Pin Tailed Whydah, Pipit Hias Africa si Cantik Bersuara Indah

Pin Tailed Whydah Sosok betina yang mirip burung gereja, cuma ukuranya lebih kecil

Nama Inggrisnya The Whydah pin-tailed ( Vidua macroura ) burung kecil seukuran Black throat ini juga dikenal sebagai burung penyanyi yang merdu berirama dan mirip Black throat.

Bedanya untuk yang jantan memiliki ekor cukup panjang yang mencolok. Karena keindahan ekor panjang dan suaranya yang merdu menjadikan burung ini banyak dipelihara oleh mereka penggemar burung. Bukan hanya di Indonesia saja, Pin tailed didatangkan untuk penggemar burung dibanyak negara.

Belakangan burung ini masuk Indonesia dalam jumlah cukup banyak, dan ada di pasar burung salah satunya di pasar burung Splindit Malang di kios H.Hasan.

Burung ini sepasang hanya ditawarkan Rp 1 juta, yang kalau dibanding Black throad, jauh lebih murah. Burung yang banyak berkembang biak disebagian besar Afrika selatan Gurun Sahara .

Pin-tailed jantan, ekornya panjang dan suaranya enak didengar

Whydah berekor pin pertama kali dideskripsikan oleh naturalis Jerman bernama Peter Simon Pallas pada 1764. Ukuran tubuh nya panjang 12-13 cm, sedang jantang ciri memiliki ekor meskipun ekor sampai 20 cm lagi. Selain ekor yang panjang ciri lain jantan dewasa memiliki punggung dan mahkota hitam, dan ekor hitam yang sangat panjang. Sayapnya berwarna coklat gelap dengan bercak putih, dan bagian bawah dan kepalanya, terlepas dari mahkota, berwarna putih. Jantan betina dan non pembibitan telah menggaruk bagian atas berwarna coklat, bagian bawah berwarna keputihan dengan sisi buff, dan pola buff dan wajah hitam.  Burung yang belum dewasa seperti betina tetapi lebih jelas dan dengan paruh keabu-abuan.

Ada catatan menarik dari Pin tailed, dimana burung ini dialam liar dikenal sebagai parasit, karena saat bertelur si betina akam menaruh telurnya di sarang burung pipit lain, terutama pipit lilin. Biasanya, 2-4 telur ditambahkan ke sarang yang sudah ada telurnya. Telur dari inang dan Pin tailed whydah berwarna putih, ukuran telurnya sedikit lebih besar dari telur pipit yang dititipi.

Pin Tailed Whydah – Pipit Hias Afrika – Dijual sepasang Rp 1 juta

Pin tailed jantan termasuk jenis teritorial, dan satu jantan sering memiliki beberapa betina dalam kelompok kecilnya. Dia memiliki tampilan penerbangan pacaran yang rumit, yang mencakup melayang di atas betina untuk menampilkan ekornya. Lagu ini diberikan dari tempat yang tinggi, dan terdiri dari mencicit cepat dan nyaring.  Makananya berupa bijian seperti kenari, ngak heran kalau burung ini ternyata termasuk burung yang banyak di exsport dari Afrika ke banyak negara Asia, Amerika juga Eropa. Selain harga cukup terjangkau, suaranya enak didengar, sosoknya yang cantik dan perawatan cukup mudah. Tertarik? segera datangi beberapa pasar burung yang ada di kota besar.


Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here