Tikno Jember, Dan Liku Liku Sukses Menangkar Hwa Mei

Sosok kandang Hwa mei ukuran P1,5 M x L1,5 M x T 3 M, tinggi pondasi 50 cm, diberi tanah yang ditengah diberi tanaman Pucuk merah

Sebenarnya sudah banyak kicaumania yang berhasil menangkarkan Hwa mei, cuma karena keberhasilan mereka jarang terekpos oleh media membuat kesuksesan mereka terlihat hanya beberapa saja, padahal kalau lihat komunitasnya ternyata sudah banyak mereka yang berhasil menangkar burung asal Cina yang dulu dianggak sulit dan tidak bisa ditangkar.

Tikno salah satu pria yang berhasil menangkarkan Hwa Mei dirumahnya di Solo, pria yang saat ini bertugas di Jember dan tinggal di daerah dekat RS dr. Subandi, ini mengaku suka burung sejak ia muda. Sedangkan mencoba ternak Hwa Mei ia mulai sejak tahun 2015. Saat tugas di jakarta ia beli 5 pasang indukan yang dia pilih jinak jinak.

Lalu dibawa ke Solo langsung masuk kandang penangkaran. Tahun 2016 salah satu indukan tersebut telur 4 butir. Hanya saja semua telur dibuang semua. Ia waktu itu berada di Jakarta, dan dikabari adiknya yang diserahi merawat tangkaran Hwa Mei dirumah kalau empat telur dibuang semua oleh induk yang betina. “Waktu itu saya pikir kandangnya yang kurang besar, sehingga indukan tidak nyaman dan buang telur, setelah itu semua indukan saya jual,” kenang Tikno yang waktu itu sering pulang pergi Solo Jakarta.

Anakan Hwa Mei umur satu minggu

Kemudian awal Agustus 2018 Tikno yang sudah skarang tinggal di Jember dan masih sering pulang ke Solo, berniat experimen dengan menangkar Hwa Mei lagi, karena yang dulu sempat telur tapi dibuang. Hal itu membuatnya penasaran,  lalu ia beli 2 pasang indukan yang dia tangkar dirumahnya di sekitaran Solo baru dan dibuatkan kandang ukuran P 1,5 M x L 1,5 M X T 3 M, dibagian bawahnya diberi pondasi setinggi 50 Cm agar tikus tidak masuk, dan ditengahnya diberi tanah kemudian didalamnya diberi tanaman pucuk merah.

Waktu itu saat pasangan dimasukkan kandang penangkaran langsung diberi sarang yang seperti tempat sarangnya perkutut dan sudah ada serat nanasnya. Tidak tau kapan kawinnya salah satu pasang tadi bulan Oktober nelur sebanyak 2 butir. Karena ingin experimen, dua telur tersebut dititipkan ke Jalak yang kebetulan Jalak yang ditangkar Tikno sedang bertelur juga. Ternyata cara titip jalak tersebut gagal, tidak ada yeng netas.

Empat telur yang menetas semua

Dua minggu kemudian induk tersebut nelur lagi 3 butir dan dibiarkan akhirnya netas 2 ekor, waktu itu 2 anakan yang umur beberapa hari akhirnya mati karena terlambat memberi pakan untuk lolohan. Belajar dari benyak pengalaman diatas, akhirnya Tikno lebih hati hati. Dua minggu berikutnya indukan yang sama nelur lagi sebanyak 3 butir netas satu. Setelah anakan sudah bisa makan sendiri dipisah, dua minggu kemudian induk tersebut nelur lagi 4 butir dan keempatnya netas selamat sampai bisa makan sendiri.

Tidak sampai dua minggu, Induk ini kembali nelur 3 butir netas dua ekor, dan saat tulisan ini dibuat, menurut Tikno Indukan sedang nelur 4 butir, tinggal nunggu netas. Setelah umur seminggu anakan bisa diambil dan diloloh sendiri, dua minggu berikutnya indukan akan bertelur kembali, begitu seterusnya. Sedangkan indukan satunya baru mulai jodoh dengan tanda tanda buat sarang.

Dua anakan yang netas terakhir

Makanan apa yang diberikan pada Indukan Hwa Mei selama ini? Menurut Tikno hanya berupa jangkrik dan ulat kandang full. “Tiap hari saya hanya beri Jangkrik dan ulat kandang, karena kalau diberi yang lain tidak suka. Hanya untuk anaknya saja yang saya beri lolohan vorr biasa yang dihaluskan,” terang Tikno pada kontesburung.com.

Anakan yang diberi ring Ino oleh Tikno, saat ini sudah ludes dibeli orang. Waktu itu 4 anakan belum umur sebulan dibeli semua dengan harga Rp 4 juta per ekor. “Termasuk anakan sebelumnya semua habis, pokoknya saat anakan saya posting dimedsos yang tertarik cukup banyak, dan nggak lama kemudian langsung deal ada yang ambil,” tambah Tikno lagi.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here