Kelas Bursa Gantangan Kram Otak, Sukoharjo – 2 Kali Digebyar, Persaingan Kian Memanas

Kamis, 22 April 2021, waktu menunjukkan pukul dua siang, jadwal lomba yang seharusnya dihelat setengah jam yang lalu sedikit molor. Seperempat jam kemudian panitia latihan gantangan Kram Otak Sukoharjo mengambil langkah untuk memulai latihan kelas Bursa.

Kelas yang pertama di pertandingkan adalah kelas Bursa Murai Batu. Tiket yang dipatok panitia sebesar 20 ribu dengan batas maksimal harga 10 juta. Peserta ada sekitar 16 burung, jumlah yang cukup lumayan mengingat latihan ini digelar pada bulan puasa. Peminatnya kebanyakan kicau mania sekitar Sukoharjo dan Solo.

Beberapa saat pun latihan itu dimulai. Hampir semua burung terlihat memperlihatkan kebolehannya. Salah satu burung yang mengkilap penampilannya siang itu adalah Wisanggeni. Berada di gantangan tengah, burung milik Agus Sura Baki ini hampir sepanjang waktu pertandingan mempertontonkan desingan suaranya. Gayanya pun aduhai, macul satu titik. Keistimewaan lain, volumenya kristal ketika membawakan lagu ciblek gunung dan murai air. Selain itu, tipikal fighternya pun sempurna, makin menekan bila ditekan lawan. Usai penilaian, Wisanggeni diganjar juri menjadi juara pertama. Senyum simpul dibibir Agus.

Agus dan Murai Batu Kesayangannya Wisanggeni

Agus menceritakan bahwa Wisanggeni bukanlah burung bahan tapi burung yang dulu pernah mapan. “Mabung tidak langsung ambrol semua, hanya sedikit-sedikit, tak kunjung usai. Selesai ambrol bagian sayap sudah gantian ambrol bagian ekor. Jadi burung ini lama tidak perform,” ujar Agus. Tak heran bila, dulu, Wisanggeni sempat macet, nglantrak tidak dipelihara dengan sungguh-sungguh karena kesibukan Agus. Sudah 3 kali Wisanggeni digantang belum juga koncer.

Karena alasan itulah Agus gambling mengikutsertakan Wisanggeni di kelas bursa. Padahal sebelumnya banderol Wisanggeni ada di kisaran 13-25 juta. “Karena ekor baru, saya hanya coba-coba saja. Kalau ada nawar dengan harga maksimal ya harus saya lepas,” kata Agus.

Wisanggeni masih akan dimainkan di kelas bursa? Agus hanya tertawa berderai. “Ya nggak mungkin lah. Sekarang sudah on fire lagi, jadi kelasnya udah beda. Bila diikutkan latihan, Wisanggeni masuk kelas reguler,” kata Agus yakin. Agus memang tidak berlebihan, ketika berlaga di kelas reguler yakni Murai Batu A, Wisanggeni juga bercokol di podium pertama.

Agus menambahkan bahwa dibukanya kelas bursa semacam itu bakal menarik pemula-pemula baru untuk ikut berlatih. “Ini semacam jembatan bagi pemula-pemula baru. Bila ikut kelas reguler mungkin bakal sulit bersaing dengan burung-burung yang sudah mapan tapi dengan ikut kelas bursa mungkin bisa juara, bahkan laku burungnya,” kata Agus.

Hal tersebut diamini oleh Rudi, pengelola gantangan Kram Otak. Hanya saja Rudi tak bisa membatasi antara pemula dan burung-burung yang sudah mapan. “Semua boleh ikut tapi konsekwensinya wajib dilepas bila ada yang berminat,” kata Rudi.

Salah Satu Peserta Bursa

Rudi mengatakan bahwa kelas bursa ini baru digelar sebanyak dua kali di gantangan yang berlokasi di sebelah selatan Kretek Bacem Sukoharjo itu. Selama ini kelas bursa di gantangan ini diperuntukkan untuk burung lovebird saja.

Namun selama 2 kali tayang tersebut belum ada transaksi. Ia berharap bursa semacam ini bisa mengakomodir para pemilik burung untuk menjual burungnya. “Pembeli bisa memantaunya secara langsung. Cocok bayar,” kata Rudi.

Menurut Rudi, kedepan kelas bursa semacam ini bakal semakin diminati para penggemar murai batu. “Usai lebaran bisa dipastikan kelas ini akan ramai,” prediksi Rudi. Nah, bagaimana keseruan kelas bursa ini pada hari-hari mendatang, ikuti terus keseruannya di kontesburung.com.(yon)

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here