Profil

Kini The Legend Anis Merah Achun Owen Berlanjut ke Ronald Owen, BSD Tangerang

EKSIS sebagai penggemar anis merah saat ini dilakukan Ronald ‘Owen’ Sevtanu. Ternyata hobinya ini ditularkan orang tuanya. Bagi kicaumania tanah air di awal tahun 2000an semua pasti mengenal Achun Owen the legend di anis merah. Koleksi anis merah jawaranya memang menjadi legenda dimasa itu, dan kini berlanjut ke putra sulungnya itu.

Ronald Owen
Dibantu Ifan sang perawat

Ronald sendiri mengenal lapangan lomba sejak masih berusia belia. Mengikuti jejak hobi sang ortu, Achun Owen yang sempat vakum cukup lama dikomunitas burung nasional. Selain sebagai pemain, dimasanya Achun juga pernah aktif sebagai Ketua Pelestari Burung Indonesia (PBI) Tangerang, Ketua Jayakarta Team dan dikenal sebagai penyelenggara sukses saat menggelar perhelatan besar Gusdur Award hingga Bang Yos Cup, yang menjadi even sejarah gelaran paling akbar di masa itu.

Kini, hobi ini berlanjut pada Ronald Owen, dia juga main di jenis anis merah. Alasannya, main di jenis ini banyak tantangan. Ini yang membuatnya, belakangan ini dia aktif ke lapangan bersama Owen and Crew nya. Bahkan tidak hanya turun di Jabodetabek, tapi juga luar kota.

Ronald Owen
Sederet Prestasi Anis Merah

Sementara Achun Owen sendiri, meskipun disibukan dengan bisnisnya, namun masih tetap menyempatkan waktunya ke lapangan. Sekedar untuk bersilaturahmi untuk bertemu rekan-rekan lamanya diberbagai blok. “Sekarang kan ada Ronald, saya hanya sesekali saja ke lapangan ketemu teman-teman,” kata Achun.

Ronald Owen
Bersama the legend Anis Merah Achun Owen (kanan)

Kini di tangan Ronald, seabrek prestasi burung diraih koleksinya. Ada 7 ekor koleksi anis merahnya yang memenuhi kediawannya di kawasan BSD Tangerang. Diantaranya Valium, Dirgahayu, Tjaplok dan lainnya. Burung tersebut kerap meraih gelar juara diberagam even yang diikutinya. Selain anis merah juga ada kenari bernama Pendekar Owen yang pernah moncer di even Pakde Karwo Cup Surabaya.

Nama-nama burung tersebut mengingatkan pada burung jagoan lamanya. Ya, selain dulu ada nama anis merah bernama Owen, Valium, Tjaplok dan lainnya dijamannya dulu merupakan jawara tanpa tanding. Meskipun burung tersebut kini sudah tiada, sebagian diantarana diabadikan dinama burung barunya ini. “Ini semua burung baru, tapi tetap pakai nama burung lama, biar mengingatkan, hehe,” kata Ronald yang kini tengah merintis usaha kuliner ini.

Anis Merah Valiun
Gaya Anis Merah Valium

Meskipun sebagian diantarana terbilang gaco baru, prestasi burung-burung tersebut sudah diujinya digelaran even kolosal tahun 2017 lalu, mulai Pakde Karwo Cup, Piala Raja Jogja hingga Tri Star Semarang dan dan gelaran akbar lainnya. “Tahun ini kita siapkan juga dieven besar,” lanjutnya.

Salah satu jagoannya yang lagi top form saat ini adalah Valium, gacoannya ini belum lama moncer dalam even Anniversary Kang Ebod 45 (11/2) di Bandung. Dalam waktu dekat ini kita juga akan ke Bandung lagi, TVRI Cup, tapi setelah turun minggu ini di Tangerang Cup NzR,” jelas Ronald.

Selama ini dia memang mengandalkan pada Valium, kualitasnya memang di atas rata-rata, kalau digantang di lapangan selalu tampil ngotot, keunggulan valium bukan hanya besetan lagu yg luar biasa, tapi didukung dengan gayanya yang eksentrik, yakni ciri khas buka ekornya yang membuat juri juri terpesona.

Selain itu juga Valium memiliki gaya teller buangan kiri-kanannya dilengkapi isian kasar-kasar. Telernya juga anteng dari awal gantang sampai akhir. Ketangguhan dan kehebatan ini yang membuat Owen and Crew siap menghadapi musim lomba di tahun 2018 ini.

Related Articles

Back to top button