Connect with us

Kontes

Jumat Ceria Bersama PBI di Gantangan Pondok Indah Denpasar: Buser Edan di Laga LB, Elang Hitam Juara Umum BC

KONBUR Tayang

:

pi
ELANG HITAM DAN SUYUT: Raih Juara Umum BC dan Single Fighter

Delapan juri PBI yang diturunkan untuk mengeksekusi event Jumat Ceria Pondok Indah, 8 Februari 2019 kemarin di gantangan Pondok Indah Denpasar disambut antusias kicau mania Denpasar, baik ijo mania, murai mania, kacer mania, merah mania maupun cendet mania. Khususnya love bird mania yang mulai familiar dengan system penilaian love bird yang diterapkan PBI.

pi
TANPA TERIAK: Antusias Peserta Tanpa Teriak Mengamati Setiap Pertarungan di masing-masing Kelas yang Sudah Berjalan Fairplay

Enam kali rolingan memastikan setiap burung dipantau oleh seluruh juri yang bertugas. Saat penilaian dalam satu rolingan, juri selalu mencatat panjang pendeknya kekean disertai dengan teriakan juri. Bagi kontestan yang mendapat seluruh bendera nominasi rolingan dari masing-masing juri maka akan mendapat bendera putih (nominasi utama) tanda kandidat juara.

Jika masih ada quota, maka korlap akan mempersilakan juri untuk memantau beberapa kontestan yang memiliki bendera nominasi rolingan terbanyak. Jika dalam pantauan tidak ada yang bunyi maka akan dilakukan toust.  

Koncer A, B, dan C akan ditancapkan oleh seluruh juri  sesuai dengan nominasi utama yang berpedoman dari catatan yang dimiliki masing-masing juri akan kualitas kekean kontestan baik yang dilihat dan dicatat langsung maupun yang didengar dari teriakan juri lain ketika meneriaki kontestan mengeluarkan kekean panjang.

Sistem seperti ini membuat peserta di luar arena bisa memprediksi siapa yang bakal masuk kandidat juara meski penilaian belum usai. Dari nominasi utama, peserta juga bisa membandingkan mana yang kekeannya terpanjang, volumenya terkeras dan berirama serta gayanya ketika di arena.

pi
BUSER: Double Winners Setelah Tampil Ciamik Dengan Kekeannya yang Panjang dan Rajin Sepanjang Penilaian

Pemandangan seperti ini tampak ketika kelas love bird dewasa naik. Buser, Sri Rejeki dan Salome dari rolingan ke rolingan selalu mendapat bendera nominasi rolingan. Namun dari pantauan juri punya catatan tersendiri sehingga Buser debutan Syamsi dari Jatayu BC terpilih mendapat koncer A disusul Sri Rejeki di tempat kedua dan Salome di tangga ketiga.

Baca Juga  Bererong Hartono Laros Kembali Puncaki Kelas Cucak Rowo Ring Pakde Karwo Cup VIII, Setelah Juarai Piala Raja

Di leg kedua Buser kembali tampil edan. Dari rolingan ke rolingan  Buser rajin kerja dengan kekeannya yang panjang. Kali ini Lengkong debutan Agus Wahyudi dari Buduk BC memepet di posisi runner up dan disusul Susanti milik Marcel dari Lastrik BC di posisi ketiga yang sempat tertinggal di nomor 5.

pi
MARKO DAN WARAS: Berbagi Poin, Dihadiri Love Bird Mania dari Jogyakarta

Tak kalah seru di kelas paud yang juga ramai peserta. Marko debutan Budi dari Sriti BC sempat memimpin di leg pertama bersanding dengan Dollah asuhan Febry RKM dari Jatayu BC dan di tempat ketiga Waras milik Suyut. Namun di laga kedua Waras berhasil menyodok ke puncak mendahului Bule dan Dollah. Dengan penampilan Waras di kelas paud, Suyut ditetapkan sebagai juara umum single fighter.

pi
METRIX DAN SANG PENYAIR: Adu Kualitas di kelasnya Masing-masing

Keseruan yang terjadi di kelas love bird, juga tampak di kelas lainnya seperti murai batu, ijo, kacer, merah hingga cendet. Di kelas murai batu misalnya. Sesaat kontestan digantang secara serentak gaco memuntahkan ocehan. Metrix milik Agik dari Canggu BC begitu piawai memainkan rolingan dan sesekali memuntahkan tembakan.  Metrix diimbangi Rollex debutan Agus SJ melalui rolingannya yang tanpa putus yang sengaja dipanaskan untuk menstabilkan birahi. Metrix di posisi puncak sedangkan Rollex di tempat kedua.

Memasuki laga kedua peta kekuatan berubah. Sang Penyair bergelang Yono Pemogan BF yang diusung Han’s sukses menghentakkan lawan dengan tembakan cucak chungkok yang super panjang. Dikombinasikan dengan rolingan lagu-lagu kecil, Sang Penyair sukses naik podium utama disusul Krisna milik Alaska di tempat kedua.

pi
ROCKY DAN IBLIS: Dikuasai Elang Hitam BC

Tak kalah seru pertarungan di kelas cucak ijo. Rocky milik Mr. Febry yang perfoma memainkan rolingan dengan lagu-lagu panjangnya sukses memetik kemenangan awal. Namun akhirnya menyerah dari perlawanan Iblis debutan Ajik Liar yang satu tim dari Elang Hitam BC di laga kedua.

Baca Juga  Rakerda II PBI Bali Songsong Perburungan 2019: Konsisten Kedepankan Program Pelestarian
pi
SUPER SONIC DAN JOKER: Nancep Sepanjang Penilaian

Kelas kacer yang selalu dibuka di Jumat Ceria Pondok Indah ini semakin ramai peserta. Kemarin menempatkan Super Sonic debutan Marizal tampil terdepan setelah lawan-lawannya terjungkal baik karena mbagong maupun kurang perfoma. Kecuali Raja Gunung dan Bonex yang mengimbanginya. Namun di laga kedua Joker milik Restu berhasil naik podium bersanding dengan Obama milik H Ayyub dari Suramadu SF.

pi
MR X DAN MARINIR: Sama-sama Kokoh, Berbagai Poin Rebut Juara dan Runner Up

Gantangan Pondok Indah yang luas membuat nyaman para merah mania melatih burung. Kemarin yang membuka dua kelas menempatkan dua gaco bersaing ketat untuk merebut posisi puncak. Baik Mr. X maupun Marinir mesti berbagi poin untuk bisa duduk di kursi puncak. Sementara Jamrud milik Suardika berhasil unggul turun di laga cendet yang hanya membuka satu kelas.

pi
JAMBRUD: Tampil Terdepan di Laga Cendet

Di tengah sengitnya pertempuran yang terjadi di masing-masing kelas, Elang Hitam BC menang mudah untuk merebut juara umum BC setelah unggul baik di kelas cucak ijo, anis merah, murai batu dan kacer.   Sedangkan Sayut SF berhasil dinobatkan sebagai juara umum single fighter.

Wahyudi selaku pengelola gantangan mewakili juri dan panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah setia hadir dan membangun tradisi tanpa teriak seraya memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. *kb3

pi

Kontes

Kamis Guyub Rukun PBI di GPAG Denpasar: Hujan Lebat Spesial Pelangi Diundur, Peserta Tetap Membludak

Published

on

gl
PANITIA DAN JURI PBI: Wujudkan Latber yang Bermutu di Kamis Guyub Rukun di Gantangan Puri Agung Glogor Denpasar

Tiba-tiba Kamis siang kemarin hujan lebat mengguyur kota Denpasar. Hujan yang disertai angin kencang sempat membanjiri area gantangan Puri Agung Glogor Denpasar hingga pukul 16.00 Wita.  Panitia pun akhirnya memutuskan mengundur event Spesial Pelangi Guyub Rukun yang rencananya digelar Kamis, 21 Februari 2019 kemarin menjadi Kamis depan, 7 Maret 2019.  Untuk menghormati peserta yang hadir, tetap dibuka Kamis Guyub Rukun.

gl
DIGUYUR HUJAN: Peserta Cucak Ijo Tetap Membludak

Di luar dugaan, mendung yang masih menggelayut di angkasa disertai gerimis tidak mengurungkan niat kicau mania untuk hadir di gantangan Puri Agung Glogor Carik Denpasar. Tidak saja membuka kelas anis merah, cucak ijo, kenari, murai batu, love bird, cendet, punglor kembang dan campuran import, tetapi juga membuka kelas ekshibisi hwamei.

gl
TERTIB TANPA TERIAK: Antusias Kicau Mania begitu Luar Biasa Wujudkan Lomba yang Tertib dan Nyaman

‘’Karena hujan yang tiba-tiba turun dan sempat membanjiri area lapangan hingga sore, sehingga kami memutuskan mengundur event Spesial Pelangi dan menggelar latber biasa. Untuk itu, kami mewakili panitia dan juri memohon maaf yang sebesar-besarnya atas pengunduran jadwal ini,’’ ujar Amar Pandawa seraya mengucapkan terimakasih atas kehadiran kicau mania meski harus berbasah-basah hadir ke lapangan.

gl
BLOROK: Juara di Kelas Punglor Merah

Latber akhirnya dibuka terlambat diawali naiknya kelas punglor merah. Hanya diikuti beberapa kontestan, juri harus menentukan yang terbaik yang jatuh pada Blorok milik RCK dari Maruti 13.

gl
CEMPLON: Tampil Edan Dengan Gaya Ngentrok Tanpa Jeda Mainkan Lagu

Baru kicau mania mulai ramai memasuki arena ketika kelas cucak ijo A dibuka. Dengan jumlah juri yang memadai termasuk korlap, mereka memantau satu per satu para kontestan. Cuaca mendung dan rada dingin menyulitkan gaco untuk kerja maksimal. Namun Cemplon yang berada di nomor 43 begitu mencolok memainkan gaya ngentrok sambil melontarkan rolingan dan lagu-lagu panjang.  Cemplon akhirnya mendapat koncer A disusul Diesel milik Indra sebagai runner up.

Baca Juga  Sukses, Rabu Ceria GP2S Denpasar di Awal Tahun 2019: Love Bird Membludak, Konin, Ijo dan Kenari Kumpul Bareng
gl
SANGKAR LOVE BIRD: Meski Pakai Sangkar Love Bird, Soleh tetap Juara

Pertarungan masih dilanjutkan di sesi kedua yang jumlah pesertanya juga ramai. Didukung para peserta yang tertib tanpa berteriak di bawah kawalan MC Mr. Eko Gacor yang ramah menyapa pemain, juri kembali menentukan yang layak menjadi juara. Soleh milik Bang Hendra yang menggunakan sangkar love bird di nomor 22 sejak digantang sudah rajin mengumbar rolingan dan tembakannya yang panjang-panjang. Berada di antara lawan-lawannya yang juga gacor, Soleh begitu perfoma sepanjang penilaian. Soleh terpilih sebagai sang juara disusul Dolar yang berada di sebelahnya.

gl
PEDOFIL DAN REMOVE: Adu Kualiats di Dua Kelas Kenari

Dihadiri para dedengkot kenari seperti Godel 13, Gde Adi Doni, Juliano Debora, Mr. Big, Gepeng, Han’s Fery, termasuk dari Jaya Kenari dll membuat suasana persaingan berjalan sengit. Namun Pedofil milik Rucky Hood yang dikawal Mad Black sejak digantang di pojok timur laut (64)  begitu rajin memainkan lagu-lagunya plus cengkokan yang miji-miji sambil gela-gelo berada di satu titik. Dengan durasi yang rata-rata panjang dan hanya jeda sesaat, Pedofil didaulat sebagai sang juara. Pedofil dibayang-bayangi Shinkan Sen milik Mr. Big di tempat kedua.

Di laga kedua peserta malah bertambah. Kali ini Remove yang memilih gantangan 01 di pojok barat laut tampil ciamik. Berhasil naik podium menggantikan Pedofil yang turun di posisi keempat. Kali ini Go Green memepet di tempat kedua.

gl
BOLANG DAN UDIN NGANGAK: Tunjukan Kualitas Kekean dan Durasi

Antusias love bird mania untuk turun di dua kelas yang dibuka begitu tinggi. Adu kualitas benar-benar ditunjukkan. Namun juri memiliki pakem untuk menguji kualitas sang kontestan. Tidak saja kekeannya yang panjang, rajin di setiap rolingan dan juga memiliki kualitas irama dan volume. Untuk menjadi sang jawara dipastikan seluruh juri wajib memberikan nilai. Bolang milik Herman akhirnya terpilih menjadi sang juara disusul Wel-wel di tempat kedua.

Baca Juga  Panitia Inti Bali Shanti Cup IV Satukan Visi: Wujudkan Lomba Fairplay, Sangkar Original Dibolehkan

Namun di laga kedua peta kekuatan berubah. Udin Ngangak milik Rifky berhasil mengambil alih podium utama bersanding dengan Minuk di tempat kedua. Sedangkan Bendol hanya mampu duduk di posisi ketiga.

gl
THE RAYON: Memenangkan Pertarungan Murai Batu di Sesi A

Partai neraka murai batu membuat suasana menegangkan. Terlebih lagi hadir para murai mania yang memantau langsung dari dekat. Sesekali setiap tembakan panjang meluncur, peserta secara spontan berteriak. Tetapi kembali tenang ketika rolingan sambung-menyambung dikumandangkan. Seperti The Rayon yang ngeban memuntahkan pukulan cililinan sambil memainkan rolingan lagu-lagu kasar seperti jalak suren. Perfoma dari awal sampai akhir The Rayon memenangkan pertarungan. Disusul Gajayana debutan Ken Arok di tempat kedua.

gl
LAROS: Ambil Alih Juara Setelah Sempat Tertinggal

Di laga kedua murai mania kembali memanas. Laros milik Hariyanto yang sempat tertinggal di nomor 6 berhasil menohok ke puncak setelah tampil edan dengan tonjolan-tonjolan dahsyatnya. Laros bersaing ketat dengan Predator di tempat kedua dan The Rayon yang melorot ke posisi ketiga.

gl
CENDET RAMAI: Kawasaki Erik Tatto Terdepan

Tak kalah seru di kelas cendet yang ramai peserta. Peserta bisa dengan jelas menyaksikan pertarungan para kontestan. Rolingan dan tembakan begitu santer terdengar. Seperti Kawasaki debutan Erik Tatto yang piawai memainkan lagu-lagu yang rapat yang sesekali memuntahkan lagu murai air yang panjang-panjang. Kawasaki tampil terdepan dipepet Phonix milik Tut De Ariana yang mulai mengamuk di pertengahan sampai akhir.

gl
KELAS HWAMEI: Baru Pertama Kali Sejak Era 90-an Kelas Hwamei Dibuka Kembali di PBI

Yang menarik dari latber kemarin, hadir penggemar puluhan hwamei yang ikut ekshibishi yang mengingatkan lomba di era pertengahan tahun 1990-an di Bali. Walaupun belum ada yang tampil maksi, namun kehadiran hwamei di arena menarik perhatian kicau mania. Banyak yang demam panggung, hanya segelintir yang menunjukkan perfoma duduk sambil memainkan sayap dan ngeroling tanpa jeda. Seperti Cekuh milik Mr. Adi yang sejak digantang sudah nagen berdiri di tangkringan sambil mengebirkan sayap dan berceloteh tanpa henti. Cekuh ditetapkan sebagai juara pertama disusul Paijo di tempat kedua.

Baca Juga  Daftar Juara Anniversary Bnr Bali ke-2: Kental Sebagai Ajang Syukuran
gl
AVATAR: Jawara di Kelas Punglor Kembang

Masih ada kelas punglor kembang ring yang konsisten dibuka sebagai wujud kepedulian akan konservasi yang kemarin diraih Avatar milik Yan Edy. Sedangkan campuran import disabet Laras.

gl
BLUES DAN HONDA: Sama-sama Unggul di kelas Paud A dan B

Latber ditutup kelas love bird paud yang disabet Blues di laga pertama dan Honda yang berhasil melejit ke puncak setelah tertinggal di posisi keenam laga pertama.

Sekali lagi, Amar Pandawa mewakili panitia dan juri PBI mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah hadir meski sempat dihantam hujan detik-detik latber akan dimulai seraya memohon maaf jika selama penyelenggaraan latber ada hal-hal yang kurang berkenan. *kb3

gl

Lanjutkan Membaca

Kontes

Sembrani dan Renegan Nyeri di Latber Rabu Gantangan KMBF Sidoarjo

Published

on

By

kmbf klurak candi sidoarjo

Baru sebulan dibuka, kelas Lovebird Fighter ternyata sukses mendapat sambutan positif dari para ekekmania, bahkan animo ekekmania terhadap kelas inipun melampaui kelas regular yang sudah ada. Seperti yang terlihat di gelaran latber rutin hari Rabu (20/2/19) gantangan KMBF Sidoarjo, 3 kelas yang dibuka oleh panitiapun langsung disambut antusias oleh para ekek mania.

Juara Lovebird Fighter A

Disesi pembuka, Tesi gaco milik Rofiq yang mengusung bendera The Family Team berhasil keluar sebagai juara 1 setelah bertarung sengit dengan Firzin dan Loe Toe Ye yang menguntitnya di posisi ke 2 dan ke 3.

Juara Kelas Paud A

Duet maut Sembrani dan Renegan gaco andalan milik Donny ACS yang turun dikelas Cendet tampaknya masih susah untuk dipatahkan, turun di dua kelas yang dibuka oleh panitia ke dua gaco donny inipun berhasil menempati posisi juara 1 dan runner up dikelas yang lagi naik daun belakangan ini.

Juara Lovebird A

Tiga kelas Balibu yang dibuka oleh panitia, juga menelurkan juara yang berbeda disesi pembuka  ada Cah Duk gaco pendatang baru milik Wardaya asal KKN Team yang berhasil mentasbihkan dirinya sebagai juara 1, kemudian disusul oleh Baja Hitam dan Ferguso yang juga sukses menjadi juara 1 saat turun dikelas Balibu B dan C.

Juara Kelas Cendet

Remponk gaco milik Kaconk asal Sardot Sda, juga berhasil mencuri perhatian para juri yang bertugas, tampil dominan dengan bersenjatakan durasi ekek panjangnya yang tembus hingga beberapa kali Panjang iapun menobatkan dirinya sebagai bintang lapangan setelah berhasil menjadi juara 1 dikelas Lovebird A.

Baca Juga  Bererong Hartono Laros Kembali Puncaki Kelas Cucak Rowo Ring Pakde Karwo Cup VIII, Setelah Juarai Piala Raja
Lanjutkan Membaca

Kontes

Luar Biasa Ramai di Road To Aska Cup 1 GP2S Bali: Banjir Bonus, Senok, Liontin dan Aji Saka Terbaik

Published

on

gp
TERBAIK DI ROAD TO ASKA CUP 1 GP2S: Senok, Liontin, dan Aji Saka Ciamik

Di luar dugaan, antusias kicau mania untuk menghadiri Road To Aska Cup 1 di GP2S Bali bersama juri Oriq Jaya, Rabu, 20 Februari 2019 kemarin di gantangan Pasar Burung Satria Denpasar begitu luar biasa. Lover mania tumpah ruah menghadiri event jelang gelaran Aska Cup 1, 24 Februari mendatang di gantangan Pasar Anyar Persada Peguyangan Denpasar.

gp
FULL PESERTA: Panitia Kawal Jalannya Latber, Juri Ekstra Hati-hati Tentukan Koncer

Padahal siang hari hujan begitu lebat mengguyur kota Denpasar. Namun seiring hujan mulai reda, satu per satu kicau mania memadati arena. Sekretaris Jendral Oriq Jaya DPW Bali Turah Pram Ningrat  mengucapkan terimakasih atas kehadiran kicau mania dan menyambut dengan menggelontorkan bonus, hadiah tanpa potongan dan juga doorprize special yang banyak disupport dari Aska SF.

gp
JURI ORIQ JAYA: Fokus menghitung Poin Agar Fairplay, Sementara Pemain Santai Menikmati Hiburan

Lebih dari itu, Sekjen Oriq Jaya yang sekaligus pengelola GP2S Bali ini begitu ketat mengawal jalannya latber sehingga berlangsung tertib dan juri bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dari awal kelas love bird dewasa A hingga baby C, lomba berjalan meriah, tanpa ada complain dari peserta. Satu per satu tebok keluar, bonus dan juga kejutan di akhir acara berupa berbagai barang dan burung love bird sebagai undian dooprize.

gp
BALCON: Menyodok di Sesi Pembuka. Langsung Dapat Bonus Tebok

Tidak seperti biasanya, tanpa pemanasan di sesi pembuka kelas dewasa A, love bird mania langsung membludak. Sederet gaco yang sudah punya nama ikut ambil bagian. Balcon yang berada di nomor 31 milik Nicham sejak digantang langsung melesatkan kekean. Sempat 5 kali ngekek panjang (merah) seta mengantongi 7 biru, 10 hijau dan 1 putih atau total 935 poin. Balcon menempati peringkat pertama disusul Senok milik Robet yang menempati tangga kedua dengan 855 poin dari 4 merah, 7 biru, 11 hijau dan 2 putih. Walaupun kekeannya menembus 7 kali merah, namun Cupith yang kalah tipis dengan 850 poin berada di posisi ketiga karena minim di koncer biru (3)  dan hijau (1). Balcon selain mendapat full hadiah juga ada bonus tebok.

Baca Juga  Sabtu Bagero SF Bersama MII di GP2S Denpasar 19/1: Spesial Kelas Love Bird Tanpa Teriak
gp
SENOK: Terbaik di Kelas Love Bird Dewasa

Memasuki leg kedua yang full peserta Senok berhasil mengambil alih setelah mengantongi 750 poin melalui 6 merah, 1 biru, 7 hijau dan 1 putih. Dipepet kontestan gantangan 36 dengan 610 poin melalui 5 merah, 1 biru, 4 hijau dan 2 putih. Melody yang berada di nomor 13 berada di peringkat ketiga setelah meraih 575 poin.

Peserta masih belum beranjak. Perang kembali dilanjutkan di laga ketiga yang juga penuh peserta. Kali ini Bendol 19 yang memilih di pojok tenggara berhasil melaju dengan 1.170 poin melalui 7 merah, 7 biru, 11 hijau dan 5 putih. Sempat tertinggal di nomor 4 leg pertama, Bendol 19 benar-benar menunjukkan taringnya. Bendol mendapat perlawanan dari Sasame milik Arta BF yang meraih 960 poin dengan 8 merah, 4 biru atau rata-rata mengeluarkan kekean panjang. Senok yang unggul di dua laga runner up dan juara pertama maka dinobatkan sebagai love bird dewasa terbaik.

gp
DAMARWULAN: Kunci Posisi Puncak Leg Pertama Paud

Keseruan juga terjadi di kelas paud. Damarwulan milik Komarudin tampil terdepan setelah meninggalkan jauh lawan-lawannya dengan 1.900 poin melalui 15 merah, 6 biru, 9 hijau dan 5 putih. Damarwulan dikejar Liontin milik Dodiet Nzr digantang di posisi 01 barat laut yang hanya meraih 1.470 poin setelah mendapat 10 merah, 9 biru, 7 hijau dan 1 putih.

gp
DUET STEVI & NEVY BASS: Antarkan Liontin ke Puncak Prestasi

Di laga kedua Liontin berhasil membalas. Digantang di nomor 49 berada di posisi tenggara kembali stabil dengan meraih 1.440 poin dari 9 merah, 7 biru, 13 hijau dan 13 putih. Kali ini Joni milik Badri mengimbangi dengan 1.315 poin dan di tempat ketiga disabet Marco milik Luayni dengan 1.260 poin.

gp
LIONTIN: Double Winners Raih Paud Terbaik

Masih dilanjutkan di sesi ketiga, Liontin kembali mempertahankan gelarnya di podium utama dengan 835 poin disusul Martil milik Pt Krisna dengan 710 poin. Liontin yang dipantau langsung duet Stevi & Nevy Bass dengan penuh harap-harap cemas sukses ditetapkan sebagai paud terbaik setelah mendominasi tiga kelas paud yang disediakan. Di akhir latber, Stevi meminang salah satu kontestan yang diprediksi bakal prospek ke depan.

Baca Juga  Bererong Hartono Laros Kembali Puncaki Kelas Cucak Rowo Ring Pakde Karwo Cup VIII, Setelah Juarai Piala Raja
gp
AJI SAKA: Sempat Tertinggal di Leg Kedua, Aji Saka Raih Baby Terbaik

Di kelas baby critz peserta juga membludak. Dorprize debutan Dodiet Nzr sempat memimpin di leg pertama dengan 720 poin bersanding dengan Aji Saka debutan Mr. Agung Kajat dengan 640 poin. Namun di laga kedua Maisin milik Edy mengambil alih podium utama dengan 735 poin. Menggeser Dorprize di tempat ketiga dengan 650 poin, di bawah Yu pon dengan 695 poin. Baru di laga ketiga Aji Saka melesat ke puncak setelah mendominasi nilai dan sekaligus ditetapkan sebagai baby terbaik.

gp
DIHADIRI PENTOLAN KENARI: Tongkat Kayu dan MMJR Berbagi Poin di Kelas Kenari

Yang menarik di kelas kenari yang dihadiri para pentolan kenari seperti Gde Adi Doni, Juliano Debora, Mr. Big, Gepeng, bahkan kenari mania dari Situbondo ikut hadir menggantang gaco. Satu per satu lagu kenari dicermati para juri, sambil membandingkan durasinya. Dari penilaian yang seksama juri memutuskan Tongkat Kayu milik Md Luhur meraih kursi utama disusul MMJR milik Alam 008. Di leg kedua yang pesertanya justru bertambah, MMJR sukses mengambil alih setelah tampil ciamik dengan durasinya yang panjang-panjang. MMJR bersanding dengan Yerusalem di tempat kedua.

gp
KONIN MANIA: Dibuka Kelas Konin Pemula Setiap Rabu Ceria

Berbeda dengan kelas konin. Dari dua kelas yang dibuka, kesempatan pertama diberikan buat para pemula. Gaco-gaco yang baru belajar ke arena masuk dikategori kelas A yang akhirnya dimenangkan Kemvet milik Wahyu. Namun di leg kedua kelas B benar-benar tarung bebas yang disabet JokoTingkir milik Heru Tole yang kembali dipepet Kipli di tempat kedua.

gp
SEMAKIN TERTIB: Rabu Ceria GP2S Semakin Tertib, Wujudkan Lomba yang Fairplay dari Panitia, Juri, dan Peserta

Sekjen Oriq Jaya Turah Pram Ningrat yang mengawal jalannya lomba dari awal sampai akhir mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah hadir. Begitu juga terimakasih kepada Aska SF yang sudah memberikan dukungan bonus dan doorprize sehingga peserta tambah bersemangat. Permohonan maaf juga disampaikan kepada seluruh kicau mania jika ada hal-hal yang kurang berkenan. *kb3.  

Baca Juga  Jelang Giri Prasta Cup III, PBI Bersama Masyarakat Lepasliarkan Punglor Merah di Petang Badung
gp

Lanjutkan Membaca