Supriyan Solo, Lovebird Fighter Masih Laku Tinggi

Bagi Supriyan, warga Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, lomba burung berkicau bertajuk Solo Kota Budaya meninggalkan kenangan tersendiri. Apa sebabnya?

Pasalnya, jerih payahnya selama 2 bulan nyeting lovebird Gendowor berbuah manis. Satu gelar juara lovebird fighter berhasil diraihnya. “Ketika saya beli dua bulan yang lalu durasinya masih dikisaran 30 hingga 40 detik saja. Setelah saya rawat dan latih, top durasi bisa lebih dari 2 menit, ” kenang bapak satu anak ini.

Cerita Supriyan, mulanya lovebird itu oleh pemiliknya tidak dijual. “Waktu itu Gendowor saya tawar 2 juta karena dia juara dalam latihan. Yang punya geleng kepala. Namun ketika mau saya tinggal si pemilik menghampiri saya dan bilang boleh asal harganya dinaikkan. Akhirnya deal dengan harga 2,6 juta, ” urai dia. Punggawa Devi Motor BC ini menambahkan bahwa
setelah dia beli ternyata Gendowor juara pertama lagi tiga kali berturut-turut dalam latihan itu.

Mengapa lovebird fighter?Karena disitu banyak tantangannya. Untuk menghasilkan lovebird fighter yang berkualitas tidak segampang yang dibayangkan. “Mungkin di rumah gacor tapi di lapangan mau jalan, ” kata Supriyan. Lebih lanjut Supriyan mengatakan bahwa
lovebird fighter itu biasanya mau ngekek kalau sampingannya juga ngekek tapi ada juga yang mau ngekek juga meski sampingnya tidak ngekek. Jadi perlu memahami karakter lovebird itu sendiri. Sebagai catatan di kediamannya, Supriyan juga memelihara beberapa lovebird fighter. Selain Gendowor ada juga nama Jegeg, Garuda dan Primadona yang rata-rata berdurasi lebih dari 2 menit.

Selain berlomba, Supriyan juga beternak lovebird. Namanya Atar BC. Dia kini memiliki sekitar 25 pasang indukan. Hampir semua indukan adalah mantan lovebird kontes. “Dulu banyak. Tapi sekarang sudah saya kurangi, biar lebih fokus, ” ujarnya.

Tak terpengaruh harga lovebird yang anjlok? Kalau menurut saya harga lovebird itu masih tinggi, tandas Supriyan. Buktinya, harga lovebird prospek PAUD masih tinggi, sekitar 300 hingga 500, dan laris manis. Lovebird seperti in punya durasi 10 hingga tiga puluh detik. Kalau yang sudah prestasi harganya lain lagi, tergantung speknya. “Makanya lomba seperti ini harus terus digiatkan supaya harga lovebird terus meningkat, ” ujarnya merujuk lomba Solo Kota Budaya.

Permintaan anakan lovebird fighter ini umumnya dari Solo Raya dan sekitarnya. Para penggemar lovebird fighter ini biasa datang sendiri ke rumah Supriyan, bila sreg langsung dibeli. Sedangkan penjualan ke kota-kota lain dan luar pulau ia kirim lewat kargo pesawat. “Penjualan saya sudah menjangkau ke seluruh Indonesia. Makanya saya punya banyak saudara dan teman-teman di seluruh Indonesia, ” pungkas Supriyan.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here