Murai Batu Black Gold Petarung Sejati, Coba ke Piala Raja

Kontesburung.com – Tak hanya petinju atau olahragawan beladiri saja yang memiliki jiwa petarung, burung murai batu pun demikian. Mau tahu sosok burung mana yang punya karakter seperti itu? 

Di arena lomba burung, mental seperti itu memang harus dimiliki setiap burung yang dilombakan. Teriakan suporter di luar arena atau ocehan burung lawan disebelahnya justru menjadi motivasi. Mental baja seperti itulah yang dimiliki oleh Black Gold, murai batu milik Mr.Kurniawan, single fighter asal Masaran, Sragen,  Jawa Tengah.

Hal tersebut dibuktikan Black Gold di kelas murai Batu utama pada lomba bertajuk Asha Solo Award yang digelar di Balaikambang, Solo 1 September 2019.

Sebagai catatan, kelas ini merupakan kelas paling bergengsi lantaran harga tiketnya yang paling mahal. Untuk bermain di kelas ini burung harus benar-benar siap lantaran lawan-lawan yang jadi pesaing kualitasnya diatas rata-rata.

So, menempati gantangan nomer 26, Black Gold tampil tanpa cela. Seolah tak kenal lelah, dari awal hingga akhir lomba, murai batu milik anggota kepolisian ini mengeluarkan seluruh amunisinya,  yang dominan cililin. Yang istimewa, Emas Hitam ini memiliki gaya ndlosor-ndlosor ketika melakukan aksinya. Selain itu volume-nya juga mantul alias mantab betul. Tak heran bila juri memberikan kemenangan mutlak bagi murai batu senilai 5 buah Honda Vario paling anyar ini.

Wajah ceria pun terpancar dari Supriyanto, perawat sekaligus pelatih Black Gold, ketika sesi kelas ini berakhir.  Ia tak percaya Black Gold bisa juara dikelas ini. “Musuhnya berat-berat. Saya tak menyangka Black Gold bisa menang disini, ” kata Supriyanto mengungkapkan perasaannya.

Lantas apa rahasianya? Seminggu menjelang lomba Supriyanto menerapkan setelan kenceng untuk Black Gold, mulai dari menu hingga penjemuran. “Istilahnya setelan frustasi, ” gurau pria berjenggot ini tanpa ingin lebih jauh membahasnya.

Selain itu, keberhasilan tersebut juga ditopang oleh karakter Black Gold sendiri.

Supriyanto menceritakan bahwa lebih suka ditarungkan daripada ditangkar. Sifat fighternya lebih dominan. “Sudah dua bulan ini Black Gold cabut dari rangkaian. Kalau ditangkar betinanya suka dibantai, ”  pungkas Supriyanto.

Khofifah Cup 1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here