Konkurs Pengda Madiun Cup LPJT VIII 2018, Jadi Bukti Ketangguhan Putra Madura, Mayapada, Anak Manja dan Pegassus

Para jawara yang menempati posisi terdepan dalam gelaran konkurs Pengda Madiun Cup, Minggu 04 November 2018, layak mendapatkan acungan jempol. Dalam even yang merupakan agenda Liga Perkutut Jawa Timur (LPJT ke-VIII, peraih posisi pertama di empat kelas yang dilombakan yakni Dewasa Senior, Dewasa Yunior, Setengah Kerekan dan Piyik Hanging, menampilkan perannya sebagai perkutut yang pantas mendapatkan penghargaan paling tinggi.

Putra Madura, orbitan H.Aziz Pamekasan melesat di kelas Dewasa Senior

Putra Madura, yang tampils ebagai juara pertama di Kelas Dewasa Senior, sejak awal penjurian sudah memimpin dibarisan paling depan. Menempati nomor kerekan 68, raihan yang didapat perkutut orbitan H.Abd.Azis Pamekasan ini tak mampu dikejar lawan. Bedera 3 warna plus hitam yang menancap persis di bawa kerekan miliknya, terlihat dari babak pertama sampai ketiga. Secara sah dan menyakinkan, Putra Madura berhak atas jaura pertama.

Sahrul Khan, andalan Tim AKN Sampang yang mencoba melakukan perlawanan dari babak pertama, nampaknya belum mampu mengimbangi performa sang lawan. Babak pertama dan kedua, Sahrul Khan hanya meraih bendera tiga warna, memasuki babak ketiga, barulah perkutut bergelang AKN mampu memberikan perlawanan dengan raihan nilai bendera 3 warna plus hitam.

Begitu juga dengan Berkah, milik TIM AKN Sampang sempat memberikan perlawanan dengan raihan nilai rata tiga warna dari babak pertama sampai ketiga. Hasil ini mengantarkan perkutut ternakan CTP Bangkalan dinobatkan sebagai juara ketiga. Di Kelas Dewasa Yunior, terjadi perebutan posisi terdepan yang sangat ketat di babak pertama antara Mayapada orbitan Budi SP Semarang yang dikerek pada nomor 14, AW Golden andalan Awong Surabaya pada kerekan 20 dan OK Jhon milik Gus Wahid Sumenep dikerekan 29.

Mayapada, andalan Budi SP Semarang unggul mutlak di Kelas Dewasa Yunior

Ketiga burung ini meraih hasil sama yakni bendera tiga warna. Memasuki babak kedua, terjadi perubahan peta kekuatan. Mayapada meraih bendera tiga warna hitam sedangkan AW Golden dan Ok Jhon sama-sama mendaptkan bendera tiga warna. Hasil di babak kedua ini juga terulang di babak ketiga dengan hasil nilai tidak mengalami perubahan. Sampai akhirnya pada babak keempat, Mayapada dan AW Golden meraih nilai sama yakni bendera tiga warna, sedangkan Ok Jhon hanya dua warna hitam.

Dengan dimikian, Mayapada perkutut bergelang AKN otomatis meraih juara pertama, dilanjutkan AW Golden ring Golden dan Ok Jhon ternakan Cakrawala diurutna ketiga. H.Aksan yang mengwal langsung Mayapada mengaku optimis dengan perkutut ternakannya untuk meraih jaura. “Sampai babak ketiga saya sudah yakin, Mayapada bisa juara pertama, makanya saya tidak begitu ngotot untuk mensupport Mayapada di babak keempat,” jelas H.Aksan.

Anak Manja, jago Tim Anak Manja Jember raih podium pertama di Kelas Setengah Kerekan

Persaingan juga terjadi di Kelas Setengah Kerekan. Perebutan podium pertama terjadi antara Anak Manja orbitan team Anak Manja Jember pada kerekan 105, Pelam Jaya milik Abay Tasikmalaya dikerekan 97 dan Superwood jago Fausi Surabaya. Jika dilihat dari hasil rekap juri, Anak Manja berhasil memimpin jalannya penjurian dengan meraih bendera tiga warna pada babak pertama dan kedua, babak ketiga meraih bendera tiga warna hitam dan babak keemapt hanya dapat bendera dua warna hitam.

Pegassus, piyik hanging amunisi Awong Surabaya, belum pernah terkalahkan

Perkutut bergelang Kurnia ini akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama. Disusul kemudian oleh Palem Jaya ring AKN diposisi kedua dengan rihan nilai bendera dua warna hitam babak pertama, bendera tiga warna babak kedua, bedera tiga warna hitam babak ketiga dan babak keempat meraih bendera dua warna hitam. Sedangkan Superwood, ternakan Majapahit ditetapkan sebagai jaura ketiga dengan nilai bendera tiga warna babak pertama, ketiga dan keempat, serta dua warna hitam babak kedua.

Dikelas hanging pererbutan posisi terdepan tidak kalah serunya, antara Pegassus andalan Awong Surabaya, Roreka Ko’olan milik Kades Ko’olan dan Projo Guno jago H.Zaini Bangkalan. Nampaknya untuk yang kesekian kalinya, Pegassus masih merupakan piyik hanging yang belum mampu dikalahkan. Dalam beberapa kali turun lomba, perkutut ring GM ini selalu menuntaskan penjurian sebagai pemenang pertama.

H.Aksan Sampang (kanan) sukses orbitkan produk AKN sampai puncak prestasi

Seperti yang terjadi dalam gelaran yang dihelat di lapangan P3SI Pengda Madiun (utara Stadion Willis), Pegassus kembali memimpin dari babak pertama dengan nilai bendera tiga warna hitam, sedangkan Roreka Ko’Oolan hanya menerima bendera tiga warna. Persaingan panas baru terjadi pada babak kedua, ketiga dan keempat dengan hasil sama yakni masing-masing mendapatkan bendera tiga warna.

Sahuri, Kades Ko’olan Blega Bangkalan sukses mengorbitkan perkutut Roreka

Namun demikian, Pegassus sudah memimpin perolehan juara pada babak pertama dan berhak atas juara satu. Disusul oleh Roreka Ko’olan ring JBN. Sahuri selaku pemilik Roreka Ko’olan mengaku bahwa perkutut miliknya masih memiliki peluang untuk lebih bagus. “Saya sangat yakin untuk kedepan Roreka Ko’olan bisa berada diposisi paling depan,” jelas Kades Ko’olan Blega Bangkalan.

Cak Goendul Surabaya bersama istri tercinta, hadir dan membawa pulang kemenangan

Sedangkan Projo Guno miolik H.Zaini Bangkalan dinobatkan sebagai juara ketiga dengan raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama, kedua dan keempat, serta bendera tiga warna pada babak ketiga. Hadir dalam kesempatan ini Cak Goendul BF Surabaya bersama sang istri yakni Indah Dwi Sari. Lambe Turah yang merupakan salah satu perkutut ternakannya berhasil menembus urutan 14 kelas Setengah Kerekan. “Lambe Turah adalah hasil ternak saya sendiri. Meski kerjanya kurang maksimal namun mampu mempersembahkan trophy juara. Mudah-mudahan kedepan, kerja Lambe Turah makin bagus,” papar Cak Goendul. Sementara itu menurut Andri SPN selaku panitia mengungkapkan bahwa gelaran ini dipersiapkan hanya tiga minggu saja.

Suasana konkurs Pengda Madiun LPJT VIII berjalan lancar dan sukses

“Sebenarnya LPJT Pengda Madiun adalah jatah Tuban, namun mereka belum siap akhirnya dilimpahkan ke Madiun, kami hanya diberi waktu tiga minggu untuk melakukan persiapan, namun Ahamdulillah semua berjalan sukses dan lancer,” terang Andri. Lebih lanjut Andri mengatakan bahwa LPJT ke VIII ini merupakan kegiatan pertama kalinya P3SI Pengda Madiun setelah vakum sekitar dua tahun. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pesrta yang telah mendukung acara kami dan meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan,” imbuh Andri.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here