Connect with us

News

Dapit Lovebird Sidoarjo : Pusat Grosir Burung Lovebird Terbesar dan Terpercaya

KONBUR Tayang

:

kontes burung sapit lovebird

format Termpaperwarehouse Coupon 2019 essay transitions format
Sudah 4 tahun berjalan Dapit Lovebird menggeluti bisnisnya sebagai pengepul Lovebird, hingga akhirnya membuatnya paham akan seluk beluk tentang bisnis di dunia Paruh Bengkok yang ia tekuni hingga sekarang ini, sampai akhirnya iapun memiliki pemasok sendiri yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur dengan pemasok terbesar yang berasal dari wilayah Tuban, Surabaya, Sidoarjo bahkan Pulau Garam Madura.

kontes burung dapit lovebird

Burung Lovebird Baru Datang.

on Writemypaper4me code for Discount changing essays movies
Dengan Banyaknya peternak binaan yang ia miliki, membuat kioasnya selalu dibanjiri stok lovebird yang terdiri dari berbagai macam warna, dan tak kurang 200 ekor lovebird datang di kiosnya tiap harinya , meski begitu stok yang datang pun selalu ludes habis diserbu pembeli, tak hanya pembeli dari dalam kota, pembeli luar kotapun seperti dari mojokerto, jombang, gresik dan Probolinggo, tak jarang datang langsung ke kios Dapit yang beralamatkan di Jl. Sawunggaling Gang IV Desa Sambisari RT 36 RW 07 Sidoarjo. Yang buka tiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 7 malam.

kontes burung dapit lovebird

Pembeli Antusias Memilih Lovebird di Kios Dapit Lovebird.

Attending about essay College mancol
Banyaknya permiantaan yang datang di kiosnya, mengharuskan Dapit untuk selalu turun tangan sendiri guna memastikan kondisi dan kualitas Lovebird yang ada ditempatnya, tak hanya itu iapun selalu  ikut dalam proses packing serta pengiriman yang dilakukan setiap hari, karena menurutnya kepuasan konsumen adalah hal yang paling utama, karena bisnis ini bermodalkan rasa kepercayaan maka kita harus menjaganya ungkapnya saat ditemui kontesburung di rumahnya.

kontes burung dapit lovebird

Sudah Dipesan. Sehari 200 Ekor Lovebird Habis Terjual.

movies gps.caltech.edu/~ge148/1998B/humdeg.html on azmat diwali
Tak kurang setiap harinya 15 s/d 20 bok (dengan isi 20 s/d 25 perbox) ia kirimkan kepada para pelanggan setianya yang berada di berbagai kota mulai dari Jakarta, Bandung, Cilacap Cirebon, Tegal, Kroya, Jogja, Solo, Tegal, Jember, Banyuwangi bahkan luar pulau macam Bali, Kalimantan pun selalu minta untuk dikirimi , karena mereka sudah merasa cocok dan puas akan pelayanan di sini ungkapnya.

kontes burung dapit lovebird

Proses Packing. Dahulukan yang Sudah Tranfer.

Attending Discount for Termpaperwriter.org styles essay transitions narrative Attending
Selain menyediakan lovebird ombyok’an, dengan berbagai warna, dengan harga yang dibandrolpun relatih terjangkau yakni 125 ribu untuk jenis ijo standart, 140 untuk Pasjo, 160 untuk Paskun sedang untuk warna Albino MM 750 dan untuk BS Tosca, Vio dan Move dibandrol dengan harga 760 dengan usia Balibu alias Paud, selain lovebird ombyokan Dapit pun juga menyediakan Lovebird Paud Prospek Kekekan dengan harga yang juga terjangkau, yakni 150 – 200ribu untuk paud prospekan, 300 – 400ribu untuk Paud Konslet dan untuk Paud yang sudah Prestasi dibandrol dengan harga 500 – 600 ribu,

 

kontes burung dapit lovebird

Burung Selesai Packing. Siap Kirim Ke Luar Kota.

Meski harganya relative murah dan terjangkau, tapi kualitas boleh diadu ungkapnya, Tapi ingat harga lovebird dikiosnya pun sewaktu waktu juga berubah mengikuti harga pasar ungkapnya, dan supaya anda tidak ketinggalan tentang harga Lovebird dikiosnya, silahkan langsung cek FB Resminya di Dapit Puspa Agro & inisial davit dengan ig : davit_lovebird_sidoarjo awas bukan yang lain, karena sekarang ini banyak muncul akun yang mengatas namakan dirinya, jadi harus lebih berhati hati ungkapnya diakhir pembicaran saat ditemui dirumahnya beberapa waktu yang lalu.

kontes burung dapit lovebird

15 s/d 20 Box Siap Kirim Dalam Sehari

 

News

Burung Kacamata, Sepi di Lomba Rame di Pasar

Published

on

By

Burung Kacamata
Burung Kacamata, Sepi di Lomba namun ramai di pasar.

Kontesburung.com – Malang, Beberapa tahun ini kelas burung kacamata di arena lomba tidak lagi banyak pesertanya, karenanya belakangan ini banyak penyelenggara lomba yang tidak memasukkan burung kacamata dalam jajaran kelas yang dilombakan. Berbeda dengan saat jaya-jayanya sekitar lima tahun lalu, dimana kelas burung kecil ini selalu penuh meski dimainkan beberapa kali.

burung kacamata
Kacamata lokal asal Lumajang, harga bakalan lebih mahal

Lalu apakah dengan merosotnya kelas kacamata kemudian dagangan burung bakalan ikut menurun?, menurut pengakuan sebagian pedagang bilang memang ada penurunan dibanding saat rame-ramenya dulu. Waktu rame dulu, ratusan bakalan kacamata datang dari beberapa kota bahkan ada yang datang dari luar pulau, dalam waktu seminggu ludes.

Itupun harganya lumayan bagus dibanding sekarang. Tapi kalau dibanding dengan penjualan burung ocehan jenis yang kecil kecil, penjualan burung kacamata cukup bagus dan tetap banyak peminatnya. Buktinya beberapa pedagang di pasar Burung Splindit Malang, selalu mendatangkan secara rutin burung jenis kacamata, karena lebih mudah laku dibanding jenis yang lain.

Burung Kacamata Mataram
Kacamata asal Mataram bodi lebih besar, warna lebih cerah harga lebih murah

Jenis yang datang menurut pedagang sebut saja namanya Rohana, ada dua jenis Kacamata. Yakni jenis lokal yang biasa dipasok dari kota-kota di sekitar Jawa Timur seperti Lumajang, Banyuwangi dan ada yang dipasok dari kota bagian barat Jawa Timur, tapi jumlahnya tidak banyak.

Satunya lagi adalah jenis yang didatangkan dari pulau Mataram Lombok. Antara yang dari Mataram dan Lokal memiliki perbedaan baik dari ukuran, warna sampai harganya. Kalau dari Mataram ukuranya lebih besar, warnannya hijau terang bersih dan harganya lebih murah yakni sekitar Rp 30 ribu per ekor. Sedangkan yang jenis lokal, ukuran tubuhnya lebih kecil warnanya lebih gelap tapi harganya lebih mahal yakni sekitar Rp 40 ribu.

Mengapa beda harganya? Alasan pedagang, untuk burung kacamata lokal, lagunya lebih enak, volumenya lebih kenceng kalau untuk lomba lebih mantap yang lokal. Karena itu ada pedagang menjual dalam kandang hasil seleksian dengan harga sekitar Rp 65 ribu per ekor. Menurut Suhadi yang ditemui kontesburung.com saat memantau Kacamata dikandang Ombyokan, ia mengaku lebih suka beli yang sudah diseleksi pedagang, meski harganya lebih mahal tapi lebih cepat bunyi saat dipelihara.

Menariknya lagi, meski lombanya jarang, ternyata para pembeli bakalan dipasar cukup banyak juga, karenannya pedagang secara rutin mendatangkan bakalan kacamata.

Dan rata-rata pembeli yang ditemui di pasar mengaku hanya untuk peliharaan di rumah saja bukan untuk lomba. “Daripada pelihara love bird lebih enak pelihara kacamata, karena lagunya enak didengar dan rajin, harganya juga murah, perawatan juga mudah, karena pakannya cuma buah pisang atau pepaya, kalau mau kasih kroto atau voer lebih bagus,” terang Suhadi pria asli Malang yang suka berkunjung ke pasar Splindit.

Lanjutkan Membaca

News

Mulai Ngetren, Tebok Krom dan Kayu Asam Jadi Andalan Pedagang

Published

on

By

Tebok Krom Oriq Jaya
Tebok Krom, tampil mewah dan menarik mulai banyak diburu kicaumania

Kontesburung – Sidoarjo, Perkembangan sangkar dan asesoris sangkar ternyata terus berkembangan pesat, hal itu tentunya akan membuat kicaumania yang suka mengkoleksi sangkar unik, langka dan mewah, akan memburunya. Seperti Tebok Love Bird keluaran Oriq dengan motif krom warna silver dan gold. Yang beberapa waktu lalu dibawa oleh pedagang asesoris di lomba Dewa 99 Medaeng Sidoarjo, sempat menarik perhatian love bird mania.

Dia bawa dua buah saja yakni warna silver dan gold, pertama laku yang silver, setelah mau pulang yang gold juga dibeli. Dengan begitu dua tebok yang diproduksi secara terbatas, laris manis. Menurut pedagang asli Surabaya ini, untuk Tebok krom produksi tidak banyak, karena produksinya agak susah, sementara penggemarnya cukup banyak. Meski harganya lebih mahal dari tebok cetakan pada umumnya, peminatnya cukup banyak.

“Jadi kalau kita dapat kiriman beberapa buah, hari minggu dibawa kelomba habis dilapangan, tapi kalau ada yang tahu sudah datang di rumah, biasanya mereka langsung beli dirumah,” ujar pria yang sering bawa dagangan di arena lomba. Barang apa yang saat ini cukup laku? Menurutnya adalah asesoris seperti tangkringan kayu asam, tempat ,minum, krodong atau asesoris lain yang unik dan kualitasnya bagus, dengan harga yang terjangkau.

Tangkringan Kayu
Pak Jo tangkringan, laris kalau bawa yang bagus.

Banyaknya peminat asesoris di lapangan juga dirasakan oleh Bejo, pedagang tangkringan kayu asam asal Surabaya. Pria yang sering mangkal di Pasar Burung Bratang ini sering berdagang keliling dari lomba satu ke lomba lainnya, dan hanya bawa dagangan berupa kayu asam. Karena kayu asam yang dijual kualitas bagus, kayunya lurus-lurus dan tekturnya tebal. Didukung harganya juga relatif murah, maka wajar bila dagangan pak Jo ini selalu jadi jujugan kicaumania yang butuh tangkringan.

Lanjutkan Membaca

News

Waduh! Perdagangan Burung di Splindit Malang Masih Terasa Lesu

Published

on

By

Pasar Splindit
MULAI LESU. Cak Tam, belakangan ini perdagangan burung masih lesu

Kontesburung.com – Malang, Lesunya perdagangan burung bukan hanya terjadi di arena lomba saja, di pasar burung di banyak kota ternyata tak jauh beda. Hanya karena kebanyakan pedagang sudah menjalani profesinya puluhan tahun, ia enggan berganti profesi lain. Seperti yang dirasakan oleh pria yang akrab dipanggil Cak Tam yang berdagang aneka jenis burung di Pasar burung Splindit Malang.

Pria bertubuh besar ini sudah menekuni berdagang burung, sejak pasar Splindit jumlah pedagangnya belum seramai saat ini. Sebagai pedangan yang berkecimpung puluhan tahun ia mengaku pernah merasakan yang namanya jaman enaknya menjadi pedagang burung. Sebelum tahun 2000 an, perdagangan cukup menjanjikan karena jual beli lancar.

Memasuki tahun 2000 an, meski burung impor seperti Hwa Mei, Pok Say, Pek Ling dan lainnya mulai tidak masuk, jual beli burung dibanyak pasar sempat terganggu, namun hal itu tidak berlangsung lama, karena jenis burung lokal yang dimunculkan diarena lomba cukup banyak, seperti Cucak Rante, Decu, Prenjak, Colibry dan lainnya. Sehingga perdagangan burung di pasar tetap bergairah.

Perdagangan mulai terasa lesu setelah muncul Peraturan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen), tanggal 11 Juli 2018. Yang berisi tentang perlindungan beberapa jenis burung yang selama ini dilombakan dan sudah banyak ditangkar seperti Murai Baru, Jalak Suren, Jalak Bali dan Cucak Hijau. Sejak muncul peraturan itu perdagangan burung hampir drop diberbagai kota di tanah air, termasuk di pasar burung Splindit Malang.

Banyak orang takut beli burung karena takut terhadap sanksi dari peraturan tersebut bila ketahuan memelihara burung yang dilindungi. Meski sudah ada revisi, ternyata menurut beberapa pedagang salah satunya H.Hasan belum berpengaruh positif pada perdagangan burung.

“Saya rasakan selama jadi pedagang burung, ya sejak muncul peraturan itu penjualan burung terasa sepi, meskipun sudah ada revisi dampaknya belum memulihkan seperti sedia kala,” ujar pria yang sudah puluhan tahun menekuni perdagangan Kenari dan Burung Impor pada pada reporter kontesburung.com

Bagaimana dengan perdagangan burung lokal? Menurut Cak Tam sama saja, lesu dan tidak bergairah. Sebagai pedagang yang menyediakan burung muda bakalan, baik yang untuk lomba maupun jenis burung peliharaan lain seperti Beo, Jalak Suren mengaku biasanya setiap hari selalu saja keluar satu dua burung.

Bahkan yang namanye Beo muda setiap hari selalu ada yang laku, sekarang seminggu baru laku dua ekor, begitu juga dengan Jalak Suren, biasanya banyak yang cari untuk Masteran atau untuk peliharaan burung rumahan, tapi sepekan ini burung yang sudah dewasa dan cerewet dijual seharga Rp 500 ribu per ekor belum ada yang terjual.

Kalau burung rumahan sepi, biasanya burung bakalan untuk lomba sebagai penolong bagi pedagang, tapi kali ini, burung bakalan dan burung lomba yang di jual Cak Tam, ikut terseret sepinya penjualan burung, sejak munculnya Permen setahun lalu, padahal lombanya sendiri mulai bergairah. “Harapan kami sebagai pedagang, semoga kedepan ekonomi bisa baik agar lomba burung kembali bergairah dan pembeli burung rumahan kembali normal,” terang Cak Tam.

Lanjutkan Membaca