SMM feat Tukul Arwana, Gresik – Hadirkan Inovasi Terbaru, Bermunculan Pemain Bintang Jadikan Persaingan Semakin Sengit

Gantangan Gagak Sakti BC Gresik kembali menjadi saksi bisu sengitnya pertarungan burung-burung berlabel bintang area Jatim dan Jateng demi memperebutkan prestasi yang cukup prestisius di ajang SMM feat Tukul Arwana, Minggu 4 April 2021 kemarin.

Egha Prayudi si empunya gawe

Menariknya, besarnya antusiasme Murailovers pada gelaran yang dikomandoi Egha Prayudi selaku si empunya gawe tersebut juga tak hanya datang dari para member SMM ataupun para undangan hasil rekomendasi yang dulunya pernah mengikuti gelaran SMM, tapi juga banyak bermunculan peserta – peserta baru yang selama ini cukup penasaran dengan gelaran yang dikenal sangat disiplin, nyaman dan fairplay itu.

Maka cukup wajar jika disetiap even yang dikemas SMM selama ini juga dijadikan ajang kumpul para pemain-pemain fighter, sekaligus sebagai ajang pertarungan burung-burung papan atas. Tak ayal, berbagai ungkapan pun kerap muncul di kalangan kicaumania yang mengatakan bahwa ‘jangan mengaku punya burung juara jika belum juara di SMM’.

Suasana lomba terasa nyaman tanpa teriakan dan suara dari penonton

Hal itu pulalah salah satunya yang mendasari seorang Ega Prayudi selalu merasa nyaman untuk berlomba di SMM dan sekaligus memantapkan keyakinannya untuk menggelar lomba khusus Murai Batu dengan berkolaborasi sama SMM. “Yang juara di sini adalah burung peserta yang benar-benar mampu menunjukkan kualitasnya saat di lapangan, dan bukan dikarenakan adanya permainan antara juri dan pemain. Maka siapa pun yang pernah main di SMM, maka kualitasnya pasti akan diakui atau malah bisa juara di EO – EO lain yang ada di Indonesia,” ujar Egha Prayudi di sela-sela berakhirnya gelaran.

Dan seperti yang telah dijanjikan oleh Abah Tatuk selaku ketua SMM beberapa pekan silam, bahwa akan selalu ada kejutan di setiap gelaran SMM agar bisa menjadi lebih baik kedepannya. Maka pada gelaran kali ini juga diperkenalkan sistem penjurian yang menggunakan bendera nominasi serta ditunjukkannya secara terbuka lewat media papan tulis akan jumlah pengajuan nominasi dari semua juri yang bertugas. 

Egha saat menyerahkan tropi kepada pemenang

Dan yang cukup menyita perhatian yakni digelarnya kelas utama dengan tiket dibanderol Rp 3,3 juta bagi para member yang penjuriannya khusus hari itu dilakukan sendiri oleh para pengurus, namun tetap didampingi oleh juri SMM. Walau mereka terlihat canggung saat melakukan penilaian, namun hasil yang diperoleh dalam penentuan juara cukup memuaskan bagi para peserta, meski akhirnya pemilihan juara 1-4 ditentukan dengan cara tos lantaran mendapat bendera koncer yang sama.

Raja Timur amunisi Kj Sobirin runner up di kelas utama

Sementara itu dengan banyak berjubelnya burung-burung terbaik, menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peserta yang berhasil mengantarkan gacoannya berada di daftar prestasi alias 5 besar. Salah satunya yang dirasakan Kj Sobirin dari Benor SF Gresik. Turun di tiket utama khusus member atau sesi A (Tukul Arwana), burung besutannya yang diberi nama Raja Timur berhasil menunjukkan kualitasnya.

Walau sempat mendapat perlawanan sengit dari beberapa peserta yang performnya nyaris seimbang, justru menjadikannya semakin liar dalam membawakan lagu-lagu roll tembak yang dahsyat plus power mumpuni.

Dengan hasil akhir yang sama-sama mendapat jumlah bendera koncer yang sama dengan ketiga peserta lain seperti Mbois, Cakil dan Gajah Mada yang penentuan juaranya harus ditentukan dengan cara tos, nampaknya keberuntungan masih berpihak padanya dengan berhasil menduduki posisi runner up.

H Mamung puas dengan prestasi Harley

Hal senada juga dirasakan H Mamung Adira dari Madiun. Sempat mencicipi manisnya bertengger di posisi puncak di gelaran SMM sebelumnya, membuatnya ketagihan untuk kembali mengawal gaco utamanya MB Harley untuk bertarung dengan burung-burung terbaik lainnya. 

Turun di kelas B (Kembali Ke Laptop) dengan banderol tiket Rp 3,3 juta, Harley sukses memamerkan aksi sujud-sujudnya yang cukup menawan sembari mengeluarkan roll tembakan yang keren abis. Hingga akhirnya dewi keberuntungan hanya mengantarkannya bertengger di posisi 4, dan ditambah lagi dengan keberhasilannya berada di posisi 3 di sesi H (Diobok – obok).

“Ya walau tak pulang membawa tropi juara 1, namun bisa mengantarkan Harley di posisi 5 besar aja sudah menjadi kebanggaan bagi kami, karena banyak diikuti oleh burung-burung bintang yang harganya diatas ratusan juta,” ujar H Mamung Adira.

Abah Wilson antar 2 gaco terbaiknya rebut prestasi di 3 kelas

Kesuksesan mengantar burung andalan berprestasi di gelaran kali ini juga kembali dirasakan Abah Wilson SHR Sahabat L 14. Bahkan kerennya lagi, 2 burung yang dibawa sama-sama berada dalam jalur prestasi.

Jika Pangeran Sebrang berhasil menyumbangkan tropi runner up sesi G (Sobek-Sobek) dan juara 3 sesi C (Empat Mata), maka burung satunya yakni Anak Betawi berhasil bertengger di posisi 3 kelas F (Ea.Ea.Ea). Hal itu tentunya kian menambah koleksi tropi SMM yang sebelumnya juga berhasil di peroleh lewat aksi Anak Betawi yang merupakan andalan terbarunya.

Jawaranya Murai Batu C

Begitu halnya dengan Yogi Asgar SF. 2 gaco andalan yang sengaja dipersiapkan untuk menghadapi even SMM yakni Suares dan Gentho, sama-sama berada di jalur juara.

Gentho yang selama ini kerap membanggakan si empunya, kembali membuktikan kedigdayaannya yang all out dalam memainkan variasi lagu yang cukup komplit disertai dengan power yang mumpuni dan kinerjanya yang cukup stabil dari awal hingga berakhirnya penilaian. Berkat bekal yang dimilikinya itu, posisi runner up pada sesi murai Batu C Empat Mata.

Yogi Asgar sukses kawal Gentho dan Suares berada di jalur juara

Sedangkan sang pelapisnya Suares juga tak ingin ketinggalan untuk menyumbangkan tropi mewah buat tuannya, dengan berusaha semaksimal mungkin agar bisa menarik juri yang bertugas. Hingga akhirnya, tropi juara 3 sesi murai Batu F ea.ea.ea pun berhasil didapatkannya.

Lama puasa gelar, akhirnya berhasil tembus 4 besar lewat aksi Siliwangi

Manisnya pencapaian prestasi di even tersebut juga dirasakan oleh member SMM lainnya yakni Abah Novi. Dan meski hanya berada di 4 besar, namun setidaknya hal itu mampu memutus rantai puasa gelar di beberapa even terakhir yang dikemas SMM selama ini.

“Menurut saya sih, penampilan MB Siliwangi tadi sangat bagus dan begitu on fire serta mampu bekerja dengan cukup stabil, tapi karena ada sedikit nakal saat tampil maka pencapaian yang lebih tinggi pun akhirnya tertunda,” ujar H Novi yang mengaku cukup puas dengan kinerja juri yang bertugas saat ini.

Diakhir gelaran, Egha Prayudi si empunya gawe menyampaikan banyak terima kasih atas partisipasi yang ditunjukkan pecinta Murai Batu. Dan tak lupa untuk menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarya jika ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja selama berlangsungnya acara.*

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here