Persiapan Piala Ketua SMM – Adu Kualitas Burung Bintang Dari 8 Propinsi Ada Di Tiket 22 Juta

Hanya tinggal sepekan lagi. Kota Surabaya kembali akan menjadi saksi ajang pertarungan burung-burung Murai Batu mewah nan mahal lintas Propinsi demi meraih hasil terbaik di Piala Ketua SMM (12 Desember 2021), salah satunya di tiket termahal saat ini yakni Rp 22 juta.

Dan seperti di gelaran-gelaran SMM sebelumnya baik di tiket Rp 5,5 juta sampai tiket Rp 11 juta, berbagai persiapan pun telah lakukan sematang mungkin agar gelaran bisa berjalan lancar. Tak hanya bisa menjadi rasa bangga bagi para juara, tapi diharapkan bisa memberi kenangan manis serta berdampak positif bagi semua peserta maupun pecinta Murai Batu nusantara.

(dari kiri) H Said, Abah Tatuk, Abah Hudan

“Persiapan kita setidaknya mencapai 90 persen. Mulai dari lokasi, tropi, piagam, tiket hingga keamanan pun sudah siap semua dan hanya tinggal menunggu hari pelaksanaannya aja,” ujar Abah Tatuk ketua SMM yang ditemui sesaat usai rapat Progres persiapan lomba Piala Ketua SMM di Excelso Wiyung Surabaya, 1 Desember 2021 kemarin.

Diungkapkan Abah Tatuk, bahwa untuk lokasi lomba sementara emang belum bisa disebarkan ke publik, namun bisa dipastikan bahwa tempatnya akan nyaman. Begitu halnya dengan tropi Piala Ketua SMM ini yang emang didesain lebih mewah plus berlapis emas.

“Yang jelas untuk semua tropi evennya SMM mempunyai ciri khas pada desainnya yang mewah dan berlapis emas,” ujar Abah Tatuk yang mengaku bahwa setiap gelaran SMM selama ini untuk harga tropi minimal harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 1 juta.

Tak hanya itu, selain menyediakan 1 unit mobil Rocky dengan harga di pasaran di kisaran Rp 180 jutaan untuk juara di kelas 22 juta, untuk pemilihan juara juga akan dipilih 10 besar dari 24 peserta. Hadiah menarik nan menggiurkan tentunya juga akan dipersiapkan untuk kelas-kelas yang lain dengan tiket Rp 5,5 juta, Rp 4,4 juta, Rp 3,3 juta dan Rp 2,2 juta.

“Hal itu menunjukkan pula kalau setiap even yang digelar SMM, kami tidak mencari keuntungan secara pribadi karena kita non provit, dan semuanya dikembalikan ke komunitas,” ungkap Abah Tatuk.

Hal senada juga diamini Abah Hudan 911 yang mengatakan bahwa SMM bukanlah untuk bisnis, tapi murni untuk penghobi dan diharapkan bisa berdampak positif bagi perkembangan dunia perburungan tanah air.

Dan benar saja, dari data yang diperoleh crew www.kontesburung.com bahwa energi positif tersebut telah menyebar ke berbagai daerah. Hal itu ditunjukkan dengan mulai banyak bermunculannya gelaran-gelaran yang mencontoh konsep yang dianut SMM. Bahkan banyak pula dalam transaksi jual beli Murai Batu selama ini, kerap mereka kaitkan atau sandingkan dengan kualitas burung di SMM. “Kira-kira burung ini mampu gak kalau dibuat lomba di SMM,” celetuk beberapa pecinta Murai Batu di beberapa tempat.

Ditambah lagi dengan semangat baru dari para penangkar Murai Batu saat ini, yang semakin getol berlomba-lomba mencetak burung-burung berkualitas. Mengingat selama ini banyak bermunculan jawara-jawara baru di gelaran SMM yang merupakan hasil penangkaran, yang tentunya hal itu juga ikut mendongkrak harga jual anakan Murai yang semakin tinggi.

Bahkan tak jarang pula burung-burung yang sempat mencicipi juara di SMM, sengaja mereka tangkarkan dengan harapan bisa mendapatkan hasil anakan berkualitas sekaligus bisa meraup keuntungan yang lebih besar dengan menangkarkan Murai Batu, dengan embel-embel indukan pernah juara di SMM.

Karena seperti diketahui bahwa selama ini SMM dikenal sebagai lomba yang fairplay, sebab hanya burung yang benar-benar layak dan berkualitaslah yang berhak meraih juara. “Saya selalu berpesan kepada para juri SMM agar selalu menjaga amanah dan tidak mudah terprovokasi dari siapapun dalam menjalankan tugasnya,” ujar Abah Hudan percaya kalau juri-juri SMM bisa mempertanggung jawabkan tugasnya dengan baik.

Berkat kemasan serta kemampuan juri dalam menjalankan tugasnya, maka cukup wajar jika setiap gelaran SMM selalu mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari kicaumania nusantara. Terbukti, hanya dalam hitungan kurang lebih 1 minggu sejak brosur Piala Ketua SMM dishare, semua tiket langsung ludes terjual termasuk tiket Rp 22 juta.

“Saya masih ingat itu, saya kasih waktu 2-3 hari bagi para pemesan tiket 22 juta untuk menyelesaikan pembayaran, karena saat itu setidaknya ada 10 daftar tunggu yang tidak kebagian kelas tiket 22 juta,” ungkap Abah Tatuk sembari mengungkapkan bahwa setidaknya burung peserta yang hadir di tiket 22 juta mewakili setidaknya ada 8 Propinsi seperti Jatim, Jateng, Jogjakarta, Jabar, Jakarta, Sumatera, Bali hingga Kalimantan.

“Ya itu mungkin sebuah bukti bahwa selama ini kita menggelar lomba itu dengan hati dan keikhlasan, tanpa mengharapkan keuntungan pribadi,” imbuhnya seraya mengatakan dengan begitu, seberapapun besarnya tiket yang kami sediakan pasti akan mudah terjual.*

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here