Murai Batu Yakuza – Koleksi Banyak Gelar Jawara Latpres dan Cup Regional Mojokerto, Jadi Incaran Bos Besar

Burung Murai Batu andalan Maz Udien dari Mr. Broden BF Pacet – Mojokerto yang diberi nama Yakuza sering kali diperbincangkan Murailovers areal Mojokerto dan sekitarnya karena kinerjanya dilapangan yang mumpuni. Berbagai gelar jawara sudah di koleksi burung ini mulai dari Latber, Latpres dan even bertajuk Cup baik Launching gantangan ataupun Anniversary komunitas.

Sayangnya karena kesibukan siempunya gaco, burung ini belum sempat dilombakan pada even – even berskala besar. Usut punya usut, banyak pecinta Murai Batu yang sudah ingin meminangnya. Bahkan ada salah satu bos dari Mojokerto yang berani tawar burung ini mencapai angka 50 juta namun, Maz Udien masih enggan untuk melepasnya dengan alasan masih ingin mengikutkan Yakuza ke even besar dan bahkan bertaraf Nasional.

Menilik aksi Yakuza dilapangan, burung berbodi bongsor yang masih 1 kali ngurak ini mengandalkan pukulan dengan suara lantang yang sering bikin ciut nyali lawannya. “Gaya sujud – sujud, ngeroll tembak panjang berisi materi suara Cililin, Lovebird dan Kenari, dan yang paling menonjol adalah suara Kapas Tembak dengan suara seperti  sruitan plastik ini pernah buat lawannya ngelowo,” celetuk Maz Udien.

Yakuza Sabet Gelar Jawara di Kelas Utama

Burung yang didapat Maz Udien saat lepas trotol yang berumur sekitar 10 bulan ini langsung diikutkannya pada gelaran Latber yang tak disangkanya, Yakuza berhasil raih 2 kali kemenangan alias Nyeri. Setelah itu, ditiap Minggu Yakuza terus dilombakan dan raihan prestasi jawara sudah banyak digenggamnya. Untuk prestasi jawara terakhir di tingkat Cup yaitu Launching gantangan Garuda BC Mojokerto, Yakuza tetap unjuk gigi dengan sabet gelar jawara di kelas utama.

Yakuza pada kondisi pandemi kemarin mengalami ngurak pertamanya. “Memang burung ini membawa hoki buat saya, saat dia ngurak dalam situasi PSBB yang tidak ada lomba burung, jadi saya lebih tenang saat prosesnya berganti bulu,” ungkap Maz Udien.

Untuk perawatan harian, Yakuza diberi pakan voer dan jangkrik biasa  masing – masing 10 dipagi dan sore hari. Setiap pagi habis Subuh diembunkan kemudian dijemur sampai jam 9 pagi, dan mandinya 2 hari sekali kalau siempunya gaco luang  disemprot tapi kalau sibuk burung ini mandi sendiri di kerambah.

Perawatan H-1 lomba, EF ditambah Kroto dan pada malam hari mandi dengan cara disemprot sampai basah, Subuh diembunkan dan Yakuza siap berlaga. Berderet prestasi Yakuza yang sudah di koleksinya ini akankah akan tetap terus ditambah, ataukah pinangan 50 juta akan tetap ditolak, minta ditambah ataukah dilepas?, kita tunggu kabar selanjutnya..

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here