Kisah Asmara Rudy Akasa Bird Farm Surabaya Bersama Sang Istri, Berlanjut Sampai ke Arena Konkurs

Rudy Akasa Bird Farm Surabaya patut bersyukur karena memiliki pasangan hidup yang selalu mendukung setiap langkahnya. Sang Istri yakni Ilenia Fariti betul-betul bisa memberikan kebahagiaan lahir dan bathin. Salah satu dukungan luar biasa yang diberikan Ilenia Fariti pada Rudy Hermawan, nama lengkap Rudy Akasa adalah mendukung penuh terhadap hobi perkutut yang baru saja ditekuninya.

Pasangan kompak antara Rudy Akasan dan Ilenia Fariti

“Alhamdulilah saya mendapat dukungan penuh dari istri untuk menekuni hobi perkutut. Bahkan saya disupport luar biasa agar hobi saya ini tidak setengah-setengah,” jelas Rudy Akasa. Dirinya memang bukan orang lama di dunia hobi burung perkutut. “Saya kenal perkutut baru November 2018 dari Pak Unggul pemilik Unggul BF Manukan Surabaya.

Awalnya hanya mau pelihara untuk didengerin sendiri. Lalu saya take over Lambe Turah milik Pak Rahmad Cak Goendul Bird Farm Surabaya,” terang pria yang juga konsultan bisnis. Kebetulan sekali, Cak Goendul adalah suami dari teman dekat istrinya saat masih bekerja di BNI. Pertemuan inilah yang membuat sang istri, semakin mendukung penuh hobi sang suami.

Ilenia Fariti setia menemani Rudy Hermawan sampai ke arena lomba

“Istri saya mendorong untuk belajar ke Pak Rahmad (Cak Goendul) dan menyarankan mulai ternak perkutut,” lanjut bapak tiga anak. Rudy dan sang istri sadar bahwa menekuni sebuah hobi seperti perkutut, bukan saja dibutuhkan dukungan semata, namun harus komitmen untuk menjalankan sehingga benar-benar bisa menikmati hobi tersebut.

Sampai akhirnya mereka berdua sepakat bahwa tahun 2019 waktu mereka akan dialokasikan ke burung perkutut. Diakui oleh Ilenia bahwa ketika berada di lokasi lomba, panas menjadi salah satu faktor yang awalnya tidak bisa ia terima. Kebiasaan berada di ruang ber-AC, akhirnya harus dilawan hanya demi membahagiakan sang suami.

Panas tak pernah dihiraukan oleh Ilenia Fariti hanya demi sang suami

“Saya selalu mendukung penuh apa yang dilakukan suami selama itu baik dan bisa memberikan kesenangan baginya. Meski harus berpanas-panas, asalkan suami saya senang dan bahagia, akan saya lakukan,” jelas Ilenia Fariti mantan karyawan BNI. Keputusan inilah yang membuat Ilenia selalu berusaha meluangkan waktu ketika sang suami akan berlomba.

“Kalau lomba di wilayah Jawa Timur, istri saya berusaha untuk ikut. Kalau jauh saya kasihan makanya, takut kecapekan,” lanjut Rudy. Kenyataan inilah yang membuat Rudy selalu semangat turun lomba. Meski tercatat sebagai pendatang baru, namun prestasi demi prestasi yang sudah diraih, mampu melewati target. Lomba di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan Jawa Barat sudah pernah dilakoni dan hasilnya tidak mengecewakan.

Rudy Akasan bersama Cak Goendul dan rekan saat di Bandung

Setiap kali pulang dari arena konkurs, Rudy Hermawan selalu membawa trophy juara. Sukses ini  diakui olehnya berkat campur tangan Cak Goendul dalam memoles perkutut andalannya. “Saya banyak dibantu Pak Rahmad (Cak Goendul dalam mengorbitkan burung kelas lomba. Semua burung beliau yang merawat. Hasilnya bisa dilihat berapa banyak koleksi trophy yang sudah berhasil saya kumpulkan,” lanjut mantan karyawan Kompas Gramedia.

Bulldog, Doberman, Bagong dan Gareng adalah sederet nama andalan yang sudah berhasil diorbitkan. Tidak hanya digelaran lokal, namun sudah berhasil menembus level konkurs nasional. Peran Cak Goendul sang mekanik inilah yang akhirnya membuat nama Rudy Akasa Bird Farm Surabaya mampu melesat bak roket.

Team Bulldog, eksistensinya selalu membuat semarak hobi perkutut

Rudy Hermawan juga membentuk Team Bulldog untuk membangun semangat turun lomba. Mekanik tetap diserahkan pada Cak Goendul. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Cak Goendul yang telah membantu saya mengorbitkan burung, baik menyediakan dan juga merawatnya sehingga bisa berprestasi sampai ditingkat atas,” kata Rudy lagi.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here