Profil

Murai Sadam Milik Edy Palma, Kuda Hitam yang Mengancam di Jayakarta Cup 2018

DALAM gelaran akbar Jayakarta Cup, Minggu (18/2) lalu di Samsat BSD Tangerang ada seekor murai batu yang menarik perhaian juri dan penonton. Dia Sadam, milik Edy Palma. Dieven berskala nasional itu, burung ini menjadi kuda hitam yang berhasil patahkan dominasi lawan jawara mapan lainnya.

Meskipun hanya menduduki posisi kedua, sudah cukup membanggakan buat Edy Palma kicaumania yang berdomisili dikawasan Palmerah Jakarta Selatan saat ini. Maklum, sesi murai batu dilomba itu, kelas Murai Batu Jayakarta dengan tiket seharga Rp 5 juta jumlah peserta dibatasi tidak lebih dari 25 burung. Sudah pasti, mereka yang turun disesi ini burung-burung hebat.

Dan Sadam sudah membuktikannya, tidak hanya menjadi ancaman buat lawan-lawannya yang umumnya sudah punya nama besar, tapi juga menjadi bagian dari pemenangnya. Sejak awal digantang, dia mampu menggedor lawan disekelilingnya dengan kualitas materi lagu dan tembakannya didukung kehebatan durasi kerjanya. “Ini penampilannya yang kedua setelah selesai mabung,” ungkapnya.

Sejatinya, sebelum dia memiliki Sadam Edy Palma masih mengkoleksi murai batu Kipas jawara simpanannya yang lumayan lama. Bahkan prestasi Kipas sudah pernah dibuktikannya saat moncer juara pertama disebuah lomba nasional Danpuspomal Cup di Jakarta dua tahun silam. “Sejak itu burung mabung, dan hanya turun dibeberapa gelaransaja,“ jelas pria yang sebelumnya eksis sebagai spesialis jawara dikelas anis merah ini.

Nah sejak empat bulan lalu dia baru saja mendapatkan Sadam gaco barunya ini. Perjalananya berburu burung tersebut cukup berliku. Di even manapun yang diikuti oleh Sadam dia selalu memantaunya.. Dan setiap dia pantau burung tersebut pasti juara pertama, meskipun masih di even regionalan. “Saya ikutin terus kemana dia turun, saya pantau terus,” kenangnya.

Dalam pengamatannya selama ini Sadam memang burung hebat, mulai dari materi lagunya yang komplet dengan beragam suara jenis burung isian, volume, hingga durasinya semuanya istimewa.

Setelah sreg dan sesuai seleranya akhirnya Edy memutuskan untuk mengajukan penawara. Begitu sepakat sama-sama cocok, burungpun segera diboyongnya. “Baru beberapa hari saya pegang burung langsung mabung, ya sudah saya tahan sampai benar-benar maksimal pertumbuhan bulunya. “ ungkapnya.

Dari hasil kesabarannya hasilnya mulai berbuah, burung ini masuk juara keempat di even besar AA AA BC Cup Bekasi, dan kemudian runner-up digelaran Jayakarta Cup di kelas Murai Batu Jayakarta, sesi paling bergengsi. Kini lengkap sudah amunisi Edy Palma dengan jawara andalan barunya ini.

Related Articles

Back to top button