Mengenal Burung Cikrak Daun, Blereng, Pare-pare, atau Mozambik Indonesia

Mengenal burung Cikrak Daun atau Blereng, ada yang bilang burung yang mempunyai nama latin Phylloscopus trivirgatus ini sebagai burung Mozambik dan Backtruth nya Indonesia.

Blereng mempunyai ciri fisik dan variasi kicauan yang hampir sama dengan mozambik. Bahkan jika di dengar, suara blereng lebih rapat rollnya dan berirama. Tapi sayang harga burung Blereng tidak semahal burung Afrika itu dan masih banyak pedagang burung dan penghobi yang menyianyiakannya.

Di alam bebas Blereng adalah burung aktif yang mencari seranga dari pohon kepohon sambil berkicau, jadi jangan heran ketika didalam sangkar sikapnya selalu melompat. Burung Cikrak Daun termasuk jenis burung kicauan yang bertubuh mungil dengan panjang tubuh hanya sekitar 11 cm. Daerah persebaran burung Cikrak ini terdapat dibanyak tempat mulai dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Sumbawa.

Cikrak Daun, Blereng, atau Pare-pare (dok/fot: google)

Tempat yang menjadi habitatnya tinggal ada di dataran tinggi dengan ketinggian berkisar di antara 800 sampai 3000 meter di atas permukaan laut (MDPL). Begitu pula dengan kehidupan burung Cikrak di alam bebas mendiami area hutan yang agak lebat di pegunungan. Jenis hutan yang menjadi tempat tinggalnya adalah hutan perbukitan, hutan primer, dan tepian hutan.

Sewaktu mencari makanan di hutan pegunungan biasanya burung Cikrak bergerak dengan mengunjungi puncak pohon yang tinggi. Selain itu, jenis makanan yang dicarinya di hutan berupa aneka jenis serangga seperti ulat kupu-kupu, kumbang kecil, semut, dan lebah.

Musim berkembangbiak bagi burung mungil ini berlangsung hampir sepanjang tahun mulai dari bulan Januari sampai Oktober. Sarang yang dibangun untuk bersarang terbuat dari lumut, dedaunan kering, dan pohon pakis. Sifat karakternya dikenal cukup aktif dan lincah yang membuatnya agak sulit dijinakkan oleh orang-orang yang merawatnya.

Suara kicauan burung Cikrak memiliki volume yang lumayan tinggi dengan suara nyaring dan melengking. Kicauannya bertempo cukup rapat. Durasi kicauannya termasuk cukup lama yang dapat mencapai hampir satu menit. Bunyi nada kicauannya terdengar seperti “tsiii…cii..cii…wiit” yang dibunyikan secara berulang-ulang dan terkadang dibaur dengan nada lainnya.

Akan tetapi jenis burung Cikrak yang kadang dipanggil dengan nama Pare-pare ini tergolong burung yang sangat sulit dalam pemeliharaannya. Kesulitan yang dialami dalam perawatan burung Cikrak Daun mesti selalu menyediakan pakan berupa serangga. Selain itu, bila burung terlalu lama dijemur di bawah terik matahari maka dapat menyebabkannya stres dan akhirnya mati. (berbagai sumber)

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here