Connect with us

Perkutut

Tunggul Ametung Cup – LPB Seri III 2019 Makin Panas: Basa-basi Vs Meriam, Angling Darma Tarung Bebas dengan Singalaga

KONBUR Tayang

:

lpb
LPB III MEMBLUDAK: Basa-basi, Anjas Moro, Angling Darma dan Mutiara Kaswari Raih Podium Utama
Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Memasuki seri III Liga Perkutut Bali 2019 bertajuk Tunggul Ametung Cup, Minggu 14 April 2019 kemarin di lapangan Ketewel Gianyar – Bali, suasana persaingan tampak semakin panas. Tidak saja di kelas paling bergengsi dewasa senior, tetapi juga di kelas dewasa yunior, piyik yunior dan bahkan piyik hanging yang menjadi media untuk menunjukkan eksistensi seorang peternak sejati.

Iklan ABD
lpb
JURI, PANITIA DAN KUNG MANIA: Guyub Rukun Bangun Perkututan

Kehadiran para gaco yang sudah malang-melintang di jagat laga nasional dari Jawa semakin menambah hangat pertarungan. Begitu juga kung mania Bali yang terus berburu amunisi membuat suhu persaingan di kandang semakin menantang. Bahkan, beberapa kung mania Bali kemarin sampai terpancing dan mentake over langsung sesaat pengumuman juara.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan
lpb
LPB III: Peserta Full, Juri Tunjukkan Integritasnya Junjung Fairplay

Namun yang menarik, di balik ketatnya persaingan di arena, kung mania Bali tetap guyub rukun. Mereka tidak pernah putus menjalin tali silaturahmi, menunjukkan budaya gotong royong. Manakala organisasi membutuhkan sarana atau prasarana dengan cepat direspons kung mania. Hanya membutuhkan waktu satu jam setelah dishare sumbangan terus mengalir untuk pembuatan nomor gantangan yang akhirnya bisa digunakan saat LPB kemarin.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan
lpb
PERSAINGAN KETAT: Di Arena Gaco Boleh Bertarung Sengit, Namun di Luar Arena Kung Mania Tetap Jalin Silaturahmi

Ketua Pengwil P3SI Bali Budi Dharma menandaskan, modal dasar bertumbuhkembangnya sebuah organisasi sosial adalah semakin suburnya mengedepankan guyub rukun dan rasa kegotongroyongan di antara komunitas. ‘’Kami salut dengan rekan-rekan kung mania yang semakin guyub untuk membesarkan organisasi perkututan ini,’’ terang Budi Dharma.

lpb
BERGURAU: Jalan Damai Menekuni Hobi

Di balik senda gurau di luar arena, yang kemarin dihadiri para sesepuh dan juga peninjau yang siap-siap terjun ke arena, para gaco harus menunjukkan kualitas anggungannya di tengah cuaca panas dan deburan ombak. Hanya gaco yang bermental baja yang sanggup perfoma.

DEWASA SENIOR

Baca Juga  LIGA PERKUTUT BALI 2017: Misteri Surga dan Intan Sukma Terbaik
lpb
DEWASA SENIOR: Basa-Basi Akhirnya Melaju ke Podium Utama Setelah Sempat Tertinggal di LPB II

Di laga kelas dewasa senior yang banyak diperhatikan kung mania, sederet gaco harus kerja ekstra untuk bisa meraih nilai tertinggi di setiap babak. Basa-basi milik Budy SP yang sempat tertinggal di posisi runner up LPB seri II di bawah Ombak Segoro, kemarin tampil ciamik.

lpb
PETARUNG DI LAGA SENIOR: Siap Uji Nyali di Laga Berikutnya

Basa-basi tampil stabil dengan meraih 3 warna hitam (43 ¾ ) dari empat babak yang diikutinya. Basa-basi yang menang mutlak di dewasa senior sempat dibayang-bayangi oleh Meriam (jawara LBP I) bergelang HDL milik Susanto yang sempat mengantongi 3 warna hitam di babak pertama dan kedua. Namun di dua babak berikutnya hanya meraih tiga warna (43 ½ ).

lpb
PESERTA DEWASA SENIOR: Semangat Pantau Gacoannya

Di posisi ketiga disabet Putra Klungkung milik Suparlan bercincin AML yang sempat tertinggal di babak pertama dengan nilai dua warna hitam (43 ¼ ). Namun semakin siang perfoma Putra Klungkung semakin ciamik berhasil meraih tiga warna hitam di babak kedua dan ketiga serta di babak keempat hanya mencapai dua warna.

lpb
PEREKAF: Kerja Ekstra Hati-hati di Tengah Ketatnya Persaingan

Sementara Ombak Segoro yang sempat menjuarai LPB II duduk di posisi keempat setelah mengantongi dua warna hitam di babak 1, 2 dan 3 serta berhasil melaju meraih tiga warna hitam di babak keempat. Disusul Mayapada ring AKN milik H Anang yang sempat meraih tiga warna di babak kedua.

DEWASA YUNIOR

Jika pertarungan di kelas dewasa senior menampilkan suara-suara yang mampu menembus tiga warna hitam, berbeda di kelas dewasa yunior. Minimnya gaco yang kerja membuat para kontestan seret nilai. Seperti yang ditunjukkan Anjas Moro bergelang Asri milik H Anang. Sempat dua kali berturut-turut meraih bendera tiga warna di babak pertama dan kedua, namun di dua laga berikutnya Anjas Moro hanya mengantongi koncer dan dua warna hitam.

Baca Juga  H Salim Andriyanto, dari Merpati Balap Kini Jatuh Cinta pada Perkutut
lpb
DEWASA YUNIOR: Anjas Moro H Anang Sukses Duduk di Singasaja Dewasa Yunior

Namun kualitas suara Anjas Moro di dua babak yang ciamik ini memantapkan menduduki posisi puncak. Anjas Moro dipepet Tigerwood milik Soni dari Surabaya bergelang Jupiter yang sempat meraih tiga warna di babak kedua dan dua babak berikutnya hanya mengantongi dua warna hitam.

lpb
TETAP SEMANGAT: Kalah Menang Tetap ke Arena

Di posisi ketiga disabet Harley Davidosn milik H Salim Andriyanto bergelang AKN yang stabil mendapat dua warna hitam lantaran minim kerja setelah sebelumnya duduk di posisi keempat. Begriu juga Putra Idola milik H Achmad Thosan ring Idola, sang jawara LPB II harus turun ke posisi keempat yang juga stabil meraih dua warna hitam.

PIYIK YUNIOR

Pertarungan hangat terjadi di kelas piyik yunior. Hadirnya Angling Darma milik Suparlan dan Singalaga debutan H Salim Andriyanto berturut-turut di LPB seri II dan III membuat  pertarungan semakin sengit. Angling Darma bergelang A & A akhirnya kembali mempertahankan gelarnya di podium utama. Sementara Singalaga bergelang JBM terus membayang-bayangi di posisi runner up.

lpb
ANGLING DARMA DAN SINGALAGA: Tarung Bebas di Dua Seri

Angling Darma yang berada di nomor 137 tampil perfoma setelah mengantongi nilai tiga warna di babak pertama kemudian naik tiga warna hitam di babak kedua dan kembali tiga warna di babak ketiga yang kemudian ditutup dua warna di babak keempat. Sementara Singalaga meraih tiga warna di dua babak awal dan dua warna hitam di dua babak terakhir. Singalaga disusul Rubicon ring IBM yang juga milik H Salim Andriyanto, meraih tiga warna di babak ketiga dan sisanya menyabet dua warna hitam.

lpb
MINDRAJAYA: Take Over Tebar Pesona

Panasnya laga piyik yunior memancing Made Mindrajaya meminang Tebar Pesona ring Sofa Antiq milik H Solehudin yang meraih posisi kedelapan. Pilihan pada Tebar Pesona karena kualitas suaranya yang ciamik. Sempat tiga kali meraih dua warna hitam lantaran kurang kerja.

Baca Juga  Kaswari Cup, Liga Perkutut Bali Bercita Rasa LPI: Diluberi Kung Mania Jawa, Ombak Segoro, Putra Idola, Angling Darma dan Ngerenyeng Terdepan

PIYIK HANGING

Yang kembali mengejutkan laga piyik hanging adalah tampilnya empat tetasan Kaswari BF yang pada seri II bahkan melejitkan lima tetasannya. Bahkan berhasil melaju ke posisi puncak melalui penampilan Mutiara Kaswari yang berada di nomor gantangan 43. Mutiara Kaswari empat kali berturut-turut meraih dua warna hitam. Debutan teranyar Kaswari BF ini dipepet Sinden Panggung ring Sapta Windu yang kembali mempertahankan posisi runner up setelah meraih dua kali dua warna hitam dan dua kali dua warna. Di tempat ketiga disabet Jackson milik Sabang Koro bergelang Soneta.

lpb
PIYIK HANGING: Didominasi Kaswari BF

Di kelas piyik hanging ini juga ada salah satu ring Kaswari yang langsung ditake over salah seorang pemain pendatang baru.

lpb
EVALUASI JURI: Wujud Junjung Tinggi Sportifitas

Seperti biasa di akhir lomba, dewan juri bersama ketua bidang penjurian Suparlan, wakil dari panitia H Achmad Thosan dan ketua Pengwil P3SI Bali Budi Dharma melakukan evaluasi penjurian. Komplain dari peserta diselesaikan di rapat evaluasi ini.

lpb
PANITIA: Wujudkan Lomba yang Fairplay Demi Kemajuan Perkututan Bali

Lomba diakhiri undian aneka barang di antaranya sangkar yang disabet H Salim Andriyanto dan penyerahan trofi kepada para juara di kelas dewasa senior, yunior, piyik yunior dan piyik hanging. H Achmad Thosan mewakili juri dan panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh kung mania yang sudah hadir seraya memohon maaf jika selama penyelenggaraan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan.*kb3

lp

Perkutut

Liga Perkutut Batavia-AF 2019 BSD Tangerang : El Fatih Hattrick, Victoria, Pusaka Banten dan Nusa Indah Tampil Menarik dan Stabil

Published

on

Perkutut Batavia-AV 2019 BSD Tangerang
Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Gelaran akbar bertajuk “Liga Perkutut Batavia-AF Cup 2019” BSD Tangerang yang di kemas team Juri pengwil DKI Jakarta, di lapangan permanen JHL Birds Arena Pagedangan Tangerang, Minggu ( 21/4 ) pekan lalu. Betul betul menjadi tontonan yang sangat menarik. Pasalnya, hampir semua jawara terbaik Jabodetabek, Serang Banten dan Lampung yang tergabung pada Liga Perkutut Batavia, tumplek blek disini untuk menjadi yang terbaik.

Iklan ABD
Perkutut Batavia-AV 2019 BSD Tangerang
Juara dewasa senior

Lomba seri 2 putaran ke-3 Liga Perkutut Batavia-AF Cup 2019 BSD Tangerang kali ini cukup sukses. Karena, nyaris 5 blok gantangan terisi penuh. Dan peserta yang hadir kualitasnya juga cukup merata bagus. Menurut ketua panitia,  tujuan utama dari kegiatan ini hanya mengharapkan gebyar dan semaraknya hobi perkutut di blok barat agar tetap menarik. Sehingga kung mania dapat menyalurkan hobinya dengan baik. Bahkan semakin tertantang semangatnya untuk menciptakan jawara-jawara tangguh kualitas lomba.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan
Perkutut Batavia-AV 2019 BSD Tangerang
Victoria makin mantul suaranya

“Betul dan terima kasih semuanya, kami akan berjuang terus untuk memberikan penjurian yang fair play, profesional sesuai dengan ketentuan dan aturan. P3SI.Optimis lomba Liga Perkutut Batavia-AF Cup bakal menjadi konkurs yang terbaik dan jadi dambaan hobiis perkutut tanah air,” jelas Gusti Iskandar ketua Juri pengwil DKI Jakarta yang sekaligus menjadi penanggung jawab lomba.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

 Di even kali ini persaingan di kelas paling bergengsi dewasa senior begitu ketat,menarik dan seru. Jawara-jawara muda dan gres terlihat mewarnai jalannya lomba. El Fatih jawara fenomenal andalan AF Bf Bogor, akhirnya sukses mewujudkan mimpinya meraih prestasi terbaik di posisi teratas sebagai juara utama. Setelah berjuang ekstra ketat menahan laju perjuangan Havana milik Joy Joy ring VSP yang sejak awal telah tampil enerjik.

Perkutut Batavia-AV 2019 BSD Tangerang
Juara Dewasa Yunior

Pertarungan ini sangat mendebarkan padahal perolehan poin dua jawara papan atas ini dibabak ketiga masih seimbang. Tapi sayang, entah kenapa yang cukup cuaca menyengat, kerja Havana malah mengendur. Beda dengan El Fatih, panasnya sinar matahari seakan memberik kekuatan baru dalam melancarkan anggung suara emasnya. Keberhasilan El Fatih ring Sha Sha diputaran ke-3 LP Batavia Cup kali ini, makin mengukuhkan posisinya di tempat teratas liga sementara.

Baca Juga  LIGA PERKUTUT BALI 2017: Misteri Surga dan Intan Sukma Terbaik

“Bangga banget, El Fatih kembali bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.”ucap Hasan awak kandang AF Bf Gunung Sindur Bogor. Ini kemenangan hattrik buat El Fatih yang luar biasa meski di rubungi lawan lawan tangguh seperti Havana, yang akhirnya harus puas sebagai juara runner up, dan  Kamala andalan Erieg ring Bagus menyusul di posisi ketiga.

Perkutut Batavia-AV 2019 BSD Tangerang
Pusaka Banten kembali unjukgigi di piyik yunior

Di dewasa yunior, perjuangan Victoria juga tidak kalah hebat. Terbukti walaupun sejak awal mendapat perlawaan ketat dari Golden milik Simon S’Mubarok BF. Serta Caca Marica andalan anyar AF BF Bogor. Tapi berkat mental tempurnya yang stabil, perjuangan lawannya pun mampu diredam oleh Victoria.

”Ini penampilan terbaik Victoria, apalagi setelah di iket, suara tengahnya makin senggang. Saya optimis, musim konkurs tahun ini anak kandang Rocky Bf dari ACC C9 X Cristal B7 dapat meramaikan lomba Nasional tanah air,” ungkap Rocky sang empunya usai menurunkan kandangnya. Sementara Golden yang di kerek di gantangan 77 harus puas di posisi kedua dan menyusul Caca Marica di posisi ke tiga, yang kian mantul kualitas suaranya.

Perkutut Batavia-AV 2019 BSD Tangerang
Nusa Indah nyodot di posisi juara puncak piyik hanging

Perfom bagus juga ditunjukan oleh Pusaka Banten, jawara bergelangTornado Bf milik H Lilik Hidayatulloh. Sebetulnya penampilan apik Pusaka Banten bukan kali ini saja. Saat tampil di ajang TMII Jakarta Pusaka Banten juga sukses menghipnotis lawan-lawannya.

“Ini penampilan terbaik Pusaka Banten, meski tadi sempat tertinggal dalam perolehan poin oleh Rama, tetapi berhasil membalik keadaan setelah di babak  terakhir berhasil mengaet poin tinggi 3 warna hitam.Semoga penampilan Grand Tornado dan Putra Banten diajang Nasional besok bisa lebih baik, saya berharap doa dan dukungan teman-teman kungmania,” imbuh H Lilik Tornado usai menerima trophy kejuaraan.

Perkutut Batavia-AV 2019 BSD Tangerang
Princes tetap berjaya di piyik hanging bebas

Dikelas piyik hanging bulu coklat dan piyik hanging bebas, penampilan para peserta pun ngak kalah heboh. Di piyik bulu coklat, jago muda andalan Akang yang bernama Nusa Indah, juga berhasil menahan gempuran Dendi Boy gacoan anyar Sueb yang bergelang Ajo Bf Jakarta. Sedangkan di kelas piyik hanging bebas tampaknya prtestasi Princes jagoan Sendi/Kuncoro kembali tampil maksi dengan meraih prestasi terbaik sebagai juara puncak.

Baca Juga  Kaswari Cup, Liga Perkutut Bali Bercita Rasa LPI: Diluberi Kung Mania Jawa, Ombak Segoro, Putra Idola, Angling Darma dan Ngerenyeng Terdepan

Dan diakhir acara, seluruh kru panitia serta team juri mengucapkan terima kasih atas semua dukungan sahabat-sahabat kungmania,terutama buat AF Bf Bogor dan Phoenix yang telah menyuport lomba ini. Mohon maaf bila ada hal hal yang kurang berkenan dan kekurangan panitia,”jelas Gusti Iskandar. *kb13.

Perkutut Batavia-AV 2019 BSD Tangerang
Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Ny.Yono Paiton Probolinggo : Selalu Eksis dan Tak Pernah Absen Turun Lomba Perkutut

Published

on

Ny.Yono Paiton Probolinggo
Ny.Yono, saat bersama putra dan putrinya turun di Liga Anak Manja dan Diana FM Cup 2019 Jember.
Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Bagi penggemar burung perkutut (kungmania) khususnya yang ada di blok timur JawaTimur, tentu sudah tak asing lagi dengan sosok Ny.Yono. Pasalnya, eksistensi sang Srikandi dari Paiton Probolinggo ini, sudah tak perlu diragukan lagi di pentas perkututan Indonesia, terutama lomba perkutut.

Iklan ABD

Karena nyaris setiap ada gelaran lomba di blok timur, mulai dari Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo sampai Banyuwangi. Ny.Yono yang akrab disapa bu Yono ini, selalu hadir dengan mengusung beberapa jago perkutut andalannya.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan
Ny.Yono Paiton Probolinggo
Ny.Yono tak pernah absen turun lomba.

Dan hebatnya, ia selalu mensupport sendiri jagonya saat tarung di gantangan. Meskipun diterik panas matahari yang membakar kulitnya. Dan juga harus berbaur bersama kungmania lainnya yang kebanyakan kaum hawa. Tapi dengan ijin suami tercintan dan dengan semangat Kartini, Ny.Yono mengaku tak merasa malu ataupun canggung melakoni hobi perkutut ini.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Seperti yang terlihat digelaran lomba “Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember”, hari Minggu (21/4) kemarin. Dengan ditemani oleh putra dan putrinya, bu Yono nampak serius mengawal tiga amunisi handalnya, yaitu Celo F12, Unyil dan Idola Baru. Bahkan berkat mental dan kualitas ke tiga jagonya tersebut. Ny.Yono pun sukses memboyong tiga tropy juara.

Ny.Yono Paiton Probolinggo
Ny.Yono ketika turun lomba bersama sang suami.

“Alhamdulillah, Celo F12 berhasil masuk juara 2 kelas piyik yunior. Sedangkan Unyil masuk juara 5 dan Idola Baru nyantol juara14, keduannya di kelas piyik hanging. Sebetulnya minggu (28/4) depan ingin turun lomba di Bandung. Tapi berhubung si kecil masih menjalani ujian sekolah, ya terpaksa saya gagalkan. Sementara saya fokuskan untuk ujian anak dulu,” tutur Ny.Yono, usai menerima tropy juara liga.  *kb2.

Baca Juga  H Salim Andriyanto, dari Merpati Balap Kini Jatuh Cinta pada Perkutut
Lanjutkan Membaca

Perkutut

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup 2019 Jember Seri Pembuka : Dovi, Putra Mahardika dan Mutiara Cinta Sukses Kantongi Poin Penuh

Published

on

Liga Anak Manja Pertama Jember
Gong Perburuan Poin Liga Anak Manja Jember Seri Pertama.
Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Genderang perang perburuan poin “Liga Anak Manja dan Diana FM Cup 2019” Jember. Hari Minggu 21 April 2019 kemarin, kembali dibuka oleh panitia liga. Agenda yang memang banyak ditunggu-tunggu oleh kungmania blok timur itu, dihadiri sejumlah jago-jago perkutut terbaik dari Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Paiton, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi.

Iklan ABD
Liga Anak Manja Pertama Jember
Ketua P3Si Pengda Jember Ra Saifurrohman, saat membuka liga Anak Manja Jember dan Diana FM Cup 2019 pertama

Dan lapangan Ponpes Mambaul Ulum yang ada di Desa Gugut, Rambipuji Jember. Jadi saksi pertempuran perkutut-perkutut hebat dari lintas kota tersebut. Agar bisa meraih poin penuh dilaga pembuka ini. Ada 3 kelas yang jadi perburuan poin di liga ini, yaitu kelas dewasa senior (1 blok), piyik yunior (3 blok) dan piyik hanging (2 blok).

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan
Liga Anak Manja Pertama Jember
Indra Saryono (kiri). Ketua tim Sukses Liga Anak Manja dan Diana FM Jember.

Sejak pagi pukul 06.00WIB, kungmania sudah berdatangan dan mengantri untuk mengambil tiket pesanan. Dan tanpa dikomando, mereka pun langsung menuju tiang gantangan untuk mengerek jagonya masing-msaing sesuai dengan nomor tiket gantangannya. Hari cuaca cukup cerah, seakan ikut mendukung perburuan poin diliga yang sangat bergengsi ini.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan
Liga Anak Manja Pertama Jember
Pakai Jam Digital, agar tepat waktu dari babak perbabak.

Dan tepat pukul 07.52 WIB, gong tanda dimulainya perburuan poin itupun ditabuh oleh Ra Saifurrohman, selaku ketua P3SI Pengda Jember. Sontak saja, suasana pun berubah menjadi ramai oleh anggung merdu suara perkutut yang saling bersautan. Ditambah teriakan para joki maupun pemilik, menjadikan persaingan terlihat seru dan itu terjadi disemua kelas.

Liga Anak Manja Pertama Jember
Liga Anak Manja, nyaris full gantangan.

Di kelas dewasa, ada beberapa burung yang langsung tampil ngejoos untuk bisa merebut nilai tertinggi. Namun setelah melalui persaingan ketat di babak pertama, Dovi (kerekan 27) yang dikawal langsung oleh Didik Afandi dari Krenjengan Probolinggo. Mampu menutup babak pertama itu dengan nilai 43¾ (tiga warna hitam).

Liga Anak Manja Pertama Jember
Kelas Piyik Hanging, Dua blok lebih.

Sedangkan Bintang Timur (kerekan 20) milik H.Pri Banyuwangi dan Kania (kerekan 22) besutan H.Solehudin Probolinggo, sama-sama mendapat nilai 43½ (tiga warna). Sementara jago andalan tuan rumah, yaitu Anak Manja milik Samuel Saryono dan Ning Nong (kerekan 45) andalan Alit Sidomukti. Keduanya bertahan dengan sama-sama mendapat nilai 43 (dua warna).

Baca Juga  H Salim Andriyanto Makin Berkibar: Tampil di Tiga Kelas LPB II, Siap Luncurkan Tetasan Maestro BF
Liga Anak Manja Pertama Jember
Suasana Guyub Rukun, meski para jagonya bersaing di arena.

Namun memasuki babak ke dua, kerja Anak Manja mulai panas untuk mengejar ketertinggalannya. Dan benar, jago yang 2 hari dicomot dari kandang breeding itu, berhasil menutup babak ini dengan mendapat nilai 43½. Sedangkan Dovi, Kania, Ning Nong dan beberapa jago lainnya, mentok hanya mendapat nilai 43¼ (dua warna hitam).

Liga Anak Manja Pertama Jember
Terus mensupport jagonya, agar bisa kerja maksimal.

Dan setelah istirahat beberapa menit, pertarungan babak ke tiga pun dilanjutkan kembali. Udara panas menyekat bak membakar kulit, betul-betul dirasakan oleh para joki maupun pemilik. Suasana inipun juga makin menambah panas persaingan antar jawara. Adu mental serta kualitas anggung, hanya mampu ditunjukkan oleh jago-jago yang punya stamina oke.

Liga Anak Manja Pertama Jember
Serius, tak peduli panas menyengat.

Karena terbukti dibabak ini, hanya Ning Nong yang mampu mendapat nilai 43½. Sedangkan Bintang Timur dan Anak Manja sama-sama mendapat nilai 43¼. Sementara Dovi dan Kania sebagai wakil dari Probolinggo, entah mengapa performanya terus menurun. Dan dibabak ini, Dovi mendapat nilai 43 sedangkan Kania hanya mendapat nilai 42½.

Liga Anak Manja Pertama Jember
Didik Afandi,sukses mengawal Dovi merebut poin penuh.

Begitu juga saat memasuki babak ke empat, Dovi serta Kania yang diharapkan bisa bangkit. Ternyata Dovi hanya mampu mendapat nilai 43 dan Kania tidak mendapat nilai sama sekali. Tapi meskipun Dovi di babak tiga dan empat kurang maksimal kerjanya. Namun jago yang asli orbitan farm NPD itu, suskes menjadi yang terbaik pertama. Karena unggul dibabak pertama dan kedua.

Liga Anak Manja Pertama Jember
Juara Kelas Dewasa, siap hadir diliga berikutnya.

Selanjutnya persaingan di kelas piyik yunior atau kelas setengah kerek juga tak kalah seru. Namun setelah melalui pertempuran selama empat babak penuh. Akhirnya Putra Mahardika (kerekan 134) yang jadi andalan H.Fatdillah Jember. Berhasil menjadi yang terbaik pertama dan sukses mengantongi poin penuh, setelah mendapat nilai 43½, 43¼, 43¼ dan 43½.

Baca Juga  Kaswari Cup, Liga Perkutut Bali Bercita Rasa LPI: Diluberi Kung Mania Jawa, Ombak Segoro, Putra Idola, Angling Darma dan Ngerenyeng Terdepan
Liga Anak Manja Pertama Jember
Adib putra H.Fatdillah, sukses bersama Putra Mahardika.

Sedangkan Celo F12 (kerekan 115) yang dijoki langsung oleh Ny.Yono dari Paiton. Mampu merebut posisi kedua dengan mendapat nilai 42½, 43½, 43, dan 43½. Dan disusul kemudian oleh Jaka Suara (kerekan 142) milik H.Agus Jember dengan raihan nilai 43½, 43¼, 43¼ dan 43¼. Dan Marijo (kerekan 92) milik H.Sutomo Asembagus dengan nilai 43¼, 43¼, 43¼ dan 43½.

Liga Anak Manja Pertama Jember
Kelas Piyik Yunior, persaingannya paling berat.

Di kelas piyik hanging, keperkasaan Mutiara Cinta milik Nawang Triton Surabaya yang menempati kerekan 35. Rupanya sulit untuk dibendung oleh jago-jago muda lainya. Terbukti, jago hasil oplosan dari salah satu Kandang Mutiara BF Bondowoso itu mampu melaju tanpa hambatan. Dengan raihan nilai 43¾, 43¼, 43¼ dan ditutup dengan nilai 43¾.

Liga Anak Manja Pertama Jember
Kiri ke Kanan. Nawang Triton, Hariyanto RPM, Ie Sen Mutiara dan Indra Saryono, puas melihat aksi Mutiara Cinta.

Untuk kesekian kalinya, Mutiara Cinta kembali berhasil menjadi yang terbaik pertama di kelas piyik hanging. Dan disusul kemudian oleh Maju Mapan (kerekan 62) milik Gus Najib Lekok Pasuruan dengan raihan nilai 43½, 43¼, 43½ dan 43¼. Lalu Pangeran Cinta (kerekan 33) milik Lutfi Widoyono Probolinggo dengan nilai 43, 43½, 43¼ dan 43½. Selengkapnya bisa dilihat di box daftar juara.

Liga Anak Manja Pertama Jember
Juara Piyik Hanging. Mutiara Cinta tak terbendung.

Dikesempatan terakhir, baik Ra Saifurrohman maupun Saryono selaku penanggung jawab liga. Mengucapkan banyak terima kasih, atas dukungan dan kehadiran kungmania semua. Serta tak lupa mohon ma’af, jika dipembukaan liga ini masih banyak kekurangan. “Betul dan saya masih berharap dukungan teman-teman perkutut digelaran liga berikutnya,” tutup Saryono. *kb2.

Liga Anak Manja Pertama Jember
Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Lanjutkan Membaca