Connect with us

Perkutut

Perdekat Komunikasi Antara Pimpinan dan Bawahan, H.Cholil Undang Ketua P3SI Jatim bersama Kung Mania, di Acara Syukuran HDL Bird Farm Menganti

KONBUR Tayang

:

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi H.Cholil ketika dirinya sukses mengantarkan orbitan atau perkutut rawatannya pada puncak prestasi, maka akan mengundang makan-makan kung mania yang berada disekitar tempat tinggalnya. Bahkan H.Cholil berusaha membuka diri bagi siapapun yang mau hadir.

Iklan ABD
H.Cholil (kais hitam) bersama Pengurus Pengwil Jatim dan tokoh perkutut

Tidak ada larangan atau aturan bagi mereka yang sekedar ingin kumpul-kumpul dan merasakan apa yang selama ini dialami rekan-rekannya sesama kung mania. Seperti pada Rabu, 6 Maret 2019, H.Cholil kembali menyuguhkan menu masakan untuk dicicipi oleh kung mania yang kebetulan berada di markas HDL Menganti.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

“Hari ini saya kembali mengucapkan rasa syukur atas nikmat dan rejeki yang sudah seringkali saya dapatkan dari Allah SWT, untuk itulah kami mempersilahkan kepada rekan-rekan untuk menikmati apa yang sudah saya sajikan,” terang H.Cholil. Acara ini sebagai wujud atas prestasi produk ALF yang sukses menembus urutan pertama dalam konkurs Jendral Ahmad Yani Cup Purworejo 3 Maret 2019 lalu, di Kelas Dewasa Senior.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Menurut H.Cholil, meski burung tersebut saat ini tidak lagi bersamanya, namun ia mengaku masih memiliki ikatan yang cukup kuat. “Boss Muda dulunya pernah saya rawat dan selalu berhasil jadi juara, saat ini sudah berada ditangan orang lain, namun saya merasakan bahwa burung tersebut masih bersama saya sampai saat ini, makanya saya ingin berbagi kebahagiaan bersama rekan-rekan,” lanjutnya.

Acara syukuran di markas HDL Bird Farm Menganti

Alasan kedua adalah bahwa juara pertama di Kelas Dewasa Yunior pada even yang sama, masih mengalir darah HDL yang merupakan farm miliknya. Artinya HDL memiliki andil besar dalam mencetak burung kelas lomba. “Rasanya tidak terlalu berlebihan kalau saya mengundang teman-teman dengan harapan agar mereka terilhami juga untuk melakukan hal yang sama, juga mereka agar semangat dalam mencetak burung kelas lomba,” kata H.Cholil lagi.

Baca Juga  H.Tohir Gresik Siap Dicalonkan Jadi Ketua Pengwil P3SI Jatim, Jika Memang Dibutuhkan

Yang tidak kalah senangnya adalah bahwa  H.Cholil baru saja melepas adik Romeo kepada Djarianto pemilik JR Bird Farm Surabaya. Tidak disebutkan angka pastinya, namun jika dilihat prestasi Romeo sebagai perkutut kelas lba level nasional, rasanya tidak mungkin burung tersebut disekapati dengan harga murah.

Pengurus, tokoh dan kung mania nampak kompak dan saling berbaur

Apalagi Djarianto adalah kungmania dengan tingkat ekonomi mapan. “Saya sering ambil burung dari H.Cholil, harganya bervariasi, tapi kali ini lumayan lah. Saya ambil adik Romeo bersama pasangannya,” jelas Djarianto tanpa menyebut angka nominalnya. Hadir dalam acara tersebut, Ketua Pengwil P3SI yang baru, yakni H.Gunawan Amuse.

“Saya sengaja mengundang H.Gunawan untuk hadir ditempat saya biar teman-teman yang kebetulan latihan lebih dekat dengan sosok Ketua Pengwil  Jatim yang baru, serta biar H.Gunawan tahu bagaimana kondisi di  HDL Bird Farm,” papar H.Cholil. Diharapkan dengan adanya pertemuan seperti ini, tidak ada lagi jarak antara pimpinan dan arus bawah.

Acara syukuran berlangsung hikmat daalam suasana hening

Sehingga diharapkan bisa tercipta kedekatan, komunikasi dan hubungan yang baik diantara mereka. “Kehadiran Ketua Pengwil Jatim ditempat saya diharapkan bisa menjadi langkah awal adanya komunikasi dan hubungan yang baik, sehingga pimpinan bisa tahu dan mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh arus bawah, suara mereka harus didengar oleh pimpinan sebagai bentuk tanggungjawab sebagai pimpinan. Jika memang bagus, bisa diambil, sebaliknya jika tidak, silahkan abaikan,” kata H.Cholil lagi.

Dirinya juga berharap agar pimpinan bisa melakukan hal ini ditempat lain. Ketika dikonfirmasi H.Gunawan mengaku memang diundang hadir ditempat H.Cholil. “Saya diundang oleh H.Cholil. Kebetulan saya kosong tidak ada kegiatan, maka saya usahakan hadir, ternyata sambutan tuan rumah sangat bagus,” ungkap H.Gunawan. Bahkan H.Gunawan menilai bahwa burung-burung milik kungmania yang latihan ditempat HDL, kualitasnya bagus-bagus.

Baca Juga  Juwita Tampil Memukau, Kona’ah Bermain Tenang dan Angling Darma Tak Ada Lawan di Even H.Tohir Cup I Gresik
menikmati sajian menu makanan yang disediakan oleh H.Cholil

Disela-sela acara, HGunawan bersama kungmania sempat membahas seputar hobi perkutut. Beberapa pembicaraan kadang terlihat serius, namun juga ada canda tawanya. Inilah kedekatan sekaligus aspirasi  yang perlu ditampung oleh pimpinan untuk selanjutnya  dijadikan bahan masukan demi perbaikan kedepan. Hadir juga pengurus Pengwil lain seperti Tiek Gwan Grand, Yacob LY, Benny Mintarso BN, mantan Ketua Pengwil Jatim H.Adras Ridwan, H.Toha serta kung mania yang selama ini dekat dengan H.Cholil.

Dalam kesempatan yang sama H.Cholil mengucapkan banyak terima kasih kepada kung mania yang sudah menyempatkan hadir ditempatnya. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan ang sudah hadir. Monggo kalau mau latihan tiap Rabu, kami selalu terbuka untuk siapapun,” imbuhnya.

Perkutut

Jebol Kandang Spektakuler 2019, Indukan Havana TL N.34 Diboyong ke Markas Cristal Bird Farm Surabaya

Published

on

By

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Kiprah seorang Asen Cristal di dunia hobi perkutut, sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Tidak hanya di tanah air, nama Asen sudah kesohor sampai ke negeri jiran. Popularitas yang digenggam Asen didapat berkat sepak terjangnya dalam menciptakan hobi perkutut semakin bergairah.

Iklan ABD
Asen (dua dari kiri) sukses memboyong indukan Havana dari TL Thailand Selatan

Apa yang dilakukan Asen, nampaknya tidak pernah luput dari pemberitaan. Take over dan jebol kandang, menjadi sekian dari banyak kebiasaan yang selalu menyedot perhatian. Jebol kandang peternak luar seperti Thailand bukanlah hal baru bagi Asen. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak peternak di Thailand yang pernah merasakan aliran rupiah hasil jebol kandang yang dilakukan oleh Asen.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Kenyatan itulah yang menjadikan pemilik Cristal Bird Farm Surabaya ini sebagai salah satu peternak papan atas asal Indonesia yang berani mentake over kandang peternak Thailand. Tidak berlebihan jika saat ini Cristal Bird Farm, menjadi peternak yang menjadi buruan dan jujukan peternak Indonesia dan juga manca negara.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Menurut Asen jebol kandang peternak Thailand baginya bukan persoalan menaikkan gengsi ataupun rating, tetapi karena kebutuhan dan tuntutan. “Menambah materi kandang memang harus dilakukan, makanya saya memilih indukan dari Thailand berdasarkan kebutuhan pasar,” jelas Asen.

Meski diakui olehnya bahwa ia harus mengeluarkan kocek lebih dalam, namun kepuasan dan kebutuhan yang terpenuhi adalah tujuan utama. Informasi teranyar Asen baru saja mentake over indukan dari kandang TL Bird Farm Thailand Selatan. Kunjungan Asen bersama beberapa kung mania Indonesia ke Thailand Selatan pekan kemarin, nampaknya bukan sekedar menjadi rutinitas yang selalu dilakukannya. Asen kembali berkunjung ke sana dalam rangka membawa misi penting.

Cristal BBB bakal menjadi rumah baru indukan Havana TL N.34

TL Bird Farm menjadi prioritas utama selain kunjungan ke peternak lain. Asen sengaja mengincar salah satu indukan milik TL. Saat berada di markas milik H.Thalib Thailand Selatan, Asen akhirnya berhasil merealisasikan keinginannya. Ia berhasil memboyong sepasang indukan TL N.34 yang bermaterikan indukan jantan ML 1069 N.3 bersama pasangannya DRPP 100 N.23

Baca Juga  Perawat dan Peternak Perkutut, Dua Peran Sukses di Lakoni H.Cholil Gresik

Tidak mau disebutkan berapa rupiah yang harus dikeluarkan Asen untuk memiliki sepasang indukan tersebut. “Memang benar saat ini saya sudah mentake over sepasang indukan milik TL dari kandang N.34, nilai transaksinya lumayan besar,” jelas Asen tanpa menyebut nilai nominal.

Namun yang pasti, indukan milik TL Bird Farm ini bukanlah indukan biasa. Reputasi Asen sebagai peternak besar dari Indonesia dan memiliki nama yang tidak asing dikalangan peternak di Thailand, menjadi referensi bahwa apa yang dilakukan Asen ketika menjebol kandang, tentu bukanlah kabar biasa-biasa saja.

TL N.34 yang dijebol Asen adalah indukan Havana, perkutut yang saat ini menjadi icon di tanah air. Havana adalah andalan Jay-Jay kung mania Yogyakarta. Havana yang kini berada dalam rawatan Billah Bagus Jakarta, masuk sebagai barisan perkutut handal yang layak menyandang sebagai jawara. “Saya berhasil membawa pulang indukan Havana ke Surabaya,” lanjut Asen.

Keputusan Asen untuk memboyong indukan tersebut memang sangat beralasan.  Dikatakannya bahwa Havana memiliki air suara yang istimewa. “Saya pantau anakan kandang TL N.34 ini rata dan bagus. Kualitas suara anakan yang dihasilkan, bervolume besar depan ngayun. Pokoknya saya tertarik untuk memilikinya,” kata Asen lagi.

Cristal Bird Farm Surabaya menambah indukan baru dari TL N.34

Dikatakan olehnya bahwa darah yang mengalir dalam indukan Javana diperlukan peternak untuk menghasilkan anakan dengan volume besar namun depan narik menganyun. “Indukan Havana saya kira bagus untuk mengisi burung volume besar karena burung volume besar biasanya depan selalu dorong-dorong,” imbuhnya. 

Masih menurut Asen, sebenarnya indukan TL K.34 banyak yang berminat tapi gak dijual, namun saat dirinya nego langsung ke .Thalib, ternyata langsung kena. Setelah resmi di take over, kini indukan tersebut menempati rumah barunya di kandang Cristal BBB.  

Baca Juga  H.Tohir Gresik Siap Dicalonkan Jadi Ketua Pengwil P3SI Jatim, Jika Memang Dibutuhkan

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Bintang Timur Layak Jadi Contoh Bagi Kungmania Pemula, di Latber Sarimurni Cup Kesilir Banyuwangi

Published

on

Latber Sarimurini Cup Banyuwangi
H.PRI PEMILIK BINTANG TIMUR ; Saat menerima hadiah kejuaraan dari petinggi Pengda Banyuwangi
Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Gelaran rutin latber perkutut tiap bulan sekali yang dikemas Imam, Sukro, H.Matrawi bertajuk “Sarimurni Cup”. Pada hari Minggu, 17 Maret 2019 kemarin, di lokasi permanen lapangn RHY BF Kesilir, Siliragung Banyuwangi. Mampu memompa semangat, khususnya kungmania pemula yang berada di kota Gandrung Banyuwangi.

Iklan ABD
Latber Sarimurini Cup Banyuwangi
YON BF : Sukses mengawl Bintang Baru masuk juara 1 piyik hanging.

Bahkan acara yang mendapat dukungan penuh dari P3SI Pengda Banyuwangi ini, juga jadi ajang pembelajaran bagi para pemula. Apalagi beberapa tokoh perkutut Banyuwangi, seperti Drh.Budianto, H.Pri, Yon BF, H.Mahmud Raung, Mbah No, Wen Ling, Buang Taroreh, yang hadir dengan mengusung burung-burung andalannya.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Sehingga latber ini betul-betul memberi ilmu penting bagi pemula, terutama jago-jago yang punya kualitas suara anggung merdu. Seperti di kelas dewasa bebas, turunnya Bintang Timur milik H.Pri. Burung yang tahun 2018 kemarin, dinobatkan sebagai Perkutut terbaik di Liga Anak Manja Jember ini memang pantas untuk jadi contoh bagi pemula.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan
Latber Sarimurini Cup Banyuwangi
Mbah No (kiri) dan Aang Andriano (kaos kuning). Dua kungmania senior.

Bahkan burun-burung yang masuk nominasi 10 besar di latber ini. Juga bisa jadi bahan perbandingan dan sekaligus untuk belajar mendengarkan burung-burung kualitas lomba.  “Ya tujuan dari latber ini memang untuk berbagi ilmu, khususnya kepada pemula. Biar nanti tidak keliru saat membeli burung perkutut,” tutur Imam, mewakili panitia.

Sementara di kelas piyik hanging, beberapa jago muda yang layak untuk jadi dasar pembelajaran. Ada Bintang Baru milik Yon BF, yang sukses merebut juara 1. Lalu dinelakangnya ada Bang Ucok andalan Aang Andriano, ada Laba Laba milik Zakaria. Kemudian ada Roda Putar milik H.Malik dan ada Vioz milik Imam Rogojampi.

Latber Sarimurini Cup Banyuwangi
Para pemenang saat mendapat hadiah dari panitia.

“Saya kira semua burung-burung yang masuk nominasi sepuluh besar, baik di kelas dewasa maupun kelas piyik hanging. Sudah pantas dijadikan dasar bagi pemula, untuk memahami anggung suara perktutut yang punya kualitas, sesuai dengan perolehan bendera yang ditancapkan oleh juri tadi. Ya mudah-mudahan teman-teman pemula cepat paham,” kata salah juri yang tugas saat itu.

Baca Juga  H.Tohir Gresik Siap Dicalonkan Jadi Ketua Pengwil P3SI Jatim, Jika Memang Dibutuhkan

Akhirnya gelaran latber “Sarimurni Cup” itupun ditutup. Setelah Drh.Budianto, salah satu petinggi Pengda Banyuwangi selesai menyerahkan hadiah kejuaraan kepada para pemenang. “Terima kasih saya ucapkan kepada semua yang hadir dan mohon ma’af jika ada kekurangan. Mudah-mudahan latber bulan depan lebih ramai lagi,” pungkas Budianto.  *kb2.

Latber Sarimurini Cup Banyuwangi
Klik untuk memperbesar daftar juara.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Hasil “Nyantri” Pada H.Cholil HDL Bird Farm, Choirul Ko Cho Surabaya Sukses Mengukir Prestasi di Arena Konkurs

Published

on

By

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Perjuangan seorang Choirul Anwar kung mania Surabaya untuk bisa eksis di dunia hobi burung perkutut patut untuk diapresiasi. Berangkat dari nol, Choriul terus berusaha untuk mencari jawaban, apa yang sebenarnya harus ia dapat ketika berada di lingkungan hobi perkutut. Dari satu pemain ke pemain lain, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu komunitas ke komunitas lain, sudah pernah dirasakan.  

Iklan ABD
Choirul Ko Cho saat “nyantri” di padepokan HDL Bird Farm Menganti

Meski ada beberapa pengalaman yang didapat, namun dirinya merasa masih kurang untuk bisa mendapatkan apa yang selama ini dicarinya. “Cita-cita saya adalah bisa memiliki burung bagus dan berhasil mengorbitkannya di lapangan,” jelas pria yang akrab dipanggil Ko Cho. Sebab menurutnya sebagai kung mania, dirinya harus memiliki bekal agar bisa terus menyalurkan hobi perkutut yang sudah ditekuni sejak lama.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Bekal yang dimaksudkan adalah paham soal perkutut, baik dalam hal memilih, memprediksi sampai mengorbitkannya dengan prestasi paling tinggi. Mengorbitkan burung lomba bukanlah hal yang mudah dan gampang, untuk itulah dirinya memburu ilmu kepada orang-orang yang dinilai memiliki kemampuan tentang merawat burung.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Perkenalan dengan beberapa kung mania yang memiliki kelebihan dalam merawat burung, pernah ia jadikan sumber menimba ilmu. Salah satunya Abdus Syukur. Beberapa lama, Choirul mengaku sempat belajar seputar merawat burung kelas lomba. “Saya mendapatkan pengalaman bagaimana merawat burung kepada Cak Syukur. Saya ucapkan banyak terima kasih atas apa yang sudah diberikan pada saya,” lanjutnya.

Raih prestasi bersama Kerinduan di Liga JR BF Surabaya

Nampaknya Ko Cho merasa bahwa pengalaman yang didapat masih harus terus ditambah agar kemampuannya bisa lebih baik. Ia ingin menambah ilmu yang sudah didapat dari orang lain agar semakin mantap. Menurutnya semakin banyak pengalaman yang didapat dari beberapa orang, maka akan semakin membuat dirinya paham.

Baca Juga  Juwita Tampil Memukau, Kona’ah Bermain Tenang dan Angling Darma Tak Ada Lawan di Even H.Tohir Cup I Gresik

Sampai akhirnya, Choirul “nyantri” ke H.Cholil HDL, salah satu perawat yang sudah tidak asing lagi dilingkungan kung mania tanah air. Nama besar H.Cholil sebagai perawat handal membuat Choirul merasa tepat untuk “tinggal” disana dan memperdalam ilmu merawat burung perkutut. Saat mengungkapkan isi hatinya, H.Cholil menyambut baik apa yang diinginkan Khoirul.

Prestasi Kerinduan saat di LA Mania Cup Pasuruan menjadi bukti nyata

Gayung bersambut, akhirnya Choirul benar-benar menjadi “murid baru” di padepokan HDL Bird Farm Menganti. Selama “nyantri”, Choirul tidak hanya diberikan ilmu seputar merawat burung, namun hal-hal lain juga menjadi tugas yang harus dilakukan. Semisal menjadi panitia dalam gelaran Liga JR Bird Farm Surabaya.

“Saya memberikan kesempatan kepada Choirul untuk lebih mengenal jauh seputar hobi perkutut, saya jadikan dia panitia penanggungjawab acara agar bisa secara langsung berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan kung mania, sehingga dia bisa lebih memasyarakat lagi,” papar H.Cholil.

Tidak jarang pula, H.Cholil mengajak Choirul ke arena lomba dengan harapan bisa lebih mengenal komunitas sehingga dirinya bisa dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Selama “nyantri” Choirul mengaku mendapatkan banyak ilmu tidak hanya soal rawatan burung, tetapi juga berbagai hal yang berkaitan dengan hobi perkutut.

Choirul (tengah) saat menjadi pelaksana acara Liga JR BF Surabaya

Pelan namun pasti, setelah beberapa pengalaman dan ilmu ia dapatkan dari berbagai pihak, ditambah dengan hasil “nyantri” di H.CHolil, kini Choirul sudah memperlihatkan adanya kemajuan. Dirinya kini lebih paham bagaimana memperlakukan burung sehingga bisa tampil maksimal.

“Saat ini saya sudah mulai paham bagaimana memperlakukan burung dorong-dorong sehingga bisa tampil bagus di lapangan dan saya juga bisa memaksimalkan kerja burung saat dikerek di arena lomba. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada H.Cholil yang bersedia menjadikan saya murid,” imbuhnya.

Baca Juga  Perawat dan Peternak Perkutut, Dua Peran Sukses di Lakoni H.Cholil Gresik

Salah satu bukti keberhasilannya merawat burung adalah Kerinduan, perkutut yang berhasil moncer pada urutan kedelapan, kelas Dewasa Bebas dalam Liga JR Bird Farm Surabaya Putaran Perdana. Pada penampilan sebelumnya, Kerinduan yang merupakan perkutut ternakan WI, sukses menembus urutan keenam dalam laga LA Mani Cup Lekok Pasuruan pada kelas yang sama yakni Dewasa Bebas. Dua kali kemenangan inilah yang membuat dirinya merasa bahwa ada hasil yang didapat selama “nyantri” di H.CHolil.

Ko Cho selalu stand by saat “nyantri” di padepokan HDL Bird Farm Menganti

“Terus terang selama ini saya kesulitan membuat burung bisa tampil dilapangan, beberapa kali saya terkendala oleh burung macet saat tampil dilapangan. Namun kini semua sudah mulai teratasi, saya mulai mengerti dan memahami bagaimana mengkondisikan burung agar mau tampil di atas kerekan,” kata Choirul lagi.

Keberhasilan Kerinduan meraih juara di dua lokasi, membuat Kiyong kung mania Surabaya terpikat untuk memilikinya. “Sebenarnya saya eman untuk melepas, namun karena ingin memberikan burung bagus ke orang lain, akhirnya saya lepas,” lanjutnya. Menurut Choirul, Kerinduan dilepas dengan nilai transaksi sebesar Rp 25 juta.   

Lanjutkan Membaca