Perkutut

Galur Murni Trah TP 666 dan Cristal B8 di Adipati BF Buduk Badung: Cetak Parikesit, Laksamana, Karma dan Singosari

Menghasilkan anakan-anakan yang superior dari kandang perkutut, bukanlah perkara mudah. Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tetapi membutuhkan proses panjang dan berliku hingga sampai pada satu titik focus. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Adipati BF yang digawangi Gustu Budhi Lesmana di home basenya di Buduk Badung merasakan itu hingga saat ini. Walaupun selama perjalanannya akhirnya telah merasakan ada satu titik jalur, namun Gustu tidak berani jumawa karena proses masih terus berlanjut.

Gustu Budhi Lesmana merasakan bagaimana jatuh bangun beternak perkutut yang juga dirasakan peternak lain. Namun dukungan dari rekan-rekan sehobi dan keinginan dan semangat untuk terus belajar membuat sedikit demi sedikit apa yang ingin diharapkan bisa diraih. Paling tidak, menekuni hobi perkutut ini bisa meringankan beban kepenatan akan kesibukan pekerjaan yang menghimpit setiap hari.

Beberapa burung dari bermacam peternak di Indonesia dicoba dibeli pada 2010-an hingga sampai pada pejantan trah TP 666 dari Terminal dan MLT N1 betina yang dicoba dimasukkan dalan satu kandang. Menetaskan betina dikawinkan dengan Cristal B8. Beberapa anaknya keluar di antaranya Parikesit dan ada juga betina yang kemudian dicarikan pasangan special untuk mengangkat suaranya baik volume, depan, tengah dan ujungnya. Berkat anjuran dari Harry HBH dan almarhum Ngurah Mahayana, Gustu mendapatkan Cristal A12 yang kental berdarah CC 3A – Aljasair. Dari perkawinan inilah kemudian mendapatkan pejantan yang kini menghuni Adipati T666.  Pejantan yang merupakan saudara dari Parikesit ini disilangkan dengan betina Adipati: perkawinan dari Parikesit dengan anak dari trah TP666 dengan Panpan yang kental berdarah TP 666 dan Grand 12 A.

Di kandang Adipati T666 inilah kemudian muncul Laksamana yang diambil Made Sada dari Tegal Tugu Ubud yang sempat juara pertama di kelas dewasa di LPB Uma Abian dengan nilai tiga warna, kemudian Karma yang mengebohkan sempat meraih bendera empat warna dan sudah menjuarai konkurs di Lombok yang konon bakal segera balik ke kandang Adipati, dan Singosari yang kini menghuni Adipati T555 dan sebagian besar cewekan. Kini Singosari di Adipati T555 dipasangkan dengan Adipati, cewekan yang sempat dikandangkan dengan DWR Bisma 02 di K Dananjaya yang menghasilkan anakan bagus.

Baca Juga :  Liga CTP BF Bangkalan Seri III Suguhkan Pertarungan Sengit, Syahrul Khan, Syahdu, Celurit Emas dan Halilintar Layak Dapat Bintang
adipati
SILATURAHMI: Nang Shaolin dan Made Sada Saat Berkunjung ke Markas Adipati BF. Saling Nimba Ilmu Demi Maju Bersama

Yang istimewa dari keempat kolaborasi trah TP 666, Cristal B8 dan Cristal A12 yakni Parikesit, Singosari, Karma, Laksamana adalah memiliki tipakal suara berirama tertata, bervolume besar, depan ngayun, tengah double tebal langkahnya satu satu dan menaruh ujung sopan dan delosor panjang. Seperti Singosari yang masih perfoma mesti sudah beberapa tahun di dalam kandang. ‘’Kebetulan kami sejak awal pakai super breeding, jadi burung lebih awet dan masih bugar bahkan ada yang sudah 8 tahun tetap berproduksi,’’ terang Gustu.

Cewekan dari Adipati T666 inilah yang kemudian banyak menyebar ke peternak perkutut di Bali. Gustu tidak egois dengan apa yang diketemukan dari usahanya yang cukup panjang. Setiap cewekan selain ada yang disimpan, sebagian diberikan peternak lain. Di antaranya Taksu BF milik Ketut Budha yang menetaskan anakan yang sukses menjuarai LPB seri-9, Minggu 25 November 2018 kemarin bertajuk Tunggul Ametung Cup II di kelas piyik hanging diberi nama Smilling Budha.

Begitu juga banyak menghuni kandang Yudistira BF milik Sugeng di Batubulan yang menetaskan anakan-anakan berkualitas. Adipati T666 termasuk juga kandang yang lain, juga banyak digunakan sebagai materi di kandangnya Putu Shaolin di Kaba-kaba, Achmad Yani Zein di Tabanan dan sempat berkolaborasi dengan DWR.

Selain kandang Adipati T666, T555, masih ada Txxx, T777, T888, T999, yang menjadi unggulan Adipati. Adipati Txxx misalnya antara C B8 dengan C B8 yang baru berdarah IKL Sarmila.

Sebagai penghobi perkutut yang sudah merasakan pahitnya sebagai peternak, Gustu Budhi Lesmana tidak ingin peternak-peternak yang baru muncul merasakan hal yang sama. Karena itu hampir sebagian besar trah unggul Adipati direlakan dirawat atau dikembangkan oleh peternak yang kini bersemangat membangun kandang, baik jantan dan betina. ‘’Biarkan mereka juga menikmati,’’ ujar pengusaha di bidang pariwisata ini.

Baca Juga :  Produk Ternak Laku Keras, H.Muhari Kharisma BF Surabaya Tak Pernah Sempat Orbitkan Jawara Sampai Usia Dewasa

Meski Adipati telah focus pada galur murni TP666, Cristal B8 dan Cristal A12, namun tidak menutup kemungkinan untuk terus menyuntik dengan materi baru kekinian agar tidak ketinggalan kereta. Gustu meyakini setiap peternak punya sumber materi yang akhirnya megerucut pada satu jalur. Yang akhirnya setiap hasil tetasan itu bakal diuji di pentas konkurs. *kb3

Related Articles

Back to top button