Lomba Burung Silaturahmi Surabaya – MB Adipati Sang Bintang Baru Nyaris Hattrik, MB Mak Paek, Armani & Basudewa Koncer

Bersifat eksklusif lantaran yang datang merupakan burung-burung Murai Batu terbaik Jawa Timur, gelaran bertajuk Lomba Burung Silaturahmi Surabaya (28 Juni) kemarin mendapat respon positif dari para pecinta burung bertipikal fighter itu.

Cukup beralasan, karena lomba putaran ke 2 yang salah satunya digagas oleh Abah Tatuk Graha itu memang sengaja membatasi jumlah burung peserta dalam satu gantangan yakni menyediakan G20 di semua kelasnya dan membatasi jumlah kicaumania yang mendatangi gantangan New Mahameru, jalan Darmo Harapan no.01 (belakang kolam renang Whiz Residence/Hokky Supermarket) yang menjadi tempat terselenggaranya lomba. Oleh karena itu, seperti di putaran pertamanya di gantangan Alami Surabaya yang digebyar 2 minggu sebelumnya, gelaran tersebut tidak dipublis namun bersifat undangan yang diberikan pada beberapa Muraimania.

“Tujuan utama adalah silaturahmi di tengah pandemi Covid 19 yang memang harus mengutamakan protokol kesehatan,” celetuk Abah Tatuk Graha seraya mengatakan bahwa dengan dibatasinya jumlah peserta hanya 20 burung tiap kelasnya tentu akan memaksimalkan pemantauan juri saat bertugas, yang berujung pula pada terhindarnya unsur KKN sehingga menjadikan perlombaan benar-benar fairplay, apalagi penentuan nomer gantangan dilakukan dengan cara diundi langsung di lapangan. Alhasil, suasana lomba terlihat lebih kondusif serta nyaris tak dijumpai teriakan kicaumania saat berlangsungnya penilaian, sehingga kicaumania benar-benar bisa menikmati kicauan burung peserta yang saling bersaut sautan.

Jawara MB A, MB Mak Paek amunisi Abah Zuki (nomer 2 dari kiri)

Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ditengah kepungan burung-burung berlabel papan atas, MB Mak Paek besutan Abah Zuki dari TPJ langsung menampilkan aksi terbaiknya terutama saat membawakan lagu-lagu andalan mulai dari Cililin, Lovebird hingga Greja yang mampu dialunkannya dengan panjang-panjang. Bahkan berkat kestabilannya saat perform selama penilaian yang berlangsung selama kurang lebih 15 menit itu, menjadikan 4 juri yang bertugas tak ragu-ragu untuk menancapkan bendera koncer di nomer gantangan yang ditempatinya.

“Ya itulah Mak Paek. Begitu berhadapan dengan lawan yang menarungnya, dia justru tampil lebih menggila ditambah dengan powernya yang tembus,” ujar Abah Zuki.

Peraih Koncer Murai Batu B

Kejutan terlihat di kelas lanjutan Murai Batu B. Betapa tidak, MB Armani yang merupakan gaco lama dari W2 D’Champ Surabaya, kembali menunjukkan eksistensinya di dunia perburungan dan memamerkan kualitasnya sebagai burung berlabel bintang.

W2 D’Champ (urut 2 dari kiri) sukses kawal MB Armani koncer di kelas tiket 1 jeti (MB B)

Dalam penampilannya, show dari MB Armani memang tak begitu menonjol. Namun tonjolan roll tembak mulai dari Srindit, Pajaro dan Cucak Cungkok yang dialunkan dengan durasi panjang berjeda rapat dan power tembus itu, sukses memukau para kicaumania yang turut menyaksikan topperformnya. Dan menjadi keputusan tepat pun diambil oleh juri dengan menancapkan bendera koncer secara kompak pada nomer gantangan yang ditempatinya.

Sang jawara kelas Murai Batu C
Berly KLB Team (tengah) sukses antar MB Basudewa juarai Murai Batu C

Tak ingin kalah dalam perebutan juara di ajang pertarungan Murai Batu para bintang, Berly KLB Team Mojokerto yang mengandalkan MB Basudewa turun di kelas Murai Batu C itu berhasil melantunkan tonjolan-tonjolan Cililin disambung Kenari disertai dengan power tembus plus kinerjanya yang stabil mulai dari awal digantangkan hingga berakhirnya penilaian. Usut punya usut ternyata selain dijadikan gaco, MB Basudewa juga dijadikan indukan yang telah masuk kandang selama 2 kali. “Usai betinanya bertelur, Basudewa baru aku ambil dari kandang lalu dipersiapkan seminggu sebelum kulombakan di sini,” ujar Berly yang juga menggunakan ring APBN.

MB Adipati gaco Dwi Jalu SF nyaris hattrik di ajang pertarungan Murai Batu para bintang

Sementara itu, Dwi Jalu SF Kediri yang sempat belum beruntung dalam mengawal MB Republik dan Kresno yang kurang tampil prima di kelas Murai Batu A dan B, telah terbayarkan berkat prestasi MB Adipati miliknya yang sukses meraih double winner saat berlaga di 2 kelas terakhir atau kelas Murai Batu D dan E. Bahkan gelar hattrik nyaris saja diembannya, namun sayangnya di kelas Murai Batu C MB Adipati hanya berada di posisi runner up.

MB Adipati kuasai kelas Murai Batu D

“Kayaknya MB Adipati tadi emang butuh pemanasan dulu sehingga ketika tampil di kelas lanjutan, aksi sujud-sujud saat membawakan lagu-lagu yang sangat bervariasi plus power yang cukup mumpuni itu mampu dibawakannya dengan cukup stabil selama kurang lebih 15 menit penilaian,” ujar Dwi Jalu SF yang akan mempersiapkan amunisi-amunisi andalannya menuju even-even besar.*

Pemoncer Murai Batu E

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here