NZR Indonesia Cup 1 (27/1) : Diiringi Hujan Angin Masih Tembus 2500
Minggu pagi 27 Januari 2019 cuaca disekitar Malang cukup cerah, hangatnya matahari cukup dirasakan oleh banyak kicaumania yang sejak pagi sudah memadati lapangan Rampal dalam rangkan mengikuti gelaran even bergengsi dan terakbar dalam rangka HUT NZR Indonesia yang pertama. Makin siang kedatangan kicaumania makin memadati areal parkir lapangan Rampal bagian barat.
Lomba yang dibuka langsung oleh Walikota Malang Drs.H.Sutiaji benar benar mencerminkan bakal maraknya kembali perburungan di tanah air, sebab kalau melihat peserta yang hadir hampir merata dari blok barat, blok tengah, luar pulau dan kota-kota diblok timur serta kicau mania sekitar Malang raya pada tumplek blek disini.
Dengan dimulai kelas anis merah di lap A ternyata mampu meraup 60 burung, sedangkan untuk kelas Branjangan masih minim.
Tapi untuk kelas kelas berikutnya murai Batu 63 burung dari 64 gantangan. Begitu merangkak kekelas selanjutnya jumlah peserta nyaris memenuhi gantangan, hanya kelas kenari, punglor merah dan kacer yang kurang tapi masih diatas 40 an peserta. Bahkan kelas Cendet saja tembus 51 burung, kalau kelas love bird selalu full terus.
Saat memasuki sesion ke 6 dimana kicaumania begitu semangatnya mengikuti jalanya lomba tiba tiba mendung gelap menyelimuti sekitar lapangan dan tak berselang lama hujan deras pun turun dengan disertai angin. Awalnya hujan tidak menggangu jalannya lomba, terbukti sesion demi sesion dijalani dengan nyaman meski hujan kadang deras kadang rintik, bahkan angin yang agak kencang sampai membuat sangkar goyang goyang, tak begitu dipermasalahkan peserta.
Nah, pas kelas Cucak Hijau untuk lap A dan Love Bird di Lap B angin makin keceng sekali. Takut burung jatuh, beberapa peserta menurunkan burungnnya saat lomba masih pertengahan. Dalam kondisi ini lomba sempat dihentikan sejenak sambil menunggu angin reda. Begitu cuaca terang kedua kelas tersebut akhirnya diulang dan peserta bisa memaklumi. Disesi sesi yang turun hujan ini beberapa kelas peserta terlihat kurang, tapi setelah hujan
kembali reda semangat kicaumania kembali bangkit. Terbukti sesi kelas kelas berikutnya sampai lomba berakhir peserta penuh, padahal lapangan sudah berubah menjadi kubangan lumpur, tapi kicaumania terus melombakan jagonya hingga lomba selesai sekitar pukul 19.20 WIB. Semangat kicaumania inilah yang menjadikan target peserta yang ditetapkan panitia 2500 peserta terpenuhi.
Melihat kondisi tersebut H.Wie Bie sebagai ketua NZR Indonesia mengaku terharu sekaligus bangga, karena dukungan kicaumania sangat luar biasa. Karena itu, pada kontesburung.com ia menyampakan permohonan maaf sebesar besarnya pada semua peserta, karena persiapan yang matang untuk memberi hiburan yang terbaik buat kicaumania tidak maksimal karena cuaca. “Dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan maaf pada teman teman kicaumania, atas semua kekurangan, sekaligus saya ucapkan banyak terima kasih atas dukungan kicaumania dari segala penjuru. Semoga kita selalu diberi sehat agar tahun depan semua yang hadir disini masih bisa dipertemukan di HUT NZR Indonesia yang ke 2,” kata H.Wie Bie.