Klaten Vaganza – Lomba Kelar Sampai Tengah Malam, PBI Bersama Juara Umum

Rasa haus kicaumania dan kekekmania area Klaten sekitarnya akan perlombaan burung berkicau akhirnya terlampiaskan pada Klaten Vaganza pada Minggu, 19 Juli 2020 kemarin.

Bahkan tak hanya dijubeli hobiis dari area lokal saja, tapi dari berbagai kota di Jateng, Jogja hingga Jawa Timur juga tak ingin melewatkan peluang untuk memperebutkan gelar juara di tiap kelas yang diikutinya. Saking membludaknya jumlah peserta dan banyaknya jumlah kelas yang mencapai 31 kelas, menjadikan gelaran yang start sekitar jam 11 siang itu baru kelar sekitar jam 23.30 wib.

“Selain melelahkan baik bagi para pemain maupun burungnya sendiri yang tidak akan bekerja maksimal, para juri yang bertugas juga pasti akan mengalami penurunan daya konsentrasi dalam melakukan penilaian, maka saya harap para EO sebaiknya mengevaluasi lagi dengan penyelenggaraan lomba burung, apalagi dalam kondisi saat ini yang lagi dalam masa pandemi Covid,” celetuk salah satu peserta dari Jatim yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, dengan banyak turunnya burung-burung berlabel bintang, menjadikan pertarungan sengit di tiap kelasnya pun tak bisa terhindarkan yang berujung pula dengan memanasnya suasana hati para pemain yang mengawal burung-burung gaco andalan. Alhasil, aksi protes lantaran kekurang puasan terhadap hasil penilaian juri juga sempat terlihat di beberapa kelas seperti Murai Batu, Cucak Ijo hingga Lovebird.

Bahkan sempat pula terjadi insiden mati lampu beberapa kali saat berlangsungnya kelas Lovebird Pradana, diikuti dengan aksi protes kekekmania dengan melakukan pengambilan paksa sangkar saat masih berlangsung penilaian. Dan dengan melakukan berbagai pertimbangan, panitia pun akhirnya memutuskan untuk meng cancel kelas tersebut dan mengembalikan uang pendaftaran, walau akhirnya kelas itu dibuka kembali namun hanya diikuti oleh beberapa peserta saja.

MB Batara buka kemenangan di kelas MB Pradana

Di kelas neraka Murai Batu, MB Batara besutan Andri Bolang kembali menunjukkan perform terbaiknya dalam mengalunkan lagu-lagu plus gayanya yang sujud-sujud disertai dengan kinerjanya yang stabil, mampu mengantarkannya merebut tropi juara kelas Murai Batu.

Adipati kuasai kelas Murai Batu Solo Raya

Aksi menawan juga kembali ditunjukkan MB Adipati besutan Dwi Jalu SF yang sukses mengeluarkan roll tembakan berdurasi panjang-panjang serta gayanya yang sujud-sujud dengan kinerjanya yang cukup stabil dari awal digantangkan hingga berakhirnya penilaian. Maka tanpa ragu-ragu lagi, juri yang bertugas pun secara kompak menancapkan bendera koncer di nomer gantangan yang ditempatinya pada kelas Murai Batu Solo Raya.

Dwi Jalu SF Boyong Beberapa tropi juara

Sedangkan gaco lainnya yakni MB Halilintar, juga sempat bikin heboh kicaumania di kelas utama BOB, namun sayangnya selepas menit ke 7 burung yang lagi on fire itu perform menurun drastis, sehingga peluang besarnya merebut podium juara pun akhirnya hilang. Tapi hal itu sedikit terbayarkan setelah performnya kembali muncul di kelas Murai Batu terakhir dan sukses bertengger di posisi runner up.

Kacer Siliwangi Raih juara 1 dan runner up

Untuk Kacer Siliwangi yang juga menjadi amunisi utamanya juga nyaris menyapu bersih 2 kelas Kacer yang disediakan panitia dengan meraih runner up di kelas Kacer Pradana dan juara 1 Kacer Klaten.

PBI bersama juara umum BC

Dengan keberhasilan Dwi Jalu SF mengawal burung-burung gacoannya meraih prestasi di beberapa kelas, turut pula menyumbang poin kemenangan PBI Bersama merebut gelar juara Umum BC.

 

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here