Tips Jitu Merawat Burung Kemade Muda Hutan dari Alam Liar

Burung kemade atau biasa di sebut cabe cabe memiliki ukuran tubuh mungil, atau sebesar burung pleci. Di alam liar burung kemade juga sering terlihat bersama kawanan burung pleci saat mencari makan.

Kicauan burung kemade ini juga tak kalah lantang dengan burung pleci, bahkan terkadang suaranya lebih melengking. Beberapa diantaranya disertai gaya teler mirip anis merah meski tidak nekuk seperti anis merah.

Memiliki warna yang menarik dan kicauan yang memikat, burung kemade sering dijadikan burung master oleh para kicau mania sekaligus sebagai penghias ruangan.

Namun, merawat burung kemade termasuk susah susah gampang. Terutama untuk kemade yang baru ditangkap oleh pemikat atau yang biasa disebut kemade muda hutan.

Burung kemade muda hutan biasanya tidak mau makan pisang secara langsung. Hal ini karena burung kemade sangat rentan stress dan pakan alaminya lebih banyak berupa buah karsen ataupun biji buah pohon benalu serta beberapa serangga serangga kecil.

Berikut 3 tips pertama yang harus dilakukan untuk menangani burung kemade muda hutan yang baru saja didapat dari alam liar:

1. Menyuapi dengan Paksa

Penyuapan paksa dengan memberikan pisang atau buah pepaya bertujuan agar burung kemade tau rasa pisang dan sekaligus bertujuan untuk bertahan hidup. Karena burung stres jika dibiarkan tetap tidak akan mau pakan sehingga berujung mati.

Penyuapan paksa dengan pisang juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena penyuapan paksa bisa beresiko mati akibat tersedak. Lakukan secara berhati-hati saat membuka paruh burung karena burung kemade muda mempunyai paruh yang masih lentur alias mudah patah.

Kemade muda hutan cenderung mudah stress lalu ngambek makan. Penyuapan paksa dilakukan dengan cara membuka mulut burung secara paksa tapi secara perlahan.

Masukan pisang dengan ukuran kecil ke mulut burung, jika burung tidak mau menelannya coba masukan dengan bantuan lidi, sedikit memaksa. Penyuapan bisa dilakukan sebanyak tiga kali sehari atau lebih sering.

2. Kumpulkan Bersama Burung Kecil Pemakan Buah

Mengumpulkan burung kemade muda hutan dengan burung kecil pemakan buah lainnya yang sudah jinak sangat membantu dalam beradaptasi sekaligus keberlangsungan hidup burung kemade muda hutan.

Hal itu karena kemade muda hutan akan merasa bahwa sangkar bukanlah penjara yang harus di takuti. Ketika burung pendamping makan pisang maka kemade muda hutan juga akan terpancing untuk ikut memakan buah.

Selain itu alasanya adalah karena kemade juga termasuk burung koloni sama seperti pleci. Meski terkadang membentuk kelompok-kelompok kecil terutama ketika sedang masa berkembang biak.

Penting yang harus diperhatikan adalah jika mengumpulkan kemade muda hutan dengan burung lain maka burung pendamping harus yang sudah jinak. Karena jika sama-sama liar maka akan menambah stres burung kemade muda hutan.

3. Penempatan Sangkar Burung

Penempatan kemade muda hutan juga penting. Misalnya dengan menggantung sangkar pada pohon yang rindang. Ini bisa membantunya beradaptasi dan tidak terlalu memikirkan tentang keadaannya yang di dalam sangkar.

Jika tidak ada pohon rindah maka bisa menempatkannya di tempat yang sepi dan tenang sambil sesekali memantau perkembangan burung. Hal ini agar burung tidak merasa tertekan.

Jangan lupa siapkan pisang yang sudah benar-benar matang biar burung kemade muda hutan lebih mudah saat memakannya.

Nah itulah 3 tips awal saat mendapatkan burung kemade atau cabe cabe muda hutan yang baru saja didapat dari alam liar. (**)

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here