Solo Kota Budaya, Gendowor dan Gentolet Berbagi Gelar di Kelas Lovebird Fighter

Deltasari SF berhasil rebut juara umum SF

23 Februari 2020, kota Solo, Jawa Tengah kembali menjadi pusat perhatian kicau mania. Dalam rangka hari jadi kota Solo yang ke 275-Wasis Wargane Raharja Kuthane- Joglosemar Independen bekerjasama dengan Pemkot Solo menggelar kontes burung berkicau bertajuk Solo Kota Budaya.

Acara yang dibuka oleh Walikota Solo F.X Rudi Hadiyatmo ini berlangsung meriah, kicau mania datang dari berbagai penjuru Solo Raya. Tak hanya itu, kompetisi burung berkicau kebanggan wong Solo ini juga dihadiri peserta peserta dari luar kota Seperti Jogja, Semarang, Ngawi, Kediri, Bandung, bahkan ada juga yang datang dari luar pulau. Tak heran bila sejak pagi Taman Balai kambang dijejali pengunjung. Apalagi cuaca hari itu juga sangat mendukung.

Sembor Semarang exsis dikelas MB Borneo

Bukti dari kemeriahan hari itu terlihat di lapangan, dikelas- kelas yang menjadi favorit kicau mania hampir full gantangan. Misalnya saja di kelas lovebird fighter. Dari dua kelas yang dipertandingan semuanya hampir full, hanya lowong satu di kelas terakhir. Tak hanya itu, tensi persaingan di kelas ini panas dan bikin deg-degan. Itu karena hampir semua burung berbunyi. Tak pelak, juri harus konsentrasi ekstra untuk melakukan penilaian.
Pada sesi pertama, podium juara singgah pada lovebird debutan baru, Gendowor milik Supriyan dari Devi Motor BC Sukoharjo. Dengan durasi sekitar 30 detik hingga 2 menit disertai jeda yang rapat, Gendowor melenggang mulus dengan raihan poin sebanyak 190. Ini merupakan prestasi tertinggi Gendowor karena sebelumnya hanya mengenyam juara latberan. Tak heran bila siang itu Supriyan begitu bersemangat. “Nanti bakal kita ikutkan lagi di Mbak Yuni Cup 1 dan Arkais Cup 1,” ujarnya.

Perdana BC ecsis di jalur Juara Umum

Pada sesi kedua lovebird fighter tak kalah hebohnya. Di kelas ini peserta di perbolehkan memasuki arena lomba yang di sponsori oleh pakan burung berenergi Twister, dengan catatan tak boleh berteriak. Dan lomba pun dimulai, tak ada suara tapi setiap peserta dan juri terlihat serius mengamati lovebird yang sedang bertarung. Teriakan baru muncul ketika sesi penobatan juara.

Yirex moncer di kelas Borneo

Crew dari Adimukti SF sontak meluapkan kegembiraan mereka ketika Lovebird Gentolet didapuk juri menjadi yang terbaik dikelas ini. Lovebird milik Sukma Palur yang kerap mondar-mandir di event-event besar ini memang layak menjadi pemenang. Pada lomba itu, durasi 40 detik, 1 menit hingga 2 menit dia peragakan dengan baik.

MB Extrail masih perkasa

Selain lovebird fighter, fenomena menarik juga tampak pada kelas murai batu borneo. Dua kelas murai ekor pendek ini juga dipadati peserta. Peminat murai batu borneo sepertinya kian hari kian banyak saja. Sembor Semarang misalnya yang datang dengan membawa banyak burung murai batu borneo. Adapun di lapangan,

pada kelas A, Tirex milik Bagas dari Salatiga yang tergabung dalam Bolone Sultan SF keluar sebagai jawara, sedangkan tempat kedua dan ketiga di rebut oleh Cobra dan Bara. Namun pada kelas B, giliran Cobra milik Kusmindar Karanggede yang manjadi juara.

LB Muslim buka poin untuk Deltasari SF

Sementara itu, penampilan menawan juga ditunjukkan oleh murai batu Jaguar dikelas Murai Batu Solo Kota Budaya. Macan hitam milik Gunawan Natalie ini sukses merebut podium pertama. Prestasi ini mempertegas Jaguar sebagai murai batu papan atas di kawasan Joglo Semar. Sebelumnya Jaguar juga memenangi kelas murai batu di Boyolali Cup, Simpang Lima Cup serta Hitam Putih Cup. “Penampilan Jaguar sebenarnya belum terlalu memuaskan. Semoga kedepan penampilannya kian membaik, ” ujar Agung, joki Jaguar.

LB Fighter Gentolet datang telat tetap juara

Performa cemerlang juga ditunjukkan oleh kacer Ronggolawe milik Haddy Tatto yang kali ini memperkuat Pradana BC. Dua kelas kacer yang dilombakan di perhelatan yang dinakhodai oleh duet MC Warjo dan MC Kopral ini disapu bersih oleh Ronggolawe. Siang itu Ronggolawe memang tampil edan, satu titik, nagen diiringi tarian khas burung kacer. Yang lebih istimewa, bila sudah on fire, Ronggolawe tampil tanpa jeda disepanjang pertandingan hari itu.

LB Fighter Gendowor the rising star

Sedangkan di kelas cendet, Panser milik Nugroho tampil sebagai pemenang di kelas Balekambang. Adapun dikelas Joglosemar, giliran Awas Stroom-nya Aji Wibowo yang tampil terdepan. Penampilan apik juga ditunjukkan pendatang baru yang semakin stabil, Combet milik Farhan Jogja. Meski harus puas menempati runner-up di dua kelas tapi secara keseluruhan Combet tampil istimewa hari itu.

Pada perebutan juara bird club, Pradana BC berhasil keluar sebagai juara. Poin Pradana BC disumbang dari kacer Ronggolawe dan kacer Wisanggeni. Tropi kejuaraan diterima langsung oleh Bintang Pradana didampingi Sinyo dan Yona Fillia. Adapun pada katagori single fighter, Delta Sari SF kokoh di puncak klasemen. Poin Delta Sari diperoleh dari cucak hijau Bombastis yang moncer di kelas Cucak Hijau Asha BF dan lovebird Muslim. Delta Sari juga ditopang oleh kenari Sego Petir dan lovebird Kurowo.

Cendet Awas Strom masih kebagian satu gelar

Secara keseluruhan lomba ini berlangsung aman, lancar dan sukses. “Terima kasih kepada teman-teman kicau mania yang sudah hadir dalam perhelatan ini. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dalam lomba ini, ” pungkas Nanang Putra katong selalu panitia lomba.

Gelaran Asha BF dan Joglo Semar Independen selanjutnya adalah Gibran Cup yang akan dihelat secara spektakuler April mendatang.

Kawasan Solo Raya minggu depan bakal digelontor dengan lomba bertajuk Mbak Yuni Cup 1 Sragen yang digelar oleh BnR Sragen. Adapun pada tanggal 15 Maret sudah menanti Arkais Cup 1 yang bakal menawarkan sesuatu yang berbeda “Saatnya Adu Kualitas”.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here