Connect with us

Kontes

Permata Cup I Balikpapan (10/3) : Sukses Dengan Gaya Klasik Bersama Kawalan Juri Legendaris, Derby Kota Minyak Dimenangi Balikpapan Team

KONBUR Tayang

:

Lomba beraroma klasik benar – benar tersaji pada Even Nasional Permata Cup I Balikpapan Kalimantan Timur di Komplek Tennis Indor Balikpapan (10/3) yang dikawal Robert Kios sebagai Ketua Panitianya.  Kehadiran Juri – juri legendaris di jamannya yang sudah lama tidak menginjakkan kakinya di Bumi Borneo seperti Tatang Jember, Yudi Malang, Erik Kediri, Yosi Jogja berkolaborasi dengan beberapa juri senior lokal, membuat tokoh – tokoh lawas dan lintas generasi perburungan Kaltim ikut kembali bermunculan sebut saja Abah RSHD Samarinda, Samuji Teror, Giarto Bontang, Uut Tani Jaya, Wiji Jaya Sangkar, Budi Figo, Aidil Pelangi, H. Yantri, Jhon Laris, Yanuar, Iwan Kampas, Andong Pesut, H. Sabir dan kicaumania lainnya ikut hadir menyaksikan langsung gelaran tersebut.

Rata – Rata Tiap Kelas Full Gantangan

Tak kurang dari 1500 tiket mampu terjual dari meja panitia dengan peserta yang hadir dari penjuru Kaltim mulai dari Balikpapan sebagai tuan rumah, Samarinda, Bontang, Tenggarong, Melak, Sangatta, Penajam, Tanah Grogot bahkan dari Berau, Malinau juga ikut hadir dengan luar biasanya datang dengan menggunakan moda transportasi jalur darat dengan menempuh perjalanan sekitar 2 hari. Faktor susahnya urusan karantina bila menggunakan pesawat menjadikan sebab beberapa kicaumania yang digawangi Gunadi dan Obi Malinau nekat menempuh jalur darat.    

Peserta Dari Malinau Rela Menempuh Perjalanan Darat Dengan Waktu Selama 2 Hari

Nampaknya rasa kangen kicaumania Kaltim dengan penjurian gaya klasik tidak akan bisa terobati kalau tidak datang secara langsung dilapangan lomba siang itu. Memang era sekarang tidak akan pernah lagi menemukan penjurian gaya klasik seperti yang dipertontonkan pada lomba Nasional Permata Cup I Balikpapan tersebut dengan ciri khas pantauan bunyi dengan penancapan bendera bunyi atau lazim biasa disebut mencocok padi. EO modern jaman sekarang sudah meninggalkan gaya klasik seperti itu dengan metodenya masing – masing.

Baca Juga  Daftar Juara Jatayu Cup 2 Bontang (17/3)
Gaya Penjurian Model Kalsik Ditunjukkan Para Juri – juri Legendaris

Kesuksesan even Nasional Permata Cup I tak lepas dari nama dr. Ilham Normadina yang sekarang bertugas di Balikpapan sebagai Presdir Rumah Sakit Permata Hati di Gunung Pasir Balikpapan beroprasi sejak Bulan Desember 2018 lalu yang juga merupakan cabang dari Rumah Sakit PKT Bontang, sehingga sang empunya merasa sangat terpanggil untuk ikut menyemarakkan lomba burung di Kota Minyak tersebut.

dr. Ilham Normadina (kiri) Tujuan Lomba Permata Cup 1 Adalah Untuk Bersilaturahmi

“Sebelumnya kami mewakili tim panitia banyak mengucapkan banyak terima kasih baik kepada donator yang sudah menyumbangkan doorprize, tambahan hadiah dan sebagainya serta seluruh kicaumania yang hadir atas segala supportnya. Even ini kami jadikan sebagai ajang silaturahmi kicaumania lintas generasi dengan mendatangkan juri – juri kawakan di jamannya untuk bertugas,” jelas dr. Ilham Normadina. 

Kelas Love Bird Tetap Bergairah Dengan Penilaian Model Klasik

Kemasan yang cantik dengan kembali mengangkat kelas – kelas legendaris seperti kacer, cucak hijau, murai borneo juga ikut menjadi andil dari kesuksesan even tersebut dengan iming – iming hadiah jawara terbaik dikelasnya sangat besar.  Selain itu suasana lomba yang benar – benar baru juga diusung tim panitia pimpinan Robert Kios dengan menempatkan paddock panitia lain daripada lomba lainnya yang biasa diselenggarakan di arena Tennis Indor Balikpapan tersebut.

Tim Panitia Bekerja Secara Tegas dan Total Demi kesuksesan Even Perdana

Konsep yang matang juga diusung Robert untuk menciptakan hal baru, ditambah sigapnya petugas keamanan sehingga tidak ada pemain didalam pagar waktu lomba berlangsung. Sehingga lomba dengan 41 kelas tersebut sangat nyaman dinikmati sampai berakhirnya acara. Krodong juga harus dibuka pada garis hijau yang yang telah ditentukan panitia dan kicaumania  secara bersama – sama menggantangkan burung tanpa harus saling menunggu, memang pada even Akbar di beberapa Kota besar di Pulau Jawa sudah menggunakan model seperti ini bisa dengan lampu start dan sebagainya namun untuk di Kaltim baru ini bisa sukses dilaksanakan.

Baca Juga  BKB BC Samarinda : Silaturahmi Di Awal 2019, Dalam Berlomba Tidak Pilih Gantangan
Lomba Berjalan Dengan Lancar, Sukses dan Tertib

“Tujuan kami satu mas, untuk kesuksesan suatu penyelenggaraan harus tegas juga total dan seluruh peserta wajib mematuhi aturan yang telah dibuat panitia, bila semua bisa dilaksanakan Insya Allah penyelenggaraan akan bisa terwujud dengan sesuai harapan kita, beberapa inovasi yang kita suguhkan juga untuk kebaikan bersama seperti membuka krodong bersama – sama agar tidak ada lagi saling menunggu,” jelas Robert. 

Penjualan Tiket Tembus 1500 Lembar

Derby Kota minyak tidak bisa dihindarkan lagi pada perebutan kejuaraan Bird Club yang kali ini dimenangi Balikpapan Team 2850 point sebagai juara BC dengan menempatkan terbaik kacer bebas 1000 Sungai, love bird dewasa Slebor, kenari bebas Satria Muda, conin Popaye. Mengandaskan perlawanan saudara kembarnya Balikpapan Bersatu 1200 poin bersama kawalan terbaik pleci Provokator. Untuk terbaik cucak hijau Monster, murai borneo steroid, love bird paud Hatori.

Juara Bird Club Balikpapan Team
Runner Up Bird Club Balikpapan Bersatu

Saling kejar juga saling berbalas juara sangat terlihat per seasionnya sehingga lomba benar – benar kompetitif. Mungkin di Indonesia hanya ada di Balikpapan Kalimantan Timur bisa tersaji derby persaingan saudara kembar bird club sekota untuk jadi yang terbaik. Seakan juga siang itu Kota Minyak Balikpapan terbelah menjadi dua kubu, akan tetapi persaingan itu hanya sebatas perlombaan saja setelah itu semua juga tetap saudara sehobi kicaumania.  

Juara Single Fighter Bagus Jaya SF
Runner Up Single Fighter GASS SF

Sedangkan perebutan juara Single Fighter dimenangi Bagus Jaya SF 325 point meninggalkan kejaran Gass SF Samarinda Seberang 250 point dengan menempatkan Jagat Raya sebagai kacer dada hitam terbaik. Even Regional berikutnya yang sayang untuk terlewatkan adalah “Jatayu Cup 2” Bontang yang akan diselenggarakan 17 Maret 2019 di Gantangan Lenkol Kota Bontang.           

Juara Burung Terbaik Murai Borneo, Kenari Bebas, Love Bird Bebas, Love Bird Paud,
Kacer Dahit, Pleci
Juara Burung Terbaik Kacer Bebas, Conin, Cucak Hijau

Diakhir lomba Robert juga tak lupa mohon maaf bila masih ada yang belum terpuaskan atas terselenggaranya lomba Permata Cup I. “Mohon maaf bila dalam penyelenggaraan Permata Cup I masih ada yang belum terpuaskan maklum dari 60 gantangan hanya diambil 10 pemenang sehingga sudah terbaik dikelasnya masing – masing tim juri dan panitia sudah bekerja secara maksimal jadi mohon maaf bila ada kesalahan diarena lomba,” tutup Robert pada Kontes Burung.com. *kb5

Baca Juga  Jaya Sangkar Cup 2 Balikpapan : Hilangkan Budaya Start Lomba Yang Terbiasa Molor Giliran SBK SF Berkibar

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kontes

Mundur dari MII, Selasa Spesial De Gadjah Bersama KPK: Diguyur Hujan Tetap Bertahan

Published

on

dg
JURI KPK: Mundur dari MII Secara Baik-baik, Juri KPK Makin Solid Lakukan Aktifitas

Kisruh yang terjadi di tubuh MII membuat jajaran MII yang ada di Jatim, Bali Nusra beramai-ramai mengundurkan diri dan kembali ke habitat aslinya baik Komunitas Penggemar Kicauan (KPK) dll. Termasuk juga Soeprex Jess yang mengantongi SK MII sebagai manager di wilayah timur akhirnya diberhentikan dengan hormat paruh Maret ini dengan berbagai alasan yang dilakukan pihak MII Pusat secara sepihak.

dg
JURI KPK: Saat Gelar Lomba di Gantangan Legian, 17 Maret lalu Bersama Batukaru BC

‘’Kami tidak mau memperpanjang persoalan ini. Wong ini cuma menjalankan hobi,’’ terang Soeprex Jess saat Selasa Spesial De Gadjah, 19 Maret 2019 kemarin. Soeprex Jess  melanjutkan, jika kemarin kita bergabung secara baik-baik maka keluarnya pun secara baik-baik. Malu kami menggembar-gemborkan guyub rukun tetapi sulit melakukannya dalam kehidupan nyata. Karena itu, kami menghormati keputusan MII dan juga keputusan rekan-rekan lain yang memilih mundur dan kembali ke jalur independen. ‘’Ayo kita sama-sama berjuang sesuai payung yang sudah dibuka untuk membangun perburungan yang bermartabat, berbudaya dan penuh persaudaraan,’’ ujar Soeprex Jess yang kini sedang menunggu arahan mbah Dian Toto yang menjadi panutannya.

dg
SOEPREX JESS: Siap-siap Bergabung dengan Payung Baru Bersama Mbah Dian Toto yang Menjadi Panutannya

Sejak SK pemberhentian sebagai manager dilayangkan kepada Soeprex dan juga pengunduran diri rekan-rekan yang lain di daerah kini di setiap latber sudah tidak lagi mengatasnamakan MII. Seperti Selasa Spesial De Gadjah kemarin yang sudah bersama KPK. Namun yang tidak berbeda adalah, sejak KPK bergabung dengan MII maupun yang terjadi hari ini, system penilaian tetap berjalan sama. Begitu juga antusias kicau mania untuk menghadiri latber tetap saja tinggi.

dg
BUDAYA TERTIB TANPA TERIAK: Bangun Fairplay dari Juri, Panitia dan Peserta

LAGA PANAS NAMUN TETAP TENANG

Pukul 16.00 Wita gantangan De Gadjah masih dipenuhi parkir sepeda motor siswa SMAN 4 Denpasar. Namun beberapa menit kemudian, ketika anak-anak pulang sekolah, suasana gantangan berubah ramai oleh kicau mania. Peserta akhirnya berebut tiket untuk mendapatkan nomor yang diinginkan.

Baca Juga  Daftar Juara Jatayu Cup 2 Bontang (17/3)
dg
BULE: Sukses Sabet Double Winners di Kelas Paud

Diawali naiknya kelas paud, Bule milik Sutanto sukses meraih poin tertinggi. Bule bersaing dengan Ucup yang berada di posisi kedua. Di leg kedua yang jumlah pesertanya stabil Drupadi milik Mr. Juna berhasil melaju ke puncak dikawal Bongsor di posisi runner up. Masih menyisakan satu kelas paud C, Bule kembali unjuk tarung dan mempertahankan podium utama.

dg
CUCAK IJO: Peserta Ramai, Juri Fokus Memilih yang Terbaik

Walaupun laga panas cucak ijo naik, namun peserta tetap duduk tenang menikmati pertarungan dan mengawal kinerja juri KPK. Pilo I yang berada di gantangan 17 begitu ngotot memainkan rolingan yang sesekali mengeluarkan tonjolan panjang. Begitu juga Raung milik Winarto yang berada di nomor 37 dan Megawatt debutan Mr. Khan di gantangan 31. Sama-sama rajin memainkan roll tembaknya. Pilo I akhirnya terpilih sebagai pemenang disusul Raung dan Megawatt.

dg
PILO I DAN GOKONG: Berbagi Poin di Kelas Cucak Ijo

Di leg kedua yang kembali memanas, Gokong milik Anton yang sempat tertinggal di nomor 5 berhasil melaju kencang setelah rajin memainkan lagu-lagu panjangnya. Gokong menempati posisi pertama dikawal Megawatt yang kembali perfoma dan di tempat ketiga disabet Pemburu milik Mr. Fawaid.

dg
MURAI RAMAI: Tidak Terlepas dari Kinerja Juri yang Sungguh-sungguh Bekerja Tanpa Muatan

Ketegangan semakin memuncak ketika partai neraka murai batu naik. Saling melancarkan tembakan membuat juri ekstra hati-hati menentukan pilihan. Namun dengan durasi penilaian yang cukup panjang, semakin tampak petarung-petarung yang memiliki ekstra power. Seperti Mendem Roso yang diusung Santoso. Sejak digantang rolingannya tak pernah putus. Sesekali melancarkan tembakan cililin yang panjang. Tak kalah eboh Troy milik Mr. Tony yang juga piawai mengumbar rolingan dengan gaya sujud yang dikombinasikan dengan tembakan cililin yang panjang dan menghentak. Saling unjuk kualitas terus terjadi dan juri memilih Mendem Roso di posisi pertama disusul Troy.

dg
MENDEM ROSO DAN PASUPATI: Tampil Edan Raih Podium Utama

Di leg kedua perang kembali dilanjutkan. Kali ini Pasupati yang sempat tertinggal di posisi ketiga berhasil menunjukkan perfoma terbaiknya. Tembakannya terus dilancarkan sambil memainkan rolingan. Pasupati berhasil naik podium disusul Mendem Roso di tempat kedua setelah beberapa kali memuntahkan tembakan cililin.

Baca Juga  Daftar Juara GKL Samarinda Ronggolawe Kaltim Awal Tahun 2019
dg
LOVE BIRD MEMBLUDAK: Juri Hati-hati Melakukan Penghitungan Poin

Jumlah peserta yang membludak di kelas love bird A, membuat panitia wanti-wanti mengingatkan peserta untuk duduk tenang dan memantau dengan seksama gaconya masing-masing dan juga penilaian juri.  Setiap kekean, juri selalu meneriaki dan memastikan tidak ada yang tercecer. Tempo hitungannya pun sama sehingga tidak ada yang dengan sengaja mengangkat kontestan atau sebaliknya menekan.

dg
RATIH: Sukses Tunjukkan Kelasnya di Kelas Love Bird A

Hasilnya, Ratih milik Jack JNP yang baru pulih dari rontok setelah moncer di beberapa lomba termasuk di Lombok ini tampil ciamik. Kekeannya yang panjang dan ngeban meraih poin tertinggi dan memenangkan pertarungan. Ratih dipepet Putri Kayangan milik Mr. Fawaid yang juga rajin memuntahkan kekean panjang.

dg
HUJAN: Peserta Tetap Bertahan

Namun di leg kedua peta kekuatan berubah. Green Peace milik Putra berhasil mengambil alih posisi puncak. Green Peace sempat diimbangi Sumbing milik Edy Bos Muda di posisi kedua dan Renata milik Dadan Komeng di tempat ketiga. Masih menyisakan satu kelas lagi, Luna milik Yansens berhasil duduk di puncak.

dg
DUDUK DI DALAM: Karena Hujan Peserta Rela Berdesakan di Dalam Arena

DIGUYUR HUJAN

Memasuki kelas baby, tiba-tiba hujan mengguyur arena. Sambil berteduh, peserta tidak beranjak dan terus melanjutkan sesi demi sesi di kelas B baik paud, cucak ijo, murai batu, love bird dewasa dan baby.

dg
JENGGLOT DAN JALU: Raih Kemenangan di Kelas Baby

Dalam kondisi hujan lebat kelas baby naik. Nyaris tidak ada kontestan yang berbunyi. Mesti ditunggu berlama-lama akhirnya beberapa di antaranya terpancing ngekek dan memastikan Jengglot meraih posisi pertama dipepet Mcenik di tempat kedua. Namun di leg kedua giliran Jalu milik Sutanto yang naik singasana.

dg
TETAP TENANG: Peserta tetap Tenang Meski Pertarungan Berjalan Sengit di Arena

Diakhiri dengan undian dooprize 1 buah tebok dan sembako, Soeprex Jess mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang masih mempercayakan penilaian KPK. Kepercayaan ini akan diemban dengan baik dengan terus meningkatkan kinerja penjurian sehingga semakin fairplay. Di kesempatan ini Soeprex mewakili panitia dan juri KPK memohon maaf jika dalam penyelanggaraan ini ada hal-hal yang kurang berkenan. *kb3

Baca Juga  Daftar Juara Haisser Cup 2019 Bontang
dg

Lanjutkan Membaca

Kontes

Jatayu Cup 2 Bontang : Gelora BC, Antasari SF Berkibar, Sukses Tembus 999 Peserta

Published

on

By

Akhirnya Jatayu SF Bontang yang dikomandoi Adi Ismail sukses menggelar even Regionalan berlabel “Jatayu Cup 2” (17/3) di Gantangan Lenkol Kota Bontang  Kalimantan Timur (Kaltim). Nama Jatayu sendiri diangkat oleh anggota Jatayu SF dari tokoh pewayangan kisah epos Ramayana yang menggambarkan burung besar seperti raksaksa pemberani dan bijaksana.

Adi Ismail Ketua Panitia Yang Tetap Low Profile

Memang Jatayu Cup 2 sudah masuk dalam kalender tahunan Bontang Kicau Mania (BKM) dimana sudah digilir antara Bird Club dan Single Fighter seluruh Bontang pada tiap bulannya untuk menyelenggarakan lomba dan kebetulan Jatayu SF mendapat jatah di bulan Maret ini.

Sukses gelar regional Jatayu Cup 2 Bontang

Jadwal lomba BKM yang sudah tersusun rapi selama setahunan membuat kicaumania setempat bisa all out berlomba pada satu gantangan saja siang itu. “Alhamdulillah meski Jatayu SF sendiri baru berdiri sekitar setahunan yang lalu akan tetapi sudah mendapatkan kesempatan dari BKM untuk menyelenggarakan even Regionalan. Kebetulan Jatayu Cup 1 dulu sudah pernah  diselenggarakan tetapi hanya kelas latpresan lokal saja. Dan even Jatayu Cup 2 ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi bagi kru Jatayu SF dengan kicaumania semua yang hadir dilapangan,” terang Adi Ismail yang juga salah satu anggota Polresta Bontang.    

Radjawali Indonesia Terbang Tinggi di Bontang

Untuk lomba Jatayu Cup 2 dipercayakan kepada Radjawali Indonesia (RI) sebagai tim jurinya dengan langsung dipimpin oleh Nanang Andi Balikpapan sebagai Ketua Juri RI Kaltim dibantu oleh Korlap senior Padhe Soni Tenggarong bersama juri lainnya dari Samarinda, Sangatta, Bontang, Wahau, bengalon. Tiket yang terjual dari meja panitiapun juga tergolong cantik tembus diangka 999 peserta. “Memang peserta belum menyentuh angka seribu mas, tetapi panitia sangat puas angkanya sangat cantik 999 lembar tiket bisa terjual sudah sangat spesial untuk ukuran lomba di kota Bontang , “ tambah Adi.

Baca Juga  GKL Samarinda Awal Tahun 2019 : Pelangi BC Champion Dengan Jersey Baru
Juara Bird Club Gelora BC Bontang
Nanang Andi Ketua Divisi Juri RI Yang Ikut Mengawal jatayu Cup 2

Dengan kesuksesan even Jatayu Cup 2 ini semakin menandakan bahwa RI di kota Taman masih terbang tinggi. “Kami sangat berteri makasih kepada seluruh panitia yang mempercayakan tim juri dengan balutan RI,” cletuk Nanang diamini Padhe Soni. Pertarungan kelas cucak hijau, murai borneo, ditambah love bird baik dewasa, balibu, baby tetap menjadi andalan panitia dengan rata – rata full gantangan. Kelas andalan pada lomba kali ini adalah kelas Jatayu yang juga diminati peserta.

Juara BC dan Runner Up
Juara SF dan Runner up

Diakhir laga pada perebutan Bird Club, akhirnya Gelora BC Bontang 3240 poin menempatkan  Zeus sebagai terbaik, meninggalkan Bhayangkara BC Bontang dengan 1620 poin untuk jadi yang terbaik disusul Sangkima BC, Prima PSR 212, Koboi BC dan lainnya. Sedangkan pada perebutan Single Fighter nama Antasari SF Samarinda bisa berjaya sebagai terbaik dengan menguasai beberapa kelas sebaggai burung terbaik antara lain  love bird dewasa Puspa, murai borneo Dewa Hokky.

Mr Said Sangkima BC Tetap Jaga Silaturahmi

Mr. Said Sangkima BC juga tidak pasang target tinggi pada lomba kali ini terpenting baginya bisa terus eksis dilapangan. “Apapun hasilnya tidak jadi soal yang penting bisa terus eksis dilapangan sambil bersilaturahmi,” tutup Said pada Konbur. Jadwal Regional berikutnya yang sayang untuk terlewatkan adalah “Dandim Cup Bontang” (31/3) bersama kemasan Rony Spartan Bontang. Kru panitia juga tak lupa banyak mengucapkan terima kasih atas segala supportnya kicaumania yang sudah hadir dilapangan, serta mohon maaf bila masih ada kekurangannya diarena lomba kedepannya akan dijadikan bahan evaluasi. *kb5

Pemenang Burung Terbaik

Lanjutkan Membaca

Kontes

Senin Ceria Master di Pondok Indah: Nobatkan 3 Burung Terbaik, Roll Tembak SF dan LCD Juara Umum

Published

on

mii
ROLL TEMBAK: Tampil Double Winners, Sabet Juara Umum Single Fighter

Cuaca yang kurang bersahabat Senin, 18 Maret 2019 kemarin tidak menyurutkan semangat kicau mania untuk menghadiri Senin Ceria Master di Gantangan Pondok Indah Denpasar. Begitu juga panitia dan juri Master Independen Indonesia Bali yang dikomandani Dekjun MII yang penuh semangat memantau kinerja juri agar benar-benar berjalan fairplay.

mii
JURI MII: Makin Solid, Salam Satu Perubahan

Latber yang berlangsung tertib tanpa teriak di tengah cuaca gerimis, peserta bisa menikmati dari dekat dan merasakan sensasi gaco-gaconya bertarung dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Di tengah pertarungan yang ketat, panitia menobatkan tiga burung terbaik. Yakni Minak Jinggo ditetapkan sebagai cucak ijo terbaik, Laksmi sebagai paud terbaik, dan Lorena love bird dewasa terbaik. Sedangkan juara umum BC disabet LCD dan juara umum single fighter diraih Roll Tembak SF.

mii
LAKSMI: Raih Paud Terbaik dari Tiga Kelas yang Diikutinya

Diawali naiknya kelas paud A, Marco sukses mengawali kemenangannya setelah memperoleh poin tertinggi. Debutan Bara dari Rabit ini dipepet Rextor milik Mat Black yang juga receh memainkan kekean dan Laksmi debutan Jiban di tempat ketiga. Namun di leg kedua Laksmi sukses mengambil alih posisi puncak bersama Embun milik Deden K di tempat kedua. Masih menyisakan satu kelas paud C, Cobal milik Agung SF berhasil menggeser lawan-lawannya. Namun Laksmi yang unggul di dua laga berhasil dinobatkan sebagai paud terbaik.

mii
MINAK JINGGO: Tampil Edan Raih Ijo Terbaik

Di kelas panas cucak ijo, Agung Saputra yang sengaja menurunkan Minak Jinggo tampil edan di leg pertama. Lagu-lagu kenarian dan sesekali melontarkan tembakan tanpa jeda dari awal sampai akhir membuat juri memberikan koncer A penuh. Minak Jinggo sempat mendapat perlawanan dari Pajero yang akhirnya menduduki posisi kedua.

mii
KELAS IJO: Makin Panas Didatangi Ijo Mania Tabanan

Perang masih terus berlanjut meski cuaca semakin kurang bersahabat. Di leg kedua yang agak gelap dan hujan sederet gaco kembali naik. Namun lagi-lagi Minak Jingga tidak bisa dibendung. Selain sesekali melontarkan tembakan kenarian juga lagu-lagu jalak kebo sering keluar. Kerja dari awal sampai akhir Minak Jinggo kembali sabet juara dan sekaligus dinobatkan sebagai cucak ijo terbaik.

Baca Juga  Daftar Juara Jatayu Cup 2 Bontang (17/3)
mii
DEK JUN MII: Kawal Kinerja Juri MII agar Berjalan Maksimal

Di laga love bird dewasa, pertarungan berjalan sengit. Hadirnya Bendol 19 membuat lawan-lawannya sedikit was-was. Toh begitu tidak membuat keder karena juri benar-benar memaksimalkan penghitungan. Di leg dewasa B yang turun di sesi pertama Lorena berhasil memenangkan pertarungan setelah kekeannya panjang dan juga rajin. Sementara Bendol 19 menempati posisi kedua.

mii
LORENA: Terbaik Love Bird Dewasa

Di leg kedua, kelas dewasa A yang tanpa potongan Bendol 19 berhasil membalas. Dengan nilai 2.500 poin debutan Edy Ujar ini mengambil alih posisi puncak dan menggeser Lorena di posisi kedua. Namun Lorena ditetapkan sebagai love bird dewasa terbaik.

mii
LAKSMI DAN LORENA: Terbaik Paud dan LB Dewasa

Selain love bird paud dan dewasa masih ada satu kelas love bird pemula yang disabet Zoro milik Faiz dari KKBC Tegal.

mii
ZORO: Jawara Pemula

Di pengujung acara dalam suasana hujan lebat, panitia mengundi aneka doorprize di antaranya 3 ekor love bird, dan barang-barang lainnya. Panitia  juga menobatkan Roll Tembak sebagai juara umum single fighter melalui Minak Jinggo yang double winners dan LCD sebagai juara umum BC melalui penampilan Bendol 19, Drum dan Rextor.

mii
LCD: Juara Umum BC
mii
HUJAN LEBAT: Undian Doorprize Jalan Terus

Manajer MII Bali Dekjun MII mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang hadir meski cuaca kurang bersabahat bahkan sampai hujan lebat hingga menyulitkan untuk pulang ke rumah, seraya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan.. *kb3

mii

Lanjutkan Membaca