Connect with us

Profil

Murai Batu Pesona 56 Milik Mr.Bambang AB Galeh BF Pekalongan, Tampil Mempesona Dihadapan Kicaumania Jabodetabek

KONBUR Tayang

:

Murai Batu Pesona Milik Mr Bambang Pekalongan
Mr.Bambang Pesona 56 Produk penangkara AB Galeh BF

Dalam gelaran Piala Tangerang Selatan yang digagas Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Tangerang di ITC BSD City, Banten, Minggu (31/3) bertaburkan para bintang. Murai batu Pesona 56 salah satunya. Burung besutan Mr Bambang PKL AB Galeh BF Pekalongan ini tampil mempesona dihadapan publik kicaumania Jabodetabek.

Kerasnya persaingan murai batu blok barat, khususnya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) tidak meciutkan nyali murai batu Pesona 56. Meskipun burung  ini masih relatif muda, Mr Bambang sang pemilik sudah yakin gaconya mampu menghadapi burung-burung papan atas blok barat. Dan, ternyata terbukti, gaconya menjadi bintang lapangan dieven penuh gengsi ini.

Murai Batu Pesona Milik Mr Bambang Pekalongan
Rayakan Kemenangan di Piala Tangsel

Turun dikelas  utama, Murai Batu Ring Tangsel Pesona 56  harus berhadapan dengan sederet jawara “penguasa” blok barat diantaranya Ketu milik Hendra SGN Team dan Si Pahit Lidah (SPL) orbitan Bonni N dari Mahesa Ratu.

Namun sejak awal digantang hingga menit terakhir, Pesona 56 mampu meredam  aksi keduanya,  mereka masing-masing menempati urutan juara kedua dan ketiga.

Sebenarnya, hari itu Mr Bambang tidak hanya sukses menampilkan Pesona 56 saja, masih ada gaco andalan lainnya, Raja Tega yang juga moncer ditiga besar dikelas Murai Batu Ring Pamulang.

Meskipun terbilang burung masih belia, namun memiliki talenta istimewa. Materi lagunya lengkap dengan aneka jenis burung isian mulai dari suara burung-burung kecil hingga tembakan celilin, cucak jenggot, lovebird dan sejenisnya. Durasi kerjanya juga hebat dari awal hingga akhir.

Kunci kesuksesannya dia selalu mempelajari dan memahami setiap karakter burung. Karena karakter dan kebiasaan burung satu sama lain itu berbeda. Ada yang maunya disendirikan, satu rumah satu burung  sejenis hanya dengan ditemani beberapa burung isian, namun ada juga yang burung yang tidak terlalu bermasalah meskipun serumah dengan beragam burung sejenis bahkan menyatu dengan burung ternakan.

Baca Juga  Depok Bersatu, Sukses di Piala Tangsel Menuju Piala Pasundan 3 Bandung
Murai Batu Pesona Milik Mr Bambang Pekalongan
Penampilan Murai Batu Pesona 56

 “Nah, Pesona 56 tipe burung sendiri, satu rumah hanya satu jenis dan cukup ditemani sama  burung-burung isiannya, sementara Raja Tega dia ngga masalah dalam satu rumah menyatu dengan burung sejenis lainnya,” terang dia.

Tidak hanya itu, masing-masing kebiasaan burung juga berbeda, misalnya Pesona 56 lebih joss bila diturunkan rutin setiap pekannya. Semakin sering ketemu lawan tambah fighter di lapangan.Jadi bisa diturunkan rutin setiap minggu.

Menangkar Indukan Jawara

Naik podium juara tentu turut membanggakan sang pemilik. Pasalnya,  burung tersebut tak lain orbitan  sendiri AB Galeh BF Pekalongan, penangkaran murai batu yang dirintis Mr Bambang dikota Pekalongan sudah dirintisnya sejak empat tahun silam. Pesona merupakan salah satu anakan dari indukan yang diternakannya. Burung yang masih relatif muda berkode Ring AB Galeh 056 – Ring PBI Silver 1667.

Selain turun ke lapangan, Mr Bambang memang menangkar burung murai batu trah juara. Berawal ketika koleksi burung-burung yang biasanya dia bawa ke lapangan. Ketika itu ada 9 ekor koleksi burung dia yang biasa ke lomba dalam kondisi top form semua, bahkan pernah dalam sebuah even lokalan dia memboyong hingga 5 ekor murai ke sebuah lomba lokalan di kotanya, dan ternyata juara semua.

 “Karena waktu itu bingung kebanyakan, akhirnya saya putuskan sebagian burung jawara andalan saya ternakan, dan ternyata berhasil,” lanjut dia.

Penangkarannya tidak banyak, hanya 8 kandang namun indukan pejantannya burung-burung jawara yang selama ini malang melintang ditangga juara. Salah satu diantara indukannya adalah Raja Sawer.

Saat mengawalinya banyak tantangan yang dihadapi, lazimnya peternak pemula, ditahun-tahun pertama kegagalan kerap menjadi penghambatnya, namun tidak menyurutkan semangatnya untuk membudidayakannya, berkat semangat dan kerja kerasnya salah satunya mempelajari beragam informasi seputar penangkaran lewat referensi terutama dimedia sosial maupun media online atau youtube dan sejenisnya.

Baca Juga  Depok Bersatu, Sukses di Piala Tangsel Menuju Piala Pasundan 3 Bandung

Dan akhirnya membahkan hasil. Salah satu kesuksesan hasil penangkaranya diantaranya dua gaconya Pasona 56 dan Raja Tega membuktikan kehebatannya dihadapan kicaumania blok barat.*kb4.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil

Maradona Jr Koleksi H.Mansur Cibubur Jakarta, Burung Muda Penuh Talenta Calon Bintang Masa Depan

Published

on

Murai Batu Maradona Jr,H.Mansur Jakarta
Yogi Junior SF mengawal Maradona Jr

Indukan juara mencetak anakan berprestasi, ini tampaknya yang sudah dibuktikan murai batu Maradona. Burung jawara legendaris koleksi H.Mansur Cibubur Jakarta Timur  yang sudah ditangan TJM-Casol BF ini  sudah mengeluarkan anakan juara bernama Maradona Jr. Burung muda penuh talena ini diprediksi bakal jadi bintang masa depan.

Lomba bertajuk Kampung Burung Featuring Cakrawala SF di lapangan Kampung Burung, Cipayung Jakarta Timur, Jumat (19/4)  menjadi rangkaian prestasi buat Maradona Jr. Burung muda penuh talenta ini hari itu sukses meraih gelar juara pertama dikelas Murai Batu Sumber Giok.

Murai Batu Maradona Jr,H.Mansur Jakarta
Maradona Jr burung muda penuh talenta

Maradona Jr tak lain anakan dari Maradona burung koleksi H.Mansur owner Raja Fauna importir burung ternama. Maradona sejak pindah tangan  sudah sejak lama diternakan oleh TJM-Casol Bird Farm Bogor. “Kebetulan kami dapat anakannya, ternyata bagus juga, kualitasnya tidak jauh  berbeda dengan indukan pejantannya,” ungkapnya.

Ya, meskipun masih terbilang burung muda, aksi Maradona Jr dalam gelaran tersebut mampu mengimbangi lawan-lawannya yang sudah berusia mapan dan berpengalaman. “Burung ini masih muda, baru sekali mabung,,” tambah pemiliknya.

Umur Maradona Jr baru memasuki  1 tahun 2 bulan. Namun aksinya di lapangan tak terbendung sejak awal digantang hingga menit terakhir terus menerus mengumbar materi isian dan tembakan andalannya, mulai dari srindit, gereja tarung, lovebird, hingga tonjolan suara jalak dan tembakan celilin.

Walau perjalanan prestasinya baru seumur jagung namun tidak mengurangi ketangguhannya di lapangan. Saat mengawali prestasinya dicobanya selesai lepas bulu trotol menjelang dewasa sudah diujicobanya di lapangan Kansas Jakarta Timur. Dan, saat itu burung meraih gelar juara. Sejak itu, prestasinya terus berlanjut ke even-even selanjutnya. Yang pasti, kehadiran Maradona Jr yang kesehariannya dikawal Yogi Junuir SF diharapkannya mampu mengganti gaco lawasnya yang kini sudah jadi indukan di penangkaran TJM Casol BF Bogor. *kb4.

Baca Juga  Depok Bersatu, Sukses di Piala Tangsel Menuju Piala Pasundan 3 Bandung

Lanjutkan Membaca

Profil

Gopal Dewanty Moncer di Wali Kotarema Cup I: Siap Panaskan Laga Merah di Bali Shanti

Published

on

GOPAL: Raih Peringkat Kedua Laga Utama Merah di Piala Wali Kotarema Cup I

Tidak sia-sia Gopal bertandang ke tanah Jawa, tepatnya di kota apel Malang, Minggu, 21 April 2019 kemarin di Malang. Mengikuti perhelatan Wali Kotarema Cup I, Dewanty yang menurunkan Gopal di kelas punglor merah berhasil mengantarkan di posisi runner up kelas utama Wali Kota Malang. Sedangkan di kelas berikutnya, Gopal hanya berada di posisi keempat. ‘’Tetapi saya cukup puas, karena jumlah pesertanya yang ramai dan burung yang hadir bagus-bagus, Gopal masih bisa membawa trofi, ‘’ ujar Dewanty.

go
GOPAL: Masih Seperti Dulu, dengan Sangkar Spesialnya

Gopal masuk posisi runner up karena kerjanya yang nancep sejak baru digantang hingga penilaian berahkhir yang dieksekusi juri dari NZR. Gopal dengan gaya semi doyong tampil hiper nekan-nekan penuh tenaga. Beberapa kali juri melirik Gopal yang lelep memainkan goyangannya. Gopal pun meraih posisi kedua. Di laga berikutnya, Gopal masih sanggup memainkan telernya namun juri memberikan di posisi keempat.

Setelah diajak jalan-jalan ke Jawa, Dewanty kini fokus bakal mempersiapkan diri untuk turun di ajang Bali Shanti. Momen ini adalah momen paling bergengsi sejak Gopal mulai turun ke arena setelah mengalami rontok bulu yang cukup lama. ‘’Sudah beberapa kali dipanaskan di Bali dan kini dicoba di Jawa, Gopal siap turun di Korem,’’ ujar Dewanty. *kb3

Baca Juga  Depok Bersatu, Sukses di Piala Tangsel Menuju Piala Pasundan 3 Bandung
Lanjutkan Membaca

Profil

Bandar Ijo Agung Saputra di Gamas Cup II: Minak Jinggo Ikut Panaskan Kelas Ijo

Published

on

ro
ROLL TEMBAK SF: Antarkan Minak Jinggo di Gamas Cup II

Kehadiran Bandar Ijo Agung Saputra di ajang Gamas Cup II, Minggu 21 April 2019 di gantangan Mawang Lod Tunduh Gianyar Bali ikut memanaskan suasana persaingan yang demikian ketat di kelas cucak ijo.

Walaupun dari empat kali turun melalui penampilan Minak Jinggo hanya bertengger di posisi 9, 7, 7 dan terakhir sebagai runner up, namun Agung Saputra telah ikut serta menghidupkan suasana pertarungan di kelas cucak ijo. ‘’Yang penting kami bisa gantang, dan pemain bisa melihat dan mendengar roll tembak Minak Jinggo,’’ terang Agung Saputra yang bersama pasukan Roll Tembak SF-nya ke Gianyar.

Ketika turun di leg pertama, sesaat digantang Minak Jinggo sempat melesatkan tembakan panjang. Sambil memainkan lagu-lagu jalak kebo yang dikombinasikan dengan kenarian  dan terkadang kapas tembakan, Minak Jinggo hanya bertengger di posisi kesembilan. Namun, Agung Saputra tak gentar dan lanjut menurunkan di leg kedua. Kali ini Minak Jinggo yang kembali kerja naik dua tingkat ke posisi ketujuh dan bertahan di leg ketiga.

Baru di laga keempat, Minak Jinggo melancarkan pukulan-pukulan panjang yang akhirnya mengantarkan meraih posisi runner up. ‘’Selain memanaskan Minak Jinggo, kami ingin bersilaturahmi kepada rekan-rekan Gamas yang sering hadir di Mai Makedisan,’’ ujar Agung Saputra. *kb3

Baca Juga  Depok Bersatu, Sukses di Piala Tangsel Menuju Piala Pasundan 3 Bandung
Lanjutkan Membaca