Kacer Goess Bukan Jago Kandang

Saat bertandang ke Demak pulang bawa trophy juara

Minggu, 27 September 2020, Anjar Rusdianto dan kawan-kawan yang tergabung dalam Bhayangkara BC Sukoharjo, melawat ke Demak. Undangan Anniversary Tamansari 5th sudah menanti mereka. Pagi benar mereka harus berangkat lantaran jarak yang harus ditempuh lumayan jauh, lebih dari 100 km atau sekitar 3 jam perjalanan.

Dipesisir utara pulau Jawa ini, kacer Goess yang dibawa pria yang akrab dipanggil Glond ini tampil lumayan apik. Bersaing dengan kacer-kacer pantura yang terbilang mumpuni secara kualitas,  Goess masih mampu duduk diperingkat ketiga, sedangkan dua kelas lainnya dia mendapat nominasi 10 besar. “Secara kualitas Goess sebenarnya tak kalah. Kerjanya memang belum maksimal, soalnya masih bulu baru. Tapi saya cukup puas dengan hasil itu, ” ujar Glond ini.

Pestasi tersebut menegaskan bawa kacer ini bukan cuma jago kandang, diluar kandang pun dia mampu berprestasi. Sebelumnya, tahun 2017 , Goess juga malang melintang pada iven Gubernur Cup Bali. Di perhelatan prestisius ini Goess meraih gelar runner-up dan peringkat ke-4.

Glond tampil tangguh

Glond mengisahkan bahwa Goess dulu bernama Metheor. Di seputaran Solo Raya, nama Metheor sudah lama berkibar. Sering juara dan jarang meleset dari 3 besar, itulah Metheor yang dulu. Tak heran bila Metheor kerap dikejar-kejar pembeli yang ingin meminangnya.

Namun lebih dari setahun lamanya Goess absen dari hinggar bingar lomba burung. Itu karena Goess ngambek bersuara. Glond tidak tahu persis penyebabnya. Warga Gading, Jombor, Bendosari, Sukoharjo ini hanya tahu Goess menjadi nakal dan gampang emosi semenjak dibawa saudaranya ke kota Kediri, Jawa Timur  untuk mengikuti sebuah kompetisi burung disana.

Glond mengaku kewalahan dengan kondisi tersebut. Goess dirawat seadanya sambil menunggu kacer tersebut mabung dulu. “Saya sengaja nganggurin dia dulu, setelah bodol baru baru saya seting ulang,” papar Glond disela-sela acara latpres Kram Otak Sukoharjo.

Usai mabung, Goes comeback. Beberapa latber di Solo Raya mulai dia taklukkan seperti misalnya di Latpres RI Nguter dan Ndarjo Wonogiri. Di RI Nguter, Goess mendapat gelar runner up sedangkan di Ndarjo Wonogiri mencetak dobel winner. Prestasi lainnya yang tak kalah prestisius adalah podium pertama di latpres Goro Assalam Pabelan Kartosuro yang terkenal sengit persaingannya. Dari semua itu, kata Glond, penampilan paling ciamik yang pernah diperagakan oleh Goess usai mabung  terlihat saat gelaran latber Batu Seribu, Wonogiri. Disini Goess mencetak dobel winner. “Dia seperti pulih seperti dulu kala,” cerita Glond.

Lantas apa sih keistimewaan Goess?Burung ini  gayanya hiper, buka sayap dan ekor.  Saat show, liukan tubuhnya kadang bikin gemes orang yang melihatnya, sungguh eksotis. Selain volumenya yang tembus, Goess juga dilengkapi roll speed yang menawan. Berbekal kemampuan seperti itu, kedepan, tak sulit bagi Goess untuk kembali duduk dijajaran kacer papan atas di Solo Raya.

Utuk itu Glond tengah menyiapkan beberapa skenario setingan agar Goess tampil lebih stabil. “Kalau ngetem sih wajar karena Goess ini kerjanya hiper, pasti ada ngetemnya. Yang ingin saya hilangin itu kebiasaan nampar-namparnya,” papar bujang berusia 32 tahun ini.

Adapun untuk pola perawatan,  Goess terbilang gampang. Pada pagi hari Goess sarapan sebanyak 3 ekor jangkrik. Sorenya menu makan yang diberikan jumlahnya sama. Bila minggu akan mengikuti lomba menunya beda lagi. Agar powernya gede, kroto secukupnya diberikan kepada Goess sehabis mandi. Jangkriknya pun ditambah menjadi 5 ekor dan ulat hongkong yang jumlahnya juga sama.

Yang unik selama dua hari penuh Goess harus berada dikandang foiler, yakni pada hari Senin dan Selasa. Sehabis ditaruh dikandang foiler, Goess dikerodong dan hanya ditaruh didalam kamar dari hari Rabu hingga Minggu. Ritual kungkum alias mandi hanya pada hari Kamis dan Minggu.

Rencananya, Glond bakal memasang Goess pada latber dan latpres seputaran Solo Raya dulu. Bila progresnya mengembirakan, tak menutup kemungkinan Goess bakal tampil pada lomba bergengsi seperti Bolali Cup 25 Oktober 2020 nanti. Selain itu, gelaran Anniversary 2nd Kicau Baturan jilid 2 juga layak untuk disimak. “Semoga kondisinya siap,” pungkas Glond. yon

Kanary Kraft

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here