Home / Kontes / Kopdar Prasasti, Malang – Meski Bulu Sudah Banyak yang Lepas, MB Rolex Sukses Raih Jawara

Kopdar Prasasti, Malang – Meski Bulu Sudah Banyak yang Lepas, MB Rolex Sukses Raih Jawara

Jelang even bergengsi yang dikemas gantangan Prasasti Malang dengan tajuk Piala CEO Prasasti (11/01), pada hari Minggu kemarin (21/12) gelar agenda Kopdar yang tentunya full peserta yang dihadiri kicau mania dari lintas daerah.

Memang, apapun agenda Kopdar maupun even yang digelar gantangan Prasasti animo peserta sangat bagus. Dari banyaknya even yang di gebyar oleh Prasasti yang dipantau langsung tim Kontesburung.com, hanya butuh beberapa jam saja semua tiket ludes terjual terutama kelas utama.

Hal ini memang wajar saja, karena kepercayaan peserta tentang penjurian serta kenyamanan arena lomba dan pelayanan kru gantangan Prasasti benyak menuai pujian dari kicau mania. Berkat tangan dingin H. Wiwied HD selaku CEO Prasasti inilah yang membuat gantangan ini menjadi tujuan kicau mania untuk memberikan lebel jagoan jika bisa berada di tangga juara dan juga bisa menaikkan harga jual gacoannya.

Bulu Lepas, Tak Pengaruhi Kinerja Rolex

Pada perhelatan Kopdar Minggu kemarin, di kelas pertama menjadi salah satu aksi terbaik dari Rolex milik H. Fathir dari Mabes Komando Surabaya yang sukses meraih gelar jawara. “Bulu Rolex sudah banyak yang jatuh dan laga ini sebenarnya buat buang birahi plus emosi Rolex karena takutnya jika tidak di gantang dia akan cabut bulu,” papar H. Fathir yang juga pernah kawal Rolex raih mobil di gantangan Prasasti.

Lain halnya dengan Pembunuh Bayaran milik Agus AC 79 dari Kromoharjo Jaya Sidoarjo yang pada kelas awal tidak bisa mengikuti karena telat datangnya, di 3 kelas lainnya burung ini sukses meraih juara 3, 3 dan 5. “Tadi macet jadi saya telat hadir, dan terpaksa settingannya ada perubahan yang membuat Pembunuh Bayaran tadi tampil kurang optimal,” jelas Agus AC 79.

Baca Juga :  Kopdar SMM Gresik - Ajang Pemanasan Menuju Piala Ketua SMM

Dan icon di Kopdar Prasasti adalah kelas Kelas Murai Batu Bursa, meski kali ini di 2 kelas Bursa tidak terjadi transaksi karena budget pembeli 50 juta dan pemilik burung menawarkan 80 juta, namun di 2 kelas ini tampilkan persaingan sengit yang tak kalah dengan kelas Murai Batu lainnya.

Di kelas Cucak Ijo, Ricuh milik Hoho dari Blitar sukses merebut 2 gelar jawara alias nyeri. Aksi burung ini memang mencolok, power suara yang pedas dengan tonjolan materi lagu panjang serta durasi kerja yang bagus membuat burung jadi perhatian Ijolovers di arena lomba. sayangnya, untuk even Piala CEO Prasasti, Ricuh belum mendapatkan tiket dan si empunya gaco berharap ada cancelan tiket biar bisa ikutkan Ricuh di even Piala CEO Prasasti.

Untuk kelas Cendet, kesempatan terbuka buat Arjuna milik Anwar Puady dari CMB untuk nyeri jawara. Saat kelas Cendet Joko Tole burung ini berhasil raih jawara, dengan kinerja 11-12 dengan kelas sebelumnya burung ini terpantau turun dan membuat bendera diskualifikasi tertancap pada pijakan tempatnya digantung yang berimbas kesempatan koncer hilang.

[iklan_akhir]