Connect with us

News

Piala Pasundan III, Yuk Kita Kenali Pakem Penjurian RGN

KONBUR Tayang

:

Pakem Piala Pasundan 3 Bandung
Juri Radja Garuda Nusantara, Siap jadi pengadil di Piala Pasundan 3

Lomba burung berkicau Piala Pasundan III sudah di depan mata. Digelar di Pangkalan Udara (Lanud) Sulaeman, Bandung 21 April 2019. Penasaran gelaran lomba ini menggunakan penjurian siapa? Dan bagaimana pakemnya?

Piala Pasundan III yang membuka 4 lapangan dengan 104 kelas ini akan menggunakan penjurian Radja Garuda Nusantara (RGN). RGN merupakan Event Organizer (EO) baru bentukan Radja Company yang berpusat di Bandung, Jawa Barat.

Pendiri RGN, Prio Sutrisno mengatakan, Piala Pasundan III akan menggunakan 100 persen juri-juri RGN. Dengan seleksi yang sangat ketat, juri dipilih yang terbaik dari berbagai daerah. Menurutnya, keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang sangat matang.

“Keputusan team Radja Company diambil dengan pertimbangan karena kami melihat juri-juri RGN sendiri sudah memiliki kapabilitas yang lebih dari cukup untuk mengawal event besar. Alasan lainnya, demi kemudahan dalam manajerial RGN sendiri,” ujar Prio Sutrisno.

Pakem Piala Pasundan 3 Bandung
Juri Radja Garuda Nusantara selesai diklat

Terkait pakem penjurian, Ketua Divisi Juri RGN Koko Hunaedi menjelaskan, pada prinsipnya dasar penilaian Juri RGN adalah irama lagu, durasi, volume, dan fisik. Koko menjelaskan, dalam irama lagu, hal utama yang dinilai adalah variasi suara dan speed.

“Semakin banyak variasi suara, semakin tinggi nilainya. Semakin cepat irama/lagunya, semakin tinggi nilainya. Khusus durasi, kita akan melihat kinerja burung bunyi dari awal, tengah dan akhir,” jelas Koko.

Sementara, dalam kriteria volume, semakin keras suaranya, semakin tinggi nilainya. Dalam fisik/gaya, juri melihat bagaimana gerak dan olah tubuh si burung.

“Masing-masing kolom sudah ada nilai maksimalnya sendiri yang berbeda-beda,” tambahnya.

Penilaian secara nyata atau real pada lomba adalah ketika burung sudah digantang pada sesi tersebut berlangsung dari awal sampai akhir sesi.

Baca Juga  Mau Dapat Bonus Menarik ? Siapkan Sangkar Elite di Wagub Jabar Cup, Bandung, Minggu, 3 Maret 2019

“Sejak dinyatakan Korlap “Penilaian Dimulai”. Satu menit penilaian awal sedang berlangsung, semua jenis burung masih mendapatkan toleransi. Masih dapat penilaian secara utuh,” jelas Koko.

Dalam proses penilaian, juri RGN akan mutar sebanyak 3 kali. Pertama untuk mengontrol burung bunyi apa tidak. Kedua, untuk memberi nilai awal. Dan ketiga mencari perbandingan burung-burung yang layak masuk nominasi juara.

Sedangkan untuk jenis burung Lovebird (LB), penjurian RGN menggunakan stick bendera kecil dengan jenis warna tertentu untuk penilaian. Warna bendera yang digunakan yakni merah, biru dan kuning. Bendera merah memiliki nilai 100 poin, bendera biru memiliki 40 poin dan bendera kuning memiliki 10 poin.

“Untuk durasi detik, dibedakan antara LB dewasa dengan LB Balibu. Untuk dewasa, bendera merah diberikan bila LB ngekek 15-20 detik, bendera biru 8-14 detik dan bendera kuning 3-7 detik. Khusus LB Balibu, bendera merah 7-9 detik, bendera biru 5-6 detik, dan bendera kuning 2-4 detik,” papar Koko.

Aturan tambahannya, ketentuan kelipatan berlaku setelah hitungan mencapai batas maksimal detik poin bendera merah. Burung merem setelah 3 detik hitungan akan diputus. Dan kategori kelas bebas aksi, bunyi di lantai tidak termasuk dalam hitungan.

Bagaimana dengan peraturan lainnya? Cacat fisik secara kasat mata dan permanen tidak layak mendapatkan juara 1. Walaupun burung tersebut kerja secara maksimal.

Ada juga kriteria-kriteria yang dipakai dalam pengurangan penilaian, antara lain: Nampar, Nempel, Turun, Ngepel, Buka Sayap/Birahi, Bagong, Batman, Didis, Miyek dan Angkat Kaki.

Nampar adalah ketika burung melompat ke jeruji dengan waktu kurang dari 1 detik masih layak juara.  Nempel adalah ketika burung melompat dan menempel di jeruji, baik itumengeluarkan suara atau tidak, dengan waktu lebih dari 3 detik akan mendapatkan bendera peringatan.

Baca Juga  Daftar Juara Piala Pasundan III Bandung Minggu (21/4), H.Faizin DM dan RGN Team Rebut Juara Umum

Turun, adalah ketika burung ke lantai atau ke dasar sangkar dengan waktu yang sangat singkat kurang lebih 1 detik masih layak Nominasi. Ngepel, adalah ketika burung turun ke lantai atau ke bawah, baik itu mengeluarkan suara atau tidak, dengan waktu lebih dari 3 detik akan mendapatkan bendera peringatan.

Buka Sayap/Birahi, adalah ketika burung sedang dalam sesi kompetisi membuka sayap dengan waktu kurang lebih 5 detik tidak layak Nominasi. Bagong, adalah ketika burung dalam keadaan menggembungkan bulu dan sayapnya sehingga tubuh seperti bola.

Biasanya terjadi di burung Kacer maka tidak layak juara. Batman, adalah ketika burung dalam keadaan merentangkan sayap seolah-olah mau menerkam dengan cara memekarkan bulu-bulunya tidak layak nominasi.

Didis/Ngedis, adalah ketika burung menyisir atau merapikan bulu-bulunya dengan cara memekarkan bulu-bulunya lebih dari 5 detik maka akan mendapat peringatan.

Miyek, adalah ketika burung mengepak-ngepakan sayap dengan atau tanpa mengeluarkan bunyi. Sedangkan Angkat Kaki, adalah ketika burung mengangkat salah satu kakinya sambil berbunyi dalam waktu kurang lebih 3 detik.

“Kami berharap peserta Piala Pasundan III memahami pakem atau peraturan penjurian RGN agar bisa menyesuaikan. Semoga burung Anda meraih prestasi di Piala Pasundan III,” pungkas Koko. *kb4.

News

Eko HI Bekasi, Antarkan Kenari 1001 Ketangga Juara Di Sarang Walet Cup

Published

on

Kenari 1001 Milik Eko HI Bekasi
Mr.Eko konsisten dikelas kenari

Even bertajuk Sarang Walet Cup Borneo Feat Owen Alvin di lapangan New Lenggang, Kemayoran Jakarta Pusat, Minggu (21/4) jadi bukti ketangguhan kenari 1001 koleksi Mr Eko HI. Burung ini unggul disalah satu kelas yang diikutinya.

Mr.Eko HI dari King Master Cannary memang konsisten main dijalur kenari. Sudah sejak lama dia banyak menampilkan burung-burung kenari hebat, diantaranya Otan, Conan dan lainnya. Keduanya sudah banyak menuai prestasi disejumlah even nasional.

Kenari 1001 Milik Eko HI Bekasi
Kenari 1001

Kini, bersama 1001 Mr Eko siap kembali eksis dijalur ini. Prestasi 1001 juga sudah lumayan banyak. “Hari ini kebetulan mau tampil maksimal, lumayan lah bisa masuk juara pertama,” ungkapnya.

Siang itu 1001  jenis kenari AF warna bon ini meraih juara 1 dan 3. Sebuah prestasi yang cukup membanggakannya. Apalagi saat turun disesi Kenari Standar Sarang Walet dia menyajikan penampilan terbaiknya. Sejak menit awal hingga akhir ngedur dengan materi lagu dan durasi kerja yang berkualitas. Yang jelas dengan kehadiran 1001 kini semakin lengkap koleksi amunisi Mr Eko. Dia pun berharap burung andalannya ini bisa stabil dijalur juara. “Mudah-mudahan saja bisa stabil prestasinya,” harapnya. *kb4.

Baca Juga  Moncer di Piala Purwakarta Istimewa Jadi Debut Manis Murai Batu Ohara Pasca Istirahat Mabung
Lanjutkan Membaca

News

Tampil Garang Murai Batu Bravo Raih Kemenangan, di Pesta Demokrasi Damai Tangerang

Published

on

Murai Batu Bravo Yudi Jakarta
Yudi Tent bersama rekan

Even Pesta Demokrasi Damai yang digelar BnR Tangerang, Minggu (14/4) di lapangan Raihan Sport Center, Islamic Village, Jl Danau Kelapa Dua Karawaci Tangerang Banten jadi even bertabur para bintang. Murai batu Bravo salah satunya yang tampil garang dengan meraih kemenangan.

Murai Batu Bravo Yudi Jakarta
Yudi Siap menuju Murai Batu BnR Bird Champion

Burung murai batu koleksi Yudi Tent dari Zaldy SF Jakarta ini bukan burung kemarin sore, sepanjang tiga tahun ini merupakan salah satu burung terbaik di blok barat. Prestasinya juga sudah segudang. “Sudah lama absen, ini baru saya turunkan lagi di lapangan,” jelas sang pemilik.

Turun hanya satu sesi, dikelas Murai Batu BnR BOB 25 G aksi Bravo mampu mencuri perhatian juri maupun penonton. Sejak awal digantang langsung menghamburkan materi isian dan tembakan andalannya, dengan durasi kerja yang maksimal mengantarkannya sebagai juara pertama.

Murai Batu Bravo Yudi Jakarta
Murai Batu Bravo

Dikelas tersebut, Bravo berhasil mengalahkan lawan-lawannya yang umumnya juga sudah punya nama besar.  Hari itu Bravo  kembali menuju ke kondisi terbaiknya. Kemenangannya semakin membuktikan ketangguhan burung tersebut yang tetap stabil dijalur juara. Burung tersebut memang mewah, selain memiliki materi irama lagu yang dibawakannya komplit, durasi kerjanya juga hebat, dan stabil di lapangan. Dan aksinya saat itu juga sulit dibendung lawan. “Buat dipersiapkan di Murai Batu BnR Bird Champions  28 April minggu depan,”  ungkap pemiliknya. *kb4.

Baca Juga  Murai Batu Ketu dan Gading Sakti, Juara di Pesta Demokrasi Damai di Tangerang, Berlanjut ke Piala Pasundan III Bandung
Lanjutkan Membaca

News

Persembahan Terbaru Mahesa Ratu Enterprise, Untuk Penggemar Murai Batu di Cibubur Jakarta

Published

on

Mahesa Ratu Enterprise Jakarta
Mahesa Ratu Enterprise. Siap memanjakan Murai Batu Mania.

Satu lagi even organiser terbaru persembahan dari Mahesa Ratu Enterprise untuk penggemar murai batu. Panitia menyediakan kelas-kelas khusus murai batu dalam launchingnya di lapangan terbaru Jl Cibubur 3 Rt 7/Rw 1 No 6, Cibubur Jakarta Timur, Sabtu 4 Mei 2019 mendatang.

Even organiser  yang digagas Mr.Bonni N dengan juri dari BnR ini boleh dibilang jadi ajang persembahan buat penggemar murai batu, panitia membuka 6 kelas murai batu, meskipun juga dibuka kelas untuk jenis-jenis burung lainnya.

Mahesa Ratu Enterprise Jakarta
Mr.Bonni N dan Jessica Novandi. Penggagas Mahesa Ratu Enterprise.

Sejatinya, gelaran Mahesa Ratu Enterprise bukan yang kali pertama, beberapa tahun silam diawal hobinya diburung kicauan Mr.Bonni juga sudah membentuk even organiser sejenis dengan gelaran-gelaran spesialnya. “Dengan terbentuknya kembali Mahesa Ratu Enterprise sekaligus jadi ajang silaturahmi buat rekan-rekan kicaumania,” ungkapnya.

Sebagai pencinta murai batu, dalam launching lapangan terbarunya Mr.Bonni memang membuka sejumlah  kelas khusus murai batu, selain jenis-jenis burung lainnya. Dia berharap rekan-rekan kicaumania khususnya penggemar murai batu untuk menurunkan gaco-gaco andalannya dieven ini.

Panitia membuka 2 kelas utama, Murai Batu  Ring BOB dan Murai Batu BOB dengan harga tiket Rp 500 ribu,  hadiah 45% setelah dipotong 20% jumlah peserta kelas ini maksimal tidak lebih dari 36 gantangan. Simak brosurnya di bawah ini.

Mahesa Ratu Enterprise Jakarta
Klik untuk memperbesar Brosur.

Kelas lainnya juga tak kalah mewahnya, sesi Murai Batu Mahesa tiket Rp 300 ribu berhadiah Rp 7 juta, Kelas Ratu tiket Rp 200 ribu berhadiah Rp 3 juta. Selain itu panitia juga menyediakan tiket-tiket murah untuk jenis-jenis burung lainnya diantaranya  kelas-kelas Meikarta, SPL dan kelas BnR Vit.

Dan yang menarik, semua kelas losgantagan atau berapapun jumlah gantangan setiap sesinya hadiah juara pertama keluar alias tanpa potongan. Untuk pemesanan tiket Bryan PKP  081212487263, “Buat teman-teman khususna pemain murai batu kami tunggu kehadirannya,” pungkasnya. *kb4.

Baca Juga  Murai Batu Ketu dan Gading Sakti, Juara di Pesta Demokrasi Damai di Tangerang, Berlanjut ke Piala Pasundan III Bandung

Lanjutkan Membaca