Connect with us

Perkutut

Liga Fortune 168 Cup Salatiga Suguhkan Persaingan Boss Muda Vs Al Catros, Gecko dan Arthur Berebut Posisi Terdepan

KONBUR Tayang

:

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Liga Fortune 168 Cup yang dihelat pada Minggu, 10 Ferbuari 2019 menjadi pertarungan para peserta yang ikut ambil bagian di masing-masing kelas yang dilombakan. Even yang merupakan agenda Liga Perkutut Piyik Jawa Tengah 2019, sukses menghadirkan peserta tidak hanya dari kota salatiga saja.

Iklan ABD
Peserta peraih juara di Kelas Dewasa Senior, Boss Muda milik Barlian unggul

Beberapa kung mania yang masuk daftar peserta berasal dari Solo, Yogyakarta, Semarang, Kudus, Pekalongan, Pemalang, Surabaya, Madiun dan Ngawi. Kehadiran mereka yang membuat perebutan posisi kejuaraan berlangsung sengit dan menengangkan. Di kelas Dewasa Senior misalnya.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Boss Muda, orbitan Barkian Kurniawan Kudus, yang dikerek pada nomor 32 dan Al Catras andalan Budi SP Semarang pada kerekan 64.  Babak pertama dan kedua, Boss Muda dan Al Catras mampu bersaing ketat. Hasil penjurian yang mereka dapat, sama imbang. Babak pertama mereka meraih nilai bendera tiga warna hitam, sedangkan babak kedua, Boss Muda ataupun Al Catras meraih bendera tiga warna.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Usai turun minum, keduanya saling berebut posisi. Boss Muda dan Al Catras kembali tampil untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus kualitas suaranya dengan harapan bisa meraih nilai paling tinggi dari lawan. Babak ketiga, Boss Muda mengakhir penjurian dengan nilai bendera tiga warna hitam, sementara Al Catras hanya tiga warna.

Peraih juara di Kelas Dewasa Yunior, diraih Tombo Ati

Babak pamungkas inilah, Al Catras membalik keadaan dengan raihan bendera tiga warna hitam sementara Boss Muda hanya tiga warna. Masih dianggap imbang, maka akhirnya dilakukan pencarian kelebihan dari masing-masing burung saat tampild ari babak pertama sampai akhir.

Sampai akhirnya ditemukan kelebihan Boss Muda yang unggul dikolom irama pada babak ketiga dengan nilai yang lebih tinggi. “Boss Muda menang di irama babak ketiga dengan nilai ¾,” terang Wiwid Maestro panitia bagian rekap. Hasil ini mengantarkan Boss Muda, perkutut bergelang  ALF sebagai peraih podium pertama.

Baca Juga  IBF Cup Salatiga LJPT 2019, Jadi Ajang Pesta Jawara Papan Atas Blok Tengah
Peserta yang mendukung gelaran Liga Fortune 168 Cup Salatiga

Sedangkan Al Catras ternakan AKN diposisi kedua. “Saya menerima keputusan ini meski saya masih yakin dengan apa yang akan diraih Al Catras,” terang H.Ribut sang perawat Al Catras. Jago lain milik Barlian Kurniawan yakni Rindu Hati, ring Wahyu menyusul pada urutan ketiga. Di Kelas Dewasa Yunior, Tombo Ati milik Mr.Joko Madiun, ring Dewa 09 yang dikerek pada nomor 98 dinobatkan sebagai juara pertama, disusul oleh Venom andalan Dany Lakssono Semarang, ternakan DNT pada kerekan 120 sebagai peraih kedua.

         Azahara jago Nadi Team Demak bergelang Campus, yang dikerek pada nomor 135 pada urutan ketiga. Di Kelas Piyik Hanging, juga terjadi persaingan seru perebutan posisi tiga besar. Gecko orbitan Hery Tangker Boyolali yang digantang pada nomor 51 nyaris ditumbangkan Arthur andalan Agus Hendratno Sleman pada gantangan 65.

Cak Goendul (tengah) peserta asal Surabaya Jawa Timur

         Gecko dan Atrhur masing-masing meraih nilai bendera dua warna hitam pada babak pertama. Memasuki babak kedua, Gecko ternakan Widya, menyalip dengan raihan bendera tiga warna, sementara Arthur hanya meraih bendera dua warna hitam. Babak keempat, keadaan berubah. Arthur menyalip dengan raihan bendera tiga warna, sementara Gecko tidak tampil.

         Babak ketiga inilah Arthur unggul. Namun vonis belum berakhir karena masih menyisakan satu babak lagi. Nah pada babak keempat, atau babak penentuan inilah, Gecko kembali memimpin posisi dengan perolehan bendera tiga warna, sementara Athur hanya dua warna hitam dan meraih posisi kedua.

Hery Tangker Boyolali sukses mencetak juara pertama Kelas Piyik Hanging

         “Alhamdulillah, pencapaian Gecko sebagai juara pertama, adalah yang kedua kalinya dari liam kali turun di arena, mudah-mudahan kedepan, prestasinya bisa bertahan sampai mencapai usia dewasa,” harap Hery Tangker. Agus Hendratno mengakui bahwa performa Arhtur terus mengalami kemajuan.

Baca Juga  IBF Cup Salatiga LJPT 2019, Jadi Ajang Pesta Jawara Papan Atas Blok Tengah

         “Saya akan terus menurunkannya di arena lomba, agar jam terbang Arhtur bisa terus bertambah, apalagi saat ini saya juga lagi demen ke arena,” jelas Agus. Sementara itu ditempat ketiga, diriah Leha jago Untung Fauzy Jakarta yang digantang pada nomor 35. Perkutut bergelang BN ini meraih bendera dua warna hitam pada babak pertama, tiga warna pada babak kedua dan dua warna hitam pada babak terakhir.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perkutut

Jelajah Segala Medan Konkurs Tanah Air, Basa Basi Sukses Kuasai Barisan Depan Daftar Kejuaraan

Published

on

By

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Bagi mania lomba perkutut tanah air, nama Basa Basi sudah tidak asing di telinga. Jagoan debutan Budi SP kung mania Semarang, setiap kali masuk arena lomba, selalu berhasil mengakhiri penjurian di barisan daftar kejuaraan. Menduduki panggung kehormatan bukanlah hal yang asing bagi perkutut ternakan Trimurti Bird Farm Surabaya.

Iklan ABD
Di tangan Mat Rouf, Basa Basi kuasai konkurs tanah air

Memulai tarung di kelas latber, kualitas Bas Basi sudah teruji sampai konkurs nasional. Yang paling menakjubkan adalah bahwa Basa Basi adalah andalan paling berani ngeluruk lomba lintas provinsi bahkan lintas pulau. Jakarta, Tasikmalaya, Yogyakarta, Solo, Surabaya bahkan di Bali, selalu mengakhiri babak penjurian dengan hasil memuaskan dan selalu merajai kelas yang diikutinya yakni Dewasa Senior.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Bahkan beberapa liga provinsi, perkutut yang ditangani langsung oleh mekanik ternama yakni Mat Rouf ini, masih menduduki papan atas. Dijelaskan oleh BudiSP bahwa tiga tahun terakhir Indonesia kritis jawara bagus dan stabil. Harapannya mudah-mudahan kehadiran Basa Basi bisa mengakhiri krisis tersebut dan semoga Basa Basi bisa mewakili.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

 “Burung istimewa sekarang ini banyak berseliweran di telinga kita dan harganya cukup membuat kita berdecak kagum tetapi yang bisa tampil memenuhi kreteria penilaian sangat susah. Suara boleh mewah, irama lagu boleh istemewa tetapi tingkat kesetabilan dan syarat jumlah bunyi sulit didapat. Basa Basi bukan termasuk burung yang mewah tetapi memenuhi semua unsur penilaian dewan juri. Jadi fakta dilapangan burung ini mampu mengalahkan jagoan lainnya,” tutur Ketua P3SI Pengwil Jateng yang punya berlapis lapis jago lapangan.

Duet maut, Budi SP, Mat Rouf dan H.Ribut sukses orbitkan Basa Basi

Hal senada juga dikatakan Mat Rouf bahwa Basa Basi termasuk burung bermental baja dan segala cuaca. Hujan dan panas tetap mau kerja. Bahkan mitos yg mengatakan lomba di Taman Mini Indonesia indah Jakarta bagai momok menakutkan kung mania karena sulit bagi burung untuk bunyi. Namun semua mitos tersebut dikandaskan oleh Basa Basi dengan meraih juara pertama.

Baca Juga  IBF Cup Salatiga LJPT 2019, Jadi Ajang Pesta Jawara Papan Atas Blok Tengah

“Saya suka merawat Basa Basi karena tidak merepotkan, selain iramanya enak, kestabilannya terjaga dan aman ditenteng kemana mana karena banyak kerjanya,” kata perawat handal nasional Mar Rouf. Saat ini Budi SP masih terus berburu pelapis Basa Basi, meskipun ada Monster, perkutut yang bisa bikin jantungan pesaingnya jika sudah dalam kondisi top form.

Basa Basi, perkutut yang sukses disegala medan konkurs tanah air

Budi SP menambahkan bahwa masih ada 23 perkutut dengan kriteria kelas tiga warna hitam di markas Prokung Bird Farm Semarang termasuk Kamasutra yang disimpan rapat karena dianggap burung luar biasa. Beberapa hari lalu Budi juga mendapat suntikan amunisi dari beberapa peternak yang menurutnya cukup bahaya jika lolos dewasa.

Mania lomba yg satu ini cukup jeli dalam memilih burung bahkan tidak pernah menanyakan asal burung itu alias menanyakan ringnya.” Saya yakin burung bagus selalu hadir dari pemilik ternak yang selalu berharap pada sang Khalik bahwa keinginannya beternak didasari afirmasi positif. Mainan kutut bagi saya nggak ada ilmu pastinya yang ada hanya berharap pada yang di atas. Sayapun bukan termasuk manusia agamis tapi minimal saya punya harapan pada yang di atas bisa diberi kelancaran hobiss kutut,” tutur bos penyiaran.

Basa Basi saat obrak abrik konkurs di Semarang Jawa Tengah

Dari perjalanan menjelajah panas dan ketatnya konkurs tanah air, Basa Basi sudah memiliki koleksi sebagai peraih podium paling atas, diantaranya konkurs di Bali, Basa Basi berhasil meraih juara sebanyak dua kali, konkurs di Tasikmalaya, sukses meraih juara dua kali, gelaran di DKI Jakarta, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Jawa Timur muter sampai Madura, selalu membawa pulang prestasi sebagai peraih juara. Artinya jelajahi musuh di seluruh konkurs tanah air, fakta lapangan Basa Basi tetap juara.

Baca Juga  IBF Cup Salatiga LJPT 2019, Jadi Ajang Pesta Jawara Papan Atas Blok Tengah

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Tunggul Ametung Cup – LPB Seri III 2019 Makin Panas: Basa-basi Vs Meriam, Angling Darma Tarung Bebas dengan Singalaga

Published

on

lpb
LPB III MEMBLUDAK: Basa-basi, Anjas Moro, Angling Darma dan Mutiara Kaswari Raih Podium Utama
Advertisements
Iklan NSA BF Sda

Memasuki seri III Liga Perkutut Bali 2019 bertajuk Tunggul Ametung Cup, Minggu 14 April 2019 kemarin di lapangan Ketewel Gianyar – Bali, suasana persaingan tampak semakin panas. Tidak saja di kelas paling bergengsi dewasa senior, tetapi juga di kelas dewasa yunior, piyik yunior dan bahkan piyik hanging yang menjadi media untuk menunjukkan eksistensi seorang peternak sejati.

Iklan ABD
lpb
JURI, PANITIA DAN KUNG MANIA: Guyub Rukun Bangun Perkututan

Kehadiran para gaco yang sudah malang-melintang di jagat laga nasional dari Jawa semakin menambah hangat pertarungan. Begitu juga kung mania Bali yang terus berburu amunisi membuat suhu persaingan di kandang semakin menantang. Bahkan, beberapa kung mania Bali kemarin sampai terpancing dan mentake over langsung sesaat pengumuman juara.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan
lpb
LPB III: Peserta Full, Juri Tunjukkan Integritasnya Junjung Fairplay

Namun yang menarik, di balik ketatnya persaingan di arena, kung mania Bali tetap guyub rukun. Mereka tidak pernah putus menjalin tali silaturahmi, menunjukkan budaya gotong royong. Manakala organisasi membutuhkan sarana atau prasarana dengan cepat direspons kung mania. Hanya membutuhkan waktu satu jam setelah dishare sumbangan terus mengalir untuk pembuatan nomor gantangan yang akhirnya bisa digunakan saat LPB kemarin.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan
lpb
PERSAINGAN KETAT: Di Arena Gaco Boleh Bertarung Sengit, Namun di Luar Arena Kung Mania Tetap Jalin Silaturahmi

Ketua Pengwil P3SI Bali Budi Dharma menandaskan, modal dasar bertumbuhkembangnya sebuah organisasi sosial adalah semakin suburnya mengedepankan guyub rukun dan rasa kegotongroyongan di antara komunitas. ‘’Kami salut dengan rekan-rekan kung mania yang semakin guyub untuk membesarkan organisasi perkututan ini,’’ terang Budi Dharma.

lpb
BERGURAU: Jalan Damai Menekuni Hobi

Di balik senda gurau di luar arena, yang kemarin dihadiri para sesepuh dan juga peninjau yang siap-siap terjun ke arena, para gaco harus menunjukkan kualitas anggungannya di tengah cuaca panas dan deburan ombak. Hanya gaco yang bermental baja yang sanggup perfoma.

DEWASA SENIOR

Baca Juga  IBF Cup Salatiga LJPT 2019, Jadi Ajang Pesta Jawara Papan Atas Blok Tengah
lpb
DEWASA SENIOR: Basa-Basi Akhirnya Melaju ke Podium Utama Setelah Sempat Tertinggal di LPB II

Di laga kelas dewasa senior yang banyak diperhatikan kung mania, sederet gaco harus kerja ekstra untuk bisa meraih nilai tertinggi di setiap babak. Basa-basi milik Budy SP yang sempat tertinggal di posisi runner up LPB seri II di bawah Ombak Segoro, kemarin tampil ciamik.

lpb
PETARUNG DI LAGA SENIOR: Siap Uji Nyali di Laga Berikutnya

Basa-basi tampil stabil dengan meraih 3 warna hitam (43 ¾ ) dari empat babak yang diikutinya. Basa-basi yang menang mutlak di dewasa senior sempat dibayang-bayangi oleh Meriam (jawara LBP I) bergelang HDL milik Susanto yang sempat mengantongi 3 warna hitam di babak pertama dan kedua. Namun di dua babak berikutnya hanya meraih tiga warna (43 ½ ).

lpb
PESERTA DEWASA SENIOR: Semangat Pantau Gacoannya

Di posisi ketiga disabet Putra Klungkung milik Suparlan bercincin AML yang sempat tertinggal di babak pertama dengan nilai dua warna hitam (43 ¼ ). Namun semakin siang perfoma Putra Klungkung semakin ciamik berhasil meraih tiga warna hitam di babak kedua dan ketiga serta di babak keempat hanya mencapai dua warna.

lpb
PEREKAF: Kerja Ekstra Hati-hati di Tengah Ketatnya Persaingan

Sementara Ombak Segoro yang sempat menjuarai LPB II duduk di posisi keempat setelah mengantongi dua warna hitam di babak 1, 2 dan 3 serta berhasil melaju meraih tiga warna hitam di babak keempat. Disusul Mayapada ring AKN milik H Anang yang sempat meraih tiga warna di babak kedua.

DEWASA YUNIOR

Jika pertarungan di kelas dewasa senior menampilkan suara-suara yang mampu menembus tiga warna hitam, berbeda di kelas dewasa yunior. Minimnya gaco yang kerja membuat para kontestan seret nilai. Seperti yang ditunjukkan Anjas Moro bergelang Asri milik H Anang. Sempat dua kali berturut-turut meraih bendera tiga warna di babak pertama dan kedua, namun di dua laga berikutnya Anjas Moro hanya mengantongi koncer dan dua warna hitam.

Baca Juga  IBF Cup Salatiga LJPT 2019, Jadi Ajang Pesta Jawara Papan Atas Blok Tengah
lpb
DEWASA YUNIOR: Anjas Moro H Anang Sukses Duduk di Singasaja Dewasa Yunior

Namun kualitas suara Anjas Moro di dua babak yang ciamik ini memantapkan menduduki posisi puncak. Anjas Moro dipepet Tigerwood milik Soni dari Surabaya bergelang Jupiter yang sempat meraih tiga warna di babak kedua dan dua babak berikutnya hanya mengantongi dua warna hitam.

lpb
TETAP SEMANGAT: Kalah Menang Tetap ke Arena

Di posisi ketiga disabet Harley Davidosn milik H Salim Andriyanto bergelang AKN yang stabil mendapat dua warna hitam lantaran minim kerja setelah sebelumnya duduk di posisi keempat. Begriu juga Putra Idola milik H Achmad Thosan ring Idola, sang jawara LPB II harus turun ke posisi keempat yang juga stabil meraih dua warna hitam.

PIYIK YUNIOR

Pertarungan hangat terjadi di kelas piyik yunior. Hadirnya Angling Darma milik Suparlan dan Singalaga debutan H Salim Andriyanto berturut-turut di LPB seri II dan III membuat  pertarungan semakin sengit. Angling Darma bergelang A & A akhirnya kembali mempertahankan gelarnya di podium utama. Sementara Singalaga bergelang JBM terus membayang-bayangi di posisi runner up.

lpb
ANGLING DARMA DAN SINGALAGA: Tarung Bebas di Dua Seri

Angling Darma yang berada di nomor 137 tampil perfoma setelah mengantongi nilai tiga warna di babak pertama kemudian naik tiga warna hitam di babak kedua dan kembali tiga warna di babak ketiga yang kemudian ditutup dua warna di babak keempat. Sementara Singalaga meraih tiga warna di dua babak awal dan dua warna hitam di dua babak terakhir. Singalaga disusul Rubicon ring IBM yang juga milik H Salim Andriyanto, meraih tiga warna di babak ketiga dan sisanya menyabet dua warna hitam.

lpb
MINDRAJAYA: Take Over Tebar Pesona

Panasnya laga piyik yunior memancing Made Mindrajaya meminang Tebar Pesona ring Sofa Antiq milik H Solehudin yang meraih posisi kedelapan. Pilihan pada Tebar Pesona karena kualitas suaranya yang ciamik. Sempat tiga kali meraih dua warna hitam lantaran kurang kerja.

Baca Juga  IBF Cup Salatiga LJPT 2019, Jadi Ajang Pesta Jawara Papan Atas Blok Tengah

PIYIK HANGING

Yang kembali mengejutkan laga piyik hanging adalah tampilnya empat tetasan Kaswari BF yang pada seri II bahkan melejitkan lima tetasannya. Bahkan berhasil melaju ke posisi puncak melalui penampilan Mutiara Kaswari yang berada di nomor gantangan 43. Mutiara Kaswari empat kali berturut-turut meraih dua warna hitam. Debutan teranyar Kaswari BF ini dipepet Sinden Panggung ring Sapta Windu yang kembali mempertahankan posisi runner up setelah meraih dua kali dua warna hitam dan dua kali dua warna. Di tempat ketiga disabet Jackson milik Sabang Koro bergelang Soneta.

lpb
PIYIK HANGING: Didominasi Kaswari BF

Di kelas piyik hanging ini juga ada salah satu ring Kaswari yang langsung ditake over salah seorang pemain pendatang baru.

lpb
EVALUASI JURI: Wujud Junjung Tinggi Sportifitas

Seperti biasa di akhir lomba, dewan juri bersama ketua bidang penjurian Suparlan, wakil dari panitia H Achmad Thosan dan ketua Pengwil P3SI Bali Budi Dharma melakukan evaluasi penjurian. Komplain dari peserta diselesaikan di rapat evaluasi ini.

lpb
PANITIA: Wujudkan Lomba yang Fairplay Demi Kemajuan Perkututan Bali

Lomba diakhiri undian aneka barang di antaranya sangkar yang disabet H Salim Andriyanto dan penyerahan trofi kepada para juara di kelas dewasa senior, yunior, piyik yunior dan piyik hanging. H Achmad Thosan mewakili juri dan panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh kung mania yang sudah hadir seraya memohon maaf jika selama penyelenggaraan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan.*kb3

lp

Lanjutkan Membaca

Perkutut

H.Djainuri Sultan Surabaya, Wacanakan Sekertariat P3SI Pengwil Jawa Timur

Published

on

By

Advertisements
Iklan NSA BF Sda

“Saya sedikit ingin memberikan sumbangsih pemikiran bahwa saat ini P3SI Pengwil Jawa Timur belum punya Sekertariat,” terang H.Djainuri membuka obrolan. Sebab menurutnya keberadaan sekertariat sangat penting sebagai pusat kegiatan sebuah organisasi, seperti P3SI Pengwil Jawa Timur.

Iklan ABD
Pengurus P3SI Pengwil Jatim diharapkan bisa memiliki sekertariat

Dikatakan penting karena ketika sebuah organisasi memiliki sekertariat, maka pada saat ada beberapa teman-teman yang berasal dari daerah di Jawa timur ingin melakukan pertemuan ataupun sekedar ingin lebih dekat dengan pengurus ataupun yang lain, maka dengan adanya sekertariat, akan lebih nyaman dan enak.

Advertisements
iklan dnd
Iklan Nofa BF Bangkalan

Artinya sekertariat tidak hanya sekedar jadi tempat legitimasi pengurus, tetapi jug abisa dijadikan jujukan bagi semua pihak untuk melakukan aktifitas dan komunikasi pada satu lokasi. Diakui oleh H.Djainuri bahwa saat ini memang sudah ada HP yang lebih cepat menyampaikan pesan dan informasi.

Advertisements
Iklan AKN BF Sampang
Iklan CTP BF Bangkalan

Tapi ketika kita mau menyampaikan informasi yang sifatnya pribadi atau sekedar curhat yang tentunya harus dilakukan secara tatap muka dan langsung, maka hal itu akan tidak bisa dilakukan lewat HP, tetapi harus ketemu dalam satu lokasi. Apalagi menyampikan sesuatu yang sifatnya butuh pendekatan, maka pertemuan secara langsung akan menjadi solusi yang tepat.

Ditambahkan lagi dengan adanya sekertariat, teman-teman yang dari luar kota, bisa memanfaatkan sekertariat untuk jadi ajang transit atau sekedar melepas penat atau bahkan bisa jadi tempat menginap untuk melakukan persiapan lomba pada daerah tersebut atau daerah terdekat.

H.Djainuri Sutabaya (dua dari kiri) wacanakan sekertariat Pengwil Jatim

“Saya melihat bahwa saat ini P3SI Pengwil Jawa Timur sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Beberapa program sudah dijalankan dengan baik pula dan lancar, begitu juga dengan Pengda-Pengda sudah melakukan aktifitas dan kegiatan yang terlihat lebih semarak, namun ada satu yang belum mereka lakukan, yakni belum memikirkan dan membangun sebuah sekertariat,” lanjut penasehat P3SI Pengwil Jawa Timur.

Baca Juga  IBF Cup Salatiga LJPT 2019, Jadi Ajang Pesta Jawara Papan Atas Blok Tengah

Menurutnya sekertariat tidak harus mengikuti posisi kedudukan dimana ketua bertempat tinggal, ketua boleh dimana saja, tetapi sekertariat harus berada di posisi yang mudah dijangkau dari semua daerah. Misalnya saat ini Ketua P3SI Pengwil Jawa Timur bertempat tigngal di Bangkalan, maka sekertariat tidak harus di daerah tersebut, bisa di Surabaya ataupun daerah lain yang penting bisa terjangkau dari semua kota di Jatim.

H.Djainuri (kanan) siap memberikan solusi untuk sekertatiat Pengwil Jatim

Alasan kuat H.Djainuri mewacanakan adanya sekertariat lebih disebabkan oleh pemikiran bahwa sekretariat adalah bagian dari pada simbolis sebuah organisasi agar tidak terkesan liar karena sudah memiliki tempat. Soal dimana, bagaimana dan kapan hal itu bisa direalisasikan, H.Djainuri siap memberikan dukungan penuh.

“Nanti kita diskusi untuk mencarikan tempat sebagai sekertariat P3SI Pengwil Jatim, sehingga dengan adanya sekertariat, teman-teman bisa lebih dekat karena sudah memiliki lokasi untuk menyampaikan pendapat, sharing dan saling bertukar pikiran seputar hobi perkutut dan roda organisasi,” jelas H.Djainuri.

Lanjutkan Membaca