Satria SF Kudus Belajar Dari Piala Raja

Satria SF Kudus, banyak belajar dari Piala Raja

kontesbuurng.com – Moment Piala Raja tak sekedar lomba burung semata. Even prestisius ini juga digunakan oleh sebagian penghobi sebagai sarana menimba ilmu. Siapa dia?
Seperti misalnya Satria SF Kudus,  Jawa Tengah. Sebagai pemain baru di dunia kicauan, keberangkatan mereka melawat ke Piala Raja bisa dibilang nekat. Ini lantaran mereka minim pengalaman di even sebesar Piala Raja.

“Baru sekali ini kami ikut berlomba di even se-megah ini. Tapi kami tidak gentar untuk bersaing dengan jawara-jawara yang punya gacok-gacok berkualitas juara, ” ujar Miftachul Rizak apa adanya.
Tanpa rasa minder sedikitpun Miftachul Rizak dan 8 kawannya meluncur ke Prambanan berbekal sepasang lovebird, seekor cucak hijau dan seekor kenari. Sebagai catatan, lovebird mereka yang bernama Ling Ling dan Long Long serta Gendong dan Centini kerap menjadi juara di latberan sekitar Karisidenan Pati, seperti di Latber Pantai Kartini Jepara, Latber Joglo Pereng Kudus dan Latber Midori. “Penjurian disana Fairplay cocok bagi pemula, ” cerita anak muda yang kerap disapa Takul ini.

Tapi apa mau dikata, nasib baik belum berpihak kepada mereka. Ya, mereka harus gigit jari di even ini. Jagoan mereka tampil tidak dalam performanya terbaik. “Ling-Ling tidak main seperti biasanya. Setelah digantang memang bunyi tapi dia turun ke bawah seperti ngepel, ” kata Takul sedikit kecewa. Alhasil, nominasi pun tidak mereka dapatkan.

Tapi anak-anak muda dari Dusun Keongan RT 01/05 Desa Karang Ampel Kudus Jawa Tengah ini masih berbesar hati. Meski nihil, mereka bisa menimba ilmu dari even sebesar Piala Raja. “Kami bisa bertemu dan belajar dari tokoh-tokoh papan atas lovebird yang kami temui di even ini,  baik cara perawatan maupun persiapan saat lomba, ” kata Takul.

Takul menambahkan bahwa hal tersebut mereka jadikan sebagai sebuah pengalaman untuk mengembangkan kemampuan team. Yang jelas, mereka begitu terkesan dengan penyelenggaraan sekaligus bisa mengikuti even burung terbesar se-Indonesia ini.

” Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Semoga tahun depan bisa masuk nominasi di gelaran Piala Raja,” ungkap Takul mengenai pengalamannya mengikuti gelaran Piala Raja.

Cerita tidak berhenti disitu saja. Seminggu setelah Piala Raja, lovebird mereka yang bernama Cendono-Cendini kembali merajai sebuah latberan yang mereka ikuti. ” Alhamdulillah dapat konser,  bisa nutup duit yang digunakan untuk bekal di Piala Raja, ” pungkas Takul yang kembali bisa tersenyum.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here