Lovebird Josephira, Top Durasi 3.20 Menit

Oenceng dan Josephira durasinya benar benar top

Session opening baru saja selesai tapi rasa kantuk tiba-tiba menyergap Penceng malam itu. Penghobi lovebird asal Solo Baru itu kemudian memesan secangkir kopi agar matanya tetap terjaga. Pasalnya,  masih banyak session-session berikutnya yang harus dihadapi Josephira, lovebird andalannya pada laga Soft Opening Gantangan Soba Feat JIS, Senin 14 September 2020.

Di kelas opening, Josephira belum menampilkan performa terbaiknya. Tembakannya hanya pendek-pendek dan hanya mencetak sebutan masih lanjut panjang, belum ada stimulus yang membuat dia mengeluarkan semua tembakan panjangnya. Meski begitu, dari akumulasi poin, juara ketiga masih mampu dia raih, menyisihkan 61 peserta lainnya lantaran kelas  opening pesertanya full.

Juara satu sering diraih

Usai kelas Kenari, kelas Lovebird Fighter A dimulai. Kelas ini merupakan spesialis Josephira, tak heran bila Penceng lebih percaya diri. Usai  menempatkan Josephira di nomor gantangannya, sebatang rokok mild kembali disulutnya, dia butuh sedikit ketenangan saat mensuport Josephira beraksi.

Rasa percaya diri Penceng bukannya berlebihan,  Josephira benar-benar tampil edan malam itu. Tembakan-tembakan panjangnya meluncur deras. Josephira tercatat melakukan tembakan durasi sebanyak 3 kali dan lanjut durasi sebanyak 3 kali pada sesi ini.

Sebagai catatan, pada pakem penilaian JIS, burung dengan sebutan durasi sudah bisa dikatakan istimewa. Greg, pemain ocehan yang malam itu ikut menggantang lovebird, menjagokan Josephira bakal keluar sebagai juara. Usai juri mengakumulasikan semua nilai yang diperoleh peserta, Josephira akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama. Prediksi Greg benar.

Performa yang hampir sama kembali ditunjukan Josephira di kelas Lovebird Dewasa. Dikelas ini Josephira juga meraih juara pertama. Alhasil lovebird berbanderol 50 juta ini sudah mencetak dobel. Bila ingin hattrik, Josephira harus menjadi juara pertama lagi di kelas Lovebird Fighter B. Kesempatan itu terbuka lebar mengingat penampilan ciamik Josephira di dua kelas sebelumnya.

Namun performa Josephira dikelas Lovebird Fighter B ternyata antiklimak. Josephira terlihat bingung atau bisa dikatakan gagal fokus. Lovebird berwarna hijau kuning ini seolah kehilangan “roh”-nya. Jangankan koncer, bendera nominasi pun tidak dia dapat.

Ada apa dengan Josephira?Usut punya usut, Penceng ternyata sengaja ‘mengalah’. Sebelum sesi Lovebird Figter B dimulai, memang terdengar celetukan beberapa pemain-pemain lovebird yang intinya menghimbau agar Josephira ‘diredam’ agar ada burung lain yang gantian menjadi juara. Penceng mengamininya dengan menaruh Josephira di gantangan tengah. “Kalau saya taruh di pinggir dia akan bunyi terus,” kata Penceng  guna memberi jalan kepada pemain lain untuk menang. Josephira memang urung mencetak hattrik namun secara keseluruhan Penceng puas dengan penampilannya malam itu.

Prestasi mengesankan Josephira tak hanya di gantangan Putra Soba tersebut. Menurut pentolan QiQux SF ini, penampilan paling keren yang pernah diperagakan Josephira terjadi pada waktu gelaran Klaten Vagansa 19 Juli 2020 silam. Bersaing dengan lovebird-lovebird papan atas dari seluruh pelosok pulau Jawa tak membuat nyali Josephira keder. Hasilnya sungguh diluar dugaan, Josephira menjadi nomor wahid di kelas LB Fighter Radja. Kala itu Josephira mencetak durasi 1.30 menit tapi grojok. “Itulah kenangan  yang selalu membekas dihati saya,” kisah pria yang suka mengenakan celana pendek selutut bermotif doreng ini.

Josephira lahir dari hasil breeding yang dilakukan Penceng. Ibunya beli dari Pasar Depok Solo sedangkan bapaknya Dakori impor. Diberi nama Josephira lantaran bapak satu anak ini ngefans berat dengan grup musik Slank yang salah satu lagunya berjudul Josehpira. “Dia saya ambil dari induknya ketika berumur 3 hari. Kerja pun saya bawa, seperti momong bayi, tiap menit harus ngeloloh,” cerita mantan karyawan apartemen The Khayangan Solo Baru ini.

Ketika usia paud, Josephira sudah menampakkan bakatnya. Dengan durasi 40-50 detik dia sudah bicara banyak di berbagai latberan. Menginjak usia remaja durasinya sudah tembus 2 menit . Kini lovebird sarat prestasi ini memiliki top durasi 3.20 menit, bisa dibayangkan betapa panjangnya.

Pernahkah Josephira memperagakan top durasinya di lapangan?Penceng menganggukan kepala. Hal tersebut terjadi waktu even New Normal Sragen. Hanya saja, hal itu dilakukan terlambat oleh Josephira,  saat waktu lomba tinggal 1 menit, sisanya tidak dinilai juri. Di even ini Josephira terlempar di urutan kedua.

Kini setumpuk piagam penghargaan dari latber hingga even hasil prestasi Josephira tersimpan dengan rapi di rumah Penceng. Sedangkan tropi dia jual lantaran rumahnya sudah tidak muat untuk menyimpannya.  Agenda kedepan, Josephira bakal dibawa Penceng ke Bolali Cup 25 Oktober mendatang di gantangan Pradana BC . Akankah Josephira bakal mengulang kembali prestasinya seperti di Klaten Vagansa?Kita tunggu saja. yon

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here