Kambing Hitam Cup IV Jogjakarta – Rebutan Tahta Di Kelas Utama, TO Bintangnya, The Doctor Bertahan DiJalur Juara

Selain mengukuhkan Duta Valentine Jogja dan M Ibad Baitul Muchlasin SF Malang sebagai juara umum BC dan SF. Gelaran bertajuk Kambng Hitam Cup IV Jogjakarta, 7 Februari 2021 kemarin, juga menjadi bukti sengitnya pertarungan burung-burung bintang lintas blok untuk bisa meraih hasil positif di kelas yang diikutinya.

ARB Jalak Bali Team memboyong tropi berkat MB TO

Salah satu perhatiannya tertuju pada kelas Murai Batu, mengingat banyaknya burung-burung terbaik lintas blok yang turun gunung demi membuktikan diri sebagai burung terbaik di kelasnya. Yup benar saja, tak hanya didominasi burung berlabel bintang dari Jogja saja, tapi dari Jateng, Jabar, Jatim hingga Bali pun kumpul satu titik di gelaran yang digebyar di Notoprajan Jogjakarta.

TO kuasai kelas utama

Tak ingin melewatkan kesempatan lantaran datang jauh-jauh dari Bali, ARB dari Jalak Bali Team pun telah menyiapkan strategi pola perawatan jitu agar MB TO alias Target Operasi bisa tampil maksimal di kelas bergengsi itu. Dan benar saja, saat berlaga di kelas utama Tantangan 36 G tiket Rp 2,5 jeti, burung yang banyak mengoleksi tropi juara di berbagai even besar lintas EO itu berhasil kembali membuktikan kualitasnya.

Berkat materinya yang komplit disertai dengan pukulan Cililin yang dimuntahkan dengan panjang-panjang dan volumenya yang dahsyat, membuatnya sukses memukau juri yang bertugas. Alhasil, bendera koncer pun secara mutlak tertancap pada nomer gantangan yang ditempatinya.

Abah Didik Bangsat 001 sukses kawal The Doctor berprestasi

Meski begitu, tentu perjuangan TO untuk bisa bertengger di posisi puncak tersebut tidaklah mudah, karena persaingan sengit juga ditunjukkan burung-burung peserta yang kinerja nyaris seimbang. Seperti yang ditunjukkan MB The Doctor amunisi Abah Didik Bangsat 001 SF Nganjuk, yang langsung tancap gass mengeluarkan kemampuan terbaiknya dengan cukup stabil dari awal digantangkan hingga berakhirnya penilaian.

Dengan gayanya yang khas ngeplay saat mengeluarkan materi lagu yang cukup tajam-tajam nan ngotot abis yang seolah tak ada lelahnya membuatnya terlihat lebih menawan. Meski dewi fortuna belum berpihak padanya lantaran hanya bertengger di posisi 3 besar, namun aksi edannya itu sempat menjadi perhatian Murailovers yang turut menyaksikan aksinya dari luar pagar gantangan, apalagi posisi nomer gantangan yang ditempati burung yang sempat mencicipi tropi juara pertama di kelas utama Malang Satu Titik di akhir tahun 2020 kemarin itu berada di posisi paling pinggir.

Aksi The Doctor di kelas utama

“The Doctor emang jarang keluar, karena dia emang sengaja kita persiapkan di even-even besar saja., agar tampilannya bisa lebih powerfull dan totalitas,” celetuk Sinyo Yakuza sang manajer Bangsat 001 Sf yang diamini langsung oleh Abah Didik, yang bakal mempersiapkan The Doctor untuk kembali memberi kejutan di even-even besar berikutnya.

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here