SHR BC Bergetar Gresik #5 – Andalkan Pukulan Terdahsyatnya MB Worth It Sulit DiBendung, MB Nogososro Tetap Di Jalur Juara

Baru kelar menyelesaikan masa mabung, MB Worth It sukses menyelesaikan tugasnya dengan baik di 2 kelas yang diikuti dengan meraih nyeri pada gelaran All G – 24 bertajuk SHR BC Bergetar, Driyorejo Gresik, 18 April 2021 kemarin. Begitu juga dengan MB Nogososro dan MB wesi Kuning tetap di jalur juara.

Tak tanggung-tanggung, Mr Welly D’Champ Surabaya itu pun sangat percaya diri dengan sang andalan yakni Worth It dengan langsung menurunkannya di tiket utama kelas B SHR BC pada perhelatan perdananya usai rehat beberapa bulan pasca mabung. Dan benar saja. Sesaat begitu usai digantangkan, Worth It langsung pasang aksi di depan juri maupun publik kicaumania yang ikut menyaksikannya dari luar pagar pembatas.

Worth It saat kuasai Kelas B bersama denga para juara lainnya

Lagu-lagu ngeroll yang dipertajam dengan tembakan panjang-panjang menjadi senjata pamungkasnya, apalagi diperkuat dengan power tembus, semakin bikin decak kagum Murailovers. Dalam aksinya, Worth It emang sempat memamerkan aksi sujudnya namun tetap didominasi dengan sikap yang tenang namun justru lebih leluasa dalam memainkan lagu dengan pebuh powerfull.

Berkat aksi pukulan serta kepandaiannya dalam memainkan lagu-lagu tonjolan selama 10 menit durasi penilaian yang nyaris tak menunjukkan rasa lelah itupun, menjadi modal kuat baginya untuk menguasai lapangan. Alhasil pada penentuan final, juri sepakat menancapkan bendera koncer di nomer gantangan yang ditempatinya.

Turun kembali di kelas D Nanjung 105, Worth It yang berada di baris gantangan paling pinggir kembali menunjukkan kualitasnya. Dan senada dengan aksi sebelumnya yang tampil begitu totalitas, mengantarkannya kembali merebut podium juara sekaligus melengkapi statusnya sebagai sang double winner.

Wort It kembali tampil powerfull di kelas D

Diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Mr W2 itu bahwa penampilan Worth It seusai mabung emang menunjukkan kematangan saat turun lapangan. “Justru untuk settingan pola perawatan dan asupan pakan sengaja sedikit kita turunkan agar performanya lebih awet dan stabil,” ungkap Mr W2 yang mengaku menurunkan jumlah pemberian extra fooding dan proses pengembunan hingga penjemuran yang lebih pendek.

“Untuk saat ini emang memiliki efek pada sedikit penurunan volume. Tapi justru saat settingannya terlalu kenceng kayak dulu, berdampak pada bulunya yang cepat rontok,” tutupnya.

Wasis Sinom Bangga dengan prestasi Nogososro dan Wesi Kuning

Sementara itu, Wasis Sinom 95 Sf yang mengantar gaco Murai Batu andalan yang diberi nama MB Nogososro dan MB Wesi Kuning juga tak lepas dari targetnya berada di jalur prestasi. 

Turun di kelas G Ebod Jaya, Nogososro yang berada di bawah tekanan burung-burung peserta lain yang sebagian besar berada dalam perform terbaiknya, justru menjadikannya semakin tampil lebih edan. Materi lagu-lagi terdahsyat yang dimilikinya pun berhasil diluapkan semua sehingga menjadikannya lebih leluasa dalam memborbardil lawan dengan roll tembakan.

Sayangnya, performa yang mampu ditunjukkan selama durasi penjurian itu masih belum bisa mengantarkannya meraih podium juara dan harus puas sebagai runner up. Dan menariknya lagi saat ada kelas tambahan alias kelas tantangan, Nogososro kembali diturunkan dan berhasil memainkan variasi lagu terbaiknya yang sekaligus menjadi bekal baginya untuk meraih runner up kedua kalinya.

Tak kalah dengan andalan utamanya, Wesi Kuning yang menjadi pelapis dari Nogososro juga tak ingin ketinggalan untuk menggoreskan namanya di daftar para juara. Bahkan saat berlaga di kelas J Ronggolawe, Wesi Kuning mampu tampil apik dan berada di posisi 3 besar.

“Untuk sementara waktu di beberapa pekan ini, kita emang gak terlalu menggebu untuk mengusungnya berlaga di even-even, karena akan kita persiapkan untuk turun di 1st Anniversary SMM, 6 Juni 2021 mendatang,” ujarnya.

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here