahkan peternak untuk memilih untuk dijadikan indukan. Karena semakin banyak maka peternak lebih gampang memilih indukan yang bagus. Hal lain yang juga mendapatkan perhatian adalah mengajak masyarakat setempat untuk menyukai ayam bekisar.

Bondowoso siap eksis bersama penghobi dan peternak ayam bekisar

“Tidak semua masyarakat di Bondowoso semua hobi ayam bekisar, makanya kami ajak mereka kumpul-kumpul, menikmati suara ayam bekisar, dari sini kami akan menggiring mereka agar menyukai ayam bekisar,” lanjut Sugianto. Bahkan tidak menutup kemungkinan, pengurus akan menggalang kekuatan untuk mengajak masyarakat sekitar kota Bondowoso untuk menyukai hobi ayam bekisar.

Jumlah penghobi ayam bekisar saat ini yang ada di Bondowoso baru mencapai 50 orang, tapi yang aktif sekitar 25 orang saja. Maka dari itu tugas pengurus untuk menambah jumlah penghobi, sehingga Bondowoso akan memiliki banyak penghobi. Apalagi dengan adanya organisasi bernama Pembesar, maka mereka mangaku akan lebih gampang untuk merealisasikan program memasyarakatkan ayam bekisar di kalangan masyarakat.

“Tujuan kami adalah mengangkat eksistensi hobi ayam bekisar di Bondowoso lewat organisasi bernama Pembesar,” lanjutnya. Kita tunggu program yang bakal direalsisaikan “Pembesar Cabang Bondowoso dibawah pimpinan Sugianto.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here