Connect with us

Kontes

Rabu Ceria GP2S Denpasar Berlangsung Meriah: Ada Dancer, Liontin Raih Poin Tertinggi

KONBUR Tayang

:

gp
MERIAH: Tidah saja Lomba Burung, tetapi juga Lomba Sangkar, Begitu Budi Bagero Bergurau Menganggap Latber Sangat Menghibur

Rabu Ceria GP2S, 13 Maret 2019 kemarin di Gantangan Pasar Burung Satria Denpasar tampak berbeda dari event-event sebelumnya. Kemarin suasana begitu meriah setelah hadir di tengah-tengah arena empat wanita belia melenggak-lenggok bak menggoda seisi arena.

gp
DISELINGI DANCER: Sangat Menghibur

Jika sebelumnya peserta begitu asyik bertepuk tangan menggoda gacoannya agar ngekek panjang, namun ketika empat penari berkostum pesulap ini memainkan payungnya, peserta sontak terdiam. Suasana begitu senyap, hanya mata menatap tajam seolah melihat love bird warna biola yang sedang ngekek super panjang menembus 3 menitan. ‘’Wahh, ini bukan lomba burung, tapi lomba sangkar,’’ gurau Budi Bagero sambil membuka kacamatanya agar bisa melihat lebih jelas para penari yang tampak gelap.

gp
PESERTA SANTAI: Latber Berjalan Santai, tetapi Soal Penilaian Juri Oriq Jaya Begitu Ketat

Rabu Ceria kemarin begitu menghibur. Ada dancer, ada doorprize setengah sesi, bisa bertepuk tangan, suguhan kudapan di pinggir arena yang beraneka ragam dan tentunya juri dari Oriq Jaya yang begitu ketat memberikan penilaian dari kelas ke kelas. Dari pertarungan di kelas love bird, ada satu gaco yang memperoleh poin tertinggi yang diraih Liontin sanggup menembus 1.665 poin di kelas paud setelah meraih 13 bendera merah.

gp
UCIL: Raih Kemenangan di Sesi LB Dewasa A

Latber diawali kelas love bird dewasa A. Sejak digantang, Ucil yang berada di nomor 21 bersaing ketat dengan Morena di nomor 16 serta Cinta Suci di nomor 25. Ucil milik Van Sujul mengantongi 980 poin dari raihan 8 merah, 2 biru, 6 hijau dan 2 putih. Menang tipis dari Morena debutan Kubu Cekian SF yang meraih 975 poin dari 7 merah, 5 biru dan 5 hijau. Sementara Cinta Suci mengantongi 960 poin dari 7 merah, 5 biru dan 4 hijau.

gp
JUNA ARIK YOGA: Ambil Alih Posisi Puncak Laga Love Bird Dewasa B

Di leg kedua kelas love bird B, Juna yang diasuh Arik Yoga sukses menembus 1.055 poin setelah meraih 9 merah, 2 biru, 4 hijau dan 3 putih. Terpaut jauh dengan peringkat kedua Doraemon milik Nazril yang meraup 785 poin dari 5 merah, 1 biru, 12 hijau dan 13 putih.

Baca Juga  Mr. Fadjar Tak Turunkan Gaco di Bali Shanti IV: Dukung Penuh Semangat Panitia Wujudkan Lomba Fairplay
gp
BENDOL 19: Akhirnya Menutup Kemenangan di Laga LB Dewasa C

Masih menyisakan satu kelas C, Bendol 19 yang hari Minggu sempat quatrick di Gianyar berhasil duduk di puncak dengan meraih 700 poin. Di posisi kedua disabet Inem dengan 415 poin.

gp
SUSI LUAYNI: Menang di Laga Paud A

Memasuki sesi paud A, Susi milik Luayni yang digantang di nomor 45 tampil receh. Dengan mengantongi 780 poin dari 4 merah, 5 biru, 7 hijau dan15 putih, Susi tampil terdepan. Disusul Anatoli dengan 615 poin.

gp
LIONTIN: Menang Mutlak dengan Poin Tertinggi di Seluruh Kelas Love Bird

Namun ketika paud B tanpa potongan dibuka yang diluberi peserta, pertarungan bertambah sengit. Liontin milik Nevy Bass yang digantang di nomor 49 begitu eboh. Mengantomgi 1.665 poin dari 13 merah, 7 biru, 4 hijau dan 5 putih ini berhasil duduk di podium utama dipepet Panjul milik Beny dengan 1.545 poin dan Inem  di tempat ketiga dengan 1.470 poin.

Masih menyisakan satu kelas paud C, Manis milik Putra dari Paksi Panjer berhasil sebagai juara setelah meraup 305 poin disusul Genduk dengan 260 poin di tempat kedua.

gp
ASOKA VERUS PB VIOLET: Bersaing Ketat Rebut Mahkota

Memasuki kelas baby, Asoka milik Gus Raka tampil ciamik dengan 790 poin menjadi sang juara. Asoka di bayang-bayangi PB Violet milik Cak Lukman dengan 650 poin yang hari Minggu dinobatkan sebagai baby terbaik di Gianyar. Di leg kedua peta kekuatan berubah. Lutino yang dibesut Luayni berhasil tampil di puncak setelah meraih 725 poin menyisihkan Pandawa dengan 620 poin.

gp
KELAS KENARI: Kenari Mania Tak Pernah Pupus Manfaatkan Momen Rabu GP2S untuk Melatih Gacoannya
gp
KUDA LUMPING: Raih Kemenangan di Sesi Pertama

Ajang yang penuh keakraban ini juga dihadiri kenari mania seperti Gde Adi Doni, Ari Kembar, Juliano Debora, Nobian, dll yang membuat pertarungan di kelas kenari begitu seru. Kuda Lumping milik Gde Adi Doni dari Duta Gamas Cup II akhirnya memenangkan pertarungan bersanding dengan Ombyokan milik Roocky Hood dari Jaya Kenari.

Baca Juga  Aksi Mr. Baim BSF Bali Secara Rutin Lepas Burung, Wujud Syukur Alam Telah Memberikan Kehidupan
gp
KUMBAKARNA: Sikat Laga Kedua Kelas Kenari

Namun di leg kedua Kumbakarna milik Dewa Mayun berhasil menunjukkan perfoma terbaiknya dan memenangkan pertarungan. Disusul Kimcil di tempat kedua dan Ombyokan turun di peringkat ketiga. Di event ini juga diselingi kelas konin.

gp
KELAS KONIN: Selalu Dibuka Buat Konin Mania

Turah Pram Ningrat usai undian doorprize mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah hadir seraya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan.*kb3

gp

Kontes

Mundur dari MII, Selasa Spesial De Gadjah Bersama KPK: Diguyur Hujan Tetap Bertahan

Published

on

dg
JURI KPK: Mundur dari MII Secara Baik-baik, Juri KPK Makin Solid Lakukan Aktifitas

Kisruh yang terjadi di tubuh MII membuat jajaran MII yang ada di Jatim, Bali Nusra beramai-ramai mengundurkan diri dan kembali ke habitat aslinya baik Komunitas Penggemar Kicauan (KPK) dll. Termasuk juga Soeprex Jess yang mengantongi SK MII sebagai manager di wilayah timur akhirnya diberhentikan dengan hormat paruh Maret ini dengan berbagai alasan yang dilakukan pihak MII Pusat secara sepihak.

dg
JURI KPK: Saat Gelar Lomba di Gantangan Legian, 17 Maret lalu Bersama Batukaru BC

‘’Kami tidak mau memperpanjang persoalan ini. Wong ini cuma menjalankan hobi,’’ terang Soeprex Jess saat Selasa Spesial De Gadjah, 19 Maret 2019 kemarin. Soeprex Jess  melanjutkan, jika kemarin kita bergabung secara baik-baik maka keluarnya pun secara baik-baik. Malu kami menggembar-gemborkan guyub rukun tetapi sulit melakukannya dalam kehidupan nyata. Karena itu, kami menghormati keputusan MII dan juga keputusan rekan-rekan lain yang memilih mundur dan kembali ke jalur independen. ‘’Ayo kita sama-sama berjuang sesuai payung yang sudah dibuka untuk membangun perburungan yang bermartabat, berbudaya dan penuh persaudaraan,’’ ujar Soeprex Jess yang kini sedang menunggu arahan mbah Dian Toto yang menjadi panutannya.

dg
SOEPREX JESS: Siap-siap Bergabung dengan Payung Baru Bersama Mbah Dian Toto yang Menjadi Panutannya

Sejak SK pemberhentian sebagai manager dilayangkan kepada Soeprex dan juga pengunduran diri rekan-rekan yang lain di daerah kini di setiap latber sudah tidak lagi mengatasnamakan MII. Seperti Selasa Spesial De Gadjah kemarin yang sudah bersama KPK. Namun yang tidak berbeda adalah, sejak KPK bergabung dengan MII maupun yang terjadi hari ini, system penilaian tetap berjalan sama. Begitu juga antusias kicau mania untuk menghadiri latber tetap saja tinggi.

dg
BUDAYA TERTIB TANPA TERIAK: Bangun Fairplay dari Juri, Panitia dan Peserta

LAGA PANAS NAMUN TETAP TENANG

Pukul 16.00 Wita gantangan De Gadjah masih dipenuhi parkir sepeda motor siswa SMAN 4 Denpasar. Namun beberapa menit kemudian, ketika anak-anak pulang sekolah, suasana gantangan berubah ramai oleh kicau mania. Peserta akhirnya berebut tiket untuk mendapatkan nomor yang diinginkan.

Baca Juga  Sarang Love Bird di Rabu Ceria GP2S (14/11) Denpasar: Tembus 285 Peserta, Panglima, Topan dan Unyil Terbaik
dg
BULE: Sukses Sabet Double Winners di Kelas Paud

Diawali naiknya kelas paud, Bule milik Sutanto sukses meraih poin tertinggi. Bule bersaing dengan Ucup yang berada di posisi kedua. Di leg kedua yang jumlah pesertanya stabil Drupadi milik Mr. Juna berhasil melaju ke puncak dikawal Bongsor di posisi runner up. Masih menyisakan satu kelas paud C, Bule kembali unjuk tarung dan mempertahankan podium utama.

dg
CUCAK IJO: Peserta Ramai, Juri Fokus Memilih yang Terbaik

Walaupun laga panas cucak ijo naik, namun peserta tetap duduk tenang menikmati pertarungan dan mengawal kinerja juri KPK. Pilo I yang berada di gantangan 17 begitu ngotot memainkan rolingan yang sesekali mengeluarkan tonjolan panjang. Begitu juga Raung milik Winarto yang berada di nomor 37 dan Megawatt debutan Mr. Khan di gantangan 31. Sama-sama rajin memainkan roll tembaknya. Pilo I akhirnya terpilih sebagai pemenang disusul Raung dan Megawatt.

dg
PILO I DAN GOKONG: Berbagi Poin di Kelas Cucak Ijo

Di leg kedua yang kembali memanas, Gokong milik Anton yang sempat tertinggal di nomor 5 berhasil melaju kencang setelah rajin memainkan lagu-lagu panjangnya. Gokong menempati posisi pertama dikawal Megawatt yang kembali perfoma dan di tempat ketiga disabet Pemburu milik Mr. Fawaid.

dg
MURAI RAMAI: Tidak Terlepas dari Kinerja Juri yang Sungguh-sungguh Bekerja Tanpa Muatan

Ketegangan semakin memuncak ketika partai neraka murai batu naik. Saling melancarkan tembakan membuat juri ekstra hati-hati menentukan pilihan. Namun dengan durasi penilaian yang cukup panjang, semakin tampak petarung-petarung yang memiliki ekstra power. Seperti Mendem Roso yang diusung Santoso. Sejak digantang rolingannya tak pernah putus. Sesekali melancarkan tembakan cililin yang panjang. Tak kalah eboh Troy milik Mr. Tony yang juga piawai mengumbar rolingan dengan gaya sujud yang dikombinasikan dengan tembakan cililin yang panjang dan menghentak. Saling unjuk kualitas terus terjadi dan juri memilih Mendem Roso di posisi pertama disusul Troy.

dg
MENDEM ROSO DAN PASUPATI: Tampil Edan Raih Podium Utama

Di leg kedua perang kembali dilanjutkan. Kali ini Pasupati yang sempat tertinggal di posisi ketiga berhasil menunjukkan perfoma terbaiknya. Tembakannya terus dilancarkan sambil memainkan rolingan. Pasupati berhasil naik podium disusul Mendem Roso di tempat kedua setelah beberapa kali memuntahkan tembakan cililin.

Baca Juga  Aksi Mr. Baim BSF Bali Secara Rutin Lepas Burung, Wujud Syukur Alam Telah Memberikan Kehidupan
dg
LOVE BIRD MEMBLUDAK: Juri Hati-hati Melakukan Penghitungan Poin

Jumlah peserta yang membludak di kelas love bird A, membuat panitia wanti-wanti mengingatkan peserta untuk duduk tenang dan memantau dengan seksama gaconya masing-masing dan juga penilaian juri.  Setiap kekean, juri selalu meneriaki dan memastikan tidak ada yang tercecer. Tempo hitungannya pun sama sehingga tidak ada yang dengan sengaja mengangkat kontestan atau sebaliknya menekan.

dg
RATIH: Sukses Tunjukkan Kelasnya di Kelas Love Bird A

Hasilnya, Ratih milik Jack JNP yang baru pulih dari rontok setelah moncer di beberapa lomba termasuk di Lombok ini tampil ciamik. Kekeannya yang panjang dan ngeban meraih poin tertinggi dan memenangkan pertarungan. Ratih dipepet Putri Kayangan milik Mr. Fawaid yang juga rajin memuntahkan kekean panjang.

dg
HUJAN: Peserta Tetap Bertahan

Namun di leg kedua peta kekuatan berubah. Green Peace milik Putra berhasil mengambil alih posisi puncak. Green Peace sempat diimbangi Sumbing milik Edy Bos Muda di posisi kedua dan Renata milik Dadan Komeng di tempat ketiga. Masih menyisakan satu kelas lagi, Luna milik Yansens berhasil duduk di puncak.

dg
DUDUK DI DALAM: Karena Hujan Peserta Rela Berdesakan di Dalam Arena

DIGUYUR HUJAN

Memasuki kelas baby, tiba-tiba hujan mengguyur arena. Sambil berteduh, peserta tidak beranjak dan terus melanjutkan sesi demi sesi di kelas B baik paud, cucak ijo, murai batu, love bird dewasa dan baby.

dg
JENGGLOT DAN JALU: Raih Kemenangan di Kelas Baby

Dalam kondisi hujan lebat kelas baby naik. Nyaris tidak ada kontestan yang berbunyi. Mesti ditunggu berlama-lama akhirnya beberapa di antaranya terpancing ngekek dan memastikan Jengglot meraih posisi pertama dipepet Mcenik di tempat kedua. Namun di leg kedua giliran Jalu milik Sutanto yang naik singasana.

dg
TETAP TENANG: Peserta tetap Tenang Meski Pertarungan Berjalan Sengit di Arena

Diakhiri dengan undian dooprize 1 buah tebok dan sembako, Soeprex Jess mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang masih mempercayakan penilaian KPK. Kepercayaan ini akan diemban dengan baik dengan terus meningkatkan kinerja penjurian sehingga semakin fairplay. Di kesempatan ini Soeprex mewakili panitia dan juri KPK memohon maaf jika dalam penyelanggaraan ini ada hal-hal yang kurang berkenan. *kb3

Baca Juga  Ketua Bnr Bali Lantik Putu Gede Satria Bayu Jadi Ketua Bnr Cabang Badung: Siap Gelar Pandawa Bird Club I, 9 Desember Mendatang
dg

Lanjutkan Membaca

Kontes

Jatayu Cup 2 Bontang : Gelora BC, Antasari SF Berkibar, Sukses Tembus 999 Peserta

Published

on

By

Akhirnya Jatayu SF Bontang yang dikomandoi Adi Ismail sukses menggelar even Regionalan berlabel “Jatayu Cup 2” (17/3) di Gantangan Lenkol Kota Bontang  Kalimantan Timur (Kaltim). Nama Jatayu sendiri diangkat oleh anggota Jatayu SF dari tokoh pewayangan kisah epos Ramayana yang menggambarkan burung besar seperti raksaksa pemberani dan bijaksana.

Adi Ismail Ketua Panitia Yang Tetap Low Profile

Memang Jatayu Cup 2 sudah masuk dalam kalender tahunan Bontang Kicau Mania (BKM) dimana sudah digilir antara Bird Club dan Single Fighter seluruh Bontang pada tiap bulannya untuk menyelenggarakan lomba dan kebetulan Jatayu SF mendapat jatah di bulan Maret ini.

Sukses gelar regional Jatayu Cup 2 Bontang

Jadwal lomba BKM yang sudah tersusun rapi selama setahunan membuat kicaumania setempat bisa all out berlomba pada satu gantangan saja siang itu. “Alhamdulillah meski Jatayu SF sendiri baru berdiri sekitar setahunan yang lalu akan tetapi sudah mendapatkan kesempatan dari BKM untuk menyelenggarakan even Regionalan. Kebetulan Jatayu Cup 1 dulu sudah pernah  diselenggarakan tetapi hanya kelas latpresan lokal saja. Dan even Jatayu Cup 2 ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi bagi kru Jatayu SF dengan kicaumania semua yang hadir dilapangan,” terang Adi Ismail yang juga salah satu anggota Polresta Bontang.    

Radjawali Indonesia Terbang Tinggi di Bontang

Untuk lomba Jatayu Cup 2 dipercayakan kepada Radjawali Indonesia (RI) sebagai tim jurinya dengan langsung dipimpin oleh Nanang Andi Balikpapan sebagai Ketua Juri RI Kaltim dibantu oleh Korlap senior Padhe Soni Tenggarong bersama juri lainnya dari Samarinda, Sangatta, Bontang, Wahau, bengalon. Tiket yang terjual dari meja panitiapun juga tergolong cantik tembus diangka 999 peserta. “Memang peserta belum menyentuh angka seribu mas, tetapi panitia sangat puas angkanya sangat cantik 999 lembar tiket bisa terjual sudah sangat spesial untuk ukuran lomba di kota Bontang , “ tambah Adi.

Baca Juga  Lumajang Berkicau di Semarak Tabanan Akhir Tahun: Antarkan Rambo Raih Terbaik Cucak Ijo
Juara Bird Club Gelora BC Bontang
Nanang Andi Ketua Divisi Juri RI Yang Ikut Mengawal jatayu Cup 2

Dengan kesuksesan even Jatayu Cup 2 ini semakin menandakan bahwa RI di kota Taman masih terbang tinggi. “Kami sangat berteri makasih kepada seluruh panitia yang mempercayakan tim juri dengan balutan RI,” cletuk Nanang diamini Padhe Soni. Pertarungan kelas cucak hijau, murai borneo, ditambah love bird baik dewasa, balibu, baby tetap menjadi andalan panitia dengan rata – rata full gantangan. Kelas andalan pada lomba kali ini adalah kelas Jatayu yang juga diminati peserta.

Juara BC dan Runner Up
Juara SF dan Runner up

Diakhir laga pada perebutan Bird Club, akhirnya Gelora BC Bontang 3240 poin menempatkan  Zeus sebagai terbaik, meninggalkan Bhayangkara BC Bontang dengan 1620 poin untuk jadi yang terbaik disusul Sangkima BC, Prima PSR 212, Koboi BC dan lainnya. Sedangkan pada perebutan Single Fighter nama Antasari SF Samarinda bisa berjaya sebagai terbaik dengan menguasai beberapa kelas sebaggai burung terbaik antara lain  love bird dewasa Puspa, murai borneo Dewa Hokky.

Mr Said Sangkima BC Tetap Jaga Silaturahmi

Mr. Said Sangkima BC juga tidak pasang target tinggi pada lomba kali ini terpenting baginya bisa terus eksis dilapangan. “Apapun hasilnya tidak jadi soal yang penting bisa terus eksis dilapangan sambil bersilaturahmi,” tutup Said pada Konbur. Jadwal Regional berikutnya yang sayang untuk terlewatkan adalah “Dandim Cup Bontang” (31/3) bersama kemasan Rony Spartan Bontang. Kru panitia juga tak lupa banyak mengucapkan terima kasih atas segala supportnya kicaumania yang sudah hadir dilapangan, serta mohon maaf bila masih ada kekurangannya diarena lomba kedepannya akan dijadikan bahan evaluasi. *kb5

Pemenang Burung Terbaik

Lanjutkan Membaca

Kontes

Senin Ceria Master di Pondok Indah: Nobatkan 3 Burung Terbaik, Roll Tembak SF dan LCD Juara Umum

Published

on

mii
ROLL TEMBAK: Tampil Double Winners, Sabet Juara Umum Single Fighter

Cuaca yang kurang bersahabat Senin, 18 Maret 2019 kemarin tidak menyurutkan semangat kicau mania untuk menghadiri Senin Ceria Master di Gantangan Pondok Indah Denpasar. Begitu juga panitia dan juri Master Independen Indonesia Bali yang dikomandani Dekjun MII yang penuh semangat memantau kinerja juri agar benar-benar berjalan fairplay.

mii
JURI MII: Makin Solid, Salam Satu Perubahan

Latber yang berlangsung tertib tanpa teriak di tengah cuaca gerimis, peserta bisa menikmati dari dekat dan merasakan sensasi gaco-gaconya bertarung dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Di tengah pertarungan yang ketat, panitia menobatkan tiga burung terbaik. Yakni Minak Jinggo ditetapkan sebagai cucak ijo terbaik, Laksmi sebagai paud terbaik, dan Lorena love bird dewasa terbaik. Sedangkan juara umum BC disabet LCD dan juara umum single fighter diraih Roll Tembak SF.

mii
LAKSMI: Raih Paud Terbaik dari Tiga Kelas yang Diikutinya

Diawali naiknya kelas paud A, Marco sukses mengawali kemenangannya setelah memperoleh poin tertinggi. Debutan Bara dari Rabit ini dipepet Rextor milik Mat Black yang juga receh memainkan kekean dan Laksmi debutan Jiban di tempat ketiga. Namun di leg kedua Laksmi sukses mengambil alih posisi puncak bersama Embun milik Deden K di tempat kedua. Masih menyisakan satu kelas paud C, Cobal milik Agung SF berhasil menggeser lawan-lawannya. Namun Laksmi yang unggul di dua laga berhasil dinobatkan sebagai paud terbaik.

mii
MINAK JINGGO: Tampil Edan Raih Ijo Terbaik

Di kelas panas cucak ijo, Agung Saputra yang sengaja menurunkan Minak Jinggo tampil edan di leg pertama. Lagu-lagu kenarian dan sesekali melontarkan tembakan tanpa jeda dari awal sampai akhir membuat juri memberikan koncer A penuh. Minak Jinggo sempat mendapat perlawanan dari Pajero yang akhirnya menduduki posisi kedua.

mii
KELAS IJO: Makin Panas Didatangi Ijo Mania Tabanan

Perang masih terus berlanjut meski cuaca semakin kurang bersahabat. Di leg kedua yang agak gelap dan hujan sederet gaco kembali naik. Namun lagi-lagi Minak Jingga tidak bisa dibendung. Selain sesekali melontarkan tembakan kenarian juga lagu-lagu jalak kebo sering keluar. Kerja dari awal sampai akhir Minak Jinggo kembali sabet juara dan sekaligus dinobatkan sebagai cucak ijo terbaik.

Baca Juga  Ketua Bnr Bali Lantik Putu Gede Satria Bayu Jadi Ketua Bnr Cabang Badung: Siap Gelar Pandawa Bird Club I, 9 Desember Mendatang
mii
DEK JUN MII: Kawal Kinerja Juri MII agar Berjalan Maksimal

Di laga love bird dewasa, pertarungan berjalan sengit. Hadirnya Bendol 19 membuat lawan-lawannya sedikit was-was. Toh begitu tidak membuat keder karena juri benar-benar memaksimalkan penghitungan. Di leg dewasa B yang turun di sesi pertama Lorena berhasil memenangkan pertarungan setelah kekeannya panjang dan juga rajin. Sementara Bendol 19 menempati posisi kedua.

mii
LORENA: Terbaik Love Bird Dewasa

Di leg kedua, kelas dewasa A yang tanpa potongan Bendol 19 berhasil membalas. Dengan nilai 2.500 poin debutan Edy Ujar ini mengambil alih posisi puncak dan menggeser Lorena di posisi kedua. Namun Lorena ditetapkan sebagai love bird dewasa terbaik.

mii
LAKSMI DAN LORENA: Terbaik Paud dan LB Dewasa

Selain love bird paud dan dewasa masih ada satu kelas love bird pemula yang disabet Zoro milik Faiz dari KKBC Tegal.

mii
ZORO: Jawara Pemula

Di pengujung acara dalam suasana hujan lebat, panitia mengundi aneka doorprize di antaranya 3 ekor love bird, dan barang-barang lainnya. Panitia  juga menobatkan Roll Tembak sebagai juara umum single fighter melalui Minak Jinggo yang double winners dan LCD sebagai juara umum BC melalui penampilan Bendol 19, Drum dan Rextor.

mii
LCD: Juara Umum BC
mii
HUJAN LEBAT: Undian Doorprize Jalan Terus

Manajer MII Bali Dekjun MII mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang hadir meski cuaca kurang bersabahat bahkan sampai hujan lebat hingga menyulitkan untuk pulang ke rumah, seraya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan.. *kb3

mii

Lanjutkan Membaca