Perkutut

Esdua Bird Farm Dalung Badung, Fokus Kembangkan Trah Bomber dan Wiras K666

SETIAP peternak perkutut punya jurus jitu untuk mengembangkan kandangnya. Jika ingin menghasilkan output yang menjanjikan. Begitu juga dengan Wayan Sutedja yang tinggal di Perumahan Dalung Permai Blok F/67 Badung Bali. Memulai terjun di dunia penangkaran perkutut sejak 2014, Sutedja kini focus pada trah Bomber dan Bu Yan dari Wiras k666.

es
MONCER: Tetasan Esdua Banyak Moncer di Arena Konkurs

Untuk memutuskan ke satu jurusan trah Bomber dan Bu Yan, Sutedja telah melalui perjalanan berliku. Tentunya dengan menguras banyak isi kantong dan nyaris frustasi. Namun pemilik Esdua BF ini telah mengambil ikmahnya sebagai pelajaran yang paling berharga memahami dunia perkututan.

es
LARIS: Anakan Esdua Laris Buat Masyarakat Umum

Bermula dari meminang Grand K7A anak Bomber tahun 2013. Belum genap sebulan di rumah, trah Bomber langsung diturunkan di LPI Kepaon Badung. Masuk di peringkat 4 kelas piyik hanging, menumbuhkan semangat baru Wayan Sutedja. Prestasinya berlanjut dari hanging hingga dewasa. Dengan modal volume lumayan besar, jumlah ketukan tengah lumayan dengan ujung yang pas membuat Sutedja memilih memasukkan ke kandang. Tentunya trah burung juara atau mental tarung yang kuat juga menjadi pertimbangan. Ternyata beberapa anakannya mampu bertengger di posisi hanging liga perkutut Bali.

es
BABY SITTER: Genjot Produksi Pakai Baby Sitter Puter

Sebagai pemain, Sutedja pun kembali berburu gaco. Kali ini membidik Wiras k666. Diberi nama Bu Yan, gaco ini berhasil 14 kali juara. Ketika dicoba dimasukkan ke kandang, Sutedja baru sadar ternyata Bu Yan berjenis kelamin betina. Inilah kesempatan untuk menjodohkan antara trah Bomber dengan Bu Yan. Dari sinilah Esdua terus mengembangkan materi di 16 kandangnya. Bu Yan kini dicoba dipasangkan dengan MMC King di kandang Esdua k505.

Meskipun focus pada galur murni trah Bomber, Esdua BF tidak alergi memanfaatkan materi-materi lainnya. Bahkan Sutedja juga meminang Wiras Green Ray, Bagong dari Lion BF Pasuruan darah Suka Suka,  Jupiter, Terminal dan Cristal. Bahkan sampai ke Raja BF Palembang darah CC3 Kandang 99. Namun Sutedja mengakui tidak mudah mencetak burung juara. ‘’Beternak gampang, tetapi mencetak burung kualitas bukan perkara mudah,’’ terang Sutedja.

Justru di sinilah seni yang dinikmatinya. Membutuhkan kesabaran, ketelitian, kepekaan, dan pengetahuan. Baik memilih materi, menjodohkan, setelah berhasil produksi kemudian dimasukkan ke baby sitter puter untuk pembesaran yang 99 persen berhasil, lanjut memantau anakan setelah bunyi piyik, mencoba melatih ke lapangan dan seterusnya adalah bagian yang menyenangkan. Terlebih lagi motto Sutedja berlomba ke lapangan bukan semata  meraih juara tetapi senang bisa bertemu teman-teman sehobi, membuat dirinya tanpa beban.

INBRID DAN CEPAT BONGKAR

Sebagai peternak yang berkiblat pada satu trah seperti Bomber dan Bu Yan, Sutedja memilih jalan inbrid. Namun tidak terlalu dekat atau minimal dua strip antara kakek dan anak. Agar tidak kalah waktu, Esdua membatasi 3-5 produksi anakan benar-benar dipantau. Jika kurang pas maka segera dibongkar dan dipasangkan lagi dengan yang lain. Begitu seterusnya.

Esdua yang mengakui materinya belum mumpuni, memang tidak berharap besar menghasilkan burung-burung yang istimewa. Targetnya wajar-wajar saja. Bisa masuk 3 warna dan mau kerja di lapangan sudah usaha yang bagus. Dengan masuk dua warna hitam, Esdua mengaku kuwalahan melayani permintaan justru dari kalangan masyarakat umum. ‘’Saya malu memberikan ke sesama pemain, sebelum kualitasnya benar-benar pas,’’ ujar Sutedja.

Karena itu, obsesi seorang peternak, Sutedja juga tidak pernah berhenti berburu trah Bomber di mana pun berada. Esdua benar-benar ingin seluruh kandangnya semakin mengerucut dengan trah Bomber yang kini sudah miks dengan Wiras K666. *KB3

Related Articles

Back to top button